Kredit dan Cash: Pengertian, Perbedaan & Contoh

Saat beli satu barang, apalagi yang harganya puluhan juta rupiah, ada dua opsi pembayaran yang bisa dipilih yakni kredit dan cash.

Contoh sederhana saat beli rumah, mobil, iPhone, laptop dan lain sebagainya. Jika harga barang diatas Rp20.000.000 mungkin opsi kredit barang tersedia.

Kalau mobil, biasanya ada harga yang disebut harga OTR kredit dan cash yang dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti lokasi dealer, pajak kendaraan dan lain sebagainya.

Disisi lain, apabila harga barang dibawah dari itu, opsi cicil biasanya tidak tersedia. Bon biasa saja tapi bentuknya hutang.

Dan dua sistem pembayaran diatas punya kelebihan dan kekurangannya sendiri langsung ataupun tidak langsung.

Sebelum bahas lebih jauh, tahukah anda apa itu kredit? Apa yang dimaksud dengan cash? Apa perbedaan kredit dan cash?

Penasaran jawaban dari tiga pertanyaan dasar diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

1. Apa itu kredit?

Kredit dan Cash

Kata kredit punya banyak makna dan definisi dalam berbagai bidang keilmuan entah itu keuangan, akuntansi, akademik dan lain sebagainya.

Secara umum, kredit adalah perjanjian kontrak antar dua orang di mana peminjam menerima sejumlah uang atau sesuatu yang berharga.

Orang yang menerima pinjaman atau yang menerima tagihan disebut kreditur. Nantinya, kreditur harus membayar kembali ke pemberi pinjaman atau debitur.

FYI, debitur adalah kebalikan dari kreditur alias orang yang memberikan pinjaman. Dan, pinjaman tersebut harus dikembalikan setelah tanggal jatuh tempo dengan atau tanpa bunga.

Disisi lain, kata kredit juga bisa merujuk pada kelayakan kredit atau riwayat kredit individu, kelompok atau perusahaan.

Baca Juga:

Dalam akuntansi, kredit mengacu pada entri pembukuan untuk mengurangi aset atau untuk meningkatkan kewajiban dan ekuitas neraca perusahaan.

Hanya saja, topik yang dibahas disini berkaitan dengan kredit dimana ada satu orang meminjam atau melakukan pembelian barang secara cicil.

Kata kredit sendiri berasal dari bahasa Prancis, crédit yang berarti kepercayaan. Istilah tersebut diserap dari bahasa Italia, Creadito, dari bahasa Latin, Creditum.

Creditum sendiri memiliki arti pinjaman atau sesuatu yang dipercayakan kepada orang lain. Dari kata partisipatif netral Credere yang bermakna mempercayai atau mempercayakan.

Apabila ditelusuri lebih jauh lagi, credere diambil dari istilah latin yang lebih sederhana yakni credo yang berarti saya percaya.

Intinya, secara etimologis, crédit adalah keyakinan pada kemampuan dan niat pembeli atau peminjam untuk melakukan pembayaran di masa depan.

Sementara, dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], kredit punya beberapa definisi, yakni:

  • Cara menjual barang dengan pembayaran secara tidak tunai atau pembayaran di tangguhkan, di angsur atau di cicil
  • Pinjaman uang dengan pembayaran pengembalian secara mengangsur
  • Penambahan saldo rekening, sisa utang, modal dan pendataan bagi penabung
  • Pinjaman sampai batas jumlah tertentu yang diizinkan oleh bank atau badan lain
  • Sisi kanan neraca di Indonesia, tepat disebelah debet
  • Harga atau nilai untuk suatu tindakan yang dianggap baik
  • Nilai suatu mata pelajaran dalam satu semester, yang lebih disebut nilai kredit semester bagi mahasiswa

Dari sini bisa dipahami kalau kredit pada hakekatnya adalah hubungan sosial yang terbentuk antara pemberi pinjaman dan peminjam.

Debitur berjanji untuk membayar kembali ke pemberi pinjaman, dengan bunga dan risiko pidana jika pembayaran tidak dilakukan.

Artinya, definisi kredit pada umumnya digunakan mengacu pada perjanjian jual beli produk atau layanan dengan janji tegas untuk membayarnya nanti secara temprorer.

Contoh kredit paling umum bisa dilihat pada kartu kredit yang didalamnya memperkenalkan perantara untuk perjanjian kredit yakni Bank yang menerbitkan kartu tersebut.

2. Apa itu Cash?

Kredit dan Cash

Kata cash bisa merujuk pada uang tunai atau suatu keadaan dimana transaksi pembelian atas suatu barang dilakukan secara tunai alias tidak dicicil.

Dengan demikian, kata cash bisa diartikan secara tunai atau kontan. Tunai sendiri, dalam KBBI, berarti tidak tertanggung lagi dalam hal pembayaran.

Karena itu, kata cash sering diasosiasikan dengan uang, dalam bentuk fisik dan tidak, yang mencakup dana di rekening bank, surat berharga seperti obligasi dan lain sebagainya.

Jadi tak usah heran apabila istilah cash sering diasosiasikan sebagai uang tunai yang mengacu pada jumlah uang yang ada di tangan.

Dengan demikian, dalam hal pembayaran, maka cash adalah pembelian atas suatu barang secara tunai sehingga barang tersebut jadi milik pembeli sepenuhnya.

Secara etimologis, kata ini berasal dari bahasa Prancis, caisse yang berarti kotak uang dari istilah provencal caissa atau Cassa saja dari bahasa Italia.

Istilah tersebut diserap dari bahasa Latin, capsa yang berarti kotak uang. Hanya saja, apabila diartikan secara sekunder berarti uang yang ada di tangan.

Perbedaan Kredit dan Cash dalam berbagai aspek

Lantas, apa sih perbedaan kredit dan cash? Pasti penasaran, kan? Lihat tabel dibawah ini:

PerbedaanKreditCash
PengertianTransaksi yang dilakukan dengan cara mencicilTransaksi yang dilakukan secara tunai
Waktu penyelesaianPada tanggal jatuh tempoSegera
Metode perhitungan akuntansiBasis akrualBasis tunai dan dagang
KelebihanTidak perlu uang yang banyak untuk beli suatu barang, biaya lebih ringan, barang atau produk langsung dimilikiTidak pusing biaya cicilan tiap bulan, tidak ada bunga cicilan dan barang langsung dimiliki
KekuranganBunga tinggi, total uang yang dikeluarkan lebih banyak, pinalti jika cicilan di lunasi sebelum waktunya dan suku bunga yang fluktuatifButuh waktu lama untuk kumpulkan uang
ContohKartu kreditBeli pulsa

Dari tabel diatas, baik kredit atau cash punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Jadi, tergantung anda mau pilih yang mana.

Untuk contoh saja, anda beli iPhone 13 Pro Max 128 GB secara cicil dengan harga Rp 19.999.000 di iBOX pakai kartu kredit selama 12 bulan.

Dengan demikian, per bulan harus keluarkan biaya 1.666.584 untuk bayar cicilannya di kartu kredit. Nominal tersebut belum termasuk bunga, biaya admin dan lain sebagainya.

Sementara, apabila beli cash, cukup siapkan uang dengan nilai tersebut dan barang langsung dimiliki oleh anda, tanpa harus siapkan duit untuk cicilan tiap bulan.

Jadi, kalau beli kredit, harus menyicil dengan jumlah uang yang sudah ditentukan sementara kalau cash, anda tidak perlu mikir cicilannya berapa.

Opsi pembelian cash atau credit ini juga berlaku saat beli rumah, mobil dan lain sebagainya. Jika beli rumah secara kredit, bisa tanyakan dulu amortisasinya.

Apakah bayar pokok uang yang terutang atau bayar bunganya dulu. Biasanya, pihak pengembang akan jelaskan soal ini secara detail.

Intinya, semua kembali ke pribadi masing-masing. Apakah ingin beli produk atau barang secara kredit atau cash.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Lebih baik mana, beli HP kredit atau Cash?

Lebih baik beli HP kredit atau cash? Jawabannya bergantung sama budget yang dimiliki dan tujuan anda beli HP.

Jika beli HP cash, tidak perlu keluarkan uang tiap bulan untuk bayar cicilannya. Sebaliknya, jika kredit, harus siapkan uang dalam jumlah tertentu setiap bulan.

Itu belum ditambah dengan bunga cicilan. Artinya, kalau punya uang lebih, mending beli HP secara cash saja. Jika beli kredit, semacam berhutang.

Dan hutang itu ada dua jenis yakni produktif dan konsumtif. Jika beli HP, anggap saja iPhone 13 Pro Max, untuk memenuhi gaya hidup, tentu tidak disarankan.

Apalagi jika anda tidak punya penghasilan aktif. Tapi, jika beli HP untuk dukung pekerjaan, jadi kreator gaming misalnya, boleh-boleh saja.

Selain itu, harga kredit dan cash ada perbedaan. Misalnya, jika beli cash, mungkin harganya 19 jutaan lebih, sementara jika beli kredit, biaya yang dikeluarkan mungkin lebih dari 20 juta.

2. Apakah cash sama dengan bayar tunai?

Jawabannya Ya. Seperti yang sudah dijelaskan diatas dimana cash merujuk pada uang tunai yang ada saat itu.

Uang tunai itu digunakan untuk membeli barang atau produk secara kontan. Itulah yang dimaksud dengan cash pada topik ini.

3. Apakah ada resiko jika beli barang secara cash atau kredit?

Risiko sebenarnya bergantung sama barang yang akan dibeli. Contohnya, jika beli HP iPhone cash, lalu beberapa hari kemudian HP tersebut jatuh, maka anda harus keluarkan biaya lebih untuk perbaikan.

Beda halnya jika HP tersebut di cicil. Ada kemungkinan anda akan dapat asuransi perbaikan, yang ditanggung atau ditagihkan ke cicilan.

Disisi lain, apabila beli produk secara kredit, anggap saja anda beli mobil, jika gagal bayar dalam sebulan, bisa saja mobil itu ditarik perusahaan pembiayaan.

Plus, setelah mobil ditarik leasing, nama anda bakal buruk di SLIK OJK atau BI Checking. Kemungkinan, anda tidak akan diterima lagi untuk cicil mobil di kemudian hari.

Dengan demikian, dua metode pembayaran diatas punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tinggal disesuaikan sama budget yang dimiliki.

Penutup

Membeli barang secara kontan atau lewat cicilan tidak ada salahnya. Yang penting barang yang dibeli itu merupakan prioritas atau untuk mendukung pekerjaan.

Selain itu, usahakan pembelian yang dilakukan itu tidak membebani keuangan anda dikemudian hari.

Demikian artikel tentang definisi kredit dan cash. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Satu pemikiran pada “Kredit dan Cash: Pengertian, Perbedaan & Contoh”

Tinggalkan komentar