3+ Jenis Bencana Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007

7 min read

bencana alam paling sering terjadi di Indonesia

Ada tiga jenis bencana yang terjadi atau mungkin sering dialami oleh masyarakat Indonesia yang kemudian dikategorikan dalam tiga bentuk yakni bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial.

Kejadian-kejadian macam ini tidak terlalu mengherankan mengingat geopolsos Indonesia yang cukup unik.

Misalnya, secara geologis, Indonesia termasuk wilayah yang rentan terjadi gempa bumi karena berada dalam jalur ring of fire, yang juga dikenal sebagai sabuk Pasifik.

Dari segi politik, Indonesia juga negara yang berada dalam zona konflik wilayah di Laut Cina Selatan yang kapan saja bisa meletus.

Disisi lain, dalam konteks sosial, penduduk Indonesia terdiri dari berbagai kelompok suku, Ras, Agama dan Budaya yang rentan terjadi gesekan, bahkan beberapa diantaranya meletus dan memicu kerusuhan.

Setiap kejadian itu bisa melebar dan memicu bencana dengan korban jiwa yang tidak sedikit. Menyadari hal tersebut, maka bencana tidak saja fenomena dari alam tetapi kejadian akibat ulah manusia.

Karena jumlah korbannya cukup banyak, maka dalam undang-undang nomor 24 tahun 2007, bencana digolongkan dalam tiga bentuk, yakni:

  • Bencana alam atau bencana yang disebabkan oleh fenonema alam seperti gunung meletus, gempa bumi, tsunami dan lain sebagainya
  • Bencana non alam yang terjadi pada suatu wilayah atau secara global seperti wabah penyakit baik epidemi atau pendemi dan gagalnya teknologi
  • Serta bencana sosial yang disebabkan oleh konflik, kerusuhan dan terorisme termasuk saparatisme

Tiga jenis bencana itulah yang akan saya bahas di artikel ini termasuk contohnya. Penasaran, kan? Baca artikel ini sampai habis.

3+ Jenis Bencana Yang Paling Sering Terjadi di Indonesia

Nah tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 3+ jenis bencana yang paling sering terjadi di Indonesia.

1. Bencana alam [Natural disaster]

Bencana alam adalah bencana yang disebabkan oleh fenomena alam, entah karena aktivitas manusia secara tidak langsung atau karena alam itu sendiri.

Natural disasters ini tidak dapat diprediksi oleh manusia sampai kapanpun. Oleh karena itu dibutuhkan mitigasi yang baik terlebih jika suatu kelompok masyarakat tinggal di daerah-daerah yang rawan bencana.

Jika anda sering bertanya-tanya, apa sih penyebab bencana alam? Apa dampak bencana alam? Apa saja contoh bencana alam di Indonesia? Apa sih jenis-jenis bencana alam? Apa itu bencana alam geologis? Dan pertanyaan lain serupa, baca artikel ini sampai habis.

a. Gempa bumi

Jutaan tahun yang lalu, pulau yang kemudian disebut Indonesia sudah ditopang oleh lempeng bumi yang terus aktif dan bergerak tiap tahun.

Pergerakan lempeng inilah yang memicu gempa bumi. Beberapa gempa bumi bahkan menyebabkan gelombang tsunami.

Wilayah Indonesia sendiri dikenal sebagai Ring of fire akibat adanya lempeng-lempeng tersebut. Karena Indonesia memang dikelilingi oleh tiga lempeng aktif seperti Indo-australia, Euro-Asia dan lempeng Pasifik.

Selain pergerakan lempeng, gempa bumi juga bisa disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pengeboran bawah tanah, percobaan senjata pemusnah massal dan lain sebagainya.

b. Tsunami

Tsunami sebenarnya berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang besar. Selain gempa bumi, Tsunami telah menjadi salah satu bencana paling sering terjadi di Indonesia.

Tsunami disebabkan oleh gempa bawah laut yang terjadi di dasar samudera dan berdampak pada gelombang pasang surut laut.

Jika lempeng seperti yang disebutkan diatas saling bertabrakan dan terjadi dibawah laut, maka cekungan atau celah akan menciptakan gelombang.

Gelombang ini akan memicu gempa bumi dan gelombang pasang yang dahsyat. Bahkan, dalam beberapa kasus, gelombang pasang ini mampu mencapai ketinggian puluhan meter dengan kecepatan 500 km/jam.

c. Gunung meletus

Kondisi kulit bumi di wilayah Indonesia selain diisi oleh lempeng aktif yang terus bergerak, juga sering terjadi tabrakan lempeng berukuran besar.

Tabrakan lempeng besar yang terjadi tiap tahun ini ikut membentuk gunung berapi aktif. Dan, Indonesia telah menjadi salah satu wilayah yang gunung apinya banyak.

Negeri ini dipenuhi jajaran gunung berapi aktif yang siap meletus kapan saja. Catatan teranyar, menurut penuturan peneliti, Indonesia memiliki 500 gunung berapi, 129 diantaranya masuk dalam kategori gunung berapi aktif.

Indonesia juga memiliki sejarah letusan gunung berapi terbesar di dunia seperti saat gunung Tambora meletus, gunung Krakatau serta letusan supervolcano Gunung Toba yang membentuk danau Toba sekarang.

d. Tanah Longsor

Letak geografis Indonesia yang berbukit membuat wilayah ini banyak diisi dengan lereng curam. Lereng curam ini pada akhirnya memicu tanah longsor dan pergerakan tanah.

Tanah longsor juga termasuk bencana yang paling sering terjadi, terlebih saat musim penghujan. Dan, resiko tanah longsor ini tak kalah dengan bencana alam lain.

Hal ini semakin diperparah mengingat iklim wilayah Indonesia yang tropis dengan intensitas hujan tinggi dan sulit diprediksi dengan akurat.

Dan ini mengancam masyarakat atau komunitas yang sudah menetap dengan mantap di wilayah yang rawan pergerakan tanah dari lereng curam tadi.

e. Banjir

Iklim tropis Indonesia juga menyebabkan bencana banjir yang tak kalah berbahaya dengan wilayah-wilayah lain di dunia. Iklim tropis mempunyai dua kecenderungan musim yakni musim penghujan dan musim panas.

Saat tahun akan berakhir, perubahan musim signifikan terjadi dan kadang berubah menjadi sangat ekstrem.

Hujan lebat tiba-tiba melanda berbagai wilayah di Indonesia, dengan intensitas yang tinggi dan menyebabkan meluapnya saluran air.

Jika saluran air itu terhambat, sampah rumah tangga atau industri misalnya, maka banjir tak bisa dihindari.

Bencana banjir menjadi sangat akrab di Indonesia, terutama di kota-kota dengan sistem drainase buruk seperti Jakarta, Semarang dan Yogyakarta.

f. Kekeringan

Selain banjir ataupun tsunami, Indonesia juga rawan bencana alam seperti kekeringan. Indonesia sangat rentan dengan bencana yang satu ini, yang biasanya disebabkan oleh perubahan cuaca yang sangat ekstrem.

Kondisi bencana ini biasanya diikuti dengan berkurangnya pasokan air bersih sampai ke batas normal. Meski sifatnya sementara tapi ini memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat.

Baca Juga : 5 Situs Tempat Jual Foto Terbaik Dengan Bayaran Tinggi

Bencana ini juga juga berdampak pada atmosfer bumi serta permukaan tanah. Penyebab utama bencana ini adalah curah hujan yang berkurang pada periode tertentu dalam jangka waktu yang lama dan diikuti oleh interaksi atmosfer dan wilayah laut.

Ini dipengaruhi oleh ketidakteraturan suhu permukaan laut yang disebabkan oleh fenomena yang kemudian dikenal dengan El Niño.

El Niño sendiri merupakan fase hangat dari osilasi selatan, yang berkaitan dengan terkonsentrasinya air laut hangat di timur-tengah pusat khatulistiwa.

g. Kebakaran hutan dan lahan

Bencana ini juga merupakan turunan dari bencana kekeringan yang sudah saya ulas pada poin sebelumnya.

Curah hujan yang minim pada periode tertentu, terutama pada musim panas, akan menjadi ancaman bencana baru bagi Indonesia yakni kebakaran hutan dan lahan.

Ini biasanya disebabkan oleh tingkah laku manusia yang sengaja membakar hutan saat membuka lahan di musim panas. Kebakaran hutan dan lahan ini berdampak buruk bagi kualitas udara wilayah-wilayah yang terpapar.

Contoh paling buruk kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia adalah saat terjadi bencana kebakaran di Pekanbaru, Riau. Saat itu, kepulan asap kebakaran di Riau menjalar sampai ke Malaysia dan Singapura.

h. Erosi

Bencana ini pun cukup sering terjadi di Indonesia. Bencana ini masuk dalam kategori bencana alam minor yang kemudian disebut dengan Erosi.

Erosi pada dasarnya terjadi karena perubahan struktur tanah dan batuan yang disebabkan oleh kekuatan eksternal seperti air, angin, es perubahan gaya berat ataupun organisme hidup.

Proses terjadinya erosi akan sangat lambat namun pasti. Erosi akan mengakibatkan penipisan lapisan tanah disertai menurunnya tingkat kesuburan lahan. Dalam beberapa kasus mengakibatkan tanah longsor.

i. Gelombang ekstrim dan abrasi

Perubahan iklim global tak bisa lagi disepelekan dan ini membawa pengaruh negatif bagi wilayah perairan terutama di laut. Biasanya ini membujur dari Barat hingga ke wilayah Timur Indonesia.

Gelombang ekstrim pun terjadi sehingga mengakibatkan abrasi di pesisir laut. Kondisi ini bahkan termasuk bencana yang akrab bagi Indonesia.

Gelombang ekstrim utamanya disebabkan oleh siklon tropis. Ada beberapa daerah di Indonesia yang sering mengalami gelombang ekstrim dan abrasi ini, seperti:

  • Pulau Jawa
  • Sumatera
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Sulawesi Utara
  • Maluku
  • Papua
  • Dan beberapa daerah lain yang punya potensi terjadinya gelombang besar dan badai ditengah laut
j. Cuaca ekstrem

Cuaca ekstrim seperti angin puting beliung, topan serta badai tropis juga termasuk salah satu jenis bencana yang cukup sering terjadi di Indonesia.

Biasanya disebabkan oleh perubahan iklim global yang cukup intens yang disebabkan oleh fenomena cuaca.

Cuaca ekstrem umumnya terjadi saat musim pancaroba atau musim dimana sedang terjadi peralihan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

2. Bencana non-alam

Bencana non alam adalah salah satu jenis bencana yang disebabkan oleh suatu peristiwa yang memicu bencana tapi bukan berasal dari alam seperti yang sudah saya jelaskan pada poin sebelumnya.

Lantas, mengapa bencana non alam ini terjadi? Apa saja contoh bencana non alam? Apa saja faktor pemicu terjadinya bencana non alam? Jika penasaran terhadap semua pertanyaan diatas, baca artikel ini sampai habis.

Bencana non alam ini bisa terjadi akibat ulah manusia. Sebagai contoh, mengkonsumsi hewan yang bisa memicu penularan bakteri zoonosis atau virus yang bisa menyebar ke orang lain dengan tingkat transisi yang berbeda-beda.

Pemicunya sangat beragam mulai dari kebersihan yang tidak terjaga, interaksi dengan hewan liar atau peliharaan dan lain sebagainya.

Disisi lain, bencana non alam juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti politik. Berikut disajikan jenis dan contoh bencana non alam, diantaranya:

a. Perang

Perang bisa dikategorikan sebagai bencana yang tidak disebabkan oleh alam. Bencana macam ini dipicu oleh masalah-masalah geopolik, pertahanan dan keamanan dan lain sebagainya.

Yang menyebabkan perang tentu saja manusia dengan tingkat kerugian yang tidak sedikit baik dari sisi manusia sebagai pelaku, alam, habitat, ekonomi dan trauma sosial.

Berikut beberapa contoh perang yang pernah terjadi sepanjang sejarah dengan korban jiwa mencapai jutaan orang, diantaranya:

  • Peperangan di era Napoleon Boneparte yang meletus pada 18 Mei 1803 hingga 20 November 1815 yang terjadi di hampir seluruh daratan Eropa dan tempat lainnya di berbagai belahan dunia
  • Perang dunia I yang pusatnya ada di Eropa yang dimulai pada 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918
  • Perang dunia ke-II yang merupakan salah satu perang dengan korban jiwa terbesar dalam sejarah yang meletus pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945
b. Wabah penyakit

Bencana non alam berikutnya adalah wabah penyakit seperti yang baru-baru ini juga dialami oleh sebagian besar wilayah di dunia karena penyebaran Novel Corona Virus [Covid-19].

Episentrum awal wabah berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, China sebelum akhirnya menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Meski demikian, dalam sejarah manusia sudah pernah mengalami beberapa wabah atau pendemi, yang dapat dikategorikan sebagai bencana non-alam, diantaranya:

  • Wabah hitam atau yang disebut juga Epidemi Hitam [Black death] yang terjadi pada abad ke-14 [1347-1351] di Eropa yang menyebabkan hilangnya 2/3 populasi Eropa
  • Cacar yang terjadi di abad ke-16 dengan jumlah total korban jiwa mencapai 8 juta orang
  • Flu Spanyol yang terjadi sekitar tahun 1918 dengan jumlah total korban jiwa mencapai 50 juta orang
  • HIV/AIDs yang mulai terdeteksi pada 1980 dan terus berlangsung hingga sekarang karena tidak pernah ditemukan vaksinya dan sudah menyebabkan lebih dari 30 juta jiwa tewas
  • Termasuk juga virus yang menjadi epidemi dan pendemi dari keluarga Corona yakni SARS, MERS dan Covid-19
c. Bencana akibat kegagalan teknologi

Berikutnya adalah bencana yang dipicu akibat kegagalan teknologi dengan efek luar biasa terhadap masyarakat.

Kegagalan macam ini bisa disebabkan oleh desain atau pembangunan yang salah, human eror, penggunaan senjata pemusnah massal dan lain sebagainya.

Misalnya, kebocoran pembangkit listrik bertenaga Nuklir, uji senjata biologis, sabotase, kebakaran hutan yang disebabkan oleh industri dan lain sebagainya.

3. Bencana sosial kemasyarakatan

Selain bencana alam dan non-alam juga terdapat bencana sosial kemasyarakatan. Bencana sosial adalah bencana yang dipicu akibat gesekan antar kelompok sosial dalam masyarakat.

Atau mungkin dipengaruhi oleh aliran ekstrimisme atas nama kepercayaan dan ideologi serta menganggap diri bahwa kelompoknyalah yang paling benar.

Dengan demikian tentu ada perbedaan antara bencana alam dan bencana sosial meski sama-sama menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit.

Lantas, apa saja contoh bencana sosial? Apa saja jenis-jenisnya? Baca artikel ini sampai habis.

a. Serangan teroris

Terorisme termasuk salah satu jenis bencana sosial yang disebabkan oleh gerakan ekstrimis yang ditujukan kepada kelompok tertentu.

Aksi terorisme ini juga terjadi hampir di segala penjuru dunia. Sebagai contoh, serangan Bom Bali I, Bom Bali II, Tragedi World Trade Center, serangan Lone Wolf di Eropa dan lain sebagainya.

b. Saparatis

Selanjutnya adalah gerakan saparatis yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan dominasi orang luar wilayah kepada wilayahnya.

Gerakan saparatis ini kadang untuk tujuan geopolitik seperti untuk memisahkan diri dari suatu Negara yang berdaulat.

d. Konflik atau kerusuhan

Konflik atau kerusuhan adalah suatu peristiwa bencana yang disebabkan oleh manusia yang dipicu oleh permusuhan antar satu kelompok dengan kelompok lain.

Ada beberapa contoh konflik atau kerusuhan yang pernah terjadi di Indonesia seperti Kerusuhan Ambon, Poso dan lain sebagainya.

Penutup

Meskipun bencana alam ini sering terjadi, namun mitigasi bencana yang dilakukan ternyata kurang maksimal.

Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan dan ketrampilan dari setiap masyarakat untuk melakukan pencegahan sekaligus bersiap untuk menghadapi bencana yang bakalan terjadi di masa mendatang.

Demikian artikel tentang 3+ Jenis Bencana Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *