Flight SAFETY Adalah: Pengertian, Jenis, Persyaratan dan Karakteristik

Flight SAFETY adalah upaya-upaya yang dilakukan dalam angkutan penerbangan atau transportasi udara dengan fokus utama pada keselamatan.

Fokusnya ada pada sumber daya manusia yang dianggap sebagai aset yang paling utama dan pertama dalam mendukung produktivitas dari suatu aktivitas atau kegiatan.

Dan sekalipun perkembangan teknologi di bidang transportasi udara makin pesat tetapi manusia tetap jadi unsur pengendalinya.

Artinya, manusia harus mendapatkan prioritas dalam perlindungan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dalam usaha berproduksi.

Mengingat dampak negatif akibat timbulnya suatu kecelakaan yang tidak diinginkan, diperlukan suatu upaya untuk mengurangi atau mungkin meniadakannya.

Upaya-upaya itulah yang kemudian melahirkan berbagai istilah terkait dengan keselamatan salah satunya adalah Flight safety.

Lantas, apa yang dimaksud dengan Flight SAFETY? Apa saja Fungsinya? Apa saja jenisnya? Karakteristiknya bagaimana?

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Apa itu Flight SAFETY?

Flight safety adalah sistem atau organisasi dalam angkutan udara dimana resiko terkait dengan kegiatan penerbangan dan pengoperasian pesawat di kurangi.

Artinya, keselamatan penerbangan atau flight safety ini merujuk pada rangkaian aturan untuk menjamin keselamatan personel penerbangan dan penumpang selama penerbangan berlangsung.

Personel penerbangan ini terdiri dari Pilot, Pramugari dan Pramugara. Sementara, penumpang adalah orang yang menggunakan jasa transportasi udara.

Dan baik personel atau penumpang wajib mematuhi seluruh aturan ini agar risiko yang terjadi selama perjalanan berlangsung bisa dihilangkan.

Pada dasarnya, keselamatan penerbangan selalu dimulai dari aturan penerbangan internasional dan aturan macam ini bersifat universal.

Selain aturan tersebut, maskapai penerbangan juga dapat menetapkan aturan keselamatan penerbangan tambahan sesuai dengan kondisi yang ada.

Dalam praktinya kemudian, konteks flight safety ini terbagi dalam beberapa jenis atau model mulai dari indikasi kecelakaan, faktor yang menyebabkan kecelakaan pesawat serta bobot.

Termasuk juga karakteristik lapangan terbang dan penerbangan itu sendiri. Jadi, semuanya saling terkait satu sama lain.

Jenis-Jenis Keselamatan Penerbangan

Flight SAFETY Adalah

Karena merupakan suatu sistem atau sejumlah aturan, maka flight safety ini terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya:

1. Safety and regulation

Dalam artikel kali ini akan diulas elemen-elemen penting pada safety and regulation dunia penerbangan, diantaranya:

a. Kecelakaan

Kecelakaan Adalah satu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki sehingga dapat mengacaukan suatu proses dari suatu aktivitas, seperti:

  • Tindakan tidak aman adalah suatu pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang memberikan peluang terhadap terjadinya kecelakaan
  • Keadaan tidak aman adalah kondisi fisik atau keadaan yang berbahaya yang mungkin dapat mengakibatkan langsung terjadinya kecelakaan.
b. Potensi bahaya

Adalah suatu keadaan yang memungkinkan atau dapat menimbulkan kecelakaan atau kerugian berupa cedera, penyakit dan kerusakan atau kemampuan melaksanakan fungsi yang telah ditetapkan.

c. Aman dan selamat

Adalah kondisi tiada kemungkinan malapetaka [bebas dari bahaya]

d. Faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan pesawat

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya kecelakaan pada pesawat terbang, antara lain:

  • Faktor manusia [human factor]
  • Faktor lingkungan [work environtment]
  • Faktor permesinan dan peralatan [machines and tools]

Selain itu juga, ada beberapa sumber-sumber bahaya pada ruang lingkup pekerjaan yang lebih spesifik lagi seperti pada bidang pekerjaan marshalling, yang bila diidentifikasi akan memiliki peluang terhadap adanya kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh:

  • Bahaya terhadap kecelakaan pesawat udara
  • Bahaya kebisingan
  • Bahaya radiasi
  • Bahaya kebakaran atau ledakan
  • Dan lain sebagainya
e. Langkah-langkah mengatasi bahaya

Langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi tersebut harus diusahakan sebaik-baiknya menurut syarat yang ditentukan dengan prosedur yang berlaku, seperti:

  1. Melengkapi pekerjaan karyawan dengan APD
  2. Memberikan pendidikan dan latihan
  3. Pemeriksaan kesehatan secara periodik
  4. Lingkungan kerja yang rapi dan bersih

2. Weigh And Balance

Loadsheet adalah dokumen pesawat udara yang diharuskan dibuat oleh stasiun pemberangkatan yang memberikan perhitungan tentang jumlah berat pesawat terbang.

Termasuk juga informasi soal jumlah muatan, pembagian dari pesawat udara pada waktu lepas landas sampai dengan mendarat.

Dokumen ini adalah sebagai bukti kelayakan pesawat udara agar bisa take-off. Oleh sebab itu, sangat penting bagi pegawai stasiun mengetahui bagaimana cara membuat loadsheet.

Baca Juga:

Namun yang lebih penting lagi adalah mengetahui latar belakang dan teori dasar dari semua kolom-kolom dan istilah-istilah yang terdapat dalam loadsheet.

Jumlah berat pesawat udara pada waktu lepas landas adalah dibentuk dari beberapa macam berat, tiap berat mempunyai fungsi dalam perhitungan loadsheet.

Dimulai dari pesawat udara dalam keadaan kosong, yang juga termasuk equipment tetap seperti seats, carpet, curtain dan unusable oil.

a. Empty weight

Jika muatan didasarkan atas empty eight, ini berarti dalam loadsheet kita harus menghitung semua equipment yang selalu ada di pesawat dan menambahkannya ke dalam empty weight.

Equipment ini disebut basic equipment atau standard equipment, yang terdiri dari cabin equipment, life saving equipment, technical eupply navigation kit, ship paper, standar oil dan juga crew pesawat.

Jadi, secara tidak langsung, berat kosong dapat dihitung dengan cara menghitung Empty Weight + standar equipment = Basic weight.

Beberapa equipment tidak dapat distandarkan sebab kebutuhannya berbeda-beda untuk setiap penerbangan.

Equipment tersebut terdiri dari crew, creq lugage, pantry tambahan oil dan additional equipment ini terpisah perhitungannya di dalam loadsheet.

Tanpa bahan bakar, segala sesuatunya telah siap didalam pesawat oleh sebab itu berat sekarang adalah Basic weight + additional equipment = Dry operating weight.

Ternyata, jika kita muat bahan bakar sesuai dengan trip [perjalanan] yang dibutuhkan pesawat dapat terbang stretch tersebut, dengan sendirinya tidak menghasilkan uang, sebab tidak ada payload. Berat tersebut dinamakan Dry operating weight + fuel = Operating weight.

Jika kita hitung maximum weight dari pesawat pada waktu berangkat, kita akan menemukan berat payload dengan mengurangkan operating weight dari makimum total gross weight [maximum take off weight] jadi Operating weight + Max available payload = Maximum gross weight.

Jika kita tidak mempergunakan available payload, maka actual gross weight akan lebih rendah dari maximum jadi Operating weight + actual payload = actual weight.

Total gross weigh apabila pesawat mulai bergerak di appron disebut Ramp weight dan tidak sama dengan berat pesawat pada waktu lepas landas [take off weight].

Sebab sejumlah bahan bakar dipergunakan pada waktu taxi. Dengan sendirinya take off weight lebih kecil dari ramp weight.

Fuel untuk taxi telah ditetapkan beratnya yang pada umumnya ditambahkan ke dalam maximum take off weight, dengan demikian dalam loadsheet dipergunakan hingga max rampt weight.

Bahan bakar yang terpakai dalam satu penerbangan [strectch] disebut trip foil. Landing weight adalah actual take off weight dikurangi trip fuel: Actual take off weight – trip fuel = Actual landing weight

Ada satu lagi berat yang di pakai dalam loadsheet, yakni zero fuel weight. Berat ini adalah actual take of weight dikurangi total fuel [trip fuel] and reserve fuel jadi Actual take off weight – total fuel = zerop fuel weight

Center of gravity dan karakteristik penerbangan

Flight SAFETY Adalah

Untuk mengetahui pengaruh center of Gravity [C of G] terhadap karakteristik penerbangan dari pesawat udara, maka terlebih dahulu harus mengetahui beberapa ketentuan umum mengenai keseimbangan [balance].

Tiap benda mempunyai C of G yang dapat ditentukan satu titik dimana benda tersebut disokong untuk mendapatkan benda tersebut dalam keseimbangan [balance].

Tergantung dari bentuk benda tersebut dan cara penempatannya, maka dikenal 3 macam keadaan seimbang, antara lain:

  • Stable adalah C of G dalam keadaan tegak lurus terhadap alas [base] jika keadaan balance ini terganggu maka c of g akan kembali pada kedudukan semua yang diakibatkan oleh benda berat tersebut
  • Unstable adalah keadaan balance tidak mungkin terganggu dan c of g tidak dapat dipertahankan diatas base pada waktu yang bersamaan. Oleh sebab itu setelah balance terganggu, benda bergerak lebih jauh sehingga ia mencapai keadaan balance yang lain.
a. Indifferent

Dalam keadaan bagaimana posisi suatu benda, c of g akan selalu dalam keadaan tegak lurus terhadap base.

Ini berarti, bahwa benda tersebut dalam keadaan balance terus menerus tanpa mengindahkan keadaan dan letaknya.

Hubungan keadaan tersebut dengan pesawat udara adalah jelas, jika kita perhatikan akibat ketiga keadaan keseimbangan diatas terhadap karakteristik penerbangan pesawat.

Jika sebuah pesawat dalam keadaan stabil, berarti walaupun keseimbangannya terganggu seperti oleh udara bumpy, pesawat udara akan kembali pada posisinya semula.

Akan tetapi, jika keadaan unstable, udara bumpy akan mengakibatkan pesawat udara bergerak terus dari keadaan semula, kecuali dikendalikan oleh penerbang.

Keadaan indifferent akan mengakibatkan pesawat udara tetap dalam posisi dan tinggal tetap dalam posisi tersebut hingga penerbang mengendalikan pesawat udara pada posisi penerbangan yang diinginkan.

Dengan ini jelas bahwa keseimbangan stable adalah satu-satunya yang dapat diterima persyaratan penerbangan.

Bagaimana mencapai keadaan keseimbangan yang dibutuhkan pesawat udara dalam penerbangan adalah:

b. Aerodynamic balance

Pesawat udara dibuat untuk kembali kepada posisinya semua setelah terganggu tanpa mempergunakan suatu alat [control].

c. Loading condition [keadaan pemuatan]

Pembentukan erodinamic balance akan bekerja jika C of G dari pesawat udara dalam suatu batas tertentu.

Jelas bahwa jika sebagian besar muatan ditempatkan dibagian belakang, maka c of g akan bergerak jauh ke belakang yang mengakibatkan pesawat udara tidak bisa terbang atau taxi sekalipun.

Salah satu keperluan loadsheet tidak hanya memberikan catatan mengenai pembagian muatan, tetapi memungkinkan kita membuat rencana dari pembagian muatan tersebut untuk membawa C of G pesawat udara dalam batas-batasnya menjamin keamanan dan penerbangan yang ekonomis.

Untuk mengerti kenapa loading dapat mempengaruhi penerbangan yang ekonomis, terlebih dahulu kita harus tahu keadaan loading membawa pesawat udara dari luar dari dalam keseimbangannya, maka dibutuhkan satu koreksi alat-alat kontrol.

Koreksi tersebut akan mengurangi kecepatan pesawat udara dan mengakibatkan pemakaian bahan bakar bertambah.

Penutup

Prinsip safety first selalu diterapkan dalam bidang apa saja tak terkecuali dalam dunia penerbangan.

Artinya, keamanan dan keselamatan adalah yang pertama. Dengan demikian, setiap oprasional penerbangan harus punya standar tertentu agar penerbangan dalam berlangsung dengan baik.

Demikian artikel tentang definisi Flight SAFETY adalah: pengertian, jenis, persyaratan dan karakteristik. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar