Harga OTR: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contoh

Harga OTR bisa mengacu pada dua istilah yakni harga on the road dan harga off the road. Biasanya muncul dalam brosur kendaraan bermotor.

Misalnya, jika berencana beli motor dan melihat unitnya di situs resmi dealer pilihan, ada satu informasi yang mungkin bikin bingung calon konsumen.

Apalagi kalau bukan harga OTR. Banyak yang kemudian bertanya-tanya, apa sih maksudnya? Mengapa ada perbedaan harga mobil di setiap daerah?

Atau mungkin pertanyaan lain terkait seperti apa itu otr motor? Apa itu otr kredit? Apa itu Harga otr mobil? Apa itu otr kredit mobil? Dan pertanyaan lain serupa.

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Apa itu Harga OTR?

Harga OTR

Harga On the Road atau biasa disingkat OTR adalah total biaya yang dibebankan kepada konsumen saat membeli kendaraan bermotor baru dan mengendarainya di jalan secara legal.

Jadi bisa diartikan kalau kendaraan tersebut sudah dilengkapi dengan pelat nomor baru, pajak jalan dan inspeksi pra pengiriman.

Termasuk juga biaya pengiriman kendaraan ke rumah, asuransi, biaya penanganan, pendaftaran mobil dan lain sebagainya.

Inilah yang membuat harga OTR unit kendaraan bermotor dari satu daerah dengan daerah lainnya di satu negara berbeda.

Bahkan perbedaannya cukup drastis. Jadi, harga unit mobil di DKI Jakarta berbeda dengan unit mobil yang sama Papua. Kenaikan bisa 15% dari harga rilis.

Apakah harga OTR sudah termasuk PPN? Tentu saja. Namun biasanya sudah disertai dengan diskon yang diberikan dealer kepada calon konsumen.

Baca Juga:

Di Indonesia, harga OTR mengacu pada kondisi dimana kendaraan bermotor yang dijual sudah diregistrasikan ke lembaga terkait yang berwenang.

Artinya, mobil itu sudah ada dalam basis data Dinas Pendapatan Daerah [Dispenda], Kepolisian Republik Indonesia [POLRI] dan di Sistem administrasi manunggal satu atap [SAMSAT].

Apabila konsumen beli unit dengan harga OTR, maka dokumen kelengkapan terkait dengan legalitas kendaraan seperti BPKB, STNK, TNKB serta pelat nomor kendaraan akan diperoleh.

Artinya, harga ini adalah harga final yang harus dikeluarkan konsumen saat beli satu kendaraan secara cash.

Namun, jika beli unit tersebut secara kredit, akan ada peningkatan harga yang disesuaikan sama skema kredit yang ditawarkan leasing atau perusahaan pembiayaan.

Intinya, harga OTR adalah harga keseluruhan dari unit mobil yang dijual kepada konsumen termasuk pajak dan dokumen mobil di satu daerah.

Jenis-jenis Harga OTR

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas dimana harga OTR ini bisa mengacu pada dua istilah yakni on the road dan harga off the road. Berikut penjelasannya:

1. Harga on the road

Definisi harga on the road sudah saya jelaskan diatas yang mana harga on the road adalah harga final kendaraan bermotor entah itu mobil dan motor di satu daerah.

Harga final inilah yang akan jadi acuan bagi calon konsumen saat membeli unit kendaraan bermotor.

Hanya saja, harga OTR dalam konteks ini terbagi dalam dua jenis, yakni:

  • OTR Cash adalah harga yang dikeluarkan konsumen untuk membeli satu unit kendaraan bermotor secara cash berdasarkan harga yang dikeluarkan produsen mobil
  • OTR Kredit adalah harga minimal yang harus dikeluarkan konsumen untuk mencicil mobil yang akan dibelinya. Biasanya, 20-30% dari harga OTR yang berlaku.

2. Harga off the road

Harga OTR juga bisa diartikan sebagai harga Off the Road. Dua-duanya punya akronim yang sama, karena itu perlu diketahui perbedaannya dimana.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan harga off the road? Harga off the road adalah harga unit kendaraan yang dikeluarkan produsen mobil tanpa dilengkapi dengan dokumen legalitas.

Dengan demikian, konsumenlah yang harus melakukan pendaftaran atas unit mobil yang dimiliki ke lembaga terkait untuk dapat STNK, BPKB, TNKB dan lain sebagainya.

Inilah yang jadi perbedaan harga on the road dan harga off the road. Intinya, kalau harga on the road sudah termasuk biaya pengurusan layak jalan untuk kendaraan bermotor.

Sebaliknya, harga off the road tidak termasuk biaya pengurusan dokumen agar kendaraan tersebut boleh dikendarai secara legal di jalan raya.

Biaya-biaya yang termasuk dalam harga OTR

Untuk mengetahui biaya-biaya yang termasuk dalam harga OTR kendaraan bermotor, bisa lihat tabel dibawah ini:

Harga on the roadHarga off the road
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)Tidak termasuk
Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)Tidak termasuk
Biaya cek fisik kendaraanTidak termasuk
Biaya pembuatan Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB)Tidak termasuk
Biaya pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)Tidak termasuk

Contoh harga OTR

Untuk contoh saja, harga OTR Jakarta untuk unit Daihatsu Rocky 1.2 M MT atau tipe terendah per 1 Januari 2022 adalah Rp 199.600.000.

Harga OTR
Daihatsu Rocky 1.2 M MT

Sementara, di Manado, untuk unit mobil yang sama, harga OTRnya adalah 225.200.000. Dan dua harga diatas bisa saja berubah entah itu naik atau turun.

Artinya, jika beli Daihatsu Rocky 1.2 M MT cash untuk harga OTR di Manado, maka konsumen harus keluarkan uang lebih banyak dibanding harga OTR unit yang sama di Jakarta.

Sementara, jika beli secara kredit Rocky 1.2 M MT maka konsumen harus siapkan Down Payment [DP] 20% dari harga OTR Manado atau sekira Rp45.040.000.

Jika durasi cicilannya diambil selama 5 tahun, maka konsumen harus menyicil sebesar Rp 5.351.000 per bulan.

Dengan demikian, jika dikalikan selama 60 bulan maka hasilnya adalah Rp321.060.000. Apabila ditambah dengan DP 20% maka totalnya adalah Rp366.100.000.

Rp366.100.000 itulah yang jadi harga OTR Kredit untuk unit tersebut. Tambahan, simulasi kredit diatas bisa saja berubah karena satu dan lain alasan.

Selain itu, Harga OTR mobil di Manado juga berbeda dengan harga OTR Mobil di Kabupaten lain yang ada di Sulawesi Utara.

Dan tentu saja, unit yang sama harganya juga akan berbeda jika di beli di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini akan diulas dalam QnA dibawah, seperti:

1. Apa sih perbedaan OTR kredit dan OTR cash?

Perbedaannya cukup sederhana. Misalnya, anda beli mobil dengan harga cash di Manado sebesar 250 juta Rupiah.

Nilai tersebut adalah harga OTR cashnya. Sementara, untuk OTR kreditnya di hitung dari penambahan biaya Down Payment [DP], jumlah cicilan dan durasi cicilan.

Artinya begini, apabila harga cashnya 250 juta, maka harga OTR kreditnya bisa lebih dari jumlah tersebut.

Misalnya, anda mau kredit mobil yang harga OTR cashnya seperti diatas. Tapi, kalau kredit, anda cuma butuh 20% sebagai total down payment atau sekira 50 juta.

Durasi cicilannya adalah Rp4,5 juta per bulan selama 5 tahun atau 60 bulan. Dengan demikian, harga OTR kreditnya bisa 320 juta lebih.

2. Apa perbedaan cash dan kredit motor atau mobil?

Perbedaan cash dan kredit motor atau mobil terletak pada harga motor tersebut apabila dibeli cash dan kredit.

Artinya, apabila harga OTR motor untuk cash adalah 20 juta maka harga OTR motor untuk kredit bisa lebih dari itu.

Ini karena saat kredit, ada biaya-biaya tambahan yang harus dibayar mulai dari biaya provisi, asuransi dan lain sebagainya yang berlaku juga saat kredit mobil.

3. Apa sih perbedaan harga OTR dan cash?

Sebenarnya, harga OTR mengacu pada harga final setelah pengurusan berbagai dokumen yang terkait dengan mobil seperti yang sudah saya jelaskan diatas.

Dan opsi pembayarannya hanya ada dua yakni kredit atau cash dan harga tersebut ditujukan untuk kendaraan bermotor seperti mobil dan motor.

Penutup

Mengetahui harga OTR sangat penting terlebih untuk yang berencana beli mobil atau motor sekarang.

Artinya apa? Artinya, harga kendaraan yang tertera saat dirilis secara resmi oleh dealer di Jakarta berbeda dengan harga saat di pasarkan di Papua.

Ini juga yang jadi alasan mengapa saat Dealer menyebut harga mobil, selalu diikuti dengan kata OTR Jakarta, OTR Bandung dan lain sebagainya.

Demikian artikel tentang definisi harga OTR termasuk jenis, manfaat dan contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar