Yuk Kenali Banggai Kepulauan, Surga Baharinya Indonesia Timur

4 min read

kenali banggai kepulauan

Banggai Kepulauan adalah salah satu kabupaten yang terletak di Sulawesi Tengah, yang menyimpan banyak potensi pariwisata dan budaya yang menjanjikan.

Lantas, dimana sih letak Banggai kepulauan itu? Apa saja potensinya? Bagaimana keadaan kultur disana? Dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Saya juga sering mendengar pertanyaan ini saat berkenalan dengan orang-orang baru. Bahkan, waktu kuliah, orang-orang sering bertanya dimana itu Banggai Kepulauan.

Nama ini juga mungkin cukup asing di telinga anda. Karena, Banggai kepulauan tak seterkenal DKI Jakarta, yang merupakan ibu Kota Indonesia [yang katanya akan dipindahkan ke Kalimantan].

Nah oleh karena itu, saya ingin mengulas sedikit tentang daerah saya ini. Dari sisi demografi, luas, dan potensi-potensi yang ada.

Mengenal secara singkat kabupaten Banggai Kepulauan [Bangkep]

Surga bahari ini merupakan salah satu kabupaten yang menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Tengah. Pembentukan kabupaten ini tertuang dalam Undang-undang Nomor 51 tahun 1999.

Sementara kabupaten induk tetap disebut Kabupaten Banggai dan pemekarannya disebut Kabupaten Banggai Kepulauan dengan ibukota Salakan.

Banggai Kepulauan dikenal sebagai daerah bahari karena sebagian besar penduduknya berada di kawasan pesisir pantai dengan pendapatan utama masyarakat ada di sektor perikanan. Meski demikian Banggai Kepulauan tetap bergantung pada sektor pertanian.

Secara umum potensi penerimaan pajak Kabupaten Banggai Kepulauan cukup besar dan dapat dimaksimalkan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan potensi penerimaan pendapatan daerah.

Banggai kepulauan adalah nama lain dari Pulau Peleng

Tidak banyak yang tahu nama Pulau Peleng. Padahal, nama ini adalah nama lain dari wilayah daratan Banggai Kini, termasuk Banggai Laut dan Banggai Kepulauan yang secara demografi memiliki luas 2.265 km².

Mutiara di Timur Indonesia ini menyimpan pesona alam yang luar biasa. Masalah transportasi masih menjadi kendala untuk mencapai pulau yang terpencil ini.

Dimana, dibutuhkan sekitar 4 Jam untuk menemukan tempat ini. Untuk mencapai tempat ini, ada dua jalur transportasi alternatif yang dapat di pilih. Rute pertama adalah dari Jakarta-Makassar-Luwuk. Rute kedua adalah dari Jakarta-Palu-Luwuk,

Rute kedua memakan waktu lebih lama dari yang pertama karena berangkat dari Bandara Cengkereng ke Bandara Mutiara di Palu menggunakan pesawat tanpa transit.

Kemudian dari Palu, yang merupakan ibu kota Sulawesi Tengah, akan ditempuh dengan jalur Darat (bus atau kendaraan carteran).

Jarak Palu dan Luwuk sekitar 350 kilo meter. Dari Luwuk ke Pulau Peleng [Banggai] akan menggunakan transportasi Laut, karena ini satu-satunya transportasi menuju ke Banggai.

Transportasi laut itu menggunakan kapal Feri dengan perjalanan sekitar 3-4 jam. Sedangkan dari Luwuk ke Pulau Banggai dengan menggunakan motor Kayu memakan waktu 8-12 jam.

Potensi pariwisata

Banggai kepulauan

Karena merupakan wilayah bahari, maka Banggai Kepuluan memiliki banyak potensi pariwisata. Sebagian besar potensi itu tersebar di wilayah pesisir.

Ada banyak pantai-pantai memukau disana, salah satunya adalah pantai pasir Panjang. Kalau sudah cape wisata pantai, ada wisata alami juga.

Seperti misalnya danau Tendetung, yang merupakan salah satu danau yang proses menjadi danau cukup aneh. Simak cerita selengkapnya danau Tendetung itu disini.

Sementara, puluhan kilometer dari danau Tendetung, juga ada danau eksotis yang menarik untuk dikunjungi yakni danau Alani dengan pesonannya yang biru lugu. Ada juga air terjun Luksagu, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Danau Tendetung.

Berikut daftar lengkap wisata-wisata pantai di Banggai Kepulauan:

  • Danau tendetung
  • Danau Alani
  • Danau Lamotono
  • Air terjun Luksagu
  • Air terjun Solidik
  • Air terjun piala
  • Danau paisu pok Lukpanenteng
  • Pantai Teduang
  • Pantai tebeabul Bakalan
  • Pantai pasir putih
  • Monumen trikora
  • Pantai Poganda
  • Teluk Krikil di Patutuki
  • Pantai Sapelang
  • Desa Wisata Lalandai
  • Leng Bola di Patukuki
  • Pemandaian air tawar Kautu
  • Dan lain sebagainya

Sebenarnya juga, ada banyak tempat wisata potensial di Bangkep, hanya saja sebagian belum pernah saya kunjungi. Jika nanti saya sudah berkunjung, akan saya ulas di artikel berikutnya dan daftar ini juga akan saya tambah.

Budaya orang Bangkep

Penyebutan orang Bangkep [akronim Banggai Kepulauan] ini sebenarnya cukup luas. Sehingga perlu pembatasan pada budaya orang Bangkep asli. Ada beberapa budaya orang Bangkep yang masih bertahan hingga kini, antara lain:

a. Pololo buku
Pololo buku
via nusantarakini.com

Pololo buku adalah suatu istilah yang merujuk pada sistem gotong royong masyarakat Banggai. Secara luas, sistem ini diterapkan oleh masyarakat Banggai yang agraris.

Ini termasuk salah satu kearifan lokal orang Bangkep untuk saling tolong menolong dengan sesama. Dalam aplikasinya mirip dengan Mapalus bagi orang-orang Minahasa.

Sebagai sistem, pololo buku juga telah mengambil tempat yang sentral dalam kehidupan masyarakat disana, yang tidak saja diterapkan secara agraris.

Tetapi juga sudah diterapkan secara luas, seperti misalnya saat ada duka, pendidikan seorang anak, pemindahan rumah, perkawinan dan lain sebagainya.

b. Kuntau Lipu
Kuntau lipu
Gambar ilustrasi

Saat masih kecil, pertunjukan Kuntau lipu sering saya lihat saat ada acara-acara adat, seperti misalnya kawin adat atau saat ada tradisi penyambutan tamu, seperti Bupati dan lain sebagainya.

Kuntau lipu adalah salah satu tarian tradisional yang lebih mengarah pada ilmu bela diri asli orang Banggai Kepulauan.

Di beberapa tempat, kuntau lipu diiringi dengan berbagai musik seperti Okulele atau musik-musik tradisional lain.

c. Balatindak
Balatindak
via ippmbkyogyakarta.blogspot.com

Balatindak adalah tarian tradisional orang Banggai secara luas. Dulunya, tarian Balatindak ini merupakan tarian perang sama seperti Kabasaran atau Cakalele.

Ornamen-ornamen yang digunakan juga hampir mirip, termasuk corak baju yang cenderung berwarna merah. Mungkin memiliki keterkaitan secara historis yang butuh kajian lebih lanjut.

Balatindak juga kadang disebut Tarengan. Dan biasanya dilakukan oleh Pria dewasa, dilengkapi dengan tameng, tombak dan parang.

d. Osulen [Onsulen]
Osulen
via ytimg.com

Sama seperti Balatindak, osulen juga adalah tarian tradisional Banggai Kepulauan. Bedanya, tarian ini lebih banyak digunakan sebagai tradisi penyambutan tamu serta hanya dilakoni oleh wanita.

Secara dialeg, ada perbedaan penyebutan istilah ini yakni Osulen dan Onsulen. Namun dua-duanya merujuk pada makna yang sama.

e. Baode
baode
via ytimg.com

Jika ingin melihat sisi seni orang Banggai, maka anda harus menyaksikan mereka saat Baode. Secara tradisional, bentuk Baode adalah nyanyian senja.

Yang biasanya dibawakan saat akan beristirahat setelah melakukan kerja selama satu hari. Nyanyian biasanya dibawakan dalam bahasa Ibu orang Banggai.

Baode juga bisanya dilakukan secara ekspresif, dan bergantung pada emosi si pelantun. Jika sedang sedih, maka ia akan melantunkan lagu sedih.

f. Banunut

Banunut ini adalah bedtimenya orang Banggai. Secara umum, banunut adalah dongeng atau cerita pengantar tidur yang biasa diceritakan oleh orang tua kepada anaknya saat akan tidur.

Isi ceritanya variatif, tapi biasanya dibagian akhir cerita, ada pesan-pesan moral yang didapatkan. Sayangnya, kebiasaan banunut ini semakin berkurang seiring dengan hadirnya TV dan gadget.

g.  Bakabai

Bakabai adalah salah satu ritual adat yang masih bertahan di Banggai Kepulauan. Bentuk bakabai bisa berbeda-beda untuk setiap desa karena sifatnya yang ekspersif.

Ada banyak fungsi dari Bakabai ini, seperti misalnya untuk meminta agar panen berhasil, atau untuk memohon doa kepada leluhur agar musim tertentu tidak terlalu panjang.

Dalam penerapannya, Bakabai juga sudah mengalami perubahan bentuk. Hal ini dipengaruhi karena inkulturasi Agama monoteis.

h. Dero

Sebenarnya, dero bukanlah budaya asli orang Banggai, melainkan tarian yang biasa dilakukan oleh Suku-Suku di Pamona setelah panen berakhir.

Namun, karena secara luas diadopsi oleh orang Banggai, maka dero pun menjadi Populer. Dero biasanya dilakukan saat ada acara-acara besar seperti Pernikahan.

Apa sih yang menarik di Banggai Kepulauan?

Disini ada banyak sekali tempat eksotis yang menarik untuk di kunjungi. Banyak tempat wisata yang masih belum seterkenal dengan tempat lain, sehingga anda tidak perlu berdesak-desakan dengan pengunjung lain untuk bisa menggunakan sepeda air, misalnya.

Orang-orang Banggai juga ramah, sehingga anda tidak perlu takut untuk bertanya tentang lokasi suatu tempat. Pencopet juga rendah dan cukup rendah tindakan kriminal.

Mereka juga terkenal ramah kepada para Pendatang, sehingga anda tidak perlu takut untuk was-was saat berkunjung ke sana.

Hanya saja, akomodasi dan transportasi masih menjadi masalah utama di sini. Jika anda ingin melancong ke Banggai Kepulauan, dan kebetulan kamar Hotel disana sudah full, anda bisa menginap di rumah-rumah warga kok.

Lebih bagus lagi kalau anda punya kenalan dengan orang-orang Banggai, anda tidak perlu keluarkan uang banyak-banyak untuk sewa biaya penginapan atau untuk transportasi.

Penutup

Ada banyak potensi di Banggai Kepulauan, seperti pariwisata dan budaya. Sayangnya, banyak orang Indonesia yang belum mengetahui potensi ini.

Jika kebetulan anda sedang jalan-jalan di Indonesia timur, jangan lupa mampir di Banggai Kepulauan. Siapa tahu, kita bisa bertemu. ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *