3+ Isyarat Pilot Ke Marshalling Saat Pesawat Akan Take Off atau Parkir

Sebelumnya sudah dibahas isyarat Marshaller ke Pilot saat pesawat akan parkir atau lepas landas. Sebaliknya, di artikel ini akan saya bahas isyarat Pilot ke Marshalling.

Keberadaan Marshaller sangat dibutuhkan Pilot agar proses take off atau parkir pesawat berlangsung dengan baik.

Dan ini jadi bagian dari prosedur standar keselamatan bandar udara, yang harus dipatuhi setiap maskapai penerbangan.

Pada dasarnya, proses marshalling ini merupakan satu bentuk komunikasi antara dua orang atau lebih, dalam hal ini, antara Pilot dan pemandu di darat atau Marshaller.

Dengan demikian, anda boleh mengartikan kalau marshalling adalah proses pemberian sinyal visual pada Pilot dan Co-Pilot di Kokpit.

Apa itu Marshalling?

Marshalling adalah panduan dari darat kepada pilot. Orang yang melakukan tugas ini disebut Marshaller.

Panduan dimulai sebelum pesawat menghidupkan mesin ataupun akan parkir di appron, dengan mengikuti standar dan ketentuan keselamatan yang berlaku.

Dalam penerbangan internasional, marshalling dipahami sebagai satu-satunya komunikasi visual untuk penanganan pesawat di darat.

Tujuannya untuk memberikan kontrol lalu lintas pada pesawat dan untuk melakukan kontak atau komunikasi dengan Pilot.

Sebagai contoh, saat di bandara, Marshaller akan memberikan sinyal kepada Pilot untuk terus berputar, memperlambat, menghentikan, mematikan mesin, mengarahkan pesawat ke tempat parkir atau mungkin ke landasan pacu.

Panduan marshalling pesawat komersial hampir mirip dengan marshalling Helikopter atau yang digunakan Militer.

Misalnya, pada kapal induk atau helipad, Marshaller akan memerbikan izin tinggal landasan atau mendarat untuk pesawat dan helikopter dimana ruang dan waktu yang dimiliki cukup terbatas antara tinggal landasan atau mendarat.

Ketentuan keselamatan marshalling dalam penerbangan

Ketentuan keselamatan Marshalling ini terbagi dalam 4 bagian utama, diantaranya:

1. Sebelum pesawat datang

Beberapa menit sebelum pesawat landing, Marshaller harus melakukan dua prosedur standar dibawah ini, yakni:

  • Memeriksa area parkir stand yang akan digunakan dan bebas dari rintangan termasuk kendaraan atau peralatan tertinggal agar tidak menimbulkan bahaya kecelakaan terhadap pesawat udara yang akan parkir 
  • Memperhatikan penempatan peralatan yang mudah bergeser atau bergerak yang diakibatkan semburan mesin pesawat
2. Saat panduan atau mashalling berlangsung

Saat proses pemanduan berlangsung, ada tiga prosedur standar yang harus dilakukan, diantaranya:

  • Saat pesawat udara sedang dipandu ke area parkir atau tiba-tiba kondisi area tersebut tidak aman maka marshaller segera memberikan isyarat agar Pilot menghentikan pesawat yang akan di parkir sesegera mungkin
  • Melaksanakan pengamanan sesuai kondisi dan regulasi yang berlaku
  • Apabila pesawat udara berhenti tidak pada posisi yang telah ditentukan dan tidak aman, akan dilaksanakan penarikan menggunakan traktor ke tempat yang sesuai ketentuan.

3. Posisi Marshaller

Saat pemanduan berlangsung, Posisi Marshaller harus sesuai dengan jarak yang ditentukan. Berikut jarak standarnya:

  • Berdiri pada jarak 25 meter atau lebih dari hidung pesawat udara saat posisi sudah parkir
  • Berdiri pada posisi sebelah kiri pesawat udara sesuai pilot in command atau instruksi dari pilot

4. Tanggungjawab marshaller

Marshaller bertanggungjawab atas aba-aba yang diberikan kepada pilot maka untuk menghindari keragu-raguan, panduan harus dilakukan oleh satu orang pada waktu yang bersamaan.

Disamping itu, Marshaller harus memberikan aba-aba atau gerakan isyarat dengan jelas sesuai international rule annex 2 dan CASR part 37 appendix 37.A5, baik pada waktu menggunakan bet [bats] atau flash light.


Baca Juga :


Setiap aba-aba yang diberikan marshaller harus memperhatikan reaksi pilot atas aba-aba yang diberikan. Jika dirasa belum ada reaksi, aba-aba harus dilakukan secara berulang.

Jika pesawat udara harus belok sesuai yang dikehendaki jangan memberi aba-aba belok yang terlalu tajam, sebab akan menyebabkan kerusakan pada landing area, fuselage dan roda cepat aus.

Tidak hanya itu, Marshaller juga punya tanggungjawab saat pesawat akan parkir atau akan berangkat.

a. Penanganan pesawat parkir

Setelah pesawat berhenti pada posisi yang telah ditentukan, segera pasang wheel chock sebelum mesin dimatikan.

Pemasangan whell chock mengacu pada peraturan quality assurance no. 106.

Setelah whell lock dipasang dengan benar, Marshaller memberikan isyarat bahwa whell chock sudah dipasang.

b. Penangan pesawat udara berangkat

Whell chock harus segera dicabut setelah mendapat aba-aba dari pilot atau ground engineer bahwa pesawat udara segera akan maju atau ditarik mundur.

Marshaller juga harus memperhatikan wheel chock agar selalu dalam keadaan baik dan siap pakai.

Wheel chock yang dipakai dapat dibuat dari besi atau karet. Setelah itu, jika yakin pesawat udara tidak akan kembali ke appron letakkan wheel chock ke lokasi yang sudah ditentukan.

3+ Isyarat Pilot Ke Marshalling Saat Pesawat Akan Take Off atau Parkir

Aba-aba tersebut diberikan oleh pilot dari tempat duduk pilot di cockpit menggunakan tangan.

Jika diperlukan, Pilot boleh menghidupkan lampu guna meningkatkan efektivitas komunikasi.

Tanpa berlu berlama-lama, berikut disajikan 3+ isyarat Pilot ke Marshalling saat pesawat akan take off atau parkir, diantaranya:


1. Brakes atau rem

Marshaller

Jika pilot menutup kepalan tangan atau membuka jari-jarinya menandakan pesawat sedang memasang, menginjak atau melepas rem.

Pilot akan mengangkat tangan sejajar dengan muka atau wajah dengan jari-jari terbuka untuk kemudian menutupnya atau menggenggam posisi ini juga sebagai isyarat melepas rem.

2. Wheel chock

marshaller

Jika pilot hendak memasang wheel chock maka Pilot akan mengangkat tangan dan digerakkan ke arah dalam.

Sementara, apabila Pilot akan melepas wheel chock maka Pilot mengangkat tangan dan digerakkan ke arah bagian luar.

3. Menghidupkan mesin

marshaller

Pilot akan mengangkat tangan dan menunjukan jari-jarinya, yang merujuk pada nomor mesin yang akan dihidupkan.

Misalnya jika pilot hanya menunjukan satu jari, Telunjuk misalnya, itu menandakan kalau mesin 1 akan dihidupkan.

Selain isyarat diatas, Pilot juga akan melihat Ground Marking atau sinyal-sinyal yang ada dibandara terlebih jika situasi tidak memungkinkan untuk dipandu Marshaller.

Atau mungkin, dalam situasi tertentu, misalnya, karena Bandaranya belum sepenuhnya sesuai standar operasi keselamatan pelabuhan udara.

Dalam ground marking, sinyal-sinyal yang digunakan biasanya berbeda-beda. Antara lain:

1. Ketentuan warna

Untuk membedakan marking yang digunakan bagi penuntun pesawat udara, garis batas lalu lintas, batas penempatan GSE [Ground Support Equipment] dan area pergerakan aviobrigde, maka ditentukan warna atau marking yang diatur sebagai berikut:

  • Marking untuk keperluan penuntun pesawat udara berwarna kuning dengan strip hitam pada bagian pinggirnya
  • Marking untuk batas tempat GSE, security line dan service road berwarna putih dan tidak putus-putus
  • Marking untuk daerah pergerakan aviobrigde berwarna merah
2. Jenis marking

Marking yang terdapat di permukaan appron terbagi dalam jenis dan sesuai dengan fungsinya, yaitu Aircraft stand taxi line atau Garis berwarna kuning.

Penutup

Marshalling adalah salah satu standar operasional keselamatan yang harus ada di setiap pelabuhan udara.

Tujuannya apa? Ada banyak. Karena selain untuk membantu Pilot agar bisa mendarat dengan aman juga untuk meningkatkan keselamatan penumpang dan awak.

Jika ada dari anda yang mau tambahkan daftar isyarat lain yang belum saya ulas diatas, silahkan lupa tinggalkan di kolom komentar.

FYI, Ketentuan ini juga berlaku secara internasional dan bukan hanya pada satu atau dua bandara saja.

Demikian artikel tentang Daftar Isyarat Pilot Ke Marshalling. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar