Hoax Adalah: Pengertian, Jenis Dan Cara Mencegah

6 min read

hoax adalah

Hoax adalah berita bohong yang disampaikan oleh seseorang atau sekelompok orang baik secara langsung atau tidak langsung.

Masih ingat kasus Saracen atau Ratna Sarumpaet? Saya yakin masih. Nah, informasi-informasi yang disampaikan mereka baik secara langsung atau menggunakan media sosial dapat dikategorikan sebagai hoax.

Dan ini jadi tantangan terbesar di era internet. Bahkan termasuk bahaya laten jika tidak ditindaklanjuti dengan serius.

Saking berbahayanya, hoax bisa memicu berbagai tindakan yang tidak diinginkan bahkan bisa merugikan banyak pihak baik secara materil atau moril.

Mulai dari persekusi, pidana, denda, kehilangan harta benda dan lain sebagainya. Di artikel kali ini saya hendak mengulas definisi Hoax, jenis dan cara mencegahnya.

Pengertian Hoax adalah

Kata hoax punya beberapa penyebutan yang pada prinsipnya adalah sama, mulai dari:

  • Hoaks
  • Hoak
  • hōks

Apapun penyebutannya, makna kata ini sama. Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], Hoax sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi Hoaks berarti berita bohong.

Kasus hoaks mengalami perkembangan yang signifikan saat informasi mulai di kemas secara massal alias setelah mesin Gutenberg pertama ditemukan tahun 1934.

Dan makin menjadi setelah internet mulai digunakan masyarakat dan menyasar segala lini kehidupan bahkan makin sulit ditelusuri kebenarannya.

Dan agar suatu berita itu dapat dikategorikan sebagai informasi palsu atau hoax, ada beberapa kriterianya, seperti:

  • Informasi yang belum teruji kebenarannya
  • Informasi salah
  • Informasi palsu
  • Rumor yang belum pasti terjadi
  • Isu yang berbeda dengan kejadian sesungguhnya
  • Kabar angin
  • Dan lain sebagainya

Menurut Oxford English Dictionary, hoax adalah malicious deception atau kebohongan yang dibuat dengan tujuan yang jahat.

Secara awam, hoaks diartikan sebagai berita yang disampaikan oleh seseorang atau lebih namun fakta berkata sebaliknya.

Hoaks memang sering terjadi bahkan sengaja dipelintir atau direkayasa dengan tujuan tertentu mulai dari lelucon, satir, politis hingga profit secara ekonomis.

Sementara, berita palsu atau berita bohong adalah berita yang dibuat sedemikian rupa tanpa didukung fakta yang memadai.

Salah satu media yang sering dijadikan tempat untuk menyebarkan hoax adalah social media entah itu Facebook, Twitter, Instagram termasuk juga di aplikasi chat seperti WhatsApp atau Telegram.

Jenis-jenis Hoax

Dari pengertian di atas dan seiring meluasnya definisi ini, ada beberapa jenis hoaks yang ada, diantaranya:

1. Hoax proper

Hoax proper sama seperti definisi hoax umumnya, namun informasi atau berita yang disampaikan itu dibuat sesederhana mungkin.

Meski sederhana tapi punya pengaruh yang sangat kuat dan dipercaya sebagai suatu fakta. Salah satu contoh hoax proper adalah kasus Sari Roti.

Dalam beberapa kasus, meski informasinya sederhana namun dibuat dengan rinci, terencana, berulang-ulang dengan target utama untuk mengacaukan stabilitas masyarakat.

Tujuannya pun sama yakni untuk menipu dan mengelabui orang atau sekelompok orang. Dan meski si pembuat hoax proper ini tahu kalau informasi yang disampaikannya itu bohong, pendengarnya justru berkata sebaliknya.

2. Pemilihan judul yang heboh namun tak sesuai dengan isi berita [clickbait]

Dalam suatu pemberitaan di media massa entah itu koran atau media online ada suatu istilah pemberitaan yang dikenal dengan nama angle.

Angle ini adalah sudut berita atau sudut pandang pemberitaan. Ini memang baik untuk menyampaikan informasi secara berimbang kepada pembaca atau pemirsa.

Namun, kadang kala, judul berita dibuat dengan cara-cara yang tidak elegan dan ini terlihat dari pemilihan angle yang bombastis, provokatif bahkan tidak sesuai dengan isi berita.

Dan masyarakat mudah sekali terprovokasi dengan berita semacam ini. Kasus ini semakin diperparah dengan tingkat literasi masyarakat yang rendah.

Jadi, hanya dengan membaca judul, pembaca seolah sudah tahu dengan isi berita. Padahal bisa saja judulnya cklickait.

3. Berita benar namun menyesatkan

Selain dua jenis hoaks diatas, ada juga satu jenis hoax yang pada prinispnya adalah benar dan sesuai fakta namun tetap memicu kegaduhan di masyarakat.

Salah satu contoh berita benar namun menyesatkan adalah dengan membagikan berita-berita lama atau kejadian beberapa tahun silam.

Dengan begitu, berita yang dibagikan itu seolah-olah baru saja dirilis yang pada akhirnya memicu kegaduhan ditengah masyarakat.

Terlebih masyarakat yang kurang memperhatikan detail-detail penting dalam berita seperti tanggal dan waktu pemberitaan.

4. Satire

Satire sebenarnya enggak dikategorikan sebagai hoaks. Namun karena informasi terkadang tendensius dan menyebut nama seseorang secara terang-terangan, maka ia layak sebagai hoax.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI] satire adalah gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang.

Kadang informasi ini dikemas sedemikian rupa dengan tetap melibatkan bagian-bagian dari unsur satire ini mulai dari parodi, sarkas dan ironi.

Meski tidak dikategorikan sebagai konten yang berbahaya atau bohong, namun terkadang pembaca menganggapnya serius.

Makanya, banyak orang yang kemudian tertipu dan menyakini bahwa konten satire itu adalah fakta yang harus dipercayai.

4. Misleading content [Konten Yang Menyesatkan]

Konten yang menyesatkan atau misleading content adalah informasi yang dibingkai sedemikian rupa untuk menggiring opini sesuai dengan keinginan pembuatnya.

Informasi pendukung seperti foto, video atau mungkin data-data lain adalah fakta hanya saja konteks aslinya enggak dilibatkan saat informasi itu yang disampaikan.

5. False context [Konteks informasi yang salah]

Ini mirip sih dengan misleading content yang sudah saya jelaskan diatas. Bedanya, informasi yang digunakan adalah fakta namun dalam konteks yang berbeda.

Artinya informasi itu ada, terjadi atau real dan tidak dibuat-buat. Namun, disampaikan secara berbeda dan terkadang dalam situasi yang berbeda pula.

6. False connections

Agak mirip-mirip dengan false content yang sudah saya jelaskan diatas. Bedanya, false connections ini menggunakan informasi berupa caption berita, judul, gambar, video atau data lain namun enggak pada tempatnya.

Tujuannya untuk mendapat keuntungan tertentu baik berupa kesenangan sesaat, profitabilitas atau untuk mencapai ketenaran semu.

7. Imposter content [Konten tiruan]

Imposter content atau konten tiruan adalah informasi yang di dompleng sedemikian rupa dengan tujuan untuk mencapai ketenaran.

Disini si pembuat imposter content akan membuat gambar, informasi, berita atau konten yang seolah-olah sama dengan asli tapi tujuannya untuk menipu.

Bahkan tak segan menggunakan informasi dari lembaga resmi mulai dari logo, tampilan, isi surat dan lain sebagainya.

Banyak konten tiruan yang menyasar perusahaan-perusahaan startup seperti Go-Jek atau Grab dan terkadang bisa menyebabkan kerugian materil yang tidak sedikit.

8. Manipulated content [Konten yang dimanipulasi]

Manipulated content atau konten yang dimanipulasi adalah informasi yang dibuat dengan tujuan provokasi atau penggiringan opini agar pembaca percaya dengan informasi yang disampaikan.

Jenis informasi ini sering menyasar media-media ternama namun judul dan isi berita yang sudah diubah tapi tetap menggunakan tampilan dari situs berita tersebut termasuk logo dan banner.

Pengubahannya tentu dengan memanfaatkan berbagai kecanggihan teknologi yang ada sekarang ini.

9. Fabricated content [Konten yang dipabrikasi]

Fabicated content atau konten yang dipabrikasi adalah jenis informasi baru yang dibuat sedemikian rupa namun keabsahannya sangat diragukan.

Konten jenis ini sangat berbahaya jika pembaca tidak mencermati informasi atau tidak melakukan klarifikasi terlebih dahulu.

Informasi lowongan kerja bodong atau bohong adalah salah satu contoh fabricated content yang banyak beredar sekarang ini

Risiko & dampak Hoax bagi pelaku dan korban

Sebagai pengguna media sosial, terkadang sulit untuk membedakan mana informasi yang asli dan mana yang hoax.

Terlebih di media sosial yang hampir sebagian besar sudah disusupi dengan informasi-informasi semacam ini sehingga sulit dilacak kebenarannya.

Dan ada beberapa resiko hoax yang paling sering dijumpai dan terjadi. Risiko ini menyasar korban dan juga si pembuat konten hoax, diantaranya:

  • Menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat
  • Masyarakat akan saling sikut dan curiga satu sama lain
  • Sikap benci kepada kelompok tertentu entah itu agama, suku, ras dan golongan lain
  • Bisa memicu persekusi terhadap orang atau kelompok orang
  • Kesehatan mental jadi terganggu
  • Masyarakat akan mudah terkotak-kotak
  • Bisa dipenjara karena melanggar UU ITE
  • Dan lain sebagainya

5 Cara mencegah Hoax

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi hoax. Ingat, kata menghindari bukan berarti membiarkan begitu saja informasi bohong tersebut.

Berikut beberapa cara mencegah hoax di internet, diantaranya:

1. Bijak menggunakan internet

Poin ini kembali ke pribadi setiap pengguna internet. Kata internet mencakup segala sesuatu yang dilakukan secara daring, mulai dari:

  • Media sosial
  • Media online [media-media konvergensi]
  • Blog
  • Dan sumber daya lain

Sebaiknya gunakanlah internet sewajarnya saja. Karena internet jadi salah satu tempat bersarangnya hoax.

Jadi sebaiknya gunakan internet dengan positif, bijak dan tidak terkecoh dengan informasi yang belum sahih kebenarannya.

2. Baca berita dari sumber terpercaya

Kemudahan pembuatan situs web atau blog telah menjadi salah satu jalan atau media untuk menyebarkan berita bohong.

Dan salah satu cara untuk menghindarinya adalah dengan membaca berita-berita dari media yang sudah terverifikasi dewan pers.

Ada banyak media yang sudah diverifikasi, meski terkadang mereka juga menyampaikan berita yang kelak disebut misinformasi.

3. Jangan share berita-berita, foto atau informasi yang belum terbukti kebenarannya

Terutama saat anda melihat informasi di media sosial seperti Facebook. Meski saat ini Facebook telah meluncurkan tools khusus untuk tangkal hoax, namun bukan berarti informasi bohong ini dapat difilter secara otomatis.

Enggak, butuh sikap proaktif anda. Salah satu caranya adalah selalu mencari kebenaran dibalik informasi tersebut sebelum membagikannya.

Dan jika anda mendapati informasi hoax, jangan segan manfaatkan fitur report atau laporkan postingan untuk menghindari dampak yang lebih besar.

Sementara, jika informasi itu tersebar di aplikasi chat serupa WhatsApp, usahakan untuk tidak membagikannya entah di grub chat lain atau platform lain.

Disini anda memegang prinsip dari negeri Paman Sam, what happen in Vegas, stays in Vegas. Apapun yang terjadi di WhatsApp, Twitter dan Facebook biarkan ia tetap di situ dan jangan bawa ke luar.

4. Bergabung dengan grup, fanspage atau akun Anti Hoax

Ada banyak situs, grup dan akun anti hoax yang ada di internet baik yang ada di media sosial atau yang diselenggarakan oleh media massa.

Dan anda bisa bergabung dengan grub, fanspage atau akun-akun anti hoax tersebut. Saat ada informasi yang belum teruji kebenarannya, silahkan hubungi mereka untuk klarifikasi.

Disini sikap proaktif anda sangat dibutuhkan karena informasi hoaks bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

5. Bersikap proaktif untuk menangkal hoax

Diatas sudah saya singgung poin ini, namun sikap proaktif juga harus memiliki mekanisme yang konkret.

Ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk menangkal hoax dengan cara ini, seperti:

  • Usahakan selalu share berita-berita yang positif atau yang sudah teruji kebenarannya. Berita tersebut bisa berbentuk tulisan, gambar, video, meme dan lain sebagainya
  • Pegang prinsip tidak ada hoax yang bakalan menang. Jika anda tidak mau membagikan berita yang positif, hoax sudah menang
  • Unfriend atau block akun atau seseorang yang selalu membagikan informasi-informasi palsu yang belum teruji kebenarannya.
  • Ramaikan tagar Twitter untuk membendung tagar-tagar palsu yang ujung-ujungnya adalah hoax

Intinya, jangan diam karena media sosial dan media massa punya kekuatan untuk membentuk atau menggiring informasi yang salah.

Penutup

Hoax sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kebencian, konflik hingga menimbulkan korban jiwa.

Dalam beberapa kasus, berita bohong tersebut bahkan berujung persekusi dan penghilangan nyawa orang lain.

Di Indonesia, berita bohong juga sering dilakukan dan diproduksi tanpa sadar oleh seseorang. Yang lainnya ikut menyebarkannya.

Dan inilah yang menyebabkan mengapa hoax sangat sulit ditangkal. Demikian artikel tentang Hoax adalah: Pengertian, Jenis dan Cara Mencegah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *