Apa itu Desk Collection dan Bedanya dengan Debt Collector?

Dua istilah diatas yakni desk collection dan debt collector sering disebut dalam berbagai pemberitaan di media massa.

Misalnya, baru-baru ini, kasus penggrebekan yang dilakukan pihak Kepolisian terhadap beberapa platform pinjaman online ilegal di beberapa tempat.

Salah satu tugas dari beberapa karyawan yang ditahan Polisi adalah Desk Collection. Tugas mereka spesifik untuk melakukan penagihan.

Disisi lain, dalam aktivitas penagihan utang atau wanprestasi, istilah lain yang lebih dikenal bahkan punya stereotip negatif di masyarakat adalah Debt Collector.

Hanya saja, banyak orang yang belum tahu apa itu Debt collector, pengertian Desk Collection serta tugas dan tanggungjawabnya apa.

Termasuk juga perbedaan Desk Collection dan Debt collector. Poin inilah yang kemudian jadi alasan utama mengapa artikel ini saya buat. Penasaran? Simak artikel ini sampai habis.

Apa itu Desk Collection?

Apa itu Desk Collection dan Bedanya dengan Debt Collector
Gambar via convergence.id

Secara sederhana, desk collection adalah orang yang bertugas melakukan penagihan kepada nasabah lewat telepon.

Karena tugas dan tanggungjawabnya demikian, maka desk collection ini disebut Debt collector online.

Dengan demikian, desk collection adalah posisi dalam satu perusahan yang tugas utamanya adalah melakukan penagihan kepada nasabah.

Ada juga istilah lain yang digunakan untuk menjelaskan bidang ini seperti staf penagihan, admin collection, bagian collection dan lain sebagainya.

Bagi perusahaan pembiayaan atau finance dan Bank, ini adalah satu bidang penting yang wajib ada. Artinya, ia merupakan suatu profesi dengan job desk sebagai berikut:

  • Menginformasikan kepada nasabah terkait dengan tagihan atau pembayaran yang tertunggak
  • Mengingatkan kepada nasabah bahwa ada tagihan yang harus dibayarkan atau tagihan yang telah jatuh tempo
  • Menangih kewajiban nasabah untuk membayar hutang atau kredit tertunggak kepada perusahaan
  • Memberikan informasi terkait denda yang harus dibayarkan ketika nasabah tidak melakukan pembayaran setelah tanggal jatuh tempo
  • Meningatkan nasabah untuk membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo agar tidak dikenai denda keterlambatan bayar

Singkatnya, deskcoll atau singkatan dari Desk Collection, adalah bagaian dari satu perusahaan yang bertugas melakukan penagihan kepada debitur.

Bedanya, semua tugas yang dilakukan itu lewat panggilan telepon ke nomor nasabah langsung termasuk juga secara online dengan memanfaatkan aplikasi pesan instan.

FYI, Desk Collection merujuk pada aktivitas penagihan dengan mengikuti SOP yang dibuat oleh perusahaan.

Sementara, orang atau karyawan yang melakukan penagihan utang secara online atau lewat panggilan telepon disebut Desk Collector.

Apa itu Debt Collector?

Apa itu Desk Collection dan Bedanya dengan Debt Collector
Gambar via istockphoto.com

Debt collector adalah orang yang bertugas melakukan penagihan pembayaran terhadap nasabah yang terlambat bayar atau wanprestasi.

Artinya, kata collector ini merujuk pada orang, karyawan atau mitra dari perusahan pembiayaan dengan dengan tugas utama untuk mengumpulkan utang tertunggak.

Dengan demikian, debt collector adalah bagian dari satu perusahaan pembiayaan atau merupakan mitra dari perusahaan yang memberikan kredit.

Baca Juga:

Mereka dipekerjakan oleh perusahan yang uangnya terutang debitur, dengan bayaran sesuai dengan jumlah total utang yang terkumpul.

Selain debt collector dan debt collection, ada juga istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas ini.

Mulai dari professional collector, petugas penyelesaian kredit bermasalah, external collector dan desk collector.

Termasuk juga jasa penagih, juru tagih, juru penagihan hutang, juru sita, mata elang dan lain sebagainya.

Apapun penyebutannya, semua merujuk pada aktivitas penagihan hutang kepada debitur yang terlambat bayar tagihan atau gagal bayar hutangnya.

Hutang, dalam konteks ini, bisa juga diartikan sebagai kredit macet atau tertunggak pada pembiayaan kendaraan bermotor, kendaraan elektronik dan lain sebagainya.

Lantas, apa saja tugas dan tanggungjawab debt collector? Ada beberapa, diantaranya:

  • Melakukan penagihan hutang kepada debitur atau kreditur yang belum melakukan pembayaran padahal tagihan sudah jatuh tempo termasuk didalamnya penyitaan terhadap objek yang dijadikan jaminan apabila debitur gagal bayar
  • Meningkatkan nasabah bahwa ada tagihan yang harus dibayar dan tagihan tersebut sudah jatuh tempo
  • Menagih kewajiban nasabah untuk membayar hutang serta mengingatkan bahwa ada tagihan yang harus dibayarkan di bulan berikutnya

Dalam kasus pinjol ilegal, mereka juga punya debt collector sendiri yang bertugas dilapangan dengan tanggungjawab yang sama seperti desk collection.

Hanya saja, penagihan dilakukan langsung alias door to door. Dengan demikian, apabila penagihan tidak bisa lagi dilakukan lewat telepon atau secara online, maka pihak perusahaan akan menagih langsung ke alamat debitur langsung.

Perbedaan Desk Collection dan Debt Collector

Lantas, apa saja perbedaan desk collection dan debt collector? Sejauh ini, ada tiga perbedaan utama, diantaranya:

1. Desk collection bagian dari perusahan sementara debt collector merupakan mitra perusahaan pembiayaan

Paling pertama adalah ada pada bidang pekerjaan dimana desk collection adalah karyawan atau staff langsung dari perusahaan yang bertugas melakukan penagihan.

Dan ini berbeda dengan debt collector yang cenderung lebih kompleks. Dimana, pekerjaan ini bisa dilakukan perusahaan pembiayaan langsung atau menggunakan pihak ketiga alias mitra.

Misalnya, perusahan leasing atau pembiayaan yang sewa jasa penagih hutang pihak ketiga diluar dari perusahaan untuk menagih utang kepada nasabah yang menunggak.

Misalnya, dalam kasus penagihan kendaraan bermotor yang tertunggak oleh debitur. Pihak leasing akan memberikan kewenangan untuk melakukan penarikan motor tersebut.

Inilah yang jadi alasan mengapa debt collector sering melakukan penagihan di jalanan sehingga mereka sering dianggap berbahaya, mengancam dan intimidatif.

Kasus-kasus seperti ini sering muncul dalam berbagai pemberitaan seperti penarikan paksa motor di tengah jalan, penarikan kendaraan bukan langsung kepada debitur dan lain sebagainya.

Itu belum ditambah lagi dengan kepastian hukum soal penarikan objek Fidusia yang dilakukan leasing apakah sesuai atau tidak.

2. Cara kerja

Perbedaan kedua ada pada cara kerja dimana pekerjaan Desk collection dilakukan secara tidak langsung alias lewat sambungan telepon.

Termasuk juga lewat chat di aplikasi pesan instan seperti WhatsApp atau mungkin lewat saluran komunikasi lain yang memungkinkan.

Sebaliknya Debt collector melakukan penagihan langsung dimana penagih akan mengunjungi debitur ke alamat rumahnya.

Ini terlihat dari penarikan atau penyitaan kendaraan yang selain dilakukan di rumah juga bisa dilakukan di jalanan umum sehingga tak jarang menarik perhatian masyarakat.

3. Sistem bayaran

Karena Desk collection merupakan karyawan atau staff langsung dari satu perusahaan maka ia digaji oleh perusahaan langsung.

Dalam beberapa kasus, gajinya bisa lebih tinggi dari gaji pokok yang didapatkan namun kembali ke berapa banyak kasus wanprestasi yang diselesaikan.

Disisi lain, apabila debt collector dilakukan oleh perusahaan langsung, maka bayaran atau gajinya langsung dari perusahaan termasuk tambahan bonus.

Hanya saja, apabila perusahaan pembiayaan menyewa mitra atau pihak ketiga, maka bayarannya didasarkan pada berapa banyak kasus yang berhasil diselesaikan.

Misalnya nih, ada kredit motor tertunggak yang dilakukan seorang debitur, maka pendapatan debt collector bisa didasarkan pada jumlah unit yang berhasil di sita atau di tarik.

Tapi bergantung juga pada durasi debitur melakukan kredit. Dari berbagai sumber, jika durasi kreditnya dibawah 6 bulan, bayaran yang didapatkan bisa Rp500 ribu.

Sementara, apabila unit motor yang ditarik itu sudah lebih dari 6 bulan mengangsur dan angsurannya baru sekali cacat, maka bayarannya bisa lebih tinggi.

Tapi mayoritas bayaran yang diterima debt collector adalah 20% dari total bayaran motor yang angsurannya macet tersebut.

Penutup

Sadar atau tidak, dua jenis pekerjaan diatas telah membentuk sterotipe baru di masyarakat karena aksi penagihan yang dianggap kelewat batas.

Misalnya, desk collection yang mengancam akan menyebarkan foto privasi nasabah, menghubungi semua kontak yang ada di telepon debitur dan lain sebagainya.

Atau mungkin debt collector yang mengacam debitur, penagihan yang dilakukan dengan kekerasan dan pemaksaan atau yang lainnya.

Meski demikian, dua pekerjaan tersebut adalah bagian penting dari perusahaan pembiayaan atau perusahaan yang memberikan kredit.

Sebab, saat sebelum meminjam, debitur biasanya sudah menyetujui terkait dengan hak dan tanggungjawabnya saat mengajukan kredit.

Hanya saja, cara-cara penagihan seperti itu dianggap tidak etis dan tak jarang berujung laporan ke pihak kepolisian oleh Debitur.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini, boleh sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang apa itu Desk Collection dan bedanya dengan Debt Collector. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar