Silvanna Samaliwu Best investment on life is skill, trust, experiences, knowledge, passion, study case. You can success if you have been wide it [Investasi terbaik dalam hidup adalah keahlian atau kemampuan, pengetahuan, passion dan pengalaman dalam mempelajari akibat. Anda bisa sukses jika mengembangkan hal tersebut]

12 Cara Meningkatkan Loading WordPress Dengan Mudah dan Berhasil

7 min read

loading WordPress

Pernah gak anda berpikir kalau loading WordPress itu secara simultan berpengaruh pada pendapatan, SEO dan juga performa blog atau situs di mesin telusur?

Saya yakin pernah. Apalagi bagi anda yang sudah lama menjadi blogger. Alias sudah banyak makan asam garam di dunia blogging.

Google hingga kini masih menganggap kecepatan loading blog sebagai salah satu faktor yang akan menentukan perolahan peringkat di search result.

Apabila peringkat yang didapat itu bagus, alias ada di nomor 1-5 hasil pencarian, kemungkinan besar artikel tersebut bakalan ramai pengunjung.

Semakin ramai pengunjung blog maka semakin bagus posisi blog anda di SERPs. Juga berkontribusi pada impresi iklan alias pendapatan.

Inilah yang saya maksud dengan kata simultan tadi. Oleh karena itu, meningkatkan loading WordPress merupakan salah satu langkah penting untuk mengoptimasi situs atau blog yang dimiliki.

Sebenarnya, di artikel ini saya tidak saja membahas soal WordPress, tetapi juga blogger. Karena, platform apapun yang anda gunakan, kecepatan situs selalu wajib untuk diperhatikan.

Jika anda menggunakan blogger, mungkin solusinya agak berbeda. Namun tak terlalu jauh dengan apa yang saya bahas disini.

Mengapa kecepatan sangat penting?

Pertanyaan semacam ini bagi saya pribadi cukup vital. Oleh karena itu, butuh jawaban yang tidak sekedar jawaban, alias asumsi. Tetapi juga butuh fakta.

Sebagai contoh, Alexa, salah satu e-commerce terbesar di dunia, yang mampu meraup laba bersih sebesar $100.000 per harinya hanya dengan meningkatkan kecepatan situs mereka 1 detik saja.

Dan sebaliknya, mereka akan kehilangkan $2,5 juta US Dollar dalam setahun apabila situs mereka melambat 1 detik saja.

Kebayangkan bertapa vitalnya kecepatan itu, terlebih untuk blog-blog besar yang menggunakan situs atau blog mereka untuk bisnis.

Meski demikian, kecepatan situs web tidak dipengaruhi oleh faktor tunggal saja seperti misalnya, banyaknya plugin yang digunakan.

Enggak seperti itu. Kecepatan situs dipengaruhi oleh banyak faktor. Dengan kata lain, ia adalah akumulasi dari kode, widget dan elemen-elemen lain di blog.

Bagi saya pribadi, ada beberapa alasan mengapa kecepatan loading blog itu penting. Antara lain:

a. Peluang lebih besar untuk memperoleh rating atau peringkat

Blog atau situs yang dimuat lebih cepat punya peluang lebih besar untuk memperoleh peringkat. Apalagi jika situs tersebut adalah komersil.

Baca Juga : 8 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Migrasi Ke WordPress

Jadi, semakin cepat sebuah situs di akses, semakin besar peluangnya untuk dikunjungi oleh orang lain. Semakin banyak yang mengunjungi blog atau situs, semakin banyak konversi.

b. SEO jauh lebih bagus

SEO bukan saja bagaimana mengoptimalkan konten dari dalam [on page] dan dari luar [off page], tetapi lebih dari itu.

Jadi, selain mengoptimalkan on dan off page itu, anda harus memikirkan dari sisi pengguna atau pengunjung blog.

Apakah blog anda di akses dengan cepat, konten yang anda sajikan human friendly alias enak dibaca, dan lain sebagainya.

Jadi, kalau mau SEO blog anda lebih bagus, sebaiknya perhatikan kecepatan loading blog anda sendiri, entah untuk WordPress, Blogger dan platform lain.

c. Lebih disukai pembaca

Dalam sebuah riset, disebutkan bahwa 47% pembaca berharap sebuah blog atau situs yang ia kunjungi dapat diakses dalam waktu 2 detik.

Ingat, 2 detik. Sementara, apabila penundaan terjadi lebih dari 3 detik, maka pengunjung akan meninggalkan situs atau blog anda, dan enggan untuk kembali.

Saya pikir, 3 alasan diatas sudah cukup jelas mengapa loading situs atau blog itu sangat penting. Dengan kata lain, kecepatan loading pun perlu di optimasi.

12 Cara Meningkatkan Loading WordPress Dengan Mudah dan Berhasil

Lalu bagaimana cara meningkatkan loading WordPress? Ada 12 cara yang bisa anda lakukan. Antara lain:

1. Pakai template yang ringan

Salah satu elemen yang paling berpengaruh pada kecepatan loading blog atau situs adalah template yang digunakan.

Ada banyak sekali template WordPress yang tersedia saat ini. Dengan struktur yang berbeda-beda. Namun, tidak semua template tersebut mengedepankan kecepatan.

Oleh karena itu, perhatikan template yang digunakan. Saran saya, baiknya anda menggunakan template yang ringan, kalau perlu yang sudah support AMP.

Oh iya, hindari pakai template yang gratisan. Selain tidak aman, SEO template juga tidak di optimasi. Sehingga blog anda bakalan sulit bersaing di SERPs.

2. Hapus plugin yang tidak terpakai

Banyak pengguna WordPress baru yang biasanya menginstal terlalu banyak plugin meskipun plugin-plugin tersebut tidak terlalu dibutuhkan.

Bisa jadi, plugin yang digunakan itu adalah elemen yang bikin blog atau situs jadi lemot. Bahkan, loadingnya menurun drastis.

Alhasil, situs atau blog tersebut diakses lebih lambat dari kebanyakan situs lain. Memang sih, ada jutaan plugin yang tersedia di WordPress dan itu dapat digunakan dengan bebas, baik yang berbayar atau enggak.

Pada segmen ini, ada beberapa tips yang dapat anda ikuti untuk mengurangi penggunaan plugin tersebut. Antara lain:

a. Nonaktifkan plugin yang tidak dipakai

Ada beberapa plugin yang terkadang dibiarkan begitu saja meskipun tidak terpakai. Sebagai contoh, apabila anda menggunakan plugin Broken Link checker.

Setelah selesai menggunakannya, sebaiknya langsung nonaktifkan saja. Kalau perlu, sekalian di hapus.

Plugin semacam itu hanyalah salah satu contohnya. Anda juga bisa menghapus plugin importir dan plugin lain yang tak terpakai namun aktif.

Begitu juga dengan plugin All in one favicon, plugin sosial media , pin it plugin pinterest dan lain sebagainya.

b. Gunakan satu plugin dengan banyak manfaat

Nah untuk meminimalisir penggunaan plugin, usahakan anda menggunakan satu plugin yang bisa mengatasi kinerja plugin lain. Tujuannya untuk meminimalisir penggunaan plugin yang tidak perlu.

Baca Juga : 5 Situs Tempat Jual foto Tebraik Saat Ini

Saran saya sih, ada baiknya anda gunakan plugin Jetpack saja untuk hal ini. Selain itu, anda juga tidak perlu repot pasang plugin Analytics dan sitemap karena bisa langsung menggunakan plugin SEO by Yoast.

3. Pilih hosting yang loadingnya bagus

Salah satu keuntungan menggunakan WordPress adalah, pengguna dapat menghost blog atau situs mereka ke layanan hosting pihak ketiga.

Salah satu kelemahan menggunakan host pihak ketiga adalah risiko menurunnya loading blog beberapa milisekon.

Alasannya? Banyak sekali. Mulai dari server, host serta pengalihan ini itu. Untuk mengurangi hal ini, beberapa pengguna kemudian memilih menggunakan hosting dari WordPress itu sendiri.

Meski pembayarannya agak ribet karena selain harus menggunakan mata uang Dollar, juga ada ketentuan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Kalau terpaksa anda menggunakan hosting pihak ketiga, ada baiknya anda lihat kecepatan dan tawaran layanan yang diberikan.

Ada rekomendasi gak? Secara pribadi sih, Niagahoster. Sejak blog ini aktif sampai sekarang, saya selalu menggunakan Niagahoster.

4. Gunakanlah tema WordPress yang super cepat

Di poin pertama sudah saya bahas soal ini. Meski sebenarnya saya lebih fokus pada template tersebut setelah digunakan.

Pada poin ini, saya lebih tekankan pada sebelum anda menggunakan template atau tema WordPress tersebut.

Misalnya begini, apabila anda membeli template WordPress dari Themeforest atau dari penyedia lain, sebaiknya cek dulu kecepatannya.

Ada banyak tools kok untuk mengecek kecepatan loading template. Salah satu yang terbaik dan gratis adalah Pagespeed Insight milik Google.

Sekali lagi saya ingatkan, hindari gunakan tema atau template gratisan. Selain SEOnya gak dioptimalkan, juga and tidak dapatkan support dan pemberitahuan update tema.

Selain itu juga, biasanya ada link kredit footer yang mengarah ke developer atau pembuatnya. Yang secara langsung juga berkontribusi pada loading blog atau situs.

5. Optimalkan gambar

Sering kali, saat akan mengunggah gambar, banyak blogger yang tidak memperhatikan ukuran dan format gambar.

Apalagi blogger yang tinggal comot di Google lalu diupload langsung di WordPress. Bahkan, ada beberapa yang tidak memasukan link kredit footernya.

Baca Juga : Jenis-Jenis Format Gambar

Meskipun memang, gambar yang bagus dan berkualitas tinggi menarik secara visual, namun tetap saja berdampak pada loading WordPress.

Karena anda menggunakan WordPress, ada beberapa solusi untuk mengoptimalkan ukuran gambar agar blog tidak lemot. Antara lain:

a. Optimasi ukuran gambar pakai plugin WP Smush

Smush sebenarnya adalah sebuah layanan dari Yahoo yang digunakan untuk mengompres gambar dengan tetap mempertahankan kualitasnya.

Jika anda menggunakan WordPress self-host, jangan lupa instal plugin yang satu ini. Selain itu, secara berkala ada sebaiknya smush semua gambar yang anda upload.

Ingin lebih optimal? Baiknya anda aktifkan plugin Lazzy Load Smush. Fungsi lazzy load ini sangat banyak, salah satunya adalah untuk mengurangi respon server untuk mendownload gambar sebelum ditampilkan pada pengguna.

Jika anda menggunakan Lazzy load, maka gambar akan muncul setelah pengguna menggulir ke bagian bawah. Dan ini bisa meningkatkan waktu muat situs tanpa mempengaruhi kualitas dan pengalaman pengguna.

b. Usahakan pakai gambar dengan format PNG

Alasannya apa? Karena format PNG lebih ringan sementara kualitasnya juga bagus. Berbeda dengan JPG, yang bertautan dengan ukuran gambar.

Jadi semakin besar ukuran gambar, maka semakin bagus kualitasnya. PNG justru sebaliknya. Meskipun ukuran gambar kecil, namun kualitasnya tetap terjaga.

Kalau terpaksa gambar yang digunakan itu berformat lain, anda boleh pakai plugin TinyPNG, untuk mengoptimalkan gambar tanpa harus kehilangan kualitas.

6. Pakai CDN

Conten Delivery Network (CDN) atau jaringan pengiriman konten merupakan jaringan server web yang didistribusikan ke seluruh negara.

Fungsi CDN ini untuk menyajikan konten yang lebih cepat dan efisien meskipun sumber konten tersebut berasal dari wilayah demografi yang jauh.

Facebook, Google dan banyak situs web lainnya menggunakan CDN. Dengan CDN, waktu muat blog akan sama dengan waktu muat di wilayah asal konten.

Baca Juga : 7 Alasan Mengapa Orang-Orang Menggunakan CDN Untuk Situs Web

CDN lebih efisien daripada server tunggal untuk menyajikan konten kepada orang lain dibelahan dunia manapun.

Tetapi kalau blog anda hanyalah blog kecil dan berbahasa Indonesia maka gak wajib sih pakai CDN. Tapi kalau blog anda berbahasa Inggris, sangat disarankan.

7. Perkecil script yang digunakan

Saya biasanya melakukan audit situs setiap 3 bulan sekali untuk menganalisis kecepatan website, apakah tetap atau justru lebih lambat.

Biasanya, analisis paling pertama yang saya lakukan adalah script template atau kode lain yang saya gunakan di situs. Mulai dari tag, widget, kode iklan dan lain sebagainya.

Baca Juga : Blogger Atau WordPress, Mana Yang Lebih Baik?

Hal ini sebenarnya adalah sesuatu yang lumrah. Analisis kode juga adalah konsep pengecekan loading yang paling pertama dilakukan oleh tools untuk mengecek kecepatan loading situs atau blog seperti Pingdom atau Pagespeed insight.

Terkadang, template blog yang sudah usang juga berdampak pada kecepatan atau loading situs web atau blog anda.

Itu belum lagi dengan elemen-elemen lain yang juga menghambat blog. Jika sudah begini, anda hanya punya dua pilihan.

Mengganti atau mengupdatenya dengan yang baru. Saran saya sih, jangan keburu ganti. Anda bisa gunakan plugin Autoptize WordPress untuk mengompresi elemen CSS dan kode lain yang anda gunakan.

Bisa juga pakai tools online Minfier untuk meminimalisi kode-kode tersebut agar tidak memakan waktu yang banyak saat proses eksekusi.

8. Kurangi postingan di beranda

Emang berpengaruh pada loading blog ya? Jelas berpengaruh. Postingan yang terlalu banyak berarti menambah waktu eksekusi atau download konten saat pengguna memintanya.

Saran saya sih, ada baiknya batasi jumlah postingan yang tampil di beranda blog tak lebih dari 10. Kalaupun lebih, tetap perhatikan loadingnya.

Untuk mengurangi jumlah postingan di WordPress, silahkan klik Settings> Reading> Blog pages show at most lalu masukan angka yang ingin anda tambahkan.

Di blog ini sendiri saya hanya menggunakan 3 artikel saja di beranda. Setelah itu diikuti dengan iklan AdSense konten yang sesuai.

9. Hapus kode JavaScript dibagian header

Ada beberapa kode JS yang secara langsung terhubung ke media sosial seperti Twitter dan Facebook. Dan ternyata, kode ini juga berkontribusi pada kecepatan loading blog.

Untuk itu, sebaiknya hindari menempatkan kode semacam ini dibagian header blog. Termasuk juga iklan AdSense otomatis, tag Console, Analytics. Juga, hindari memasang kode tag lain di bagian body dan footer.

10. Kurangi penggunaan iklan

Salah satu sumber utama pendapatan blogger adalah dari iklan yang ditempatkan didalam blognya. Baik iklan AdSense, iklan pihak ketiga dan lain sebagainya.

Sah-sah saja jika anda menempatkan iklan di blog. Tetapi perlu hati-hati dalam penempatannya, karena bisa membuat loading blog lambat.

Oleh karena itu, tempatkan iklan seadannya, dan diposisi tertentu saja. Misalnya, diatas artikel, tengah artikel dan bawah artikel.

Baca Juga : 9 Cara Mengoptimalkan Konten Yang Terbukti Berhasil

Jika anda menggunakan iklan AdSense, jangan lupa pasang iklan AdSense otomatis, supaya penempatan iklannya lebih tepat.

Di blog ini saya hanya menempatkan satu jenis iklan AdSense, tepat setelah gambar. Setelah itu, saya menggunakan iklan AdSense otomatis dan iklan konten yang sesuai.

11. Update plugin dan WordPress

Biasanya, setiap minggu akan ada pemberitahuan di dashboard WordPress untuk mengupdate plugin atau WordPress yang digunakan.

Jika ada pemberitahuan semacam ini, langsung update. Tujuannya agar plugin tersebut diperbaharui dengan versi yang lebih baru lagi.

12. Gunakan plugin cache

Langkah yang paling terakhir untuk meningkatkan loading WordPress adalah dengan memasang plugin cache.

Ada banyak plugin cache yang tersedia seperti W3 total Cache dan Litespeed. Silahkan gunakan mana yang menurut anda terbaik.

Di blog ini saya menggunakan plugin cache LiteSpeed, selain konfigurasinya yang lebih mudah, juga banyak fitur yang ditawarkan.

13. Pakai AMP

Nah ini adalah langkah terakhir untuk meningkatkan loading WordPress. Anda bisa menggunakan plugin AMP atau menggunakan setingan AMP untuk template yang digunakan.

Penutup

Percaya atau tidak, loading WordPress memiliki peran yang sangat penting bagi kesehatan blog secara langsung.

Semakin cepat sebuah blog diakses, maka semakin bagus blog tersebut. Dengan kata lain, blog itu semakin terurus dan sehat.

Demikian artikel tentang 12 cara meningkatkan kecepatan loading WordPress. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Silvanna Samaliwu Best investment on life is skill, trust, experiences, knowledge, passion, study case. You can success if you have been wide it [Investasi terbaik dalam hidup adalah keahlian atau kemampuan, pengetahuan, passion dan pengalaman dalam mempelajari akibat. Anda bisa sukses jika mengembangkan hal tersebut]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *