Ekologi Adalah: Pengertian, Cabang, Ruang Lingkup dan Tujuan Pembelajaran

Sederhananya, ekologi adalah studi tentang sistem lingkungan. Terkadang, disiplin ilmu ini disebut dengan ekonomi alam.

Dalam banyak kesempatan, kata ini sering diartikan secara normatif ketimbang arti sebenarnya. Alasannya? Karena istilah ini sering merujuk pada hal-hal negatif yang berhubungan dengan alam.

Saya juga demikian dan ini enggak salah meski enggak sepenuhnya benar. Mengapa? Karena ekologi sebenarnya adalah studi dengan cakupan ilmu yang luas.

Artinya, ia tidak saja mempelajari tentang kerusakan lingkungan atau alam tetapi juga mempelajari interaksi yang terjadi didalamnya.

Di artikel kali ini saya hendak mengulas pengertian ekologi, cabang, ruang lingkup dan tujuan pembelajaran. Berikut artikelnya untuk anda.

Pengertian ekologi adalah

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI] ekologi adalah ilmu tentang timbal balik antara makhluk hidup dan kondisi alam sekitar [lingkungannya].

Ada juga ahli yang berpendapat bahwa ekologi adalah studi atau cabang ilmu pengetahuan yang secara khusus mempelajari interaksi antar makhluk hidup dalam suatu lingkungan atau ekosistem.

Istilah ekologi berasal dari bahasa Yunani, Oikos yang berarti Habitat dan logos yang berarti Ilmu. Dengan demikian, secara harafiah Ekologi berarti ilmu yang mempelajari habitat.

Kata ini pertama kali digunakan sebagai judul pada salah satu buku karya seorang Zoologis Jerman Ernst Haeckel dengan judul ├ľkologie.

Kemudian diserap ke bahasa Inggris, Ecology lalu dipakai dalam bahasa Indonesia menjadi Ekologi.

Dalam konteks habitat ini, maka ekologi akan melihat atau mengamati berbagai hal tentang habitat, seperti:

  • Tempat tinggal bagi mahluk hidup mulai dari hewan, manusia dan tumbuhan
  • Tempat hidup organisme tertentu yang alami atau yang bisa diartikan sebagai lingkungan kehidupan asli
  • Tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan, hewan dan manusia dengan kondisi tertentu
  • Interaksi antar kediaman entah buatan manusia seperti perkotaan dengan habitat asli tumbuhan atau hewan

Dengan demikian, fokus ilmu ekologi ada pada bagian-bagian habitat tersebut, baik yang bisa diamati secara langsung atau tidak.

Kalau pendekatan hubungan dipakai akan menghasilkan suatu sistem yang disebut sistem lingkungan. Sistem inilah yang menghasilkan interaksi antar komponen di alam.

Saat ini, ekologi sudah dianggap sebagai salah satu disiplin ilmu akademis layaknya Matematika, Fisika atau Geografi.

Meski kata ini sering digambarkan atau dikonotasikan oleh publik dan media tentang suatu masalah normatif atau evaluatif tentang suatu kejadian ekologis entah itu yang buruk atau baik [lebih banyak buruknya].

Sorotan utama di artikel ini bukan pada kejadian tersebut melainkan pada disiplin ilmu ekologis pada umumnya.

Alasannya sederhana, saat istilah normatif diatas mulai digunakan maka akan melibatkan berbagai dimensi mulai dari ekonomi, politik, penyakit, kerusakan lingkungan dan lain sebagainya.

Dan ini tidak adil jika hanya dipandang dari sudut lingkungan. Disamping itu, banyak ahli ekologi yang juga tidak senang penggunaan istilah ini.

Karena tidak bisa digunakan untuk menggambarkan kesadaran publik secara menyeluruh tentang masalah lingkungan.

Cabang Ekologi

Karena merupakan suatu disiplin ilmu maka ekologi juga punya beberapa cabang. Dengan kata lain, ilmu ini telah menginduki beberapa bidang pengetahuan lain.

Berikut disajikan beberapa cabang ekologi yang sudah diterima secara luas, diantaranya:

1. Ekologi antariksa

Ekologi antariksa adalah salah satu cabang dalam ekologi yang secara khusus mempelajari tentang pengembangan ekosistem yang bisa meregenerasi sebagian atau seluruhnya untuk menyokong kehidupan manusia selama penerbangan ruang angkasa yang memakan waktu lama.

2. Ekologi bahasa

Ekologi bahasa adalah salah satu cabang dalam ekologi yang khusus menyelidiki tentang interaksi antar bahasa dan lingkungannya.

Objek studinya fokus pada etnolinguistik dan sosiolinguistik. Etnolinguistik sendiri adalah cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum mengenal tulisan.

Sementara, sosioliguistik adalah ilmu tentang bahasa yang digunakan dalam interaksi sosial atau merupakan cabang lingkuistik yang khusus mempelajari hubungan dan pengaruh antar perilaku bahasa dan perilaku sosial.

3. Ekologi ekosistem

Ekologi ekosistem adalah cabang ekologi yang berkaitan dengan analisis ekosistem yang dipandang dari sudut struktural dan fungsionalitas yang didalamnya termasuk hubungan antar ekosistem biotik dan abiotik.

Ekosistem sendiri berarti keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam.

Sementara, biotik berarti makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan dan manusia baik yang berukuran mikro atau makro dan biotik adalah sebaliknya atau sesuatu yang tidak memiliki ciri hidup atau tidak hidup.

4. Ekologi habitat

Ekologi habitat adalah cabang ilmu ekologi yang menitikberatkan pada sifat habitat, misalnya ekologi air tawar, ekologi laut atau ekologi hutan.

Habitat sendiri dapat diartikan sebagai tempat hidup organisme tertentu baik itu hewan, tumbuhan atau manusia dan kadang disebut dengan lingkungan atau kehidupan asli.

5. Ekologi hewan

Ekologi hewan adalah cabang ilmu ekologi yang khusus mempelajari hewan sebagai organisme hidup dengan mengabaikan tumbuhan atau manusia.

Konteks ekologi hewan juga mempelajari berbagai hal tentang hewan mulai dari medio komunikasi yang digunakan, makanan, arus migrasi dan lain sebagainya.

6. Ekologi manusia

Ekologi manusia adalah salah satu cabang ilmu ekologi yang khusus mempelajari keadaan lingkungan yang punya hubungan langsung dengan manusia.

7. Ekologi pelestarian

Ekologi pelestarian adalah salah satu cabang ilmu ekologi yang mempelajari pengelolaan wajar sumber daya alam entah itu air, tanah dan laut untuk kesejahteraan manusia.

8. Ekologi populasi

Ekologi populasi adalah cabang ilmu ekologi yang menitikberatkan pada hubungan antar kelompok mahluk hidup termasuk didalamnya jumlah individu dan faktor-faktor penentuan besar populasi serta penyebarannya.

9. Ekologi produksi

Ekologi produksi adalah cabang ilmu ekologi yang secara khusus mempelajari hubungan antar produksi kasar dan produksi bersih.

Tujuannya untuk mencari tahu macam ekosistem sehingga pengelolaan dapat dilakukan sewajarnya untuk mendapatkan hasil yang maksimum.

10. Ekologi purbakala

Ekologi purbakala adalah cabang ilmu ekologi yang berhubungan dengan makhluk purbakala namun fokus untuk melacak proses evolusi dan asal-usul [tempat dan waktu] kelompok tumbuhan dan hewan purbakala tersebut.

11. Ekologi radiasi

Ekologi radiasi adalah salah satu cabang ekologi yang khusus mempelajari bahan radioaktif atau radiasi dan pengaruhnya dengan lingkungan atau alam sekitar.

12. Ekologi serangga

Ekologi serangga adalah salah satu cabang ekologi yang secara khusus mempelajari hubungan antar serangga dengan serangga, serangga dengan lingkungannya atau serangga dengan manusia, hewan dan tumbuhan.

13. Ekologi sosial

Ekologi sosial adalah cabang ilmu ekologi yang mempelajari hubungan penduduk dengan lingkungan alam, teknologi dan manusia itu sendiri.

14. Ekologi taksonomi

Ekologi taksonomi adalah cabang ilmu ekologi yang mempelajari golongan taksonomi, misalnya hubungan antara ekologi serangga dan ekologi mikroba atau bakteri dengan manusia.

Dalam konteks taksonomi ini, maka ekologi akan melihat beberapa bagian seperti:

  • Pengklasifikasian objek entah itu hewan, manusia atau tumbuhan
  • Menelaah penamaan, perincian dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan sifatnya
  • Bertujuan untuk klasifikasi unsur bahasa menurut hubungan hierarkis atau satuan fonologisnya
15. Ekologi tumbuhan

Ekologi tumbuhan adalah cabang ilmu ekologi yang khusus mempelajari tumbuhan sebagai organisme hidup dengan mengabaikan unsur hidup lain seperti hewan dan manusia.

16. Ekologi tumbuhan pengganggu

Ekologi tumbuhan pengganggu adalah cabang ilmu ekologi yang khusus mempelajari hubungan timbal balik antara tumbuhan pengganggu dan lingkungannya.

Ruang lingkup ekologi

Ruang lingkup ekologi juga perlu diketahui oleh anda untuk melihat cakupan atau objek apa saja yang dipelajari oleh disiplin ilmu satu ini.

Berikut disajikan ruang lingkup pembelajaran ekologi, diantaranya:

1. Individu

Individu, dalam konteks ekologi dapat diartikan sebagai organisme yang hidupnya berdiri sendiri. Atau secara fisiologis ia bersifat bebas alias tidak punya hubungan organik dengan sesamanya.

2.  Populasi

Populasi adalah kebalikan dari Individu. Dalam konteks ekologis, populasi punya beberapa pengertian, seperti:

ekologi adalah
Populasi adalah salah satu objek studi ekologi via genalice.com
  • Seluruh jumlah orang atau penduduk pada suatu daerah
  • Jumlah orang atau pribadi dengan ciri-ciri sama
  • Jumlah penghuni, baik manusia atau makhluk hidup lainnya pada satuan ruang tertentu
  • Sekelompok orang, benda atau hal yang menjadi sumber pengambilan sampel atau suatu kumpulan yang memenuhi syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian

Dengan kata lain, ekologi bisa fokus ke individu atau organisme dan bisa juga fokus ke dalam skala besar atau populasi.

Ruang lingkup ini juga fokus pada kelimpahan dan distribusi spesies tertentu dan faktor-faktor yang menyebabkan distribusi tersebut.

3. Komunitas

Komunitas adalah kelompok organisme entah itu manusia, hewan atau tumbuhan yang hidup dan saling berinteraksi.

Konteks komunitas dalam ekologi hanya terpaku pada satu kelompok daerah tertentu dengan peran masing-masing.

Dengan kata lain, ekologi komunitas juga berkaitan dengan jumlah spesies yang ditemukan di lokasi tertentu.

Termasuk didalamnya ekologi ekosistem yang berkaitan dengan struktur dan fungsi seluruh rangkaian mikroba, tanaman, hewan atau lingkungan abiotik mereka.

Dengan fokus utama pada aliran energi dan nutrisi ekosistem dengan pendekatan yang di kombinasikan berdasarkan analisis dan simulasi komputer.

Ruang lingkup ini juga kadang disebut sebagai sistem ekologi karena pendekatannya yang harus melibatkan beberapa bidang ilmu lain untuk dikombinasikan.

4. Biosfer

Konteks ini lebih luas dan mencakup semua hal yang berkaitan dengan tiga ruang lingkup yang sudah saya sebutkan diatas.

Biosfer juga jadi objek studi Geologi dan beberapa bidang ilmu lain. Untuk ekologi, pembelajaran hanya fokus pada interaksi dimana lingkungan jadi tempat tinggal seluruh mahluk hidup.

Dalam hal biosfer, ekologi fokus pada beberapa bidang, seperti:

  • Ekologi Fisiologis yang khusus mempelajari kaitan atau respon spesies tunggal terhadap kondisi cahaya seperti suhu atau cuaca
  • Ekologi evolusioner yang dapat beroperasi pada tingkat kehidupan apa saja. Yang paling sering terjadi ada pada tingkat fisiologis dan populasi atau yang dikenal dengan area ekologi karena sifatnya yang dan dinamis. Fokus utamanya untuk memahami bagaimana seleksi alam bekerja sekaligus untuk memahami bagaimana evolusi mempengaruhi struktur dan fungsi organisme tersebut
Tingkat organisasi Ekologi

Terkadang, ekologi juga dianggap sebagai bagian dari perspektif lingkungan geografis dan geologi, karena objek studinya yang berkaitan erat.

Dengan demikian, subjek pembelajaran ekologi terdapat di seluruh dunia alami, termasuk bagian yang hidup dan yang tidak hidup.

Karena hubungan inilah akhirnya lahir beberapa disiplin ilmu yang dipadukan dengan disiplin ilmu lain karena objek studinya.

Salah satu contohnya adalah biogeografi yang fokus pada distribusi tanaman dan hewan yang bisa dilihat atau diamati serta alasan dibalik distribusinya.

Baru-baru ini ekologi juga sudah dimasukkan ke sektor pertanian dan botani yang didominasi oleh manusia sebagai lahan penggembalaan hewan domestik, untuk tempat tinggal seperti kawasan perkotaan atau untuk taman industri.

Ekologi industri adalah disiplin ilmu yang belum lama ini dikembangkan di Eropa. Tujuannya untuk mempelajari energi dan material industri serta manfaatnya secara ekologi.

Misalnya, jika ekologi industri diterapkan ke perusahaan mobil memungkinkan untuk menemukan bahan bakar alternatif atau untuk mencapai efisiensi energi manufaktur yang digunakan.

Untuk ekologi industri ini memang masih fokus pada tataran teoritis untuk tujuan generalisasi aspek-aspek apa saja yang bisa digunakan guna mencapai tujuan tersebut.

Disisi lain, realisasinya diberikan pada bidang ekologi terapan lain untuk kemudian dikembangkan dengan pendekatan apa saja.

Namun tetap mempertimbangkan aspek-aspek lingkungan, dampak serta kontribusi secara langsung. Dengan kata lain, ini juga termasuk bidang ilmu biologi konservasi.

Tujuan pembelajaran ekologi

Secara umum, ada empat alasan utama mengapa seseorang ingin belajar ekologi , diantaranya:

1. Untuk mengetahui lingkungan sekitar

Sebagai mahluk hidup, manusia tentu ingin mempelajari hal-hal apa saja yang ada di alam sekitarnya termasuk hewan dan tumbuhan atau tanaman.

Hanya saja, pembelajaran itu terkadang melupakan interaksi antar setiap komponen. Makanya, ekologi muncul sebagai disiplin ilmu yang fokus pada hal tersebut.

Ibaratnya seperti anda suka seni lalu pengen ikut kursus sejarah seni atau kursus lain. Dengan demikian, pengetahuan tentang alam akan memicu kesadaran atas alam lebih baik lagi.

Agar degradasi lingkungan yang disebabkan oleh manusia bisa diminimalisir supaya seluruh ekosistem alam tetap terjaga dan tidak punah.

2. Untuk alasan ekonomis

Sebagian besar lingkungan telah di eksploitasi untuk tujuan ekonomis. Makanya, ekologi kemudian ingin melebarkan tujuan pembelajaran ke berbagai sektor.

Entah itu hutan, perikanan, pertanian, dan lain sebagainya. Tujuannya untuk menciptakan kesadaran atas lingkungan sekaligus untuk mengetahui ketersediaan makan dan serat yang dibutuhkan oleh semua organisme hidup dalam tataran cukup.

Di beberapa wilayah, banyak kalangan yang berpandangan bahwa ekologi dan pertanian itu berbeda. Untuk mengatasi ini, ilmu ekologi pun diperlebar subjek studinya menjadi ekologi tanaman dan ekologi padang rumput.

3. Memahami dinamika kehidupan

Dari sudut pandang ekologi, manusia adalah salah satu makhluk hidup yang paling mudah dipahami seperti juga tumbuhan.

Dalam konteks manusia, pemahaman ini tentu terbatas pada populasi [demografi], termasuk makanan yang dikonsumsi serta interaksinya dengan alam sekitar.

Pemahaman dinamika kehidupan seperti ini sangat penting untuk mengetahui jati diri dan aspek-aspek lain yang mempengaruhi manusia.

4. Mengetahui peran manusia dalam lingkungan secara global

Dari sudut pandang ini, maka peran manusia sangat besar bagi lingkungan. Implikasi paling mendasar bisa dilihat dalam ekosistem, dimana manusia sedang mencoba mengambil atau mengubah jalannya alam.

Dengan kata lain, memahami dan memprediksi perubahan tersebut bisa membantu manusia untuk mencari solusi atas masalah tersebut.

Namun karena ruang lingkup ekologi sifatnya integratif, banyak ahli ekologi yang fokus pada objek studi saja dan bukan untuk mengusulkan bentuk kesadaran baru bagi manusia tentang alam sekitarnya.

Disisi lain, pembelajaran ekologi juga masih melibatkan berbagai aspek ilmu lain seperti Fisika, Kimia, Biologi termasuk juga evolusi, meteorologi, astronomi, hidrologi, geografi dan lain sebagainya.

Karena itu, cakupan ilmu ekologi sangat luas. Meski sebagian besar pembelajaran ekologi melibatkan materi biologi, fokusnya saja yang berbeda.

Penutup

Ekologi tidak bisa dijadikan sebagai gagasan atau studi saja melainkan untuk menciptakan kesadaran yang tidak saja ada pada tataran normatif.

Artinya, dengan ekologi seseorang bisa mempelajari atau memahami hewan atau tumbuhan yang mungkin terpengaruh atau dipengaruhi oleh sesuatu.

Saat hubungan-hubungan tersebut bisa ditangkap secara konseptual maka akan menghasilkan kompleksitasnya sendiri.

Demikian artikel tentang ekologi adalah: Pengertian, cabang, ruang lingkup dan tujuan pembelajaran. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan komentar