Dream Catcher: Asal Usul, Sejarah, Bentuk dan Penggunaan

Salah satu oleh-oleh unik yang umum ditemukan dalam toko souvenir adalah dream catcher atau yang dalam bahasa Indonesia disebut penangkap mimpi.

Yang menarik, benda ini hampir ditemui di seluruh dunia berkat pertukaran pengetahuan kebudayaan yang tinggi sejak beberapa dekade terakhir.

Meski demikian, dalam beberapa kebudayaan, benda ini dianggap sebagai jimat yang wajib ada di setiap rumah untuk berbagai alasan.

Penempatannya sendiri cukup variatif bisa di dalam kamar, di atas tempat tidur, di jendela dan lain sebagainya.

Tapi, apa sih dream catcher atau penangkap mimpi itu? Apa fungsinya? Apa manfaatnya? Bagaimana penggunaannya? Jika penasaran, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Asal-usul dan sejarah Dream Catcher

Dream Catcher
© atlasobscura.com

Dream catcher atau penangkap mimpi adalah gantungan berjuntai yang terbuat dari jaring laba-laba atau serat alami pohon Willow yang sudah ditenun yang dilengkapi dengan bulu dan manik-manik.

Dalam sejarahnya, bentuk awal dari dream catcher adalah bentuk laba-laba. Dan laba-laba, dalam banyak kebudayaan di dunia, dianggap sebagai serangga yang menakutkan.

Tapi tidak bagi suku Ojibwe atau Chippewa, yang menangkap hewan tersebut sebagai simbol perlindungan, kenyamanan dan keamanan.

Dalam legenda Ojibwa kuno, ada wanita mistis yang dijuluki sebagai wanita laba-laba yang dipercaya memulai kehidupan di dunia.

Baca Juga:

Dan wanita tersebutlah yang memberikan perlindungan spiritual bagi suku tersebut. Secara khusus kepada anak kecil dan bayi yang baru lahir.

Selama ratusan tahun, lagenda ini bertahan seiring dengan tumbuhnya komunitas Ojibwa terlebih di Amerika Utara.

Sehingga, sangat sulit bagi wanita laba-laba tersebut untuk melindungi semua anggota suku terlebih yang sudah bermigrasi jauh.

Dia kemudian menciptakan penangkap mimpi untuk diberikan kepada setiap penduduk asli Amerika yang kemudian disebut Asibikaashi.

Dream Catcher
© owlcation.com

Mengikuti teladannya, ibu-ibu kemudian membuat dream catcher sendiri untuk melindungi anak-anak dan keluarga mereka yang jauh.

Dalam praktiknya kemudian, penangkap mimpi dianggap sebagai jimat yang dipergunakan untuk berbagai hal seperti melindungi orang yang tidur, terlebih anak-anak dari mimpi buruk atau roh jahat.

Penduduk asli Amerika percaya bahwa pada malam hari, udara dipenuhi dengan mimpi entah itu yang baik atau yang buruk.

Karena itu, mereka menggantung benda ini di atas tempat tidur dengan tujuan untuk menarik dan menangkap semua jenis mimpi lewat gantungan yang berjuntai tersebut.

Jika mimpi itu bagus, maka ia akan melewati benang lalu meluncur ke bulu bagian bawah sehingga jatuh kepada orang yang ada dibawahnya.

Sementara, jika mimpi tersebut buruk maka hanya akan terperangkap di jaring lalu dihancurkan dan dibakar saat siang hari oleh sinar matahari.

Pada akhirnya, benda ini telah mempengaruhi penafsiran mimpi dari masyarakat. Yang pada akhirnya, mempengaruhi kebudayaan dan spiritual penduduk asli Amerika selama berabad-abad.

Mereka percaya bahwa mimpi memiliki pengaruh pada jiwa sadar pemimpi. Dan menurut mereka, mimpi bisa berdampak pada karakter seperti kedewasaan, kebaikan dan kesetiaan.

Selain suku Ojibwa, ada juga suku lain yang percaya dengan dream catcher yakni Lakota. Fungsi dan bentuknya sama tapi ada perbedaan pada kepercayaan.

Dimana, suku lakota menganggap Dream catcher hanya menangkap mimpi yang baik sehingga menjadi bagian dari jaring kehidupan.

Sementara, mimpi yang buruk akan menjauh atau tidak singgah pada dream catcher. Meski dalam praktiknya, mimpi buruk dianggap tidak akan ditangkap dan hanya melewati lubang yang ada di tengahnya.

Sebagai catatan, suku Ojibwe adalah suku asli Amerika yang tersebar dari kanada hingga wilayah Amerika utara lainnya.

Sementara, suku Lakota juga menghuni daratan yang sama. Sehingga, difusi objek dari dream catcher juga merupakan bagian dari kebudayaan mereka.

Bentuk Penangkap mimpi

Dream Catcher
© shopify.com

Secara tradisional, dream catcher memiliki 8 titik atau lubang dimana jari-jari akan disematkan. Titik-titik tersebut melambangkan laba-laba.

Mengapa bentuknya menyerupai laba-laba? Kembali ke legenda Putri laba-laba yang berkembang dalam suku Ojibwe. Dimana, laba-laba melambangkan energi, pembelajaran, perlindungan dan kebijaksanaan.

Utamanya, dream catcher berbentuk bulat dan terbuat dari kayu. Sementara, jaringnya dirajut dan dihiasi dengan bulu atau manik-manik hasil buatan tangan.

Tiap bagian dari dream catcher itu memiliki arti dan makna sendiri-sendiri, diantaranya:

  • Bentuk bulat melambangkan roda kehidupan yang terus berputar. Secara tradisional, bentuk tersebut melambangkan matahari dan bulan yang selalu mengitari bumi siang dan malam, tanpa henti.
  • Bulu secara tradisional merupakan penyalur mimpi. Sehingga, apabila mimpi itu baik, maka akan disalurkan kepada orang yang tidur dibawahnya
  • Manik yang melambangkan laba-laba. Namun seiring waktu berkembang, manik-manik tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri dimana diartikan sebagai simbol dari mimpi baik tapi tidak sampai disalurkan. Sehingga, terkadang ia digunakan sebagai jimat keberuntungan

Penggunaan dream catcher

Dream Catcher
© harpo-paris.com

Seiring waktu berjalan, dreamcatcher tidak saja dipakai dalam suku Ojibwe karena telah diadopsi secara luas dalam berbagai kebudayaan.

Bahkan, di dunia modern sekalipun, banyak masyarakat yang menggunakan dream catcher ini. Bahkan, digunakan dalam berbagai bentuk asimilasi kebudayaan dimana sering ditukar dalam perdagangan atau pernikahan.

Hal inilah yang kemudian melahirkan banyak sekali jenis dream catcher, yang masih memiliki kesamaan berdasarkan bentuk dan fungsinya paling tradisional.

Hanya saja, bentuk dan ukurannya sudah variatif. Ada yang ukurannya besar dan biasanya ditempatkan di depan rumah sementara yang lainnya ukurannya cukup kecil.

Dan saat ini, siapa saja bisa membuat Dream Catcher, yang tentu saja berbeda dalam kebudayaan asli Amerika dimana penangkap mimpi hanya dibuat oleh wanita.

Selain itu, setiap elemen yang terdapat di dalam penangkap mimpi harus berasal dari alam tapi wajib memiliki lingkaran untuk mempresentasikan roda kehidupan.

Lantas, bagaimana penggunaannya? Karena merupakan penangkap mimpi, maka hiasan ini boleh di tempatkan di kamar tidur, depan rumah, jendela atau mungkin ruang belajar anak.

Tapi, dari kebudayaan asli, ada larangan penempatan dream catcher secara sembarangan dimana ia tidak boleh ditempatkan di dapur dan kamar mandi.

Mengapa demikian? Karena ini akan memberikan efek negatif bagi pemilik dan keluarganya. Artinya, lebih banyak mimpi buruk yang akan datang ketimbang mimpi baik.

Karena itu, jika anda mau beli dream catcher ini sekarang, sebagai bentuk penghargaan maka tempatkanlah di posisi-posisi tersebut. Dan jangan lupa untuk membersihkannya setiap saat.

Penutup

Meski fungsi utamanya adalah untuk menangkap mimpi baik dan membuat mimpi buruk, tapi di era sekarang ini, dream catcher dianggap sebagai souvenir yang cukup lumrah digunakan.

Beberapa diantaranya bahkan dijadikan hadiah untuk teman, kenalan atau mungkin souvenir untuk para pelancong.

Sementara yang lainnya menganggap benda ini sebagai jimat pembawa keberuntungan yang wajib dibawa agar perjalanan aman.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini, jangan lupa sampaikan lewat kolom komentar dibawah.

Demikian artikel tentang dream catcher termasuk asal usul, sejarah, bentuk dan penggunaan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

2 pemikiran pada “Dream Catcher: Asal Usul, Sejarah, Bentuk dan Penggunaan”

Tinggalkan komentar