Kepemimpinan Adalah: Definisi, Teori, Klasifikasi dan Fungsi Pokok

Mau tahu definisi kepemimpinan yang sebenarnya? Termasuk teori, klasifikasi dan fungsi pokoknya? Simak artikel ini sampai habis.

Istilah pemimpin atau kepemimpinan mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda.

Secara awam, kata diatas merujuk pada seseorang yang pandai berbicara di depan umum, punya kemampuan mediasi serta berkharisma.

Kadang juga, kata pemimpin sering diartikan sebagai ketua, presidium, manager dan juga bos. Meski bos dan pemimpin itu cukup berbeda.

Dan di artikel ini akan saya jelaskan soal kepemimpinan sekaligus untuk menjawab beberapa pertanyaan penting tentang pemimpin atau kepemimpinan, seperti:

  • Apa sih pengertian kepemimpinan secara umum?
  • Gaya kepemimpinan adalah?
  • Apakah ada contoh kepemimpinan?
  • Apa saja Teori kepemimpinan dan fungsi kepemimpinan?

Juga akan saya bahas klasifikasi pemimpin termasuk seberapa pentingnya kepemimpinan dalam satu organisasi. .

Apa itu Kepemimpinan?

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Jadi, kepemimpinan adalah satu proses memimpin yang dilakukan oleh seseorang atau individu untuk mencapai visi dan misi organisasi atau lembaga yang ia pimpin.

Organisasi atau lembaga tersebut hanyalah wadah, sementara, orang-orang yang tergabung didalamnya membutuhkan seorang yang dapat mengarahkan mereka untuk mencapai visi.

Di KBBI, kepemimpinan merupakan proses pemimpin atau cara memimpin. Pemimpin sendiri adalah orang yang memimpin.

Dalam pancasila, ada beberapa asas utama kepemimpinan, yang kemudian disebut sebagai kepemimpinan pancasila. Asas tersebut antara lain:

a. Ing Ngarsa Sung Tuladha

Yang berarti, Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang-orang yang dipimpinnya.

b. Ing Madya Mangun Karsa

Artinya Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.

c. Tut Wuri Handayani

Pada dasarnya, Tut Wuri Handayani bermakna Pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.

Selain pengertian kepemimpinan diatas, juga ada definisi lain yang dikemukakan oleh beberapa ahli, seperti:

  • Menurut Robert K. Tanenbaum, pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan di koordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
  • Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya.

Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

Beberapa teori tentang kepemimpinan

Untuk mendukung pengertian ini, ada beberapa teori tentang kepemimpinan yang umum diterima didalam masyarakat. Antara lain:

1. Teori kepemimpinan sifat

Teori ini pada dasarnya menekankan bahwa kepemimpinan dalam dirinya diperoleh dari garis keturunan dan sifat-sifat yang melekat atau di wariskan didalam dirinya.

Sebagai contoh, ibu dan ayahnya adalah seorang Politikus. Misalnya, ayahnya adalah seorang Bupati di salah satu kabupaten di Indonesia, begitu juga dengan ibunya.

Dalam perjalanannya, anaknya pun demikian. Artinya, orang-orang mempercayai bahwa sifat-sifat kepemimpinan yang ia peroleh berasal dari sifat orang tua.

2. Teori kepemimpinan berdasarkan wibawa

Teori kepemimpinan ini menekankan pada sifat-sifat yang melekat pada dirinya tetapi lebih cenderung personal dan individual. Misalnya, jika seorang terlihat berwibawa ia bisa dianggap sebagai seorang pemimpin.

3. Teori kepemimpinan situasional

Misalnya, dalam suatu wilayah atau kelompok masyarakat terjadi konflik yang berkepanjangan. Konflik ini disebabkan oleh gesekan antar individu dalam kelompok tersebut yang melibatkan individu yang lain.

Sementara, sang pemimpin tidak dapat mengatasinya. Maka dibutuhkan seorang pemimpin yang baru, yang paham mengenai situasi dan berusaha menyelesaikan konflik tersebut.


Baca Juga:


Dalam perjalanan Indonesia, ada beberapa kepemimpinan situasional yang dialami Indonesia.

Yakni pada masa Transisi reformasi oleh Habibie atau pada saat konflik bernuansa agama di Ambon yang pada saat itu di pimpin oleh Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo H. Sarundajang.

4. Teori kepemimpinan kelompok

Kepemimpinan dalam kelompok sebenarnya cukup luas, dimana mencakup kelompok-kelompok suku, agama hingga organisasi tertentu.

Pada dasarnya, pemimpin kelompok dipilih berdasarkan garis keturunan, pendidikan dan pengetahuan yang ia peroleh dan lain sebagainya.

Nah itu dia beberapa teori tentang kepemimpinan. Anda juga bisa membantah atau menambahkan teori-teori yang sudah dijelaskan diatas pada kolom komentar nanti.

Tipe-tipe kepemimpinan

Setelah memahami apa itu definisi atau pengertian kepemimpinan serta teori-teori pendukung kepemimpinan maka pembahasan selanjutnya adalah tentang tipe-tipe kepemimpinan.

Tapi, tipe-tipe ini lebih dekat pada tipe seorang pemimpin. Pemimpin adalah seorang yang menjalankan tugas kepemimpinan dalam kelompok.

Dan secara umum, ada beberapa tipe kepemimpinan, antara lain:

1. Otoriter (Dominator)

kepemimpinan adalah

Seorang pemimpin yang otoriter adalah seorang pemimpin yang cenderung dominator dan kadang disebut pemimpin yang suka menang sendiri.

Otoriter juga diartikan sebagai pemimpin yang ingin berkuasa sendiri [cenderung bersikap nepotisme atau suatu perilaku yang mengutamakan kerabat dekat, sanak saudara, terutama dalam jabatan dan lingkungan pemerintah].

Pemimpin yang otoriter juga selalu bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan kepemimpinannya. Kadang juga dianggap sebagai pemimpin yang bertangan besi.

2. Persuatif (Crowd Crouser)

kepemimpinan adalah

Pemimpin tipe ini adalah seorang pemimpin yang demokratis, yang berusaha membujuk secara halus kepada anggota yang ia pimpin.

Pendekatan persuasif dilakukan dengan dialog atau pendekatan yang lain. Yang umumnya, untuk mendengar dan membuat para anggotanya yakin terkait dengan kepemimpinan yang ia jalankan.

3. Demokratis (Group Developer)

kepemimpinan adalah

Demokratis sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, demos dan kratos yang berarti suara rakyat.

Pada dasarnya, pemimpin yang demokratis adalah pemimpin yang berusaha menjalankan tugas kepemimpinan berdasarkan suara untuk mencapai mufakat.

Dalam politik, kepemimpinan yang demokratis diperoleh dan dipilih langsung oleh rakyat dengan sistem one man one vote.

Dan apabila ada individu dengan suara terbanyak, ialah yang akan menjadi pemimpin suatu kelompok masyarakat.

4. Intelektual (Eminent Man)

kepemimpinan adalah

Manusia adalah mahluk yang berakal budi, yang budinya lebih tinggi dibanding hewan lain yang ada di bumi.

Oleh karena itu, dalam perjalanannya, manusia kemudian ingin memiliki seorang pemimpin yang memiliki pengetahuan diatas rata-rata.

Sebenarnya, intelektual adalah seseorang yang punya kecerdasan yang tinggi. Memiliki pikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan.

Atau juga, memiliki totalitas kesadaran, terutama menyangkut pemahaman dan pemikiran.

Kepemimpinan yang intelektual adalah seorang yang dipilih atau diangkat menjadi pemimpin karena kemampuan yang ada didalam dirinya.

5. Eksekutif (Administrator)

kepemimpinan adalah

Dalam sebuah Negara, peran lembaga eksekutif, dalam hal ini pemerintah, adalah orang-orang yang diberi kekuasaan untuk menjalankan undang-undang.

Salah satu contoh pemimpin eksekutif adalah Presiden, Menteri dan orang-orang yang terlibat didalam kepemerintahan itu sendiri.

Kepemimpinan eksekutif lebih cenderung dipilih secara politis. Proses pemilihannya biasanya dilakukan secara demokratis atau musyawarah untuk mencapai mufakat.

6. Representatif (Spokesman)

kepemimpinan adalah

Pemimpin yang representatif adalah seorang pemimpin yang memiliki kecenderungan untuk memperkenalkan, memberi hingga menjadi contoh dalam kepemimpinan.

Representatif sebenarnya berasa dari dua suku kata, yakni re yang berarti kembali dan presentatif dari asal kata presentasi yang berarti pemberian.

Jadi, secara tidak langsung, representatif adalah pemberian kembali tugas-tugas kepemimpinan kepada seseorang atas dasar nilai-nilai yang sudah diberikan sebelumnya.

Untuk menelusuri tipe-tipe kepemimpinan ini, Plato, dalam bukunya yang berjudul In The Republic, mengajukan tiga tipe kepemimpinan, antara lain:

  • Ahli filsafat. Ahli filsafat adalah seorang pemikir, intelektual atau orang-orang yang punya kemampuan berpikir lebih tinggi yang menjadi seorang negarawan yang bertujuan untuk memimpin atau memerintah republik dengan penalaran dan keadilan
  • Militer adalah seorang pemimpin yang dipilih untuk mempertahankan kedaulatan Negara dan juga sebagai pelaksana kebijaksanaan dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan
  • Pedagang juga termasuk dalam fungsi kepemimpinan. Fungsinya terletak pada upaya untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok dan material penduduk.

Klasifikasi pemimpin

Berdasarkan tugas yang ia emban dan juga dalam perkembangannya, pemimpin kemudian di klasifikasi menjadi beberapa bagian, antara lain:

  • Pemimpin berdasarkan kemampuan sendiri
  • Berdasarkan prestasi dan penonjolan dirinya
  • Pemimpin yang lahir dari kelompok dan dipilih oleh kelompok sendiri
  • Pemimpin karena jabatan atau kepala, dimana ia memiliki suatu posisi dalam peranan yang cukup besar untuk menggunakan wewenangnya.

Fungsi-fungsi kepemimpinan

Secara umum, ada beberapa fungsi pokok kepemimpinan. Fungsi ini berdasarkan tugas yang ia jalankan selama mepemimpin, diantaranya:

a. Fungsi perencanaan

Seorang pemimpin akan menjadi perencana dari setiap perjalanan organisasi dan kelompok dengan tujuan untuk mencapai visi dan misi yang sudah ditentukan.

b. Fungsi memandang ke depan

Fungsi ini lebih diutamakan pada peran seorang pemimpin yang visioner. Dimana, ia berusaha melihat dan memandang apa yang ada didepan lalu berusaha untuk meraihnya.

c. Fungsi pengembangan loyalitas

Untuk menjalankan fungsi perencanaan dan fungsi memandang ke depan, pemimpin harus bisa mengasah loyalitas anggota yang ia pimpin.

Fungsi ini lebih ditekankan pada kepatuhan dan kesetiaan anggota untuk menjalankan tugas-tugas dalam kelompoknya dan bertanggungjawab atas tugas yang sudah diberikan.

d. Fungsi pengawasan

Dimana, seorang pemimpin harus bisa mengawasi tugas-tugas yang sudah ia berikan kepada anggota apakah berjalan sesuai dengan rencana [visi dan misi] atau justru sebaliknya.

Jika tidak, seorang pemimpin harus tegas dan berusaha mengembalikan pada tugas yang sudah diberikan sebelumnya.

e. Fungsi mengambil keputusan

Seorang pemimpin harus bisa bisa mengambil keputusan apalagi dalam situasi genting. Oleh karena itu, pemimpin harus bisa tegas, tidak ragu-ragu dan tahu risiko yang ia ambil.

f. Fungsi memberi motivasi

Fungsi ini sebenarnya sangat penting dalam kelompok. Fungsi ini juga terkadang menjadi obat penawar untuk meningkatkan kinerja dan loyalitas anggota yang dipimpinnya.

Oleh karena itu, pemimpin harus bisa memberikan motivasi baik individual ataupun kelompok secara keseluruhan.

Motivasi adalah dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang baik secara sadar ataupun tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Mengapa fungsi ini sangat penting? Karena dapat mendorong seseorang atau kelompok tertentu untuk tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang sudah dikehendaki.

Penutup

Sebenarnya, berbicara tentang kepemimpinan adalah berbicara tentang suatu kondisi khusus dan pembahasannya tidak akan pernah selesai.

Namun, sebagian besar pengertian atau definisi kepemimpinan serta bagian-bagiannya sudah dijelaskan secara singkat dibagian atas.

Demikian artikel tentang kepemimpinan adalah: definisi, tugas, tipe dan fungsi seorang pemimpin. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar