16+ Jenis Alat Ukur dan Fungsinya Lengkap

Alat ukur adalah perkakas, yang juga bisa disebut sebagai komponen atau perangkat yang digunakan untuk mengukur.

Istilah mengukur merujuk pada proses mencocokan atau mengetahui jarak, bobot, luas, panas, getaran, kecepatan, tegangan, tekanan, volume dan lain sebagainya.

Dengan demikian, suatu alat ukur biasanya hanya digunakan untuk mengukur sesuatu, panas misalnya dan alat tersebut tidak bisa dipakai mengukur hal lainnya.

Artinya, untuk mengukur jarak kita boleh menggunakan penggaris, meteran, jangka sorong atau yang lainnya tetapi alat itu tidak bisa dipakai untuk mengukur tegangan atau mungkin tekanan.

Jadi alat ukur itu ada banyak jenisnya yang disesuaikan sama apa yang diukur. Metode perhitungannya pun berbeda-beda.

Tekanan misalnya, yang diukur dalam bentuk psi atau pounds per square inch atau suatu model pengukuran kekuatan tekanan per inci persegi.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang cari jenis-jenis alat ukur, macam-macam alat ukur, contoh alat ukur hingga fungsi setiap alat ukur, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Macam-Macam Jenis Alat Ukur dan Fungsinya Lengkap

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan macam-macam jenis alat ukur beserta fungsinya lengkap, diantaranya:

1. Penggaris

Jenis Alat Ukur
© Canva

Penggaris yang kadang juga disebut sebagai mistar atau belebas secara umum diartikan sebagai alat untuk membuat garis dan merupakan salah satu jenis alat ukur paling populer.

Baik siswa, mahasiswa hingga tukang fotocopy menggunakan alat ini. Ukurannya sendiri cukup variatif dan terbuat dari beberapa bahan berbeda mulai dari kayu, aluminium, besi, plastik hingga kertas.

Lantas, apa sih fungsi penggaris? Secara umum fungsinya adalah untuk mengukur satuan panjang serta alat untuk membuat satu garis entah itu lurus, segitiga dan lain sebagainya.

Dan jika dilihat dari bentuk garisnya, penggaris bisa dibedakan berdasarkan beberapa jenis, diantaranya:

  • Penggaris Lurus adalah penggaris vertikal-horizontal yang umum digunakan untuk membuat garis lurus seperti tabel atau bentuk geometri lainnya dengan panjang mulai dari 10 cm hingga 10 cm.
  • Penggaris Segitiga adalah penggaris yang memiliki bentuk segitiga yang memungkinkan pemilik membuat garis bentuk tegak lurus atau miring dengan besaran sudut andara 450 hingga 600
  • Penggaris Pembuat Lingkaran adalah penggaris yang bagian tengahnya terdapat banyak lubang dengan diameter yang berbeda-beda sehingga membuat seseorang, siswa misalnya, untuk membuat lubang lebih presisi dan akurat
  • Penggaris Lipat adalah penggaris yang bisa dilipat menjadi dua bagian dengan ukuran yang cukup panjang dan fleksibel untuk dibawa atau disimpan
  • Penggaris dengan Tiga Sisi adalah penggaris yang memiliki tiga sisi dan setiap sisinya saling terhubung satu sama lain dan umumnya digunakan untuk membuat skala gambar seperti rumah, denah dan lain sebagainya
  • Penggaris dengan Gambar T adalah penggaris yang memiliki bentuk seperti huruf T untuk memudahkan seseorang membuat simbol, bagan atau gambar lebih bagus dilihat. Bagian ujung penggaris bisa dipindahkan untuk mempermudah pengukuran
  • Penggaris Skala Kaki dan Inci adalah penggaris yang secara khusus digunakan untuk mengukur dalam skala inci atau kaki dengan perbandingan tetap
  • Penggaris Skala Metrik adalah penggaris standar dan secara khusus dipakai untuk mengukur suatu permukaan,berat, volume atau mungkin panjang dengan bentuk yang fleksibel

Untuk harganya sendiri cukup variatif karena bergantung sama panjang atau ukuran, kualitas hingga tempat pembeliannya.

2. Meteran

Jenis Alat Ukur
© Canva

Jika merujuk pada alat ukur, meteran adalah alat yang digunakan untuk mengukur banyaknya aliran entah itu air, listrik dan lain sebagainya.

Tapi, istilah ini secara khusus merujuk pada penggaris yang umum digunakan untuk mengukur panjang suatu benda seperti kayu, dinding rumah dan lain sebagainya.

Karena itu, meteran jenis ini sering dipakai oleh pekerja terampil seperti tukang bangunan, pekerja taman dan pihak lainnya.

Ciri utama dari meteran satu ini ada pada bentuknya yang kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana, dengan penggaris yang fleksibel serta bisa digulung.

Panjang meteran cukup variatif ada yang 3 meter, 5 meter hingga 10 meter. Dan jika merujuk pada model penggunaannya, meteran bisa dibedakan berdasarkan dua jenis, yakni:

  • Meter ukur atau measuring tape yang umum digunakan sebagai alat ukur dalam pengerjaan konstruksi bangunan, perabot atau furnitur lainnya dengan skala terkecil 1 mm serta memiliki tingkat ketelitian 0,1 mm
  • Roll meter yang merujuk pada meteran dengan roll yang terbuat dari besi tips berwarna kuning yang bisa digulung dengan panjang minimal 3 meter
  • Meter fiber yang merupakan meteran paling umum digunakan dalam pengukuran luas tanah atau bangunan dengan roll yang terbuat dari plastik atau kain dengan panjang minimal 50 meter

3. Jangka Sorong

Jenis Alat Ukur
© Canva

Selanjutnya ada jangka sorong yang merupakan alat ukur satuan panjang paling poluer dengan tingkat akurasi yang tinggi karena radius jarak ukuran sebenarnya hanya ±0,05 mm.

Karena itu, umumnya, jangka sorong hanya dipakai untuk mengukur benda kecil dan terbagi dalam dua bagian yakni bagian yang diam (rahang bawah) dan bagian yang bergerak (rahang luar).

Bagian yang diam ini terdapat informasi pengukurannya sementara bagian yang bergerak ini digunakan untuk mengukur lebar atau luasnya.

Dengan tingkat presisi yang tinggi, alat satu ini cukup umum digunakan oleh para engineer atau peneliti dengan tujuan untuk mendapatkan informasi paling akurat terhadap suatu benda.

Ciri utama jangka sorong ada pada bentuk yang menyerupai kunci inggris. Bentuk bagian kunci itu bisa dipakai untuk mengukur bagian dalam dan bagian luar objek yang diukur.

Dan jika dilihat dari bentuk dan cara kerjanya, jangka sorong ini bisa dibedakan berdasarkan dua jenis, diantaranya:

  • Jangka sorong biasa adalah jangka sorong yang penggunaannya dilakukan secara konvensional
  • Jangka sorong digital adalah jangka sorong yang bisa menunjukkan hasil pengukuran pada satu layar digital

4. Mikrometer Sekrup

Jenis Alat Ukur
© Canva

Mikrometer sekrup adalah alat yang digunakan untuk mengukur jarak yang amat kecil dan digunakan bersama-sama dengan teleskop atau mikroskop.

Dengan demikian, fungsi alat ini hampir sama seperti jangka sorong diatas karena digunakan mengukur benda-benda kecil.

Meski fungsinya sama tapi tingkat akurasi dan presisi alat satu ini jauh lebih tinggi dibanding alat ukur lainnya sebab perbedaan radius dari ukuran asli hanya 0,01 mm.

Dari sejarahnya, alat satu ini digunakan untuk mengukur jarak antar sudut planet, bintang atau benda luar angkasa lainnya karena itu alat ini umum dipakai bersama teleskop.

Baca Juga:

Hanya saja, seiring berkembangnya waktu, alat ini mulai dipakai untuk mengukur diameter atau ketebalan dari benda-benda mikro.

Misalnya, mengukur ketebalan kertas cetak atau kertas tulis, HVS misalnya, mengukur diameter kawat dan lain sebagainya.

Tapi ada sedikit kontroversi dari penggunaan istilahnya dimana sekalipun disebut mikrometer sekrup tapi alat ini tidak bisa dipakai untuk mengukur dalam skala mikro.

Dalam perkembangannya kemudian, alat ini sudah ada versi digitalnya dimana hasil pengukuran bisa dilihat langsung lewat layar digital.

5. Timbangan duduk

Jenis Alat Ukur
© Canva

Timbangan duduk adalah salah satu jenis timbangan paling umum untuk melihat berat atau massa suatu benda.

Alat satu ini cukup umum ditemui di toko, pasar atau tempat lainnya sebab mayoritas pedagang, peternak, pedagang hingga koki pakai alat satu ini untuk mengukur berat.

Yang menarik, alat satu ini bisa dipakai untuk mengukur berat suatu benda paling rendah 50 kg dan yang paling tinggi adalah 500 kg.

Jika kapasitas timbangannya sudah lebih dari 100 kg, biasanya timbangan sudah memiliki roda besi di bagian bawah dan bandul geser.

6. Neraca

Jenis Alat Ukur
© Canva

Neraca secara umum diartikan sebagai alat untuk mengukur berat, terutama yang berukuran kecil, biasanya berupa batang lurus dengan dua mangkuk.

Keduanya digantungkan pada kedua ujung untuk tempat anak timbangan dan benda yang ditimbang seperti alat yang dipakai untuk menimbang emas.

Jika merujuk pada alat ukur berat maka neraca bisa diartikan sebagai peranti yang dipakai untuk menimbang massa benda.

Umumnya, alat satu ini dipakai untuk mengukur massa atau zat yang terdapat pada suatu benda dengan tingkat akurasi mencapai 0,01 gram.

Dan apabila dilihat dari cara perhitungannya, neraca satu ini dapat dibedakan berdasarkan beberapa jenis mulai dari neraca lengan gantung, neraca analitis dua lengan, neraca digital serta neraca Ohaus.

Dengan demikian, jika ingin mengukur berat suatu benda, maka diperlukan timbangan yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

7. Timbangan Badan

Jenis Alat Ukur
© Canva

Timbangan badan termasuk salah satu jenis alat ukur yang khusus digunakan untuk mengetahui berat badan.

Karena itu, alat jenis ini sering ditemui di pusat-pusat kesehatan masyarakat, fasilitas publik, rumah sakit, apotek, klinik dan lain sebagainya.

Dalam beberapa kasus, timbangan badan ini sudah dilengkapi dengan alat ukur tinggi badan untuk mengetahui body mass index atau indeks massa tubuh.

8. Timbangan digital

Jenis Alat Ukur
© Canva

Seperti juga namanya dimana timbangan digital adalah salah satu jenis timbangan dengan fungsi yang sama seperti timbangan lainnya.

Artinya, timbangan ini bisa dipakai untuk mengukur berat suatu benda dalam berbagai satuan pengukuran entah itu kg, mg dan lain sebagainya.

Hanya saja, cara kerja alat ini sudah pure digital dengan hasil yang tentu jauh lebih akurat dan presisi dibanding timbangan manual lainnya.

Dan jika dilihat dari metode penggunaannya, timbangan digital bisa dibedakan berdasarkan beberapa jenis, diantaranya:

  • Timbangan pocket adalah timbangan portabel yang fleksibel karena bisa dibawa kemana-mana, memiliki dimensi kecil dan bisa menimbang barang hingga 30 kg ke bawah
  • Timbangan bench scale termasuk juga jenis timbangan portabel namun memiliki indikator tempat timbang yang berbeda
  • Timbangan platform atau floor scales adalah timbangan
  • Timbangan gantung atau crane scale, yang kadang juga disebut dengan hanging scale
  • Timbangan ternak atau live stock atau bisa juga disebut animal weighing
  • Timbangan tahan air atau waterproof
  • Timbangan penghitung satuan atau counting scale
  • Timbangan harga retail atau retail computing scale
  • Timbangan laboratorium atau laboratory balance
  • Timbangan kadar air atau moisture balance
  • Timbangan mobil dan truk
  • Timbangan cafe adalah timbangan digital yang khusus digunakan untuk mengukur berat kopi yang akan dimasukkan ke dalam gelas di kedai kopi atau cafe.

9. Timbangan Kodok

Jenis Alat Ukur
© Canva

Timbangan kodok yang kadang juga disebut timbangan bebek adalah salah satu jenis timbangan yang umum dipakai untuk mengukur berat atau massa suatu benda.

Sama seperti timbangan duduk dimana timbangan kodok juga umum dipakai oleh para pedagang kelontongan atau pedagang di pasar.

Ciri utama dari timbangan jenis ini ada pada anak batu dengan ukuran yang berbeda-beda mulai dari 50 gram (1/2 ons), 100 gram (1 ons) hingga 1000 gram (1 kg).

Karena bentuknya yang cukup kecil maka kapasitas timbangannya cukup kecil dimana maksimum kapasitas barang yang bisa ditimbang hanya 10 kg saja.

10. Timbangan Gantung

Jenis Alat Ukur
© Canva

Timbangan gantung atau crane scale yang kadang juga disebut sebagai Neraca lengan gantung adalah timbangan yang digunakan untuk mengukur berat suatu benda dengan cara digantung.

Dengan demikian, suatu benda harus digantung dulu pada pengait timbangan lalu disesuaikan besi timbangan digeser untuk diseimbangan.

Apabila bagian tengah dari titik yang berhadapan di antara timbangan dan lengan gantung, berarti beratnya sudah diperoleh.

Dan jika dilihat dari cara kerja timbangannya, untuk saat ini, timbangan gantung bisa dibedakan berdasarkan dua jenis, yakni:

  • Timbangan gantung manual adalah timbangan gantung dengan cara kerja manual dimana alat penyeimbang harus digeser untuk mendapatkan bobot yang pas
  • Timbangan gantung digital dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibanding timbangan gantung manual

11. Timbangan Hybrid

Jenis Alat Ukur
© Canva

Timbangan hybrid adalah salah satu jenis timbangan fleksibel karena cara kerja bisa digital dan mekanik sekaligus.

Hanya saja, agar timbangan jenis bisa bekerja maksimal, ia harus ditempatkan jauh dari sesuatu yang memiliki aliran listrik.

Kelebihan dari timbangan jenis ini ada kapasitas timbagnannya yagn lebih besar karena itulah alat ini sering dipakai di perusahaan industri.

12. Jam

Jenis Alat Ukur
© Canva

Istilah jam bisa merujuk pada beberapa hal. Pertama, merujuk pada benda atau alat yang digunakan untuk mengukur waktu seperti jam atau lonceng dinding.

Bisa juga dipahami sebagai waktu yang lamanya 1/24 hari atau satu hari satu malam yang setara dengan 60 menit atau 3600 detik termasuk juga pukul dan waktu atau saat.

Lantas, apakah jam termasuk alat ukur? Tentu saja karena jam bisa dipakai untuk mengetahui waktu pada suatu tempat atau kondisi.

Pada jam konvensional ada lama 1/24 hari dimana 1 jam terdiri dari 60 menit dan 1 terdiri dari 60 detik dan dalam satu jam setara dengan 3600 detik.

Untuk memudahkan orang-orang mengamati alat ukur satu ini, jam konvensional harus dilengkapi dengan tiga buah jarum.

Tiap jarum menunjukkan kondisi waktu dimana jarum berwarna merah, biasanya, menunjukkan waktu dalam satuan detik dan dua lainnya waktu dalam menit dan jam.

Dan jika dilihat dari cara kerjanya, jam bisa dibedakan berdasarkan beberapa jenis seperti jam analog, jam digital, jam pasir dan jam matahari.

13. Jam sukat

Jenis Alat Ukur
© Canva

Jam sukat yang kadang juga disebut stopwatch adalah salah satu jenis alat untuk mengukur lamanya suatu waktu yang dihabiskan.

Misalnya, guru olahraga yang menggunakan stopwatch untuk mengukur kecepatan lari siswa dalam 100 meter.

Dan jika dilihat dari bentuknya, stopwatch bisa dibedakan berdasarkan dua jenis, yakni stopwatch digital dan stopwatch analog.

Dua jenis jam sukat diatas punya tingkat akurasi yang berbeda dimana, tingkat akurasi stopwatch analog mencapai 0,01 detik sementara digital mencapai 0,001 detik.

14. Kalender

Jenis Alat Ukur
© Canva

Kalender adalah daftar hari dan bulan dalam setahun. Bisa juga diartikan sebagai penanggalan, almanak dan takwim.

Lantas, apakah kalender termasuk juga alat ukur? Tentu saja karena dengan alat ini seseorang bisa mengetahui rentang waktu yang lebih lama.

Mulai dari tanggal, hari, bulan dan juga tahun. Bahkan, dalam beberapa kasus, lewat kalender ini bisa diketahui perayaan atau peristiwa tertentu dalam kebudayaan seperti dalam kalender Primbon.

Selain itu, kalender juga dilengkapi dengan penanggalan untuk periode waktu sehingga hari, bulan dan tahun itu bisa diketahui namanya.

Dan jika dilihat dari perhitungan dan cara kerjanya, kalender bisa dibedakan dalam dua kategori utama, diantaranya:

  • Kalender masehi yang merupakan salah satu kalender paling populer karena pengukurannya menggunakan waktu bumi mengelilingi matahari
  • Kalender hijriyah yang merujuk pada waktu lamanya bulan mengelilingi bumi

15. Digital timer

Jenis Alat Ukur
© Canva

Digital timer adalah alat ukur digital yang umum digunakan di laboratorium dengan fungsi yang cukup beragam.

Dimana, alat ini bisa dipakai sebagai alat uji, alat hitung, ruang penelitian dan lain sebagainya dengan cara kerja yang sepenuhnya digital.

Dan memang disarankan untuk pakai digital timer saat melakukan proses pengujian untuk mendapatkan waktu yang tepat.

Sebab digital timer memberikan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi mencapai 0,001 detik terlebih pada beberapa alat uji yang bergantung penuh pada waktu.

16. Termometer

Jenis Alat Ukur
© Canva

Termometer adalah alat ukur suhu atau temperatur dari suatu benda atau makhluk hidup dengan cara kerja yang beragam.

Dimana, ada termometer yang menggunakan air raksa untuk melihat tingkat reaksinya atau mungkin sudah sepenuhnya digital.

Oleh karena itu, jika dilihat dari cara kerjanya, termometer bisa dibedakan berdasarkan beberapa jenis mulai dari termometer air raksa, termokopel, termometer inframerah, termometer Galileo dan termistor.

Termasuk juga termometer bimetal mekanik, sensor suhu bandgap silikon, termometer alkohol, termometer badan hingga termometer laboratorium.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan terkait postingan ini bakal diulas dalam bentuk QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa saja nama alat ukur panjang?

Ada banyak mulai dari penggaris atau yang lebih sering disebut dengan mistar, penggaris lurus, penggaris segitiga, penggaris busur hingga penggaris siku.

Selain itu, jangka sorong, meteran, pipa ukur dan mikrometer sekrup juga dapat dikategorikan sebagai alat ukur panjang.

2. Apa saja nama-nama alat ukur volume?

Daftarnya cukup banyak dan umumnya bisa dilihat atau digunakan pada laboratorium entah itu kimia, biologi hingga kedokteran.

Lalu apa saja nama alat ukur volume? Ada beberapa diantaranya gelas ukur, Erlenmeyer, labu ukur, mikropipet, pipet ukur, pipet Volume hingga buret.

3. Apa saja nama alat-alat ukur massa dan berat?

Jika dilihat dari penamaannya, alat ukur berat dapat dikategorikan dalam dua bagian yakni neraca dan juga timbangan.

Beberapa peralatan laboratorium kimia dan biologi juga dapat dikategorikan sebagai alat ukur berat karena dapat mengkalkulasikan berapa berat cairan yang ada di dalamnya seperti yang terlihat lewat tabel dibawah ini:

NamaJenis
NeracaNeraca digital, neraca gantung, neraca pegas, neraca ohaus, neraca sama lengan, neraca dua lengan, neraca satu lengan gantung, mass flow meter serta vibrating tube mass sensor
TimbanganTimbangan digital, timbangan analog, timbangan duduk, timbangan kodok, timbangan badan dan juga timbangan gantung

4. Apa saja nama-nama alat ukur listrik?

Ada banyak alat yang bisa digunakan untuk mengukur listrik seperti amperemeter, voltmeter, frekuensi meter, watt meter, Ohm meter, KwH meter dan megger.

Termasuk juga tachometer, oscilloscope, multimeter, manifold, generator fungsi, Fluxsi meter, termometer, tang Ampere serta Avo meter.

5. Apa saja nama-nama alat ukur waktu?

Kita mengenal alat ukur waktu dengan sebutan jam. Dan jam sendiri bisa mengacu pada alat lain dengan fungsi yang sama yakni mengukur waktu seperti arloji, stopwatch, jam matahari hingga jam pasir.

6. Apa saja nama-nama alat ukur suhu?

Untuk mengukur suhu hanya ada satu alat yang umum digunakan yakni termometer. Nah termometer ini sendiri terdiri dari beberapa jenis seperti termometer digital, termometer alkohol, termometer merkuri atau air raksa, termometer dot dan juga thermogun.

7. Apa saja nama-nama alat ukur kelembaban udara?

Sama seperti alat ukur suhu dimana alat ukur kelembaban udara juga hanya digunakan satu jenis saja yakni hygrometer.

Hanya saja, jenisnya sendiri cukup banyak mulai dari higrometer rambut ketegangan, higrometer logam serta higrometer elektronik.

8. Apa saja nama-nama alat ukur tanah?

Untuk mengukur tanah ada beberapa kategori alat yang bisa digunakan yakni alat survey dan alat ukur optik sebagaimana yang terlihat lewat tabel dibawah ini:

Alat ukur tanah surveyMeteran, Kompas dan juga Klinometer
Alat ukur tanah optikTheodolit untuk mengukur sudut dan waterpas untuk auto level
Alat ukur elektronikGlobal positioning system (GPS) dan juga total station.

9. Apa saja nama-nama alat ukur intensitas cahaya?

Untuk mengukur intensitas cahaya, ada beberapa jenis alat yang umum digunakan mulai dari light meter atau lux meter, goniophotometer, spektrofotometer dan juga alat ukur intensitas cahaya ruangan LX-90.

Penutup

Istilah alat ukur mengacu pada jenis alat yang bisa digunakan untuk mengukur sesuatu yang bisa diukur seperti berat atau massa benda, luas, intensitas dan lain sebagainya.

Dengan demikian, istilah alat ukur adalah istilah yang luas dan kompleks karena bergantung pada objek yang diukur dan metode pengukuran yang digunakan.

Pada akhirnya, kedua faktor ini akan membuat bentuk, model dan juga tampilan alat ukur ini berbeda satu dengan yang lain.

Demikian artikel tentang macam-macam jenis alat ukur dan fungsinya lengkap. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar