IMF, World Bank dan WTO: Apa Bedanya?

Tiga organisasi internasional diatas yakni IMF, World Bank dan WTO sering disebut-sebut dalam pemberitaan entah itu di media cetak, koran, TV dan lain sebagainya.

Misalnya, baru-baru ini ramai pemberitaan soal proyeksi ekonomi global yang dipangkas IMF karena hutang vaksin yang dilakukan banyak negara.

Termasuk juga ramalan kalau dunia bakal mengalami kerugian hingga 75 triliun akibat tidak meratanya vaksinasi yang dilakukan.

Atau mungkin berita dimana Bank Dunia yang baru-baru ini dukung pengembangan Bus Rapid transit di Indonesia sampai WTO dengan pernyataan soal perdagangan global yang tumbuh.

Meski sering muncul dalam berbagai pemberitaan baik lokal, nasional sampai internasional, nyatanya masih banyak yang belum tahu peran tiga organisasi diatas.

Termasuk tujuan pendiriannya apa, kapan didirikan, alasan pendirian, misi organisasi sampai dengan sumber dana yang diperoleh.

Inilah yang kemudian jadi alasan mengapa artikel ini saya buat. Karena itu, untuk anda yang penasaran perbedaan IMF, World Bank dan WTO, simak artikel ini sampai habis.

1. Apa itu IMF?

IMF, World Bank dan WTO: Apa Bedanya?

IMF atau International Monetary Fund adalah organisasi internasional yang dikenal sering memberikan bantuan pinjaman jangka pendek kepada negara-negara berkembang.

Termasuk juga ke negara-negara maju yang sedang mengalami krisis ekonomi. Kalau di Indonesia, IMF lebih dikenal sebagai Dana Moneter Internasional [DMI].

Organisasi ini beranggotakan 190 negara yang dibentuk dengan tujuan untuk mendorong kerjasama moneter, stabilitas keuangan dan memfasilitasi perdagangan internasional.

Mereka juga mempromosikan kerja sama lintas negara untuk mendorong pertumbuhan ekenomi berkelanjutan dan mengentaskan kemiskinan di dunia.

Dana Moneter Internasional didirkan pada 1944, saat perang dunia ke-II masih berlangsung, sebagai bagian dari Perjanjian Bretton Woods.

Baca Juga:

Perjanjian ini, yang bisa juga disebut KonferensiĀ Bretton Woods digagas oleh Presiden Amerika Serikat ke-32, Franklin Delano Roosevelt.

Perjanjian tersebut berusaha menciptakan manajemen dan sistem moneter termasuk aturan nilai tukar yang bisa mencegah devaluasi mata uang.

Dengan demikian, semua masalah makroekenomi dan sektor keuangan yang mempengaruhi sistem kuangan global, termasuk didalamnya perdangangan internasional masuk dalam program IMF.

Untuk dana IMF berasal dari negara-negara anggotanya. Kantor pusatnya sendiri terletak di Washington, D.C. Amerika Serikat.

Lantas, apa sih misi sebenarnya dari IMF? Sudah disebutkan diatas. Tapi, misi sebenarnya adalah pemantauan dan pelaporan perkembangan ekonomi global.

Termasuk didalamnya memberikan rekomendasi kepada negara-negara anggota tentang sikap dan keputusan yang mempengaruhi stabilitas perekonomian di masa mendatang.

Untuk contoh saja, pada tahun 2021, setelah peninjauan situasi ekonomi AS, IMF merekomendasikan agar Federal Reserve System menunda rencana untuk menaikkan suku bunga.

Alasannya karena bisa membahayakan ekonomi negara tersebut, ditambah dengan situasi pendemi COVID-19 yang belum terkendali sepenuhnya.

Sekalipun rekomendasi IMF tidak mengikat secara hukum, ia tetap harus disampaikan kepada publik secara terbuka dan transparan.

Dengan demikian, pembuat kebijakan menyadari adanya rekomendasi ini sehingga bisa ambil keputusan yang tepat dan strategis.

Misi lain dari IMF adalah memberikan pinjaman ke negara-negara miskin, yang merupakan inisiatif utama mereka.

Dengan demikian, organisasi satu ini menyediakan alokasi dana untuk membantu negara-negara tertentu yang sedang krisis moneter.

Sejauh ini, ada beberapa negara di dunia yang jadi penerima pinjaman terbesar IMF yakni Portugal, Yunani, Irlandia, Ukraina, Meksiko, Polandia, Kolombia dan Maroko.

Apakah Indonesia pernah terima pinjaman dari IMF? Tentu saja pernah, tepatnya saat krisis moneter 1998 yang menimpa Asia.

Dimana, pada waktu itu, IMF mengucurkan dana sebesar 17,36 miliar Special Drawing Rights (SDR). FYI, SDR ini adalah mata uangnya IMF.

Nilai tersebut setara dengan US$ 23,53 miliar atau jika dirupiahkan, nominalnya mencapai Rp 130 triliun untuk kurs yang berlaku.

IMF, World Bank dan WTO: Apa Bedanya?IMF, World Bank dan WTO: Apa Bedanya?

Yang paling diingat dari kejadian tersebut adalah gestur Michel Camdessus, Direktur Pelaksana Bank Moneter Dunia yang bersedekap tangan saat Presiden Soeharto menandatangani Letter of Intent (LoI) seperti yang terlihat pada gambar diatas

2. Apa itu World Bank?

IMF, World Bank dan WTO: Apa Bedanya?

Organisasi internasional berikutnya yang tak kalah penting untuk dibahas adalah The World Bank atau Bank Dunia.

Lantas, apa sih Bank Dunia itu? Apa visi dan misi organisasinya? Sumber dana Bank Dunia berasal dari mana? Dan pertanyaan lain serupa.

Bank Dunia adalah organisasi internasional yang dibentuk dengan tujuan untuk memberikan bantuan keuangan ke negara-negara berkembang di seluruh dunia.

Pinjaman tersebut diperuntukan bagi suatu negara untuk membantu mengurangi tingkat kemiskinan, pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya.

Apakah pinjaman dana itu juga diberikan kepada negara-negara maju? Jawabannya tidak. Inilah yang jadi pembeda antara Bank Dunia dengan IMF.

Organisasi ini sendiri dibentuk dalam konfrensi Bretton Woods tahun 1944, tahun yang sama dengan pendirian IMF.

Kantor pusatnya ada di Washington DC. Dan dalam sejarahnya, ada lima lembaga yang membentuk World Bank, diantaranya:

  • International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) atau Bank Internasional Untuk Rekonstruksi dan Pembangunan. Bank ini sendiri merupakan lembaga pemberi pinjaman kepada suatu negara sebagai bantuan keuangan terlebih untuk negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah layaknya kredit
  • International Development Association (IDA) atau Asosiasi Pembangunan Internasional yang merupakan lembaga pemberi pinjaman dan hibah untuk negara-negara Miskin
  • International Finance Corporation (IFC) atau Lembaga Keuangan Internasional, yang berbeda dengan Bank dunia dimana Bank ini fokus untuk memberi pinjaman kepada pemerintah termasuk juga saran keuangan kepada entitas di sektor swasta
  • Multilateral Investment Guarantee Agency [MIGA] atau Badan Penjamin Investasi Multilateral yang berusaha mendorong investasi asing ke negara-negara berkembang
  • International Centre for Settlement of Investment Disputes [ICSID] atau Pusat Penyelesaikan Sengketa Investasi Internasional yang menyediakan fasilitas fisik dan keahlian teknis dalam proses penyelesaian investasi dimana uang jadi masalah utamanya.

Lantas, apa sih misi sebenarnya dari Bank Dunia? Misi utamanya adalah untuk memberikan bantuan dan pinjaman ke negara-negara berkembang.

Bentuk hibah atau bantuannya berbunga rendah atau, tanpa bunga, untuk membiayai bidang-bidang krusial seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur publik.

Termasuk juga pengembangan sektor keuangan pemerintah dan swasta, pertanian, pengelolaan lingkungan sampai sumber daya alam.

Apakah Indonesia pernah terima pinjaman dari World Bank? Tentu saja pernah. Terakhir pada tahun 2021 dimana Indonesia dapat kucuran dana US$500 juta.

Jika di Rupiahkan, jumlahnya lebih dari 7 triliun. Tujuan dari pemberian pinjaman itu adalah untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19.

3. Apa itu WTO?

IMF, World Bank dan WTO: Apa Bedanya?

WTO atau World Trade Organization adalah organisasi internasional yang membuat aturan perdagangan lintas negara.

Di Indonesia, WTO disebut Organisasi Perdangan Dunia, yang tujuan utama pendiriannya adalah untuk meliberalisasi perdanganan antar negara di dunia.

Hanya saja, aturan WTO berpusat pada pengembangan perjanjian antar negara untuk mendorong perdangangan supranasional yang adil.

Termasuk didalamnya membuat perjanjian antar negara, penafsiran perjanjian dan fasilitas penyelesaian sengketa perdagangan internasional.

Organisasi ini didirikan pada 1995, yang merupakan perluasan dari perjanjian Bretton Woods dimana ada klasual soal General Agreement on Trade and Tariffs (GATT).

GAAT sendiri adalah perjanjian umum perdangangan dan tarif yang dibuat dalam upaya untuk mendorong dan mendukung perdangangan antar negara.

Sebagai tindak lanjut dari klausal ini, perundingan pendirian organisasi perdanganan internasional mulai dari lakukan pada 1986-1994.

Dan pada Uruguay Roundlah dicapai kesepakatan soal pendirian WTO secara formal dengan kantor pusat berada di Jenewa, Swiss.

Untuk dana operasional WTO sendiri berasal dari negara-negara Anggotanya, sama seperti IMF dan World Bank diatas.

Apakah Indonesia merupakan anggota WTO? Tentu saja, bersama dengan 164 negara lainnya di Dunia.

Perbedaan IMF, WTO dan World Bank

Lantas, apa sih perbedaan tiga organisasi internasional diatas? Untuk perbedaannya, bisa lihat tabel dibawah ini:

Dasar perbedaanIMFWorld BankWTO
DefinisiIMF adalah lembaga internasional yang memberikan pinjaman jangka pendek kepada negara-negara berkembang atau yang sedang mengalami krisis ekonomiWorld Bank adalah organisasi yang fokus untuk memberikan pinjaman ke negara-negara berkembang dalam jangka panjang.WTO adalah organisasi internasional independen yang mengatur perdagangan antar negara anggotanya
Tanggal berdiri27 Desember 1945Juli 19441 Januari 1995
Jumlah negara anggota189 negara189 negara164 anggota [Data 2016]
Kantor pusatWashington, D.C., Amerika SerikatWashington, D.C., AmerikaCentre William Rappard, Jenewa, Swiss

Intinya begini, Dana Moneter Internasional atau IMF adalah organisasi global yang beranggotakan 190 negara dan berbasis di Washington, DC.

Tujuan dari organisasi ini adalah untuk mempromosikan stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara maju dan berkembang.

Sementara, organisasi perdangan Dunia atau WTO adalah asosiasi global yang beranggotakan 164 negara di dunia.

Tujuan pendirian organisasi ini adalah untuk mempromosikan iklim perdangann yang adil di setiap negara.

Sebaliknya, Bank dunia merupakan organisasi internasional yang punya tujuan mengurangi atau mengentaskan kemiskinan di negara-negara berkembang lewat bantuan keuangan.

Meski tiga organisasi tersebut punya visi untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan positif suatu negara, tapi mereka tak lepas dari yang namanya kontraversi.

Misalnya, saat IMF dan Bank Dunia yang memberikan pinjaman kepada negara-negara yang sedang krisis dengan syarat-syarat tertentu.

Karena itu, banyak orang yang berpendapat kalau bantuan tersebut justru menghancurkan ekonomi lokal, merusak lingkungan dan hanya menguntungkan orang kaya.

Makanya tak usah heran saat baca berita, ada informasi kalau orang-orang lagi protes besar-besaran saat pertemuan rutin IMF, Bank Dunia dan WTO berlangsung.

Misalnya, pada dekade 1999-2003 dimana IMF pernah mendorong Indonesia agar BUMN dikurangi subsidinya oleh pemerintah alias divestasi, yang kontraversial tentu saja.

Atau mungkin, keputusan Bank Dunia yang meminta agar negara-negara berkembang menciptakan ekosistem kerja yang lebih fleksbiel.

Tentu saja, keputusan ini ditolak mentah-mentah oleh Kaum Buruh. Alasannya sederhana, iklim kerja yang fleksibel membuat pengusaha bisa atur upah minimum, pesangon dan jam kerja sesuka hati.

Termasuk WTO, yang juga disorot oleh rakyat Indonesia karena gugatan Uni Eropa terkait dengan ekspor biji nikel dari Indonesia.

Penutup

Terlepas dari berbagai kontraversi yang dilakukan tiga organisasi internasional diatas, suka atau tidak suka, peran mereka sangat penting di dunia.

Jadi ada sisi negatif dan juga positif terkait dengan keberadaan organisasi tersebut. Yang jelas, lewat artikel ini anda bisa tahu kepanjangan sampai visi dan misinya.

Demikian artikel tentang perbedaan IMF, World Bank dan WTO. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar