10+ Fakta Jalan Salib Yang Wajib Diketahui Umat Katolik

3 min read

Ada beberapa fakta jalan salib yang mungkin tidak diketahui oleh anda yang beragama Katolik. Karena itulah saya mengulasnya di artikel ini.

Selama masa Prapaskah, umat Katolik di seluruh dunia mengadakan devosi Jalan Salib. Ibadah jalan salib ini dilaksanakan setiap hari jumat minggu berjalan pada masa advent dan puncak dari ibadah ini ada pada Jumat Agung.

Jalan salib sendiri merupakan gambaran jam-jam terakhir Putra Allah, yakni Yesus Kristus berada di dunia.

Jalan salib juga memiliki fungsi sebagai pengingat akan penderitaan Yesus, yang harus mengorbankan dirinya demi keselamatan manusia.

Lewat jalan salib, Yesus mengesampingkan otoritas Ilahi-Nya untuk menyediakan jalan keselamatan lewat pengorbanan yang Ia lakukan.

Sebagai umat Katolik, mengikuti jalan salib adalah satu kewajiban. Karena ini termasuk salah satu devosi yang ada dalam liturgi katolik untuk mendalami jalan penderitaan Yesus Kristus.

Untuk anda yang penasaran tentang fakta-fakta menarik dari jalan salib, sebaiknya baca artikel ini sampai habis.

10 Fakta Jalan Salib Yang Wajib Diketahui Umat Katolik

Lantas, fakta jalan salib apa saja yang harus diketahui oleh umat Katolik? Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan artikelnya untuk anda.

1. Jalan salib merupakan salah satu devosi dalam gereja Katolik

fakta jalan salib
via timesofisrael.com

Jalan Salib merupakan salah satu devosi dalam daftar panjang doa-doa Katolik. Devosi adalah bentuk doa yang bukan bagian resmi liturgi umum Gereja.

Selain itu, devosi juga sering dilakukan dalam praktik-praktik kerohanian yang terkenal di kalangan umat Katolik seperti Doa Rosario dan lain sebagainya.

2. Devosi jalan Salib pertama kali dilakukan oleh St. Antonius de Padua

St. Antonius de Padua
St. Antonius de Padua

Devosi Jalan Salib merupakan salah satu devosi yang pertama-tama dilakukan oleh St. Antonius de Padua.

Semasa hidupnya, orang kudus yang satu ini melakukan jalan salib sebagai salah satu bentuk doa pribadinya.

Cara doa tersebut kemudian berkembang di kalangan Gereja Katolik setelah St. Antonius de Padua meninggal.

3. Via Dolorosa sebelumnya hanya dipraktekan di Yerusalem

Via Dolorosa
voa lakeviewunited.ca

Mula-mula Jalan Salib atau “Via Dolorosa” (Jalan Penderitaan) ini hanya dipraktekan di Yerusalem dan sekitarnya.

Setelah abad ke-12, praktek devosi ini menyebar ke sebagian besar wilayah Eropa yang dibawa oleh Ksatria setelah Perang Salib berakhir.

4. Jalan salib sangat identik dengan Gereja Katolik

fakta jalan salib
via tripadvisor.com

Devosi Jalan Salib lebih banyak berkembang di tengah-tengah Gereja Katolik. Sementara, untuk Gereja Anglikan dan Lutheran tidak banyak yang melakukan devosi semacam ini.

5. Di Indonesia, Jalan Salib pertama kali diperkenalkan oleh Ordo Fransiskan

jalan salib
via hidupkatolik.com

Devosi Jalan Salib pertama kali diperkenalkan secara luas oleh Ordo Fransiskan, Ordo/Tarekat hidup bakti di mana St. Antonius de Padua bergabung pada abad ke-14.

Para Romo dan biarawan “Ordo Fratrum Minorum” (OFM) inilah paling berjasa memperkenalkan Jalan Salib kepada umat Katolik di Indonesia, khususnya.

Saat ini, imam-imam OFM dan Fransiskan juga telah berkarya diberbagai wilayah di Indonesia.

6. Jumlah perhentian jalan Salib

fakta jalan salib
via hidupkatolik.com

Awalnya, jumlah perhentian Jalan Salib bukanlah 14 atau 15 seperti yang ada sekarang ini. Umat Katolik dalam kelompok-kelompok doa tertentu punya ketentuan sendiri untuk jumlah perhentiannya.

Dengan demikian, ada yang melakukan jalan Salib dengan jumlah 3 perhentian, sementara yang lainnya 10 perhentian.

7. Paus Klemens XII kemudian menetapkan jumlah perhentian dalam Jalan Salib secara universal

fakta jalan salib
paus Klemens XII/via wikipedia.org

Melihat praktik yang beragam itu, pada abad ke-18, Paus Klemens XII turun tangan dengan menetapkan jumlah dan lokasi perhentian Jalan Salib secara definitif seperti yang dikenal sekarang ini.

8. Meski demikian, hanya ada 8 perhentian yang tertulis dalam Kitab Suci

fakta jalan salib
Ilustrasi perhentian ke-8 pada ibadah jalan salib/via wartajohnberd

Dari 14 perhentian Jalan Salib, hanya delapan saja yang tertulis dengan jelas pada Kitab Suci yakni perhentian 1, 2, 5, 8, 10, 11, 12 dan 14.

Sementara perhentian 3, 4, 6, 7 dan 9 tidak terungkap secara eksplisit. Dan perhentian ke-13 dianggap sebagai pelengkap saja agar lebih runut.

9. Jasa Paus Yohanes Paulus ke-II

Paus Yohannes paulus ke-II
via republika.co.id

Paus Yohanes Paulus II kemudian memperkenalkan versi Jalan Salib baru yang disebut “Scriptural Way Of Cross” pada perayaan Jumat Agung tahun 1991.

Penerusnya, Paus Benediktus XVI, kemudian melanjutkan pembaruan dari devosi jalan Salib dan terus bertahan sampai sekarang.

Meski secara tradisional tidak ada perhentian ke-14 yang merupakan waktu dimana Yesus bangkit, namun dalam praktiknya, perhentian ke-14 ini tetap ditambahkan agar menjadi satu-kesatuan yang utuh sebelum Yesus ditangkap hingga bangkit dari kematian.

10. Memperoleh pengampunan atau Indulgensi

fakta jalan salib
via .st-stefanus.or.id

Bagi umat Katolik yang ikut devosi Jalan salib, yang biasanya dilaksanakan setiap hari jumat pada masa Prapaskah mempercayai bahwa lewat devosi tersebut mereka akan memperoleh indulgensi atau pengampunan atas dosa-dosanya.

Sebagai puncak dari pengampunan ini, mereka wajib mengikuti Devosi atau jalan salib terakhir yang akan dilaksanakan pada Jumat Agung.

Penutup

Agama Katolik adalah salah satu agama yang kaya dengan tradisi dan devosi. Salah satunya adalah jalan salib yang biasanya dilaksanakan pada masa prapaskah.

Di Indonesia, praktek Jalan salib ini dilakukan di dalam gereja. Pada jumat Agung, ada beberapa Paroki yang melakukan perarakan dengan jumlah perhentian yang sama.

Nah demikian artikel tentang 10 fakta jalan salib yang tak banyak diketahui oleh umat Katolik. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *