Investasi Syariah Adalah: Pengertian, Jenis, Risiko dan 5 Keuntungannya

7 min read

investasi syariah

Pernah dengar istilah investasi syariah tapi gak tahu pengertiannya apa? termasuk tujuan, keuntungan dan contohnya? Jika iya, baca artikel ini sampai habis.

Mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang wajib bagi setiap pemeluk agama, termasuk Islam.

Artinya, pengaplikasian itu tidak sebatas pada tindakan yang dilakukan sehari-hari tetapi juga saat mengelola keuangan [mu’amalah] yang dimiliki baik personal atau organisatoris.

Dan hal ini wajib diterapkan termasuk saat anda menginvestasikan uang yang dimiliki entah itu di pasar saham, reksadana, deposito dan lain sebagainya.

Meski sudah banyak pilihan investasi masih banyak kaum muslimin yang kesulitan menemukan platform investasi yang tepat untuk mereka.

Selain kesulitan, banyak dari calon investor itu ragu menghibahkan uangnya karena takut kalau-kalau investasi tersebut menggunakan skema bisnis yang tak sesuai akidah dan ajaran agama.

Namun ada satu pilihan investasi yang menjanjikan dan sudah sesuai ajaran Islam yang dikenal dengan nama Investasi Syari’ah.

Tapi apa sih investasi Syari’ah itu? Apa parameter yang digunakan untuk menentukan suatu platform investasi itu Syari’ah? Atau pertanyaan general lain.

Seperti, apa sih tujuan investasi Syari’ah? Apakah ada aplikasi investasi Syari’ah yang bisa digunakan dengan gratis? Apa saja contoh investasi Syari’ah? Apa tujuan investasi syariah?

Jika penasaran jawaban dari berbagai pertanyaan diatas, baca artikel ini sampai habis.

Investasi Syari’ah Adalah

Agar lebih paham, baiknya saya bahas dulu definisi kata dari investasi dan Syari’ah. Lihat dua poin dibawah ini:

  • Investasi adalah suatu cara menenamkan uang atau modal yang dimiliki pada satu perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan untung
  • Syari’ah adalah suatu hukum agama yang menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan Allah Swt., hubungan manusia dengan alam sekitar berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis.

Dari dua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa investasi Syari’ah adalah suatu kegiatan menanamkan uang dengan tujuan mendapatkan untung tapi tetap sesuai ajaran agama Islam.

Investasi Syari’ah juga diawasi langsung oleh Dewan Syari’ah Nasional [DSN] dan Dewan Pengawas Syari’ah [DPM] Majelis Ulama Indonesia [MUI].

Pengawasan itu juga tetap melibatkan pemangku kepentingan lain seperti Otoritas Jasa Keuangan [OJK] karena salah satu tupoksinya adalah mengawasi aliran investasi.

Dan anda bisa ikutan program investasi Syari’ah modal kecil yang banyak tersedia saat ini dalam berbagai bentuk.

Keuntungan Investasi Syari’ah

Setelah mengetahui pengertian dasarnya, pasti beberapa dari anda langsung bertanya-tanya, apakah investasi Syari’ah tetap punya untung? Bagaimana konsep investasi syariah? Apa prinsip investasi syariah? Dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, prinsip dan konsep investasi Syari’ah sama seperti jenis investasi lain dan objek utama yang sering dibicarakan banyak orang adalah untung.

Ada beberapa keuntungan yang didapatkan oleh anda, sebagai investor, jika menginvestasikan dana ke platform investasi Syari’ah, diantaranya:

1. Bebas Riba

Ada banyak pendapat tentang Riba. Di KBBI misalnya, Riba diartikan dalam dua bentuk yakni pelepas uang dan lintah darat atau bunga uang dan rente.

Salah satu pandangan Riba yang mudah dipahami adalah pendapat dari Syaikh Yusuf Qardhawi. Menurutnya, riba dalah segala hal yang sudah ditambahkan dalam pokok harta.

Artinya begini, riba akan terjadi apabila ada sesuatu yang ditambahkan kepada pokok harta tanpa harus memutar uang tersebut dengan cara memperdagangkannya atau tanpa usaha tertentu lain sebagai bagian dari penambahan harta.

2. Bebas Grahar dan Maysir

Grahar berasal dari bahasa Arab yang berarti taruhan. Ini dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak punya kejelasan baik dari segi akad, barang atau kegiatan yang dilakukannya.

Masyir sendiri bisa diartikan sebagai kegiatan untuk mendapatkan sesuatu tanpa harus bekerja keras atau bersusah payah.

Salah satu contoh sederhana dari masyir adalah berju*i atau pasang un*ian. Dimana tidak ada jaminan kalau anda bisa untung.

Kegiatan ju*i tidak akan menguntungkan semua pihak yang terlibat dan keuntungan yang didapatkan bersifat sementara.

3. Akad

Salah satu keuntungan jika menginvestasikan uang anda di platform investasi Syari’ah adalah terdapatnya akad, yang punya beberapa syarat, diantaranya.

  • Tersedia kerja sama [musyarakah]
  • Terdapat unsur kerja sama antar satu pihak dengan pihak yang lain [Ijarah]
  • Ada sistem akad hasil atau bagi hasil yang jelas [Mudharabah]
  • Proses tidak sulit

Dengan demikian, investasi syariah itu tidak punya persyaratan muluk-muluk yang justru memberatkan pihak investor.

Cukup siapkan modal dan cari platform investasi yang tepat dengan tetap memperhatikan unsur-unsur syariahnya.

4. Halal

Salah satu alasan mengapa investasi Syari’ah itu halal adalah kegiatannya yang tidak menggunakan prinsip spekulasi dan manipulasi.

Jika dilihat lebih jauh, spekulasi dan manipulasi ini bisa untung tapi juga buntung; yang pada dasarnya masuk dalam prinsip grahar dan riba.

Termasuk didalamnya Maisir [Ju*i], Riswah [suap menyuap], makziat [melanggar hukum moral] dan kedzholiman ظلم. Tentu ini gak sesuai dengan prinsip investasi Syari’ah itu sendiri.

5. Kepastian

Investasi syariah tentu didukung oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan diawasi oleh lembaga-lembaga yang terlibat.

Sebagai investor, anda bisa jadikan dasar hukum itu sebagai alasan utama berinvestasi dan mengapa harus pilih yang syariah.

Penyelenggarannya juga diawasi oleh lembaga-lembaga yang terlibat seperti DSN MUI dan OJK untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

6. Dikelola secara Islami

Yang terakhir adalah tata kelolanya yang semuanya dilakukan secara Islami baik secara administratif atau dalam proses investmentnya.

Terkadang, pengelolaan itu melibatkan anda sebagai bagian dari komunitas dan keuntungan yang didapatkan tidak saja dirasakan oleh anda secara personal, tapi juga orang lain.

Jadi, selain menguntungkan, anda juga bisa mempertanggungjawabkan hal tersebut sesuai ajaran agama.

Jenis Investasi Syariah

Setelah mengetahui pengertian dasar dan keutungan, berikutnya akan saya ulas jenis atau contoh investasi syariah yang tersedia saat ini, diantaranya:

1. Deposito syariah

Deposito adalah suatu kegiatan menyimpan uang di bank Syariah yang hanya bisa diambil dalam jangka waktu tertentu.

Dasar hukum yang bisa dijadikan referensi jika ingin menempatkan uang di deposito syariah adalah fatwā DSN MUI No. 03/DSN-MUI/XII/2000 tentang Deposito.

2. Reksadana Syariah

Pada dasarnya, deposito syariah adalah suatu kegiatan menempatkan modal yang akan di kelola oleh manajer investasi untuk kemudian disalurkan kepada perusahaan sesuai dengan ketentuan syariah.

Termasuk didalamnya Exchange Traded Fund Syariah [ETF] yang bentuknya berupa KIK dimana setiap unit penyertaannya bisa diperdagangkan di Bursa Efek.

3. Saham Syariah

Menurut OJK, saham syariah adalah efek atau surat berharga yang mempresentasikan hak atas suatu perusahaan dan diterbitkan emitemen yang kegiatan usahanya mengendepankan prinsip-prinsip syariah.

Produk saham syariah ini harus sesuai dengan fatwā DSN MUI No: 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Penerapan prinsip syariah di bidang pasar Modal yang rujukan dasarnya berasal dari Surat Surah Al-Baqarah Ayat 275 dan Surat An-Nisa’ ayat 29.

4. Sukuk Ritel Syariah

Salah satu produk investasi yang bisa dipertimbangkan adalah obligasi atau surat berharga Sukuk Ritel Syariah.

Namanya obligasi maka ia masuk dalam kategori surat hutang berharga dimana anda bisa membelinya atau memperjualbelikannya kepada orang lain.

Kalau sering ikuti perkembangan dunia investasi, anda mungkin pernah dengar sukuk ritel yang ditawarkan pemerintah dengan kode SR012.

Nah anda bisa beli produk ini selain mendapatkan untung, anda berkontribusi pada pembangunan negara. Keren, kan?

5. Emas dan logam mulia

Salah satu produk investasi favorit, yang beberapa diantaranya sudah syariah adalah emas dan logam mulia.

Mayoritas masyarakat Indonesia memandang emas itu sebagai komoditas dan bukan mata uang sehingga boleh diperjualbelikan kembali kepada orang lain.

Konsep investasi emas pun cukup beragam dimana anda bisa tabung, dijual, dibeli atau dicetak secara real.

6. Efek Beragun Aset [EBA] Syariah

Asset-backed security yang dalam bahasa indonesia disebut Efek Beragun Aset [EBA] adalah salah satu jenis efek dengan penghasilan tetap dan bentuknya berupa sekuritisasi aset yang memenuhi prinsip-prinsip Islam.

Portofolio aset EBA ini diambil dari sekuritisasi aset yang sudah disekuritisasi. Saat ini, EBA syariah terbagi dalam dua bentuk, yakni:

  • EBA syariah yang kontraknya dilakukan secara eksklusif atau Kontrak Investasi Kolektif [KIK EBAS]
  • Dan EBA Syariah Surat Partisipasi [EBA SP]
7. Dana Investasi Real Estate [Dire Syariah]

DIRE adalah salah satu jenis efek syariah yang berasal dari pengumpulan dana investor yang diinvestasikan ke sektor real estate.

Termasuk didalamnya aset, kas atau setara kas yang diperuntukan untuk real estate dan sudah memenuhi prinsip-prinsip syariah dalam Islam.

Question & Answer [QnA]

Ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait dengan investasi syariah, beberapa diantaranya akan saya ulas dibawah ini, seperti:

1. Bagaimana dengan risiko investasi syariah?

Setiap jenis investasi pasti punya risiko termasuk investasi syariah. Sekalipun ada jaminan untung, tapi yang namanya usaha, tidak ada yang bisa meramal apa yang terjadi esok hari.

Jadi benar, investasi syariah punya resiko. Lantas, apa saja resikonya? Berikut beberapa resiko investasi syariah yang wajib diketahui, diantaranya:

  • Bisa kehilangan modal kapan saja karena prinsip dasar investasi yang semuanya tidak pasti. Jadi, apabila nilai investasi menurun anda akan rugi. Jika menguntungkan, otomatis anda untung
  • Bagi hasil yang tidak pasti karena prinsip dasar investasi syariah itu sendiri. Perlu diingat, sekalipun sama dengan jenis investasi lain tapi karena dikelola sesuai ajaran Islam, jangan harap dapat return aktif tiap bulan atau dalam jangka waktu tertentu
  • Penerapan prinsip non-riba yang memungkinkan nilai nyata modal yang anda investasikan itu kembali ke nilai yang sama di masa depan
  • Risiko yang terakhir adalah produk investasi tersebut sulit diperjualbelikan kepada orang lain karena peminat jenis investasi satu ini masih kurang atau belum banyak yang tertarik menanamkan modalnya
2. Bagaimana cara investasi syariah yang baik dan benar?

Salah satu tantangan terbesar saat ingin menginvestasikan uang yang dimiliki adalah mencari produk atau jenis investasi yang sesuai.

Dalam konteks investasi syariah, anda bisa milih mana yang benar-benar cocok apakah itu deposito, sukuk ritel hingga reksadana.

Selanjutnya, anda bisa memilih apakah ingin menginvestasikan dana tersebut secara daring [dalam jaringan] atau luring [luar jaringan].

Agar lebih mudah, anda bisa pakai perantara entah itu bank, manajer investasi, perusahaan efek, marketplace yang sudah kerjasama sama perusahaan Efek atau agen penjual produk investasi.

Ingat juga, masing-masing perantara diatas punya syarat dan ketentuan yang berbeda-beda termasuk jumlah minimum investasi.

Yang terakhir, sebelum menginvestasikan uang anda, pastikan tempat investasi pilihan anda itu terpercaya, punya izin usaha dan sudah diawasi oleh OJK dan MUI.

3. Apa saja dasar aturan Investasi syariah?

Ada dua lembaga yang terlibat dalam pengawasan investasi syariah yakni Majelis Ulama Indonesia [MUI] dan juga perwakilan pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan [OJK].

Pengawasan MUI dituangkan lewat fatwā [pedoman atau nasihat] sementara pengawasan OJK tertuang lewat peraturan OJK.

Berikut daftar aturan investasi syariah yang dikeluarkan oleh MUI dan OJK.

a. Fatwā  [فتوى] DSN MUI

Silahkan lihat tabel dibawah ini tentang daftar fatwā yang dikeluarkan oleh DSN MUI terkait dengan investasi syariah, diantaranya:

NoTentangFile
No. 20/DSN-MUI/IX/2001Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksadana SyariahPDF [Tautan Unduhan]
No. 32/DSN-MUI/IX/2002Obligasi SyariahPDF [Tautan Unduhan]
No. 33/DSN-MUI/IX/2002Obligasi Syariah MudharabahPDF [Tautan Unduhan]
No. 40/DSN-MUI/X/2003Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar ModalPDF [Tautan Unduhan None]
No. 41/DSN-MUI/III/2004Obligasi Syariah IjarahPDF [Tautan Unduhan]
No. 59/DSN-MUI/V/2007Obligasi Syariah Mudharabah KonversiPDF [Tautan Unduhan]
No. 65/DSN-MUI/III/2008Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) SyariahPDF [Tautan Unduhan]
No. 66/DSN-MUI/III/2008Waran SyariahPDF [Tautan Unduhan]
No. 69/DSN-MUI/VI/2008Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) WakalahPDF [Tautan Unduhan]
No. 70/DSN-MUI/VI/2008Metode Penerbitan SBSNPDF [Tautan Unduhan]
No. 71/DSN-MUI/VI/2008Sale and Lease BackPDF [Tautan Unduhan]
No. 72/DSN-MUI/VI/2008SBSN Ijarah Sale and Lease BackPDF [Tautan Unduhan]
No. 76/DSN-MUI/VI/2010SBSN Ijarah Asset To Be LeasedPDF [Tautan Unduhan None]
No. 80/DSN-MUI/III/2011Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa EfekPDF [Tautan Unduhan None]

 

b. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan [POJK]

Hingga saat ini sudah ada 12 aturan yang dikeluarkan oleh OJK terkait dengan investasi syariah, yang kemungkinan akan bertambah di kemudian hari.

Lihat tabel dibawah ini tentang daftar aturan investasi syariah yang dikeluarkan OJK:

NoTentang
No. 15/POJK.04/2015Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal [PDF]
No. 16/POJK.04/2015Ahli Syariah Pasar Modal [PDF]
No. 17/POJK.04/2015 Penerbitan dan Persyaratan Efek Syariah Berupa Saham oleh Emiten Syariah atau Perusahaan Publik Syariah [PDF]
No. 18/POJK.04/2015Penerbitan dan Persyaratan Sukuk [PDF]
No. 19/POJK.04/2015Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah [PDF]
No. 20/POJK.04/2015Penerbitan dan Persyaratan Efek Beragun Aset Syariah [PDF]
No. 30/POJK.04/2016Dana Investasi Real Estate Syariah Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif [PDF]
No. 53/POJK.04/2015Akad yang Digunakan dalam Penerbitan Efek Syariah di Pasar Modal [PDF]
No. 61/POJK.04/2016Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal Pada Manajer Investasi [PDF]
No. 35 /POJK.04/2017Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah [PDF]
No. 03 /POJK.04/2018Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor [PDF]

Penutup

Seperti yang saya sebutkan diatas, mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang wajib dilakukan.

Dengan demikian, mengaplikasikan ajaran agama tidak saja terbatas pada ibadah dan amal tetapi juga saat mengelola uang atau menginvestasikannya.

Jika bingung memilih tempat investasi yang tepat dan takut pilihan investasi itu tidak sesuai ajaran Islam, bisa pilih investasi Syariah.

Demikian artikel tentang Investasi Syariah adalah: Pengertian, Keuntungan dan Jenis-jenisnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *