Koma Adalah: Pengertian, Penyebab, Jenis, Pengobatan dan Prognosis

Koma adalah suatu keadaan tidak sadar sama sekali yang ditandai ketika pasien tidak mampu memberikan reaksi atas rangsangan disekitarnya.

Dan ada banyak penyebabnya mulai dari keracunan, sakit yang parah atau penderita mengalami kondisi medis tertentu.

Tapi, apa sih pengertian sebenarnya dari Koma dalam medis? Apakah koma sama dengan kondisi kritis? Dan apakah pasien koma bisa sadar?

Jika penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Apa itu Koma?

Koma merupakan sebuah gejala medis dimana pasien atau penderita mengalami gejala ketidaksadaran berkepanjangan.

Selama koma, seseorang tidak responsif terhadap rangsangan dan juga lingkungannya. Seorang yang mengalami koma tetap bernafas atau hidup namun terlihat seperti sedang tidur nyenyak.

Dan pasien yang menderita tidak dapat dibangunkan oleh rangsangan apapun, termasuk rasa sakit.

Baca Juga:

Penyebabnya cukup variatif mulai dari cedera kepala traumatis, stroke, tumor otak, keracunan obat, diabetes, infeksi dan lain sebagainya.

Artinya, koma adalah suatu keadaan darurat medis sehingga diperlukan tindakan cepat untuk menjaga otak tetap berfungsi.

Durasi koma bisa terjadi dalam beberapa jam sampai beberapa minggu. Dan orang yang koma butuh waktu lebih lama untuk beralih ke keadaan vegetatif yang persisten.

Penyebab

koma

Seperti yang sudah disebutkan diatas dimana salah satu penyebab koma adalah cedera pada otak yang menyebabkan peningkatan tekanan.

Termasuk juga penurunan tekanan darah, hilangnya suplai oksigen dan penumpukan racun yang bersifat sementara atau reversibel.

Meski demikian, ada juga koma yang bersifat permanen. 50% kasus dimana pasien mengalami koma berhubungan erat sama trauma kepala dan gangguan sirkulasi otak.

Meski itu bukan penyebab tunggal seseorang mengalami koma. Agar jelas, berikut disajikan penyebab mengapa seseorang bisa koma, diantaranya:

a. Trauma

Pertama ada cedera kepala yang secara langsung membuat otak membengkak, dan atau, dalam beberapa kasus, berdarah.

Saat otak membengkak akibat trauma, cairan tersebut akan mendorong tengkorak kepala sehingga mengakibatkan pembengkakan.

Pembengkakan ini kemudian menekan batang otak sehingga memicu rusaknya RAS (Reticular Activating System].

RAS sendiri adalah bagian otak yang bertindak untuk memberikan respon terhadap gairah, rangsangan dan kesadaran.

b. Pendarahan

Pendarahan di lapisan otak juga dapat membuat seseorang tidak sadar berkepanjangan karena pembengkakan dan kompresi pada sisi otak yang terluka.

Kompresi ini mnenyebabkan otak bergeser sehingga mengakibatkan kerusakan pada batang otak dan RAS seperti yang sudah dijelaskan dibagian atas.

Tekanan darah tinggi, aneurisma otak atau pelebaran setempat nadi akibat lemahnya pembuluh nadi dan tumor merupakan penyebab pendaparahan non-trauma yang bisa memicu koma.

c. Stroke

Stroke adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami serangan otak, yang biasanya disertai dengan kelumpuhan dan ketangkapan.

Hal ini terjadi karena saat tidak adanya aliran darah ke bagian utama batang otak atau kehilangan darah dan disertai dengan pembengkakan yang pada akhirnya bisa memicu koma.

d. Gula darah

Pada penderita diabetes, koma dapat terjadi saat kadar gula darah sangat tinggi. Ini merupakan kondisi yang dikenal sebagai hiperglikemia.

Sementara, Hipoglikemia atau gula darah yang terlalu rendah, juga dapat menyebabkan koma. Jenis koma ini biasanya dapat dibalik begitu gula darah berhasil di koreksi atau diseimbangkan.

e. Kekurangan oksigen

Oksigen sangat penting untuk fungsi otak. Jika jantung berhenti beroperasi akan menyebabkan aliran darah dan oksigen ke otak tiba-tiba terputus, yang disebut hipoksia atau anoksia.

Setelah resusitasi kardiopulmoner [CPR], orang yang selamat dari serang jantung sering mengalami koma. Kekurangan oksigen juga dapat terjadi saat tenggelam atau tersedak.

f. Infeksi

Infeksi pada sistem saraf pusat, seperti meningitis atau ensefalitis juga dapat menyebabkan seseorang mengalami koma.

g. Racun

Zat yang biasanya ditemukan dalam tubuh dapat terakumulasi menjadi toksin jika tubuh gagal membuangnya dengan benar.

Sebagai contoh, seseorang yang mengalami ammonia akibat penyakit hati, karbon dioksida dari serangan asma yang parah atau urea gagal ginjal dapat terakumulasi menjadi racun yang berbahaya bagi tubuh.

Mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol dalam jumlah besar juga dapat mengganggu fungsi neuron pada otak.

h. Kejang

Kejang tunggal memang jarang membuat seorang mengalami koma dengan catatan tidak terjadi secara terus menerus.

Artinya, jika dialami terus menerus sehingga terjadi eplilepticus atau epilepsi bisa menghambat otak pulih saat kejang yang pada akhirnya membuat penderita mengalami koma berkepanjangan.

Jenis-jenis Koma

koma adalah

Secara umum, koma terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya:

a. Ensafalopati toksik-metabolik

Ensafalopati toksik-metabolik adalah kondisi akut akibat disfungsi otak dengan gejala kebingungan atau delirium. Kondisi ini biasanya reversibel.

Penyebabnya cukup beragam dan bergantung pada penyakit sistemik, infeksi, kegagalan organ dan kondisi medis lainnya.

b. Cedera otak anoksik

Ini adalah kondisi otak yang disebabkan oleh kekurangan oksigen total pada otak. Kekurangan oksigen selama beberapa menit menyebabkan kematian sel pada jaringan otak.

Cedera otak anoksik dapat terjadi akibat serangan jantung, cedera kapala atau trauma, tenggelam, overdosis obat sampai keracunan.

c. Keadaan vegetatif yang persisten

Keadaan vegetatif yang persisten adalah kondisi tidak sadar yang parah dimana seseorang tidak menyadari lingkungannya dan tidak mampu melakukan gerakan sukarela.

Dengan kondisi demikian, seseorang dapat tetap terjaga namun tanpa otaknya tidak berfungsi. Dengan kondisi tersebut, ada siklus pernafasan dan siklus bangun tidur.

d. Sindrom terkunci

Ini adalah kondisi neurologis yang langka. Orang yang menderita sindrom ini akan lumpuh total akibat otot-otot mata yang terkunci namun ia tetap terjaga sementara pikirannya sama seperti orang normal.

e. Mati otak

Kematian otak adalah suatu keadaan dimana terjadi penghentian semua fungsi otak. Kematian otak dapat terjadi akibat cedera yang berlangsung lama sehingga meluas ke jaringan otak.

f. Diinduksi secara medis

Jenis koma ini merupakan jenis koma sementara, atau keadaan tidak sadar yang dalam, digunakan untuk melindungi otak dari pembengkakan setelah mengalami cedera.

Pasien akan menerima dosis anestesi yang terkontrol, yang menyebabkan menurunnya perasaan atau kesadaran.

Dokter juga akan mengamati dengan seksama tanda vital pasien tersebut. Ini hanya terjadi di unit perawatan intesif yang terdapat di rumah sakit.

Pengobatan

koma adalah

Mungkin anda bertanya, apakah ada teknik pengobatan yang efektif pada penderita koma? Meski ada namun pengobatan itu tetap bergantung pada penyebabnya.

Orang yang dekat dengan pasien koma harus memberikan informasi sebanyak mungkin kepada dokter untuk membantu dokter menentukan penyebab utama koma.

Perhatian medis yang cepat sangat penting untuk mengobati kondisi yang berpotensi reversibel. Misalnya, jika ada infeksi yang mempengaruhi otak, antibiotik mungkin diperlukan untuk penanganan pasien.

Glukosa mungkin juga diperlukan jika terjadi ganguan diabetes. Pembedahan mungkin juga akan dilakukan untuk mengurangi tekanan pada otak karena pembengkakan atau untuk mengangkat tumor.

Obat-obatan tertentu juga dapat membantu meringankan pembengkakan. Obat juga dapat diberikan untuk menghentikan kejang-kejang jika perlu.

Secara umum, perawatan untuk penderita koma bisa mendukung. Orang yang koma dirawat di unit perawatan intensif dan mungkin membutuhkan dukungan perawatan seumur hidup sampai situasi mulai membaik.

Dalam beberapa kasus, pasien yang menderita koma akan sembuh setelah mendengar sebuah lagu yang memiliki arti bagi mereka.

Para pasien tersebut terangsang secara emosional setelah mendengarnya sehingga mampu mengembalikan fungsi otak secara bertahap.

Prognosis

Prognosisnya bervariasi. Peluang pemulihan bagi pasien yang terkena koma bergantung dari penyebab utamanya, dan apakah masalahnya dapat diperbaiki atau tidak.

Jika masalah dapat diatasi, orang tersebut sering dapat kembali ke tingkat fungsi sebelumnya.

Namun, kadang-kadang, jika penyebabnya adalah karena kerusakan otak yang parah, seseorang mungkin akan mengalami cacat permanen atau tidak akan pernah sadar kembali.

Koma yang disebabkan akibat keracunan obat berpeluang besar untuk pulih jika dilakukan penanganan medis yang tepat.

Sementara, koma yang disebabkan oleh cedera kepala peluang untuk pulih lebih tinggi ketimbang seseorang yang mengalami koma akibat kekurangan oksigen.

Memang, bisa sangat sulit untuk memprediksi pemulihan saat seseroang mengalami koma. Setiap orang berbeda, namun langkah yang paling baik adalah berkonsultasi dengan dokter.

Seperti yang anda ketahui, semakin lama seseorang mengalaminya semakin sulit prognosisinya.

Meski begitu, banyak pasien dapat bangun setelah beberapa minggu dalam keadaan koma. Tetapi mereka tetap menyisahkan cacat tubuh yang signifikan.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa perbedaan kritis dan koma?

Kritis adalah suatu kondisi dimana seseorang dalam keadaan gawat sehingga, dalam beberapa kasus, orang tersebut tidak terselamatkan.

Dan dua istilah diatas sering digunakan secara bergantian dalam film-film, terlebih sinetron. Lantas, apa saja yang membedakan antara kritis dan koma?

Perbedaannya ada pada keadaan. Koma adalah suatu keadaan dimana seseorang seolah sedang tidur lama dan berkepanjangan.

Saat penderita mengalami koma, ia tidak bisa memberikan respon apa-apa atas rangsangan di sekitarnya tapi, dalam beberapa kasus, ia masih bisa mendengar suara disebelahnya.

Disisi lain, saat seorang mengalami kondisi kritis, ia tidak terlihat seolah sedang tertidur lama. Karena itulah, ada kemungkinan, dokter tidak bisa lagi berbuat banyak.

2. Apakah koma bisa sembuh?

Tergantung penyebabnya apa dan bagaimana kata sembuh itu diartikan karena tingkat kesadaran seseorang yang sedang mengalami koma akan terjadi secara berangsur-angsur.

Artinya, ada beberapa pasien yang bisa sembuh dari koma secara total tanpa ada cacat atau masalah sedikitpun.

Disisi lain, ada juga yang penderita koma yang setelah sadar, fungsi otaknya mengalami penurunan, yang dibarengi dengan penurunan fungsi tubuh lainnya.

3. Apakah Pasien Koma bisa sadar?

Seperti yang sudah dsiebutkan diatas dimana pasien koma bisa sadar dan kesadaran tersebut terjadi secara bertahap.

Penutup

Seperti yang sudah disebutkan diatas dimana koma adalah suatu kondisi darurat medis. Jadi, diperlukan perawatan segera dari dokter.

Setelah sampai ke rumah sakit, biasanya dokter akan melakukan diagnosa fisik dan pemeriksaan lanjutan untuk memutuskan apakah penderita benar mengalami koma atau sebaliknya.

Demikian artikel tentang Definisi koma adalah: penyebab, jenis, pengobatan dan prognosis. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***


CATATAN AKHIR: Artikel ini bukanlah artikel medis dan tidak dapat dijadikan referensi utama untuk tinjauan medis. Silahkan konsultasi ke dokter ahli untuk dapat jawaban yang akurat.

Tinggalkan komentar