Influencer Adalah: Pengertian, Contoh dan Sisi Negatifnya

5 min read

influencer marketing

Sederhananya, influencer adalah orang yang mempromosikan produk orang lain di akun media sosial milik mereka.

Kata Influencer mungkin sudah sering anda dengar sebelumnya entah itu di radio, TV, video YouTube, koran atau dari pembicaraan sehari-hari.

Tapi, apa sih influencer itu? Mengapa profesi ini baru populer sekarang? Apakah menggunakan jasa influencer efektif untuk bisnis?

Jika anda penasaran jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas, baca artikel dibawah ini sampai tuntas.

Sebab di artikel kali ini, saya akan membahas tentang pengertian influencer marketing, contoh serta sisi negatifnya. Yang mungkin bisa menambah wawasan anda tentang istilah yang satu ini.

Pengertian influencer adalah

Secara umum, influencer marketing adalah salah satu konsep pemasaran digital menggunakan media sosial.

Berbeda dengan iklan konvensional lain yang menggunakan banner, tautan berbayar atau gambar grafis lain, influencer marketing melibatkan subjek orang.

Subjek itu dipilih berdasarkan popularitas atau ketokohan yang disandangnya. Model pemasaran ini mirip dengan brand ambassandor yang dianggap sudah tidak dianggap efektif lagi kini.

Kemudian bergeser ke personal branding pemilik perusahaan. Seperti Facebook yang menunjukan personal branding pemiliknya, abang Mark Zuckerberg.

Namun risikonya sangat besar. Karena personal branding sering dihubungkan pandangan pemilik perusahaan dan pandangan pribadi. Kasus Tokopedia dan Traveloka adalah contohnya.

Dari dua teknik marketing ini kemudian didapati sebuah potensi pemasaran baru yang ada di media sosial dengan memanfaatkan popularitas seseorang.

Baca Juga : 6+ Cara Jadi Influencer Yang Terkenal dan Kaya

Misalnya seorang artis, politikus, fotografer dan orang lain dengan followers atau pengikut ribuan hingga jutaan orang.

Dengan demikian, influencer marketing adalah suatu model pemasaran konten digital yang modern, efektif dan dipercaya bisa meningkatkan daya jual produk atau bisnis.

Perbedaan utama influencer dengan jenis internet marketing lain ada pada kolaborasi yang dilakukan antara brand atau merk dengan influencer atau pemengaruh.

Sebagai contoh, Raisa, yang merupakan artis yang cukup populer dengan followers Instagram 22 juta lebih, mempromosikan sebuah produk ponsel di akun pribadinya.

Ini hanyalah salah satu contoh sederhana dari influencer. Sementara, proses menggunakan jasa seorang influencer disebut dengan endorse atau endorsment.

Dengan followers yang banyak, tentu saja postingan Raisa tersebut akan dilirik oleh jutaan pasang mata, yang mungkin, beberapa diantaranya bakal membeli produk tersebut.

Disisi lain, kampanye yang dilakukan tetap berada di media sosial atau blog. Menariknya lagi, setiap orang bisa menjadi seorang influencer.

Termasuk blogger juga? Tentu saja. Misalnya, saya seorang blogger yang bergabung dengan platform influencer seperti Sosiago.

Baca Juga : 5 Situs Tempat Jual Foto Dengan Bayaran Tinggi

Lalu blog saya mendapatkan task [permintaan] untuk memposting artikel dengan bayaran 100k per postingan.

Task itu berupa review produk yang ditulis langsung oleh pemilik bisnis. Dan tugas saya hanyalah memposting tulisan tersebut di blog lalu dapat uang. Sesimple itu!

Hanya saja, saat memposting artikel, saya wajib menautkan satu atau lebih frasa menuju link produk atau bisnis advertiser.

Hal ini juga berlaku saat memposting produk di media sosial baik di Instagram, Facebook ataupun Twitter.

Dari kegiatan inilah saya sudah bisa disebut sebagai influencer karena saya mempromosikan bisnis atau produk suatu brand.

Terkadang, kata influencer marketing ini sering disingkat dengan influencer. Sementara, marketing merujuk pada sifat pemasaran yang ada.

Dan setiap orang bisa menjadi seorang influencer, asalkan mereka punya akun potensial baik itu blog, dan media sosial.

Blog dan media sosial yang potensial itu seperti apa ya? Untuk blog, setidaknya trafik harian situs sudah tinggi.

Sementara, untuk media sosial baik itu Instagram, Facebook, Twitter hingga Youtube sudah harus punya pengikut atau subscriber yang banyak.

Yang berarti, seorang influencer bisa jadi adalah fotografer fashion yang populer di Instagram atau seorang pembuat drone emprit yang punya banyak followers di Twitter atau mungkin seorang blogger biasa dengan rata-rata page view laman blog mencapai ribuan orang per harinya.

Lantas, mengapa fenomena influencer baru tren sekarang ini? Karena, dalam setiap niche atau media sosial pasti ada satu atau dua orang yang berpengaruh didalamnya.

Pengaruh itu dapat dilihat dari jumlah pengikut atau trafik yang diperoleh. Dan inilah yang akan dimanfaatkan oleh suatu bisnis untuk menargetkan audiens yang tepat untuk produk yang mereka buat.

Beberapa orang sering mengartikan kata influencer ini sebagai pemengaruh di media sosial. Maksudnya adalah, lewat akun atau blog tersebut, mereka ingin mempengaruhi orang lain untuk membeli produk atau untuk menggunakan layanan tertentu.

Kata influencer sendiri belum masuk ke pedanan Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI] setidaknya sampai postingan ini dibuat.

Sejauh ini, para pakar dan ahli pemasaran Indonesia masih menggunakan kata pemengaruh sebagai kata ganti influencer. Seperti kata pendengung untuk menggantikan istilah buzzer.

Lantas, apakah influencer marketing ini mirip dengan digital finance influencer? Mirip sih, namun punya perbedaan sedikit.

Digital finance influencer adalah influencer yang lebih khusus bergerak dibidang keuangan. Istilahnya, hanya topik keuangan yang ia bahas atau hanya menerima produk dan layanan yang berkaitan dengan keuangan saat menerima endorse.

Contoh influencer marketing

Misalnya begini, anda punya akun instagram dengan followers sampai 100k lebih. Dengan followers yang sedemikian besar itu maka pemilik bisnis atau layanan akan tertarik untuk beriklan di akun Instagram anda.

Pemilik bisnis kemudian menghubungi anda lewat Direct Massage. Mereka lalu menawarkan kerjasama baik dalam bentuk review produk, postingan bersponsor atau gambar produk.

Sebagai imbalan, sang pemilik bisnis itu kemudian menawarkan sejumlah uang plus produk yang dipromosikan.

Jika anda tertarik, maka akan dibuat kesepakatan antar dua belah pihak yakni si influencer dan juga si pemasar.

Mulai dari durasi postingan, dimana akan diposting apakah di story atau beranda akun IG, apakah pemilik bisnis meminta data view postingan dan lain sebagainya.

Jika kedua belah pihak setuju, dengan syarat-syarat diatas, mereka akan mengirimkan foto produk lewat email atau Google drive supaya gambarnya gak pecah.

Anda kemudian mempostingnya dengan durasi yang sudah disepakati. Sebelum itu, pemilik bisnis akan memberikan imbalan sebagai uang muka.

Selain Instagram, anda juga bisa memanfaatkan berbagai akun media sosial milik anda untuk dapat uang.

Makanya muncullah berbagai istilah yang berkaitan dengan influencer, seperti:

  • Influencer indonesia yang lebih mengarah ke platform influencer yang ada di Indonesia
  • Nano influencer adalah influencer dengan jumlah followers sedikit. Biasanya dibawah 20k
  • Health influencer adalah influencer yang hanya mengendorse produk kesehatan saja
  • Influencer tiktok adalah pengguna tiktok dengan followers banyak dan membuka jasa influencer
  • Influencer wikipedia adalah orang-orang yang disewa untuk membuat ulasan khusus dalam bentuk teks tentang suatu produk atau bisnis di Wikipedia
  • Influencer youtube adalah pemilik channel Youtube dengan subscriber banyak
  • Influencer marketing hub adalah platform yang menghubungkan antara influencer dan pemilik bisnis
  • Dan lain sebagainya

Sisi negatif influencer

Dibalik popularitasnya tersebut, ternyata ada sisi gelap influencer yang membuat pemilik bisnis ogah menggunakan jasa influencer lagi.

Sudah banyak cerita tentang influencer yang (maaf) gak tahu diri. Soal ini, anda bisa lihat beberapa postingan yang banyak berkeliaran di IG.

Memang sih, tingkah ini hanya dilakukan oleh beberapa oknum saja dan tidak semua influencer bersikap demikian. Toh, masih banyak pemilik bisnis yang menggunakan jasa seorang influencer.

Salah satu sisi negatif influencer adalah beberapa oknum yang memanfaatkan popularitas dan followersnya untuk memperoleh barang-barang secara gratis atau untuk bisa nginep di hotel tanpa biaya.

Sisi negatifnya disitu. Padahal, jika diperhatikan lebih dalam, influencer harusnya menawarkan value atau nilai yang sama-sama menguntungkan.

Baik untuk si pemasar dan juga si influencer. Artinya, ada etika yang harus dijaga oleh para influencer tersebut.

influencer marketinginfluencer marketinginfluencer marketing

Tapi tentu saja tidak semua influencer begitu. Hanya ulah oknum. Dan sisi gelap influencer ini tidak mempengaruhi popularitas dan jenis pemasaran ini secara keseluruhan.

QnA

Disisi lain, ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh orang-orang terkait dengan Influencer marketing ini, antara lain:

Q : Apakah seorang influencer mendapatkan bayaran? Berapa biasanya bayaran yang ia peroleh?

A : Hampir setiap influencer akan mendapatkan upah, baik dalam bentuk uang atau barang. Upah ini bisa diartikan sebagai bayaran.

Untuk jumlah bayaran atau uang yang mereka peroleh itu beragam. Semakin tinggi trafik atau followers yang dimiliki maka semakin besar pula bayaran yang akan didapat.

Q : Apa platform influencer paling populer saat ini?

A : Untuk pertanyaan ini sebenarnya terbagi menjadi dua macam. Pertama, platform yang digunakan oleh influencer dan platform yang menghubungkan antara influencer dan pemasar.

Untuk poin yang pertama, Instagram sudah bertransformasi menjadi platform influencer yang cukup populer saat ini.

Selain itu, para pengguna Instagram juga diisi oleh milenial dan Gen Z, yang merupakan target bisnis yang potensial.

Sementara, untuk platform yang menghubungkan influencer dan pelaku bisnis, sepanjang yang saya tahu ada beberapa yang cukup populer seperti Sosiago dan Revu.

Q : Apakah setiap orang bisa menjadi influencer?

A : Untuk pertanyaan ini, saya yakin setiap orang bisa menjadi influencer. Asalkan Media sosial atau blog mereka punya trafik yang bejibun.

Q: Berapa penghasilan atau pendapatan seorang influencer?

A : Untuk jawaban ini cukup variatif. Untuk melihat pendapatan seorang influencer, anda bisa lihat tabel dibawah ini.

Q: Apa itu influencer instagram?

A : Influencer instagram adalah seseorang influencer yang menggunakan instagram. Kadang juga, influencer instagram ini disebut selebgram [selebriti instagram] yang merujuk pada jumlah followers mereka di platform tersebut.

Jika menggunakan istilah ini, maka influencer dapat dikategorikan berdasarkan platform yang digunakan.

Seperti influencer Facebook, influencer Twitter, influencer YouTube, Blogger influencer, SocialBuzz, yang lebih geli lagi, bahkan ada yang menyebut dengan istilah K-POP influencer.

Q : Apa pengaruh influencer marketing ini bagi pemilik bisnis dan juga bagi si influencer itu sendiri?

A : Secara umum, ada banyak pengaruh influencer influencer marketing. Bagi bisnis, tentu mereka bisa mempromosikan produk untuk target audiens yang spesifik.

Disisi lain, si influencer bisa mendapatkan imbalan dalam bentuk uang dan mungkin juga produk yang dipromosikan tadi.

Q : Apakah ada pengertian influencer marketing menurut para ahli?

A : Karena teknik pemasaran ini baru populer beberapa tahun belakangan, ada beberapa ahli yang menyebut kalau influencer marketing itu serupa digital marketing.

Bedanya hanyalah pada platform yang digunakan. Kalau digital marketing itu masih terlalu umum, sementara influencer marketing memiliki pengertian yang spesifik berdasarkan platform yang digunakan.

Penutup

Hari ini, baik produk digital atau produk fisik sudah menggunakan jasa para influencer untuk memasarkan produk mereka.

Dengan kata lain, model pemasaran ini bakalan hits di masa mendatang seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna media sosial dan blog.

Demikian artikel tentang influencer adalah: pengertian, contoh dan sisi negatifnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *