Geologi Adalah: Pengertian, Ruang Lingkup Dan Cabang

Sederhananya, geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi. Pengertian ini tidak salah meski belum secara gamblang menjelaskan tentang ruang lingkup geologi.

Geologi punya daya tarik tersendiri sehingga banyak orang yang ingin kuliah di jurusan tersebut.

Mulai dari peluang kerja yang besar, gaji yang tinggi serta aktivitasnya yang menyenangkan karena selalu berada diluar ruangan.

Meski sebenarnya ilmu geologi jauh lebih luas dan kompleks yang berbanding terbalik dengan apa yang anda lihat selama ini.

Dengan kata lain, geologi tidak saja mempelajari lahar cair, air terjun, ngarai, gunung, bebatuan, letusan gunung berapi dan lain sebagainya.

Tetapi juga berusaha mengupas tentang isi perut bumi, mempelajari hal apa yang mendorong proses permukaan bumi, atmosfer, biota laut atau fitur lain yang ada di bumi, termasuk diluar bumi.

Semua dilakukan semata-mata untuk menjawab berbagai pertanyaan seperti mengapa bumi punya medan magnet, mengapa ada lapisan-lapisan material yang terletak dibawah permukaan, mengapa ada mantel bumi dan lain sebagainya.

Pertanyaan-pertanyaan ini juga tidak saja tertuju untuk permukaan di darat tetap juga di laut. Hal ini wajar karena lebih dari 71% permukaan bumi tertutup laut.

Bahkan lebih jauh lagi, beberapa Geologi juga melihat ke langit dan bertanya-tanya tentang apa yang ada di luar bumi.

Fakta-fakta inilah yang ikut berkontribusi mengembangkan ilmu geologi jauh lebih luas lagi. Sehingga anda tidak perlu heran kalau ada banyak cabang geologi baru yang bermunculan.

Di artikel kali ini saya hendak mengulas definisi geologi, ruang lingkup dan cabang. Berikut artikelnya untuk anda.

Pengertian Geologi adalah

Secara etimologis, Geologi berasal dari bahasa Yunani γη- atau ge- yang berarti bumi dan λογος atau logos yang berarti kata atau alasan.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, geologi adalah ilmu tentang komposisi, struktur dan sejarah bumi.

Pengertian ini kemudian dipecah dalam beberapa bidang yang belum bisa disebut sebagai cabang, diantaranya:

  • Geologi bulan yang merupakan disiplin ilmu yang secara khusus mempelajari komposisi, struktur dan sejarah bulan
  • Geologi kuarter yang merupakan disiplin ilmu kebumian yang mempelajari proses geologi yang telah, sedang dan akan berlangsung selama kurun waktu kuarter [zaman geologi terakhir keempat yang meliputi dua hingga tiga juta tahun terakhir dari sejarah bumi] dengan objek penelitian utama ada pada bagian terluar bumi
  • Geologi lingkungan adalah bidang geologi terapan yang fokus pada upaya pemanfaatan sumber daya yang ada di alam termasuk didalamnya energi untuk memenuhi segala kebutuhan manusia kini dan nanti
  • Geologi minyak adalah bidang ilmu geologi yang dalam praktiknya melibatkan ilmu ekonomi dengan fokus utama untuk mempelajari segala hal tentang minyak dan gas bumi entah itu asalnya, kapan kejadian pembentukannya, dan aspek-aspek lain
  • Geologi planet yang adalah cabang geologi yang khusus mempelajari komposisi, struktur dan sejarah terbentuknya benda-benda ruang angkasa dalam sistem tata surya
  • Geologi rekayasa yang adalah ilmu geologi terapan yang dipakai dalam praktik rekayasa untuk tujuan menjamin agar faktor-faktor geologi yang mempengaruhi lokasi, desain, konstruksi, operasi dan perawatan pekerjaan rekayasa dapat dikenali dan diperhitungkan dengan matang. Bidang ini terkadang disebut juga dengan geologi teknik
  • Geologi sejarah yang merupakan ilmu geologi terapan yang digunakan untuk merekonstruksi dan memahami sejarah bumi, berfokus pada proses geologi yang mengubah permukaan bumi dan bawah permukaan bumi yang menjelaskan urutan perubahan tersebut dan pada proses evolusi tumbuhan dan binatang selama periode waktu yang berbeda dalam skala waktu geologi
  • Geologi struktur yang merupakan bidang geologi yang mempelajari tentang bentuk [arsitektur] batuan sebagai hasil dari proses deformasi

Istilah geologi sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Jean-André Deluc pada 1778 sebelum akhirnya digunakan sebagai istilah standar untuk ilmu bumi oleh Horace-Benedict De Saussure tahun berikutnya.

Dalam arti luas, Geologi merupakan studi tentang bumi termasuk didalamnya studi tentang interior atau permukaan luar bumi dan bebatuan atau material lain.

Selain mempelajari, Geologi juga berupaya memahami proses dan kronologis pembentukan bumi dan material-materialnya.

Singkatnya, Geologi adalah suatu ilmu yang membutuhkan penalaran deduktif dan metode ilmiah untuk memahami masalah-masalah geologis.

Geologi dapat disebut juga sebagai suatu ilmu yang terintegrasi dengan beberapa induk ilmu pengetahuan lain.

Seperti fisika, kimia, biologi, matematika, astronomi dan lain sebagainya. Namun tidak seperti ilmu umumnya, Geologi punya pertimbangan berdasarkan dimensi ekstra yang merupakan perhitungan di masa lampau sejak bumi terbentuk.

Dengan kata lain, para ahli geologi akan mencari dan mempelajari bukti atas sesuatu termasuk sejarah pembentukannya sebelum akhirnya mengamati proses selama puluhan, ribuan, jutaan atau bahkan miliaran tahun silam.

Proses pengamatan ini memang cenderung lambat. Karena perkembangan materialnya yang mungkin hanya meningkat satu milimeter per tahun.

Namun karena jumlah waktu yang tersedia sifatnya tak terbatas maka ia bisa menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat, dipegang dan diamati.

Geologi juga berusaha mempelajari objek dalam skala besar seperti gunung-gunung, danau, ngarai dan juga udara.

Baca Juga : Kamera Adalah: Sejarah, Pengertian Dan Fungsi

Sebagai contoh, jika yang diamati dan diteliti adalah gunung maka akan dipelajari proses pembentukkannya.

Misalnya, gunung yang diamati itu adalah gunung Krakatau maka proses penelitian melibatkan berbagai aspek dan ilmu lain.

Atau mungkin gunung-gunung lain di luar Indonesia seperti Gunung Rocky di Kanada. Sehingga ahli geolog bisa menyimpulkan mengapa gunung tersebut bisa berbentuk gunung sampai akhirnya disebut gunung.

Sebagai informasi, batuan yang terdapat dari pengunungan Rocky terbentuk dari air laut selama lebih dari 500 juta tahun.

Beberapa ratus juta tahun kemudian, lapisan-lapisan yang membentuk gunung tersebut akan terdorong ke arah timur beberapa ratus kilometer akibat konvergensi lempeng tektonik.

Dengan kata lain, Gunung Rocky di Kanada akan terus tumbuh dan bertambah tinggi seiring waktu berjalan.

Gunung Rocky di Kanada
Gunung Rocky di Kanada via wikimedia.org

Disisi lain, dua juta tahun berikutnya, daerah di sekitar Pegunungan Rocky akan mengalami degradasi dan erosi akibat gletser yang ada diatasnya.

Semua ini hanyalah contoh bagaimana proses geologi berlangsung. Dari sini dapat disimpulkan kalau para ahli geologi atau geolog punya tugas untuk mempelajari, menganalisa lalu mengambil kesimpulan.

Ruang lingkup geologi

Dalam konteks mempelajari, maka ada ruang lingkup pembelajaran Geologi. Ruang lingkup ini dapat dipahami sebagai objek studi geologi.

Mulai itu bebatuan, air, udara dan lain sebagainya. Alasannya karena semua unsur itu saling berinteraksi satu dengan yang lain dan saling berpengaruh.

Secara umum, ada empat objek studi atau ruang lingkup geologi, diantaranya:

1. Hidrosfer

Sebagian besar permukaan bumi tertutup dengan air atau sekira 71% dengan rata-rata kedalaman mencapai 3,8 km.

97% air yang ada di bumi berada di permukaan tanah dan selalu bergerak dinamis menuju ke kumpulan air yang lebih besar.

Artinya, sebagian besar air yang mengalir atau keluar akan menuju ke batang sungai sebelum akhirnya mencapai laut.

Dalam KBBI, hidrosfer adalah bagian permukaan bumi yang tertutup air. Konteks ilmunya mempelajari uap air di atmosfer.

Dalam hal ruang lingkup Geologi maka hidrosfer dapat diartikan sebagai massa air yang selalu bergerak dinamis guna membentuk siklus.

geologi adalah
Siklus hidrosfer via quia.com

Siklus inilah yang disebut dengan hidrologi. Siklus hidrologi ini terdiri dari dua bagian, seperti:

  • Evaporasi air yang merupakan proses yang terjadi apabila jumlah molekul yang keluar dari permukaan lebih besar daripada jumlah yang kembali ke permukaan atau proses perubahan molekul zat cair menjadi gas atau uap [penguapan]
  •  Presipitasi air yang merupakan proses pengedapan baik dari dalam larutan maupun dari udara permukaan bumi atau suatu kandungan kelembapan udara yang berbentuk cairan atau bahan padat seperti hujan, embun dan salju

Ruang lingkup ini juga mempelajari hal-hal lain yang berkaitan dengan air entah itu air tawar yang ada di sungai, danau, gletser atau air yang ada didalam tanah.

2. Atmosfer

Atmosfer adalah  Lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km dan terdiri dari campuran berbagai gas seperti nitrogen, oksigen, argon dan gas lain dalam jumlah kecil atau suatu tekanan yang besarnya sama dengan tekanan udara pada permukaan laut [sekira 1,033 kg setiap cm²].

Ketebalan atmosfer hanya 5,6 km diatas permukaan bumi yang berbeda jauh dengan tingkat ketebalan kerak bumi yang mencapai 6.400 km.

geologi adalah
Lapisan atmosfer via wikimedia.org

Meski cukup sederhana, fungsi atmosfer sangat penting bagi bumi, terutama mahluk hidup yang tinggal didalamnya.

Dengan atmosfer, orang-orang bisa bernafas, tidak terpapar radiasi yang berlebihan dari matahari dan lain sebagainya.

Karena alasan inilah maka Geologi juga berusaha mempelajari atmosfer dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya entah itu cuaca, iklim, oksigen, energi dan lain sebagainya.

3. Geosfer

Geosfer adalah bagian terpadat bumi yang sebagian besar kandungannya merupakan bebatuan dan regolit.

Regolit sendiri adalah bahan tanah lepas yang terdapat di atas batuan padat yang mendasarinya atau yang disebut lapukan batuan.

Secara awam, geosfer dipahami sebagai lapisan kerak bumi dan membentang sejauh 6.400 km dari permukaan.

Ruang lingkup inilah yang paling banyak dan paling besar dipelajari oleh geolog dibanding hirosfer atau atmosfer.

Penelitian tentang biosfer lebih fokus pada aspek-aspek yang tampak dipermukaan serta bisa di akses ilmuwan.

Kenampakan itu secara tidak langsung memperlihatkan kondisi permukaan bumi yang sifatnya dinamis dan terus berubah.

Dengan kata lain, ruang lingkup geologi dari sisi geosfer adalah untuk mempelajari permukaan bumi sekaligus untuk mengetahui proses geologi yang sedang terjadi.

4. Biosfer

Ruang lingkup geologi yang terakhir adalah biosfer. Berbicara tentang biosfer sebenarnya berbicara tentang tiga poin yang sudah saya jelaskan diatas.

Biosfer adalah bagian atmosfer yang paling bawah di dekat permukaan bumi dan menjadi tempat tinggal manusia atau lingkungan yang berupa segala sesuatu yang hidup entah itu manusia, hewan dan tumbuhan.

Cabang-cabang Geologi

Seperti yang disebut dibagian atas, ada banyak sekali varietas geologi. Hal ini disebabkan karena ada begitu banyak hal yang perlu diketahui oleh manusia tentang tempat tinggalnya yakni bumi.

Sehingga, kebanyakan ahli geologi harus fokus pada satu bidang saja. Spesialisasi ini kemudian dikenal sebagai cabang geologi.

Sebagai contoh, seorang ahli mineral akan mempelajari tenang mineral sementara seismolog akan memonitor gempa bumi untuk memberi tahu kepada orang lain guna menyelamatkan diri sekaligus melindungi harta bendanya.

Misalnya juga, seorang vulkanologis harus berani mendekat ke lava untuk mempelajari gunung berapi. Sementara, ahli geologi lain akan berusaha membandingkan geologi planet lain dengan bumi. Profesi ini dikenal sebagai geologi planet.

Beberapa ahli geologi juga mempelajari bulan. Yang lain berusaha mencari minyak bumi atau mempelajari tanah dan botani serta umur batuan untuk menentukan berapa lama batuan tersebut terbentuk.

Ahli geologi juga akan mempelajari sungai dan danau, air bawah tanah yang ditemukan diantara partikel tanah dan batu atau bahkan air yang membeku di gletser.

Untuk mendukung kinerja tersebut, ahli geologi biasanya membutuhkan bantuan dari seorang ahli geograf untuk mengeksplorasi fitur permukaan bumi dengan kartografer atau untuk membuat peta.

Dan dengan demikian, mereka juga bisa mempelajari lapisan-lapisan batu dibawah permukaan yang membantu manusia memahami sejarah planet bumi.

Karena semua cabang itu saling terhubung, biasanya ahli atau spesialisasi akan bekerja sama untuk menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan rumit tersebut.

Lalu apa saja cabang-cabang dalam ilmu geologi? Ada beberapa cabang. Berikut beberapa diantaranya:

1. Geokimia

Geokimia adalah studi tentang proses kimia yang membentuk bumi. Studi ini juga mempelajari siklus materi dan energi yang mengangkut komponen kimia bumi dan interaksi siklus dengan hidrosfer dan atmosfer.

Ilmu ini termasuk dalam subbidang kimia anorganik, yang berkaitan dengan sifat-sifat semua elemen dalam tabel periodik dan senyawanya.

Kimia anorganik pada dasarnya berusaha menyelidiki karakteristik zat yang tidak organik seperti benda mati dan mineral yang ditemukan pada kerak bumi.

2. Ilmu Samudera

Ilmu samudera atau yang lazim disebut oseanografi adalah studi tentang komposisi dan gerakan air serta gaya yang menciptakan gerakan tersebut.

Proses-proses oseanografi utama yang mempengaruhi perairan landas kontinen termasuk gelombang pasang surut, angin serta arus laut lainnya.

Memahami oseanografi, perairan rak dan pengaruhnya terhadap dinamika dasar laut, punya beberapa kontribusi pada bidang geologi seperti:

  • Pemahaman infrastruktur produksi minyak lepas pantai
  • Pemetaan dan karakterisasi dasar laut untuk pengelolaan lingkungan
  • Penelitian surrogacy biodiversitas laut
  • Penelitian tentang potensi energi terbarukan
  • Dan lain sebagainya
3. Paleontologi

Ahli paleontologi lebih tertarik untuk mempelajari fosil dan bagaimana organisme purba itu hidup. Paleontologi adalah sebuah studi dalam geologi yang fokus pada fosil, yang secara tidak langsung berusaha mempelajari sejarah planet bumi.

Dalam lingkungan laut, mikrofosil yang terkumpul di dalam lapisan inti sedimen juga menjadi sumber informasi yang kaya tentang sejarah dan lingkungan suatu wilayah di masa lampau.

4. Sedimentologi

Sedimentologi adalah studi tentang butiran sedimen laut dan deposit lainnya namun fokus pada sifat fisik dan proses yang membentuk deposit.

Endapan adalah proses geologis dimana bahan geologis ditambahkan ke bentuk lahan. Sifat-sifat ini termasuk:

  • Ukuran dan bentuk butiran sedimen
  • Tingkat pemilahan
  • Komposisi butir dalam deposit
  • Struktur sedimen

Properti ini secara bersamaan akan memberikan informasi tentang mekanisme yang aktif selama pengangkutan dan pengendapan sedimen yang memungkinkan penafsiran kondisi lingkungan sehingga menghasilkan endapan baik dalam pengaturan modern atau dalam catatan geologis.

Cabang tambahan ilmu geologi

Selain cabang-cabang diatas, ada beberapa cabang tambahan dalam dunia geologi. Cabang-cabang ini termasuk dalam ilmu terapan geologi, seperti:

a. Ekologi bentik

Ekologi bentik adalah studi geologi yang fokus mempelajari makhluk hidup di dasar laut dan bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

b. Biostratigrafi

Biostratigrafi adalah ilmu yang khusus mempelajari fosil untuk menentukan usia relatif tempat fosil ditemukan.

Disini ahli stratigrafi akan menghubungkan suksesi batuan sedimen didalam atau diantara cekungan pengendapan dimana fosil ditemukan.

c. Geokronologi

Geokronologi adalah dispilin ilmu geosains yang berusaha mengukur usia bumi sekaligus menyiapkan data geosains untuk digunakan dalam penjelasan sejarah bumi.

d. Geofisika

Ahli geofisika akan menyiapkan informasi yang berkaitan dengan teknik geologi mulai dari elektromagnetik udara, gravitasi, magnet, magnetotulerik, radiometrik, sifat batuan dan gelombang seismik.

e. Geokimia laut

Geokimia laut adalah ilmu yang secara khusus mempelajari komposisi air dan sedimen yang terdapat di pesisir laut.

f. Geofisika kelautan

Geofisika kelautan adalah disiplin ilmu dengan pendekatan kuantitatif untuk mempelajari sifat fisik laut untuk digunakan sebagai bagian dari penelitian geologi dasar laut.

g. Survey kelautan

Lingkungan survei bervariasi dari studi oseanografi di kolom air hingga investigasi proses sedimen dan geokimia dasar laut termasuk didalamnya pencitraan batuan sub-dasar laut sangat dibutuhkan.

Survei kelautan dilakukan diseluruh yuridiksi laut, termasuk di muara pantai dan teluk, melintasi landas kontinen dan lereng hingga dataran abyssal yang dalam.

h. Geologi Spektral

Geologi spektral adalah bidang geologi yang fokus untuk mengukur atau menganalisis bagian-bagian dari spektrum elektromagnetik.

Tujuannya untuk mengidentifikasi fitur yang berbeda secara spektral baik dari segi fisik batuan atau bahan permukaan tanah, mineralogi dan proses pembentukannya.

Penutup

Di Indonesia sendiri, saat ini ada banyak sekali universitas yang membuka jurusan Geologi. Potensi kerja jurusan ini cukup besar.

Jika anda hendak mengambil jurusan geologi, baiknya dari sekarang anda memilih spesifikasi apa yang ingin diambil.

Hal ini agar bertujuan agar anda bisa mengambil ancang-ancang dimana akan bekerja nantinya.

Demikian artikel tentang geologi adalah: pengertian, ruang lingkup dan cabang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan komentar