Flash Fiction atau Fiksi Kilat: Pengertian, Unsur, Ciri-Ciri dan Tips

Salah satu genre yang cukup populer dipilih para penulis saat membuat karangan adalah flash fiction atau fiksi kilat.

Dan tentu saja, ada alasan dibalik pemilihan jenis karangan naratif tersebut salah satunya adalah menyampaikan kebenaran yang dalam dan emosi secara universal hanya dengan menggunakan paragraf pendek.

Artinya, dengan flash fiction ini cerita yang disampaikan akan lebih mudah ditangkap, lebih cepat dimengerti dan tidak membutuhkan interpretasi berlebihan.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan flash fiction atau fiksi cepat? Apakah sama dengan cerita pendek? Apa saja ciri-cirinya? Apa saja unsur dalam fiksi kilat?

Jika penasaran jawaban dari berbagai pertanyaan dasar diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Pengertian Flash Fiction

Perbedaan Novel, Novelet, Novella, Cerpen, Cerbung dan Roman
Gambar via publishingperspectives.com

Flash fiction, yang umum disebut fiksi singkat atau fiksi cepat, adalah istilah umum yang mengacu pada cerita fiksi super pendek yang terkadang hanya terdiri dari 1.000 kata atau mungkin kurang.

Hanya saja, biasanya, cerita yang disajikan tetap memberikan cerita yang menarik dengan plot baik itu di awal, tengah dan akhir yang menarik.

Termasuk juga pengembangan karakter, biasanya memiliki twist atau akhir yang cukup mengejutkan. Sayangnya, tidak diketahui panjang pasti sebuah flash fiction itu berapa.

Tapi umumnya beberapa penerbit yang menerima karangan jenis ini sudah memiliki standar sendiri agar bisa diterbitkan.

Intinya, flash fiction adalah cerita fiksi cepat yang terkadang dibuat amat sangat pendek. Bahkan bisa muncul hanya dalam 6 huruf saja.

Baca Juga:

Hanya saja, tidak ada definisi baku atau aturan umum soal jumlah kata standar yang memungkinkan orang-orang mengidentifikasi apakah suatu karangan itu adalah fiksi kilat atau cerpen tradisional.

Dalam sejarahnya, fiksi cepat atau flash fiction digunakan secara luas saat membuang karangan seperti dongeng atau roman story.

Bentuknya sendiri mulai populer pada abad ke-19 yang ditunjukan dalam karya-karya penulis seperti Walt Whitman, Kate Chopin dan Ambrose Bierce.

Karena jumlah emosi yang ditampilkan dalam karya pendek inilah banyak penulis yang coba untuk ambil genre ini.

Pada tahun 1980-an misalnya, Robert Shepard dan James Thomas membuat set antologi flash fiction yang disebut sudden fiction.

Karya tersebut mendorong bangkitnya fiksi cepat, yang dampaknya dan hasilnya masih bisa dirasakan sampai hari ini.

Macam-macam Fiksi Kilat

Perbedaan Novel, Novelet, Novella, Cerpen, Cerbung dan Roman
Gambar via graphicmama.com

Seiring berkembangnya waktu, ada banyak istilah yang digunakan untuk mendefinisikan apa itu flash fiction termasuk jenis-jenisnya.

Misalnya, short shorts dan sudden fiction yang menggambarkan beberapa tipe fiksi singkat berdasarkan jumlah teks atau kata.

Poin inilah yang mendorong lahirnya beberapa jenis fiksi kilat, diantaranya:

1. Sudden fiction

Sudden fiction, yang kadang juga disebut Short short stories atau fiksi mendadak atau cerita pendek, adalah jenis fiksi cepat yang berasal dari potongan cerita yang lebih panjang.

Biasanya, fiksi jenis ini terdiri dari 750 hingga 1.000 kata. Meski demikian, definisinya cukup variatif dan umumnya, cerita panjangnya terdiri dari 2.000 kata.

2. Postcard fiction

Seperti juga artinya dimana postcard fiction adalah jenis cerita fiksi yang secara khusus dibuat untuk dimuat atau ditulis di kartu pos.

Rata-rata hanya terdiri dari 250 kata, tapi bisa lebih banyak namun maksimalnya hanya 500 kata dan minimal adalah 25 kata.

Lantas, mengapa flash fiction jenis ini muncul? Tujuannya adalah untuk nilai seni karena ada anggapan bahwa sebuah gambar sering disertai dengan teks.

Pada akhirnya akan memberikan perasaan puas dan senang saat melihat kartu pos yang dilengkapi dengan cerita dan gambar sekaligus.

3. Microfiction

Microfiction, yang kadang juga disebut Nanofiction atau cerita fiksi berukuran mini yang merupakan bentuk fiksi singkat paling pendek.

Karangan ini tak lebih dari 3000 kata. Sehingga, dalam beberapa kesempatan, sering disebut sebagai drabble, dribble atau cerita enam kata (six-word stories).

4. Drabble

Drabble kadang juga dianggap sebagai cerita pendek yang jadi bagian dari microfiction diatas karena teks yang terdapat pada cerita biasanya kurang dari 100 kata tapi tidak termasuk judul.

Yang menarik, sekalipun pendek, biasanya berisikan dasar-dasar cerita yang menarik alias memiliki awal, tengah, akhir termasuk juga konflik serta resolusinya.

5. Mini saga

Mini saga, yang kadang juga disebut Dribble adalah jenis flash fiction yang maksimal katanya tak lebih dari 50, belum termasuk judul.

Dengan demikian, menulis cerita jenis ini akan sangat menantang. Selain harus pandai memilih kata, juga harus bisa melibatkan unsur-unsur penting dalam cerita, jika memungkinan.

6. Six-word stories

Six-word stories atau cerita enam kata, yang merujuk pada metode pelatihan atau metode meringkas esensi dari sebuah cerita.

Memang tidak mudah untuk menulis enam kata yang benar-benar bisa mewakili semua cerita. Mengapa demikian? Karena harus melibatkan konflik dan resolusi juga.

Contoh paling menarik dari flash fiction jenis ini bisa dilihat dari Six-word stories karya Ernest Hemingway yang berbunyi: For sale: baby shoes, never worn.

Atau dijual, sepatu bayi, tidak pernah dipakai. Cerita tersebut pendek, tapi ada makna mendalam, yang membuat pembaca merenung dulu untuk memahami artinya.

Karakteristik Fiksi Cepat

Perbedaan Novel, Novelet, Novella, Cerpen, Cerbung dan Roman
Gambar via Pinterest

Tentu saja, agar suatu karangan atau karya bisa disebut fiksi cepat atau fiksi kilat, yang anda sebut sebagai flash fiction, maka ia harus memiliki karakteristik dibawah ini, seperti:

1. Singkat

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana fiksi kilat menggunakan kata-kata yang ringkas untuk menggambarkan seluruh cerita dalam beberapa paragraf saja.

Dengan demikian, tidak ada balasan kata yang umum digunakan dalam flash fiction. Tapi, dari jenisnya diatas bisa diketahui kalau flash fiction minimal terdiri dari enam kata dan maksimal 1000 kata.

2. Plot yang lengkap

Sekalipun disajikan secara ringkas, tapi flash fiction tetap memiliki plot yang lengkap karena memang ia adalah sebuah cerita.

Artinya, ia memiliki awal, tengah dan akhir. Sehingga, fiksi kilat ini berbeda dengan puisi, prosa, atau mungkin puisi esai.

Karena tujuan pembuatan karangan tersebut adalah untuk mengeksplorasi emosi, ingatan atau pemikiran tanpa plot.

3. Surprise

Sekalipun pendek tapi berkat plotnya tersebut, fiksi kilat tentu memberikan kejutan yang menarik dan terkadang tak terduga.

Dan itu bukan gimmick, karena tujuannya adalah untuk mendorong pembaca berpikir secara mendalam tentang makna sebenarnya dari cerita.

Unsur-Unsur Dalam Fiksi Singkat

Perbedaan Novel, Novelet, Novella, Cerpen, Cerbung dan Roman
Gambar via creativebloq.com

Sama seperti cerita pada umumnya dimana flash fiction juga mempunyai beberapa unsur yang membuatnya menarik sehingga layak dibaca.

Mulai dari pemilihan genre, tokoh yang diangkat, konflik dan bagaimana membuat endingnya. Agar jelas, berikut disajikan beberapa unsur flash fiction, diantaranya:

  • Tema merujuk pada jenis fiksi cepat apa yang ingin dibuat apakah itu microfiction, mini saga, drabble, sudden fiction, postcard fiction dan lain sebagainya
  • Selanjutnya tentukan siapa tokoh atau penokohan seperti apa yang diinginkan. Tidak perlu detail, cukup hadirkan secara singkat. Jika perlu, bisa sampaikan siapa namanya, dan informasi sentral lain, umur dan jenis kelamin misalnya
  • Alur cerita harus dibuat dari awal, tengah sampai akhir. Layaknya cerita pada umumnya, tapi tidak boleh eksplorasi terlalu jauh. Cukup gambarkan secara ringkas. Karena itu, penting untuk menggunakan kata-kata yang sesuai
  • Setting tempat dengan melibatkan informasi tempat yang umum tapi penting seperti tempatnya dimana, waktunya kapan dan suasana
  • Konflik merujuk pada masalah yang muncul dalam tokoh cerita
  • Ending atau akhir cerita apakah itu berakhir bahagia, sedih atau menggantung. Tapi, agar ia menarik, edinginya harus twisted, sehingga pembaca tercengang

Agar unsur-unsur diatas muncul dalam karangan, sebaiknya buat rancangan awalnya dulu soal tema, tokoh sampai plotnya.

Dari sinilah kemudian dikembangkan jadi cerita utuh dengan tetap memperhatikan aspek-aspek utama dari fiksi cepat yakni teksnya yang singkat dan padat.

Tips buat Flash Fiction yang menarik

Macam-Macam Jenis Artikel Berdasarkan Tujuan, Gaya Penulisan dan Isi
Gambar via penguin.co.uk

Jika ada dari anda yang berencana buat karya fiksi jenis ini, ada beberapa tips yang bisa dicoba agar tulisan itu menarik, diantaranya:

1. Selalu awali dengan konflik

Jika cerita diawali dengan konflik, orang-orang ingin lebih tertarik untuk membaca suatu cerita, secara tidak sadar.

Konflik juga akan memicu pertanyaan liar dari pembaca seperti bagaimana akhirnya? Tapi tetap sampaikan secara ringkas dan padat

2. Dialog yang proporsional

Dialog yang efektif adalah dialog yang dibuat sependek mungkin. Artinya, jika buat fiksi cepat, usahakan dialog yang dibuat itu padat, jelas dan sesuai sama alur cerita.

Artinya, jangan bertele-tele buat dialognya karena bisa saja, percakapan tersebut justru membuat cerita jadi lebih panjang dan kompleks.

Dengan demikian, tujuan anda buat cerita sudah tidak lagi sesuai dan jika terpaksa diterbitkan, audiens tidak akan tertarik dengan isi cerita yang disampaikan.

3. Diksi yang sesuai

Diksi juga harus dipakai secara proporsional. Mengapa demikian? Penggunaan diksi dalam karangan ibarat dua sisi mata uang yang berbeda.

Artinya, jika diksi yang digunakan tidak tepat, cerita akan kabur dan tidak menarik. Sebaliknya, jika tepat, tentu saja pembaca akan tertarik.

4. Tentukan endingnya

Ending seperti apa yang mau disampaikan? Umumnya, agar memberikan kepuasan kepada pembaca, ending bahagialah yang akan dipilih penulis.

Jika membuat mereka penasaran dengan cerita, maka bisa buat endingnya menggantung. Sehingga, memberikan jeda bagi audiens untuk berpikir, bagaimana ending ideal yang diharapkan oleh mereka dalam cerita.

5. Editing

Jika fiksi cepat buatan anda sudah jadi, langkah selanjutnya adalah membuat perubahan atau perbaikan terhadap tata bahasa, diksi, tata bahasa serta ejaan.

Ini penting untuk memastikan bahwa flash fiction yang dibuat sesuai dengan kaidah tata bahasa dan layak dibaca.

Penutup

Bagi beberapa orang, menulis cerita fiksi kilat atau fiksi cepat ini jadi salah satu bentuk latihan kreatif awal saat menulis karangan yang lebih panjang berikutnya.

Jadi, jika ada punya rencana di masa mendatang untuk buat novel sendiri, buat novelet atau mungkin naskah lain, boleh melatih diri dengan menulis fiksi kilat.

Demikian artikel tentang pengertian flash fiction atau fiksi kilat termasuk pengertian, unsur-unsur dan tips. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar