Gempa Bumi Adalah: Pengertian, Penyebab, Jenis, Karakteristik dan Efek

5 min read

fakta menarik gempa bumi

Gempa bumi adalah salah satu gejala alam yang paling sering terjadi di muka bumi. Bahkan, setiap hari ada peristiwa gempa baik yang bisa dirasakan manusia atau tidak.

Dalam kurun waktu 4.000 tahun terakhir diperkirakan sudah lebih dari 13 juta orang tewas akibat gempa.

Jumlah ini diperkirakan terus bertambah mengingat gempa adalah kejadian berulang yang terjadi di sebagian besar wilayah di dunia.

Terlebih lokasi atau tempat dimana patahan dan lempeng aktif berada. Angka diatas juga belum akurat, mengingat sistem pendataan penduduk baru berkembang 100 tahun terakhir.

Di artikel kali ini saya hendak mengulas definisi gempa bumi, penyebab, jenis, karakteristik dan juga efeknya.

Pengertian gempa bumi adalah

Sederhananya, gempa adalah suatu peristiwa ketika dua blok yang ada di perut bumi menyelinap atau melewati satu dengan yang lain.

Permukaan atau tempat dimana blok saling menyelinap disebut patahan atau fault. Lokasi dibawah permukaan bumi tempat dimana gempa terjadi disebut hiposenter.

Sementara, lokasi atas tepat dimana titik gempa terjadi disebut episentrum. Kadang juga, gempa dianggap sebagai tanda bahwa akan terjadi bencana selanjutnya yang lebih besar.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], gempa punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Guncangan atau gerakan bumi
  • Peristiwa alam berupa getaran atau gerakan bergelombang pada kulit bumi yang ditimbulkan oleh tenaga dari dalam bumi

Pengertian diatas tentu belum akurat, karena gempa juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti letusan gunung berapi, penggunaan bahan peledak dan lain sebagainya.

Makanya timbul berbagai istilah yang sebenarnya mengacu pada jenis atau penyebab gempa, diantaranya:

  • Gempa dangkal yang merupakan gempa dimana episentrumnya berada di dekat permukaan bumi
  • Gempa tektonik yang merupakan gempa yang berhubungan dengan atau disebabkan oleh pergeseran tanah
  • Gempa vulkanik yang merupakan gempa yang disebabkan oleh letusan gunung berapi
  • Gempa buatan yang merupakan gempa yang disebabkan oleh aktivitas manusia
  • Gempa tumbukan yang merupakan gempa akibat aktivitas dari luar bumi atau jatuhnya meteor
  • Gempa lokal yang merupakan gempa yang terjadi secara lokal dan ukurannya sangat kecil

Jika menggunakan kata gempa bumi berarti gempa yang disebabkan oleh bumi atau aktivitas patahan. Sementara, jika menggunakan istilah gempa saja, maka penyebabnya ada banyak.

Penyebab gempa

Secara umum, ada beberapa penyebab atau yang menyebabkan gempa terjadi. Berikut beberapa diantaranya:

1. Alam

Dalam konteks ini, berarti gempa yang dipicu atau diakibatkan oleh gejala alam. Dalam artian, ada energi yang dilepaskan secara tiba-tiba dari dalam bumi.

Energi semacam ini terbentuk akibat regangan elastis, gravitasi, reaksi kimia atau mungkin akibat pergerakan lempeng tektonik.

Dari semua penyebab diatas, regangan elastislah yang paling banyak memicu gempa karena energi yang dilepaskan sangat besar.

Gempa bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi elastis ini kemudian disebut dengan gempa tektonik.

2. Tektonik

Gempa tektonik atau gempa bumi tektonik merupakan istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh geolog Amerika, Harry Fielding Reid dalam teorinya rebound elastis.

Istilah ini mulai digunakan pada 1906 setelah patahan San Andreas pecah dan memicu gempa dahsyat disana.

Pada teori tersebut dijelaskan bahwa gempa tektonik terjadi karena regangan dalam massa batuan telah terakumulasi ke titik dimana tekanan yang dihasilkan melebihi kekuatan batuan.

Artinya, ada proses gerakan pada kerak bumi yang menimbulkan lekukan, lipatan, retakan, patahan sehingga membentuk tinggi rendah atau relatif di permukaan bumi.

Proses gerakan pada kerak bumi ini mengeluarkan energi yang cukup besar yang pada akhirnya membuat tanah bergerak.

3. Vulkanik

Selain dua faktor diatas, aktivitas vulkanik juga bisa memicu gempa bumi yang disebut dengan gempa vulkanik.

Dalam beberapa kasus, gempa yang disebabkan oleh gunung api vulkanik dikarenakan massa batuan didalamnya atau akibat pelepasan energi regangan elastis.

Energi yang tersimpan berasal dari proses hidrodinamik karena magma yang sudah seperti reservoir didalam gunung berapi atau karena pelepasan gas dibawahnya.

Vulkanis sendiri merupakan istilah untuk menggambarkan aktivitas gunung vulkan yang merupakan gunung berkawah dengan lubang pada kerak bumi yang hampir selalu mengeluarkan gas, abu, lahar dan material lain.

3. Induksi buatan

Selanjutnya adalah gempa akibat induksi buatan manusia atau gempa yang disebabkan oleh aktivitas manusia secara langsung.

Seperti injeksi cairan ke dalam sumur, penggunaan bahan-bahan peledak seperti TNT dan nuklir, aktivitas tambang atau aktivitas reservoir skala besar.

4. Induksi reservoir

Salah satu aktivitas yang mencuat akhir-akhir dan juga bisa memicu gempa bumi adalah induksi reservoir.

Induksi reservoir adalah proses pengisian waduk dalam skala besar yang pada akhirnya memicu gempa lokal.

Dalam beberapa kasus, proses penyumbatan air di bendungan atau waduk juga memicu kejadian serupa.

Ada beberapa kasus reservoir yang memicu gempa seperti kejadian Hoover Dam di Amerika Serikat, Bendungan Tinggi Aswan di Mesir dan Bendungan Kariba di perbatasan Zimbabwe dan Zambia.

Penyebab paling masuk akal tentang hal ini adalah batuan di dekat proses induksi yang tegang akibat gaya tektonik regional yang terganggu atau karena hilangnya tekanan normal.

5. Kejadian seismologi dan ledakan Nuklir

Pada tahun 1958, perwakilan dari beberapa negara termasuk Amerika Serikat dan Uni Soviet bertemu untuk membahas dasar teknis perjanjian pelarangan Uji Coba Nuklir.

Salah satu pertimbangan dari perjanjian tersebut adalah kelayakan sarana dan prasarana untuk mendeteksi risiko bawah tanah pasca uji coba.

Setelah perjanjian tersebut, banyak penelitian mulai fokus ke aktivitas seismologi untuk mendeteksi dan menganalisis sinyal seismik secara langsung.

Dan salah satu isi perjanjian adalah penggunaan seismograf resolusi tinggi yang tersebar di seluruh dunia untuk mendeteksi gelombang akibat ledakan.

Sekaligus untuk mempelajari redaman gelombang di bumi guna menentukan amplitudo gelombang, spektrum frekuensi dan susunan seismik.

Pada akhirnya, perjanjian ini bertujuan untuk membatasi penggunaan senjata Nuklir karena bisa berdampak pada batuan didalam bumi secara langsung.

Jenis gempa

Dalam konteks yang sempit, jenis-jenis gempa sudah saya sebutkan diatas baik pada istilah gempa dan juga dari penyebabnya.

Makanya, jenis gempa yang saya ulas dibawah ini berdasarkan beberapa varian, seperti:

a. Jenis gempa berdasarkan gelombang

Dalam konteks jenis gempa berdasarkan gelombang, ada beberapa jenis, diantaranya:

  • Gelombang primer atau yang lazim disebut juga dengan gelombang longitudinal adalah jenis gempa dengan gelombang yang merambat ke permukaan bumi. Perambatan ini terjadi sangat cepat dan bisa mencapai 7-14 km/s. Beberapa ahli mengatakan kalau gelombang ini berasal dari hiposentrum atau perut bumi
  • Gelombang sekunder atau yang disebut juga dengan gelombang transversal adalah gelombang melintang yang merambat di permukaan bumi dengan kecepatan yang cenderung lambat dibanding gelombang primer sehingga hanya mempengaruhi air dan benda cair lain di permukaan
b. Jenis gempa berdasarkan kedalaman titik

Dalam konteks ini, ada beberapa jenisnya, seperti:

  • Jenis gempa bumi titik dalam yang merupakan gempa dengan tingkat kebahayaan rendah bagi makhluk hidup yang tinggal di permukaan bumi. Gempa ini terjadi ada di hiposenter dengan kedalaman mencapai 300km sehingga jarak getarannya sangat jauh dan hanya bisa dirasakan oleh sebagian kecil manusia termasuk hewan dan burung-burung
  • Jenis gempa bumi titik menengah yang merupakan gempa dengan hiposenter 300-600 km diatas permukaan bumi. Getarannya cukup kuat dan lebih besar dibanding gempa dalam. Jika intensitasnya kuat maka gempa ini bisa dirasakan oleh sebagian besar orang yang lokasinya berada di titik gempa
c. Jenis gempa berdasarkan penyebab

Berdasarkan penyebab, maka ada beberapa jenisnya, seperti:

  • Gempa bumi tektonik yang merupakan gempa yang disebabkan oleh pergeseran kerak atau lempeng Bumi. Gempa ini punya variasi getaran dan digambarkan dalam skala tertentu. Semakin besar skalanya maka semakin kuat energi yang dilepaskan
  • Gempa bumi vulkanik yang merupakan gempa yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi atau pergerakan magma didalamnya
  • Gempa terban atau runtuhan yang merupakan gempa yang disebabkan oleh aktivitas didalam tanah seperti pertambangan, runtuhnya terowongan dan lain sebagainya
  • Gempa tumbukan yang merupakan gempa yang terjadi akibat peristiwa tumbukan akibat jatuhnya meteor atau asteroid dari luar angkasa
  • Gempa buatan yang merupakan gempa buatan manusia akibat penggunaan bahan peledak, nuklir dan lain sebagainya
Karakteristik

Setelah mengetahui pengertian dan penyebab, berikut disajikan beberapa karakteristik gempa secara umum, diantaranya:

  • Terjadi dalam waktu singkat. Dalam beberapa kasus, gempa hanya terjadi sepersekian detik dan jarang terjadi dalam beberapa menit
  • Kejadiannya berada di lokasi tertentu. Semakin kuat energi yang dilepaskan maka jangkauan lokasinya semakin lebar
  • Bisa memicu bencana lain seperti tanah longsor, tsunami dan seterusnya
  • Dapat memicu gempa susulan entah lebih kecil atau lebih besar
  • Tidak dapat diprediksi secara akurat oleh manusia
  •  Tidak dapat dicegah selain melakukan mitigasi bencana dengan baik
Efek gempa bumi

Secara langsung ada beberapa efek yang disebabkan oleh gempa mulai dari perubahan fitur geologis, rusaknya struktur buatan manusia dan pada kehidupan itu sendiri entah manusia dan hewan.

Umumnya, ada beberapa efek gempa bumi, diantaranya:

a. Fenomena permukaan

Salah satu efek paling besar akibat gempa adalah perubahan dramatis pada geomorfologi, termasuk gerakan tanah baik vertikal dan horizontal di sepanjang patahan geologis.

Dalam konteks fenomena permukaan ini, maka gempa bisa memicu:

  • Perubahan geologis tanah entah itu naik, turun dan miring
  • Perubahan aliran air tanah
  • Pencairan tanah berpasir
  • Tanah longsor
  • Aliran lumpur
  • Dan lain sebagainya

Secara langsung, investigasi perubahan topografi ini melibatkan pengukuran geodetik yang dilakukan secara sistematis di wilayah tempat dimana gempa terjadi untuk mengetahui fenomena yang terjadi akibat gempa.

b. Tsunami

Jika gempa bumi terjadi di dasar laut, akan memicu gelombang air yang bisa mencapai tanah atau pesisir pantai.

Kejadian ini disebut gelombang laut seismik atau yang secara awam disebut tsunami yang diawali dengan gelombang surut di pesisir lalu diikuti dengan atraksi pasang.

Tsunami sendiri disebabkan oleh pemindahan mendadak di dasar laut yang bisa menyebabkan air naik secara tiba-tiba.

Deformasi semacam ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Pergeseran lempeng bumi
  • Tanah longsor bawah laut
  • Letusan gunung di sepanjang garis pantai
  • Dan lain sebagainya
c. Seiches

Seiches secara awam dikenal sebagai birama air di teluk atau danau yang tidak mencapai daratan dan memang disebabkan oleh gempa bumi.

Osilasi semacam ini bisa berlangsung dalam beberapa menit, jam atau bahkan terjadi dalam satu atau dua hari.

Dalam beberapa kasus, gelombang ini bisa mencapai 1,5 km (0,9 mil) per detik. Jika gelombang tersebut menghantam kapal dengan intensitas yang cukup, akan ada kesan bahwa kapal tersebut sudah menabrak suatu benda didalam air.

Fenomena ini terkadang disebut juga dengan agempa dasar laut atau di perairan.

Penutup

Sebagai salah satu fenomena alam yang paling sering terjadi, manusia terkadang tidak melakukan mitigasi atau kesiapsiagaan terhadap bencana dengan baik.

Padahal, mitigasi semacam ini sangat penting untuk menunjang kelangsungan hidup serta penyelamatan harta benda paling penting.

Demikian artikel tentang gempa bumi adalah: Pengertian, penyebab, karakteristik dan efek. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *