3+ Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf

Ada tiga jenis batuan yang jadi penyusun litosfer dan terbentuk dari proses geologis panjang yakni batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.

Batuan beku terbentuk ketiga magma atau lava mendingin dan mengeras. Sementara, batuan sedimen berasal dari partikel yang mengendap dari air atau udara.

Hal itu disebabkan karena kondisi geologis lain seperti pengendapan mineral dari air yang saling menumpuk satu dengan yang lain.

Disisi lain, batuan metamorf terbentuk ketika batuan yang ada di ubah oleh panas, tekanan atau cairan reaktif seperti air panas sarat mineral.

Dan mayoritas batuan terbuat dari mineral mengandung silikon dan oksigen, yang merupakan unsur paling melimpah di kerak bumi.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan batuan? Mengapa batuan ini bisa terbentuk? Apa fungsinya? Dari mana asal batuan tersebut?

Termasuk pertanyaan general lain seperti batu alam termasuk jenis batuan apa? Apa saja jenis batuan dan sifatnya? Dan pertanyaan lain serupa.

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

3+ Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan macam-macam jenis batuan mulai dari Batuan beku, Batuan Sedimen dan batuan metamorf.

A. Batuan Beku

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via Pinterest

Jenis batuan yang pertama adalah batuan beku. Lantas, apa yang dimaksud dengan batuan beku? Di KBBI, batuan beku adalah batuan yang terjadi atau terbentuk karena adanya pembekuan magma.

Artinya, proses pembentukan dari batuan beku ini berasal dari magma pijar yang sudah membeku, kemudian menjadi padat akibat proses pendinginan yang terjadi secara alami.

Dan jika dilihat dari proses pembekuannya, batuan beku ini dapat dikategorikan dalam beberapa bagian, yakni:

  • Batuan dalam yang kadang juga disebut batuan tubir merupakan batuan membeku secara perlahan didalam perut bumi
  • Batuan korok yang adalah batuan yang membeku di daerah korok atau lubang dan liang yang memanjang
  • Batuan leleran yang merupakan batuan yang mengalami pembekuan dengan tiba-tiba didalam perut bumi.

Dan jika dilihat berdasarkan sifat kimianya, batuan beku bisa dibedakan sebagai berikut:

  • Batuan asam adalah batuan mengandung banyak sekali asam salisilat. Asam salisilat sendiri adalah senyawa silikon dan oksida yang mengandung kuarsa yang didominasi warna keputih-putihan
  • Batuan basa adalah sebutan untuk batuan dengan tingkat kadar asam salisilatnya yang rendah karena mengandung banyak magnesium serta besi. Batuan basa di dominasi oleh warna gelap atau hitam.

Lantas, apa saja jenis-jenis batuan beku yang ada di muka bumi? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Granit
Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via wira.co.id

Batu granit adalah batu yang terbentuk karena hasil pembekuan magma yang terkomposisi dengan asam yang membeku di dapur magma dengan massa jenis berkisar antara 2,2-2,3 gram per cm3.

Dan batu granit sendiri merupakan contoh dari batuan dalam atau batuan tubir yang cukup mudah dikenali dari warnanya yang putih.

Meski ada juga yang warnanya abu-abu serta campuran antar keduanya. Karena itu, terkadang, batu granit disebut dengan batu keras keputih-putihan.

Batuan ini banyak ditemui di daerah pesisir atau pinggir pantai atau juga di pinggiran sungai yang besar termasuk juga di dasar sungai.

2. Gabro
Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via plimbi.com

Jenis batuan beku berikutnya adalah batu gabro yang terbentuk karena proses magma yang membeku dari dalam gunung.

Batu gabro termasuk juga batuan dalam atau batuan tubir. Kadang juga, batu jenis ini disebut batuan beku basa dengan warna kehitam-hitaman.

Bagaimana dengan massa jenis? Massa jenis batu gabro antara 2,9 – 3,21 gram per cm3 dengan kecenderungan berwarna gelap hijau atau juga coklat putih.

3. Andesit
Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via pinhome.id

Batuan andesit terbentuk dari proses pembekuan lelehan lava gunung merapi yang meletus dan terbentuk saat temperatur lava yang meleleh turun hingga 1,100 derajat Celcius.

Batu andesit termasuk dalam jenis batuan beku luar dengan massa jenis antara 2,8 – 3 gram/cm3. Untuk warnanya agak sedikit gelap atau abu-abu tua.

4. Diorit
Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via ruangguru.com

Batu diorit terbentuk dari proses terobosan batuan beku atau instruksi akibat peleburan lantai samudra dengan sifat mafic pada suatu subduction zone.

Batuan diorite biasanya diproduksi dalam busur lingkaran vulkanis dan terbuat dari gunung yang ada di dalam cordilleran atau subduction sepanjang tepi suatu benua seperti pada deretan Pegunungan.

Batu diorit juga terdapat pada emplaces yang besar berupa batholiths sehingga mengantarkan magma ke permukaan bumi untuk menghasilkan gunung api gabungan dengan sifat lahar andesite.

Oh iya, batuan diorit ini merupakan bagian dari batuan beku dalam atau batuan tubir dengan massa jenis antara 2,8–2,9 gram/cm3.

Untuk warnanya sendiri terlihat kelabu putih termasuk juga hitam yang bercampur putih seperti yang terlihat pada gambar diatas.

5. Basalt
Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via Wikipedia

Batuan Basal atau Basalt terbentuk dari proses pembekuan magma dalam kandungan basa yang ada didalam atau di dekat perut bumi.

Dan jenis batuan inilah yang membentuk lempeng samudera dan tersebar di seluruh dunia dengan ukuran variatif sehingga, terkadang, kandungan mineralnya tidak diketahui.

Bagaimana dengan massa jenis? Untuk massa jenis Batuan Basalt berkisar antara 2,7 – 3 gram/cm3 dan biasanya berwarna agak gelap.

6. Obsidian
Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via dictio.id

Batuan obsidian adalah jenis batuan beku yang terbentuk karena erupsi gunung berapi dan memiliki susunan asam dan basa yang membuat proses pembekuannya lebih cepat.

Mula-mula, batuan jenis ini bentuknya berupa gelas atau kaca daripada kristal dominan seperti yang diketahui sekarang ini.

Artinya, obsidian merupakan jenis batuan yang tersusun secara alamiah dari bahan kaca amorf dan komponen lain seperti kristal feldspar, mineral hitam dan kuarsa.

Bagaimana dengan massa jenis? Batuan obsidian punya massa jenis antara 2,36 – 2,5 gram/cm3 dan terlihat bening seperti kaca pada umumnya.

Meski tidak semuanya berwarna demikian karena ada juga yang berwarna hitam mulus, merah tua, hijau sampai keabu-abuan.

7. Pumice
Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via agronet.co.id

Jenis batuan beku berikutnya adalah batuan Pumice yang terbentuk dari meterial erupsi gunung berapi yang sudah membeku.

Meski demikian, didalam batuan ini masih terdapat utara sehingga saat dibelah, isi didalam batuan terlihat berongga.

Rongga tersebut tersebar tidak merata di dalam batuan dengan kandungan utama batu apung berupa silika tinggi.

Oh iya, batuan ini masuk kategori batuan beku luar atau batuan leleran dengan massa jenis dibawah 1 gram/cm3 dengan kecenderungan berwarna putih serta cokelat muda.

8. Kimberlit

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via wikimedia.org

Kimberlit adalah batuan beku yang terbentuk dari abu vulkanik potasik dengan kandungan kalium sehingga memungkinkan terbentuknya Berlian.

Kadang juga, batuan jenis ini disebut batuan ultramafic langkah yang selain mengandung kalium, juga terdapat unsur lain seperti serpentin, diopside, phlogopite, karbonat dan lain sebagainya.

Karena kandungannya tersebut dan sifat kelangkaan inilah, batuan kimberlit jadi incaran utama para penambgn dari seluruh dunia.

9. Felsite

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via wikimedia.org

Selanjutnya ada Felsite, yang merupakan batuan beku yang terbentuk dari vulkanik dengan ciri permukaan halus dan cenderung mengandung sifat asam.

Dan ini termasuk batuan dengan kategori ekstrusif atau yang mengalami pembekuan di permukaannya. Karena itu, warnanya cenderung terang.

Ciri utama dari batuan Felsite adalah keberadaan butir kristal halus di permukaannya namun tidak mengkilap atau terlihat seperti kaca.

Kandungannya sendiri terdiri dari beberapa elemen seperti plagioklas, feldspar alkali, mineral kuarsa dan juga feldspar itu sendiri.

Oh iya, karena bentuk dan karakter batuannya yang terlihat mirip, kadang banyak orang yang sulit membedakan antara batuan Felsite dan juga batu Granit.

10. Komatit

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via wikimedia.org

Komatit adalah jenis batuan beku yang berasal dari mantel bumi yang terbentuk dari vulkanik ultramafik yang keberadaannya sangat langka.

Kandungan utama batuan jenis ini adalah Mineral Olivin, yang merupakan silikat magnesium-besi alam, yang terdapat didalam batuan beku karena perapian atau krisolit.

Komposisi unsur kimia tersebut mirip-mirip dengan Peridotit. Karakteristik utama dari batuan jenis ini ada pada warnanya yang cenderung hijau karena kandungannya yang rendah silika.

Selain itu, batuan jenis ini tergolong batuan purba, yang menurut para ilmuwan, terbentuk sejak zaman Arkeozoikum, kala tertua dalam sejarah perkembangan bumi, yang berlangsung sekitar 2 juta tahun lalu.

Ciri utama dari batuan komatit ini ada pada teksturnya yang spinifex alias struktur yang memperlihatkan penyilangan dari kristal olivin.

11. Peridotit

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via wikiwand.com

Berikutnya ada batuan beku Peridotit dengan ciri permukaan yang padat, kasar dengan kandungan utama berupa mineral olivin serta piroksen.

Karena itu, batuan jenis ini tak jauh beda dengan komatit meski ada sedikit perbedaan antara keduanya yakni pada posisi pembentukannya.

Yang mana, batuan peridotit ini terbentuk dari batuan beku intrusif yang ada di bawah permukaan bumi dan bukan pada mantel bumi.

Meski demikian, dari segi warnanya cenderung mirip karena keduanya berwarna hijau gelap akibat mineral penyusunnya.

12. Latit

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via wikimedia.org

Latit termasuk contoh batuan beku dengan sifat ekstrusif  dengan tekstur afanitik, yang berupa butiran kristal dengan minaral yang terlalu kecil untuk diamati dengan mata telanjang.

Untuk diketahui, latit termasuk hasil molaritas khusus atau ekivalen dari batuan jenis lain yakni Monzonit,. Hanya saja, batu jenis ini berasal dari proses vulkanisme.

Untuk warna, latit cenderung lebih terang, sehingga cukup mudah dikenali. Dari warna tersebut juga bisa diketahui kalau batuan jenis ini sifatnya asam dengan Mineral penyusun utama adalah Alkaline feldspar.

13. Tuff

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via materiipa.com

Tuff atau Tuf, yang kadang juga disebut batu putih, adalah jenis batuan beku yang terbentuk setelah gunung api meletus.

Sebenarnya, batuan jenis ini sama dengan Tufa, yang merupakan batuan yang mengendap dari sumber air panas.

Karakteristik Tuf cukup variatif dimana permukaan batuan ada yang keras dan yang lainnya rapuh alias mudah patah saat disentuh.

Meski demikian, sejak dulu, Batuan Beku tuf sudah umum digunakan sebagai dinding bangunan atau salah satu material dari konstruksi.

14. Anortosit

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via wikimedia.org

Anortosit atau Anorthosite merupakan tipe batuan beku dalam atau Plutonik yang sangat langka dan jarang sekali ditemukan.

Mayoritas batu Anortosit memiliki kandungan mineral plagioklas feldspar dengan tambahan komponen Mafik seperti ilmenit, piroksen, olivin sampai magnetit dalam jumlah sedikit.

15. Dunite

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via armonissimo.com

Dunit atau Dinte adalah jenis batuan beku tipe Peridotit yang juga sangat langka dan sulit sekali ditemukan keberadaannya.

Komposisi utama dari batuan jenis ini adalah mineral Olivin dengan kapasitas 90% atau lebih sehingga warnanya sedikit kehijauan.

16. Rhyolite

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via geologinesia.com

Riolit atau Rhyolite adalah tipe batuan beku yang berasal dari aktivitas vulkanik ekstrusif di permukaan bumi dengan ciri keberadaan kristal berukuran kecil di permukaannya.

Untuk material utama pembentuk batuan adalah Silika termasuk juga elemen lain salah satunya potassium-Feldspar. Karena itu, warna batuan Riolit cenderung berwarna putih.


B. Batuan Sedimen

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via dictio.id

Jenis batuan yang ada di muka bumi berikutnya adalah batuan sedimen yang terbentuk dari endapan struktur batuan itu sendiri yang mudah lepas akibat terbawa arus air, termasuk angin dan juga es.

Sementara, dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], Batuan sedimen punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Dalam kimia, batuan sedimen adalah benda padat berupa serbuk yang terpisah dari cairan dan mengendap di dasar bejana
  • Dalam geologi, batuan sedimen adalah benda padat yang diendapkan oleh air atau es

Ada juga istilah lain dalam geologi terkait dengan sedimen seperti sedimen klastik yang adalah sedimen yang diturunkan dari bahan batuan yang ada sebelumnya oleh proses pelapukan dan erosi.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan batuan sedimen? Batuan sedimen adalah batuan yang mengalami pengendapan.

Secara umum, batuan sedimen terbagi dalam tiga jenis yang dikelompokan berdasarkan proses pembentukannya, seperti

  • Batuan sedimen yang terbentuk karena pelapukan dari batuan lain atau yang disebut juga batuan klastik atau clastic
  • Batuan sedimen yang terbentuk karena pengendapan atau deposition akibat dari aktivitas biogenik
  • Batuan sedimen yang terbentuk karena Pengendapan larutan atau precipitation

Untuk contoh saja, batuan sedimen yang terbentuk karena endapan ada banyak mulai dari batu kapur, batu pasir sampai lempung.

Lempung sendiri adalah batuan berwarna, yang terdiri atas butir halus silikat alumina berair sebagai hasil pelapukan dari batuan felspar dan batuan silikat alumina lain.

Dan di muka bumi ini, mayoritas batuan yang ada, atau sekitar 75%, masuk kategori sebagai batuan endapan.

Lantas, apakah batuan sedimen dan batuan endapan itu sama? Secara teknis ya karena merupakan batuan yang terbentuk dari pengendapan materi hasil erosi.

Diperkirakan 80% permukaan benua ditutupi batuan sedimen. Material hasil erosi ini terdiri atas berbagai partikel mulai dari partikel halus, kasar, berat dan juga ringan.

Cara pengangkutannya pun beragam mulai dari terdorong (traction), terbawa secara melompat-lompat (saltion), terbawa dalam model suspensi serta juga mengalami pelarutan (salution).

Agar lebih memahami klasifikasi atau jenis-jenis batuan sedimen, bisa lihat tabel dibawah ini:

Berdasarkan pengendapanBatuan sedimen klastik
Batuan sedimen kimiawi
Batuan sedimen organik
Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutBatuan sedimen aerik
Batuan sedimen aquatik
Batuan sedimen marin
Batuan sedimen glastik
Berdasarkan tempat pengendapannyaBatuan sedimen limnik
Batuan sedimen fluvial
Batuan sedimen marine
Batuan sedimen teistrik

Untuk penamaan batuan sedimen biasanya diberikan dari besaran butiran penyusun dari batuan itu sendiri seperti breksi, konglomerat, batu pasir, batu lanau, batu lempung, stalaktit dan moraine.

Lantas, apa saja macam-macam batuan sedimen? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

a. Batu Konglomerat

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via sciencestruck.com

Di KBBI, batu konglomerat adalah batuan sedimen yang dibangun oleh kerakal bundar atau pecahan batuan.

Batuan jenis ini bergaris tengah lebih dari 4 mm dan yang tersemen serta membentuk massa yang padu. Artinya, batu konglomerat terbentuk dari proses konglomerat.

Proses konglomerat sendiri adalah proses dimana fragmen mengalami sedimentasi sehingga permukaan batuan terasa kasar.

Dan terdiri atas fragmen dengan bentuk hampir bulat dengan ukuran cukup besar dari 2 mm yang berada ditengah-tengah semen yang tersusun oleh batu pasir dan diperkokoh dan dipadatkan dengan kerikil.

Dalam pembentukannya membutuhkan energi yang sangat besar guna menggerakkan fragmen yang cukup kuat dan biasanya terjadi pada sistem sungai dan pantai.

Untuk warna cukup variatif alias warna-warni dengan sifat utama batuan yang mampu menyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau dapat juga menjadi batuan induk untuk menghasilkan hidrokarbon (source rocks).

b. Batu Pasir

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via iStock

Batu pasir merupakan suatu batuan sedimen klastik dimana partikel penyusunnya sebagian besar dari butiran serupa pasir.

Kebanyakan batu pasir terbentuk karena proses dari butiran-butiran yang dibawah dari gerakan air seperti ombak pada pantai atau saluran sungai.

Butirannya secara khas disemen bersama-sama tanah kerikil atau kalsit agar membentuk batu pasir tersebut.

Batu pasir paling umum terdiri atas butir kuarsa sebab kuarsa adalah jenis mineral umum dengan sifat utama menentang laju arus.

Warna utama batu pasir adalah Coklat dan putih dengan manfaat utama dalam industri konstruksi untuk membuat tembok. Sementara, batupasir dari hasil galian bisa berfungsi sebagai material utama gelas atau kaca.

c. Stalaktit dan Stalagmit

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via Pinterest

Di KBBI, stalaktit adalah batangan kapur yang terdapat pada langit-langit gua dengan ujung meruncing ke bawah.

Sementara, stalagmit adalah susunan batu kapur yang berbentuk kerucut berdiri tegak dan berada di lantai gua.

Stalaktit dan Stalakmit adalah jenis bentukan alam yang hanya ditemukan di daerah Karst. Air yang larut di daerah karst akan masuk lewat lobang-lobang (doline) lalu turun ke gua dan menetes dari atap gua menuju dasar gua.

Tetesan-tetesan air ini mengandung kapur lalu lama kelamaan kapurnya membeku dan menumpuk sedikit demi sehingga berubah jadi batuan kapur dengan bentuk utama runcing.

Stalaktit adalah jenis batu yang terbentuk dari atap gua dengan bentuk meruncing ke bawah sementara stalakmit adalah jenis batu yang terbentuk di dasar gua dengan bentuk meruncing ke atas.

Warna utama batuan Stalaktit dan Stalakmit adalah kuning, coklat, krem, keemasan dan juga putih.

Batuan Stalaktit dan Stalakmit bermanfaat untuk sisi keindahan alam yang biasanya terdapat di dalam gua-gua dan juga dapat dijadikan sebagai interior rumah.

d. Batu Lempung

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via sosial79.com

Batu lempung terbentuk dari proses pelapukan (alterasi) batuan beku dan banyak ditemukan disekitar batuan induk.

Setelah itu, material lempung ini akan mengalami diagenesa sehingga terbentuk batu lempung.

Warna utama dari batu lempung adalah coklat, keemasan, merah, abu-abu dengan manfaat utama untuk bahan kerajinan seperti asbak, patung, celengan dan lain sebagainya.

e. Batu Serpih

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via Pinterest

Batuan Serpih, yang kadang juga disebut shale, adalah jenis batuan yang berasal dari endapan tanah liat dan mudah pecah.

Dalam berbagai pembahasan, batuan sedimen jenis ini juga disebut dengan nama yang berbeda mulai dari batu lanau dan juga batu argilit.

Untuk contoh saja, disebut batu Lanau karena kepingan atau butiran dari batu yang lebih kecil dari pasir halus tetapi ukurannya lebih besar dari lempung.

Mayoritas batu serpih tersusun dari beberapa material seperti Illite, termasuk juga beberapa komponen seperti Smektit, Kaolinit serta mineral lainnya.

f. Batu gamping

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via haloedukasi.com

Batu gamping, yang kadang juga disebut batu kapur, yang tentu saja berbeda dengan batu pasir diatas, adalah batuan dengan ciri permukaan berwarna putih.

Batuan sedimen jenis ini jika dibakar dapat dipakai sebagai bagian dari campuran untuk bahan konstruksi atau bangunan dengan material utama dari berupa Kalsium karbonat seperti kalsit dan aragonit.

g. Breksi

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via Pinterest

Breaksi, yang kadang juga disebut Breksi, adalah batuan yang terdiri ataus komponen yang tersudut dan pekat menjadi satu bagian.

Komponen tersebut bisa dianggap sebagai fragmen, yang berasal dari mineral yang sudah rusak atau mengalami pelapukan dari batuan beku diatas.

Meski tidak semuanya demikian. Oh iya, dari tekstur atau tampilannya, batuan jenis ini mirip dengan Konglomerat, yang merupakan tipe batuan sedimen klastik.


3. Batuan Metamorf

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via worldatlas.com

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], metamorf dipahami sebagai proses perubahan struktur batuan karena peristiwa tekanan atau pemanasan yang tinggi.

Dengan demikian, batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk lewat proses metamorfisme batuan-batuan sebelumnya karena perubahan suhu dan tekanan.

Metamorfisme adalah keadaan dimana terjadinya keadaan padat (padat ke padat) akibat proses kristalisasi, reorientasi serta pembentukan mineral-mineral baru.

Metamorfisme terjadi pada lingkungan yang berbeda sama sekali dengan lingkungan batuan asalnya.

Sebagian besar mineral mempunyai batas kestabilan yang jika mengalami tekanan dan suhu melebihi batas tersebut maka akan terjadi penyesuaian pada inti batuan dengan membentuk mineral-mineral baru yang stabil.

Dilain pihak, karena pengaruh tekanan dan temperatur, metamorfisme terpengaruh oleh fluida, dimana fluida (H2O) dengan jumlah variatif diantara butiran mineral atau pori-pori batuan yang umumnya mengandung ion yang telah terlarut untuk meningkatkan proses metamorfisme.

Pada pengklasifikasiannya berdasarkan struktur batuan metamorf dikategorikan dalam dua bagian utama, yaitu :

  • Foliasi. Ini merupakan struktur planar yang ada pada batuan metamorf karena pengaruh tekanan diferensial (berbeda) pada saat proses metamorfisme baru terjadi.
  • Non-foliasi adalah struktur batuan metamorf yang tidak menunjukan penjajaran mineral-mineral dari dalam batuan.

Secara umum, ada tiga jenis utama batuan metamorfisme antara lain :

  • Metamorfisme kontak/termal adalah metamorfisme yang terjadi karena temperatur tinggi pada intrusi magma atau ekstrusi lava.
  • Metamorfisme regional adalah metamorfisme yang terjadi karena naiknya tekanan dan suhu yang sedang dan terjadi pada wilayah yang luas.
  • Metamorfisme Dinamik adalah metamorfisme yang terjadi karena tekanan diferensial yang tinggi akibat gerakan patahan lempeng.

Berikut ini ada beberapa contoh dan karakter utama dari batuan metamorf:

a. Gneiss

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via Wikipedia

Gneis yang kadang juga disebut ganes adalah jenis batuan metamorf yang terbentuk dari batuan sedimen atau batuan beku yang terpendam lama di dalam tanah.

Saat terpendam, batuan tersebut akan mendapatkan tekanan serta temperatur tinggi. Artinya, Gneiss berasal dari metamorfisme regional siltstone, shale dan granit dengan warna abu-abu.

Bagaimana dengan ukuran? Untuk ukuran, ganes berukuran antara medium coarse grained dengan struktur utama foliasi (Gneissic).

Untuk komposisi, batuan Gneis ini terdiri dari beberapa elemen mulai dari kuarsa, feldspar, amphibole dan juga mika.

Untuk informasi lain terkait dengan batu gneis bisa lihat lewat tabel dibawah ini:

AsalDari proses metamorfisme regional siltstone, shale dan juga granit
WarnaAbu-abu
Ukuran per butirMedium; Coarse grained
StrukturFoliated atau Gneissic
KomposisiBerasal dari rekristalisasi dan foliasi kuarsa, feldspar, amphibole serta mika
Derajat metamorfismeTinggi
Ciri-ciriKuarsa serta feldspar terlihat saling menyilang dengan lapisan tipis yang kaya dengan komponen seperti amphibole dan mika

b. Sekis

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via alexstrekeisen.it

Sekis terbentuk dari proses metamorfisme bahan seperti siltstone, shale dan basalt dengan warna utama hitam, hijau serta ungu.

Untuk ukurannya variatif antara Fine; Medium Coarse dengan struktur utama foliated atau schistose dengan komposisi utama mika, grafit serta hornblende.

Informasi lain soal batuan metamorf jenis ini bisa lihat lewat tabel dibawah, yakni:

AsalMetamorfisme siltstone, shale, basalt
WarnaHitam, hijau, ungu
Ukuran butirFine – Medium Coarse
StrukturFoliated (Schistose)
KomposisiMika, grafit, hornblende
Derajat metamorfismeIntermediate – Tinggi
Ciri-CiriFoliasi yang kadang bergelombang, terkadang terdapat kristal garnet

c. Marmer

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via alexstrekeisen.it

Marmer, yang kadang juga disebut batu pualam, adalah batu gamping yang telah mengalami metamorfosis yang banyak dipakai sebagai hiasan, lantai, dinding dan sebagainya.

Batu pualam ini sendiri terbentuk dari proses metamorfisme batu gamping dan juga dolostone dengan warna variatif. 

Ukuran dari marmer mulai dari Medium – Coarse Grained dengan struktur utama Non-foliasi. Marmer memiliki komposisi kalsit atau dolomit.

Untuk informasi tambahan terkait dengan batu pualam atau batu gamping bisa lihat lewat tabel dibawah ini:

AsalMetamorfisme batu gamping, dolostone
WarnaBervariasi
Ukuran butirMedium – Coarse Grained
StrukturNon foliasi
KomposisiKalsit atau Dolomit
Derajat metamorfismeRendah – Tinggi
Ciri-ciriTekstur berupa butiran seperti gula, terkadang terdapat fosil, bereaksi dengan HCl

d. Kuarsit

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via flexiblelearning.auckland.ac.nz

Kuarsit berasal dari metamorfisme sandstone atau batupasir dengan warna utama abu-abu, kekuningan, coklat dan juga merah.

Jenis batuan metamorf satu ini merupakan batu pasir dengan kandungan silika atau silikon dioksida [Si02] yang tinggi.

Kuarsit memiliki ukuran butir dari Medium-coarse dengan struktur non-foliasi dan komposisi utamanya adalah kuarsa.

Kuarsa, yang kadang juga disebut kuarza, adalah penyusun utama dalam pasir, batuan dan berbagai mineral yang bersifat lebih tembus cahaya ultra-ungu dibanding kaca biasa sehingga banyak dipakai dalam alat optik.

Informasi lebih lengkap soal batu kuarsa bisa lihat lewat tabel dibawah ini:

AsalMetamorfisme sandstone (batupasir)
WarnaAbu-abu, kekuningan, coklat, merah
Ukuran butirMedium coarse
StrukturNon foliasi
KomposisiKuarsa
Derajat metamorfismeIntermediate – Tinggi
Ciri-ciriLebih keras dibanding glass

e. Milonit

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via geologysuperstore.com

Milonit atau Mylonite adalah batuan yang berasal dari Metamorfisme dinamik dengan warna keabu-abuan, kehitaman, coklat dan juga biru.

Ukuran butir dari milonit adalah fine grained dengan struktur utama non-foliasi. Bagaimana dengan komposisi? Komposisi utama milonit berbeda setiap batuan.

Informasi lain soal batuan metamorf jenis ini bisa dilihat lewat tabel dibawah:

AsalMetamorfisme dinamik
WarnaAbu-abu, kehitaman, coklat, biru
Ukuran butirFine grained
StrukturNon foliasi
KomposisiKemungkinan berbeda untuk setiap batuan
Derajat metamorfismeTinggi
Ciri-ciriDapat dibelah-belah

f. Serpinit

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via sandatlas.org

Serpinit atau Serpentine berasal dari batuan beku basa dengan warna utama hijau terang atau gelap dengan ukuran medium grained.

Untuk struktur utama dari batuan metamorf jenis ini adalah non-foliasi dengan komposisi utama adalah serpentine atau serpentina.

Serpentina sendiri adalah batu hias berwarna hijau atau merah dengan nama kimia magnesium silikat berhidrat.

Informasi lain soal batuan metamorf jenis ini bisa dilihat lewat tabel dibawah:

AsalBatuan beku basa
WarnaHijau terang / gelap
Ukuran butirMedium grained
StrukturNon foliasi
KomposisiSerpentine
Ciri-CiriKilap berminyak dan lebih keras dibanding kuku jari

g. Hornfels

Jenis Batuan Mulai dari Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf
Gambar via Learning Geology

Hornfels adalah batuan yang berasal dari metamorfisme kontak shale juga claystone dengan warna utama abu-abu, biru kehitaman dan juga hitam.

Bagaimana dengan ukuran? Batuan metamorf jenis ini memiliki ukuran butir fine grained dengan struktur utama Non-foliasi. Komposisi utamanya adalah kuarsa dan mika.

Informasi lain soal batuan jenis ini bisa dilihat dalam tabel dibawah, yakni:

AsalMetamorfisme kontak shale dan claystone
WarnaAbu-abu, biru kehitaman, hitam
Ukuran butirFine grained
StrukturNon foliasi
KomposisiKuarsa, mika
Derajat metamorfismeMetamorfisme kontak
Ciri-ciriLebih keras daripada glass, tekstur merata

h. Slate

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via ubuy.co.id

Jenis batuan metamorf selanjutnya adalah Slate, yang merupakan batuan dari proses metamorfisme dari batuan lain seperti Sedimen Shale dan juga batu lempung.

Dengan temperatur serta suhu yang cukup rendah. Batuan slate memiliki struktur foliasi atau slaty cleavage berupa butir yang sangat halus.

Informasi lain soal batuan jenis ini bisa dilihat lewat tabel dibawah ini:

AsalMetamorfisme Shale dan Mudstone
WarnaAbu-abu, hitam, hijau, merah
Ukuran butirVery fine grained
StrukturFoliated (Slaty Cleavage)
KomposisiQuartz, Muscovite, Illite
Derajat metamorfismeRendah
Ciri-ciriMudah membelah menjadi lembaran tipis

i. Filit

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via alexstrekeisen.it

Filit merupakan jenis batuan metamorf yang berfoliasi yang tersusun dari beberapa material seperti klorit, sericite mica sampai kuarsa.

Permukaan batuan jenis ini terlihat glossy atau mengkilap meski tidak semuanya. Karena beberapa permukaan ditemukan berkerut dan terbentuk dari batuan sekis dan juga sabak.

Informasi lain soal batuan Filit bisa dilihat lewat tabel dibawah:

AsalMetamorfisme Shale
WarnaMerah, kehijauan
Ukuran butirHalus
StrukturFoliated (Slaty-Schistose)
KomposisiMika, kuarsa
Derajat metamorfismeRendah – Intermediate
Ciri-ciriMembelah mengikuti permukaan gelombang

j. Filonit

Jenis Batuan Dari Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Gambar via plugon.us

Filonit termasuk jenis batuan yang mengalami perubahan struktur akibat pengaruh dari luar atau mengalami proses metamorfisme.

Namun, perubahan tersebut lebih cepat dibanding batuan metamorf jenis lain, Slate misalnya. Dari tampilannya, batuan jenis ini lebih mirip dengan Milonit.

Karena itulah, banyak orang sulit melacak letak perbedaannya dimana. Hanya saja, bisa dibedakan berdasarkan ukuran butirannya yang cenderung kasar dengan struktur tanpa orientasi.

Material pembentukannya pun cenderung berbeda karena batuan Filonit berisikan komponen yang kaya dengan Filosilikat seperti Klorit dan Mika.

Informasi lain soal batuan jenis ini bisa dilihat lewat tabel dibawah ini, yakni:

AsalMetamorfisme Shale, Mudstone
WarnaAbu-abu, coklat, hijau, biru, kehitaman
Ukuran butirMedium – Coarse grained
StukturNon foliasi
KomposisiBeragam (kuarsa, mika, dll)
Derajat metamorfismeTinggi
Ciri-ciriPermukaan terlihat berkilau

FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini bakal diulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa yang dimaksud dengan Jenis Batuan?

Sebagian besar batuan berasal dari magma. Magma adalah elemen cair, panas, pijar dengan suhu diatas 1000o Celcius.

Magma, dalam konteks ini, berbeda dengan lava. Lava sendiri adalah bagian dari magma yang sudah mencapai permukaan bumi.

Berbeda dengan Lava sebab lava adalah jenis dari magma yang telah mencapai permukaan bumi. Lava dan lahar juga berbeda.

Lahar berasal dari Lava yang sudah tercampur dengan gas seperti material Piroklastik, air, tanah dan juga tumbuhan.

Biasanya, magma muncul dari dalam perut bumi lewat gunung berapi. Gunung berapi tidak saja terdapat di daratan tapi juga juga lautan.

Sebagian besar magma yang mencapai mencapai permukaan bumi akan membeku. Setelah membeku, magma akan menjadi batuan beku.

Dimana, batuan beku yang terdapat di muka bumi selama ribuan tahun lamanya bisa hancur karena panas, hujan dan juga aktivitas tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Batuan juga bisa hancur karena air, angin atau hewan atau batuan yang bergeser ke tempat lain lalu mengalami pengendapan.

2. Apa yang dimaksud dengan siklus batuan?

Batuan terbentuk dari proses geologis yang panjang dan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu, selama ribuan dan jutaan tahun. Lantas, batuan berasal dari mana?

Batuan berasal dari magma yang sudah membeku yang kemudian disebut batuan beku. Kemudian, batuan tersebut berubah menjadi sedimen lalu metamorf.

Semua proses itu disebut siklus batuan. Siklus itu menjadi lengkap apabila batuan tersebut kembali menjadi magma, lalu terbentuk lagi menjadi batuan.

3. Apa pengertian dari Batuan?

Batuan adalah mineral atau paduan mineral yang membentuk bagian utama dari kerak bumi. Jadi, batuan ini semacam kumpulan mineral yang sudah membeku dan terbentuk dari magma lalu menjadi magma.

Siklus batuan, sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, pada akhirnya melahirkan tiga jenis batuan yang dikenal sekarang ini yakni batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.

Disisi lain, dalam penggunaannya sehari-hari, istilah batuan cukup luas dengan berbagai penyebutan seperti:

  • Batuan asam yang adalah batuan beku yang mengandung kadar silika tinggi
  • Batuan basa adalah batuan beku yang mengandung mineral berkadar silika rendah dan kaya akan logam basa
  • Batuan basis adalah batuan bebas kuarsa dan umumnya berbentuk batuan beku dengan kandungan silika antara 45-55%
  • Batuan dasar adalah batuan padu yang membawahi tanah dan regolit dengan ketebalan berkisar antara 0-30 m
  • Batuan ekstrusif yang kadang juga disebut batuan leleran adalah batuan yang terbentuk dari lava yang sudah membeku di atas permukaan tanah
  • Batuan endapan adalah akumulasi endapan yang mengeras yang terjadi di dasar laut, danau, sungai atau rawa
  • Batuan gunung berapi adalah batuan yang dibentuk oleh proses yang terjadi dalam bumi, dicirikan oleh strukturnya yang masif
  • Batuan induk adalah batuan tempat asal terbentuknya minyak dan gas bumi
  • Batuan kedap adalah batuan yang tidak berpori dan tidak memugkinkan air meresap ke dalam misalnya batuan granit
  • Batuan lapis yang adalah batuan yang terdiri atas beberapa lapisan batuan
  • Batuan lapuk yang adalah batuan yang sudah mengalami proses pelapukan
  • Batuan majir adalah batuan tanpa nilai ekonomis yang terdapat bersama-sama dengan cebakan bijih
  • Batuan malihan adalah jenis batuan yang berasal dari batuan lain dan telah berubah dari perwujudan susunannya yang semula
  • Batuan metamorf adalah batuan yang berasal dari batuan yang ada sebelumnya, tetapi berbeda dalam sifat fisika, kimia dan mineralogi
  • Batuan organik adalah batuan yang terbentuk dari sisa-sisa organisme misalnya batu baru
  • Batuan peras adalah batuan atau lapisan tanah keras yang berupa pasir padat
  • Batuan sediaan adalah batuan bawah yang berpori dan permeabel yang menyimpan minyak atau gas

4. Apa saja golongan batuan atau klasifikasi batuan?

Sebenarnya, istilah jenis batuan juga bisa diartikan sebagai klasifikasi batuan, kategori batuan sampai dengan golongan batuan.

Penutup

Batuan ada dimana-mana dan merupakan elemen penyusun kerak bumi, yang sejak dulu sudah dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai tujuan.

Entah itu sebagai perhiasan, sebagai dinding rumah, sebagai media tulis, sampai sarana atau sumber penelitian arkeologi.

Dan daftar diatas akan terus diperbaharui dan dilengkapi secara berkala untuk memastikan informasi yang disajikan lebih akurat.

Demikian artikel tentang macam-macam batuan mulai dari batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan komentar