Definisi Uang Adalah: Sejarah, Teori, Jenis dan Konsep

11 min read

definisi uang adalah

Sederhananya, uang adalah benda yang digunakan masyarakat untuk membeli sesuatu entah itu barang dan jasa.

Dalam kehidupan manusia, uang punya banyak fungsi. Salah satu fungsi yang paling penting adalah sebagai alat tukar yang sah dan diterima secara luas oleh masyarakat.

Entah itu uang logam, uang kertas, cek, bilyet giro dan lain sebagainya. Termasuk uang digital baik dalam bentuk token atau virtual money, Cripto contohnya.

Jauh sebelum uang ada, masyarakat kuno menggunakan sistem barter saat bertransaksi. Hanya saja, sistem ini punya banyak kelemahan.

Disisi lain, untuk memahami definisi uang secara utuh diperlukan pengetahuan tentang faktor-faktor ekonomi mulai dari nilai jual dan nilai beli.

Dua faktor diatas dipengaruhi oleh nilai barang atau komoditas. Dan untuk anda yang belum tahu definisi uang, termasuk sejarah, definisi dan konsepnya baca artikel ini sampai habis.

Sejarah uang

Jika dirunut secara detail, uang punya sejarah yang amat sangat panjang dan dipengaruhi oleh meningkatnya transaksi perdagangan antar wilayah di dunia.

Uang, dalam bentuk apapun, tidak akan berguna jika tak ada nilai didalamnya. Di zaman dulu, uang terdiri dari berbagai bentuk, diantaranya:

  • Kerang
  • Koin
  • Logam
  • Garam
  • Emas
  • Kulit hewan
  • Dan lain sebagainya

Tapi, bentuk uang diatas tidak punya hubungan yang erat dengan nilai fisik uang. Artinya, uang hanya akan mendapatkan nilainya saat ia menjadi alat tukar atau menjadi satuan pengukur dan simbol kekayaan seseorang.

Dengan uang, orang bisa membeli barang dan jasa, berdagang dengan orang lain, memahami harga barang hingga mengetahui bagaimana cara menabung untuk menambah kekayaan.

Artinya, uang akan berharga sebab semua orang tahu bahwa ada nilai didalamnya dan diterima secara luas untuk membeli barang dan jasa.

Dan uang, dalam bentuk apapun, mulai digunakan manusia 3.000 tahun silam. Durasi sebelum itu, barter digunakan sebagai alat pembayaran yang berlaku sepanjang nilai barang yang ditukar itu setara.

Barter adalah suatu sistem perdagangan dimana penjual dan pembeli saling menukar barang.

Di zaman pra-sejarah, masyarakat kala itu menggunakan barang-barang yang mudah diperdagangkan dan ringan untuk dibawa kemana saja mulai dari kulit binatang, garam dan senjata.

Barang-barang tersebut digunakan selama beradab-abad dalam satu komunitas masyarakat.

Barang yang diperdagangkan ini berfungsi sebagai alat tukar dimana nilai masing-masing unitnya masih bisa dinegosiasikan.

Sistem barter dan perdagangan ini pun meluas ke seluruh dunia dan masih bertahan hingga saat ini, termasuk di beberapa wilayah di Indonesia.

Pada 770 SM, bangsa Cina mulai beralih dari sistem barter ke uang yang dibuat dari senjata perunggu.

Perlahan-lahan, sistem barter mulai ditinggalkan dan secara resmi mempengaruhi perdagangan saat itu. Hingga kini, Cina dianggap sebagai bangsa pertama yang menggunakan koin sebagai alat tukar.

Meski demikian, koin ternyata sudah dibuat jauh sebelum bangsa Cina menggunakannya sebagai alat tukar barang.

Di Lydia, yang merupakan wilayah Turki saat ini, masyarakat kala itu sudah mencetak koin atas seizin Raja Lydia, Alyattes pada 600 SM.

Koin itu dibuat dari elektrum, yang merupakan campuran perak dan emas yang secara alami terbentuk. Alhasil, bangsa Lydia dianggap sebagai bangsa pertama di dunia yang secara resmi mencetak uang.

Uniknya lagi, uang bangsa Lydia sudah diberi cap khusus sebagai bentuk denominasi atau petunjuk harga atas uang tersebut.

Di tahun yang sama, disekitar jalan-jalan Sardis, kendi yang dibuat dari tanah lihat harganya setara dengan dua burung hantu ditambah seekor ular.

Dan ternyata, uang bangsa Lydia ini membantu meningkatkan transaksi perdagangan eksternal dan internal wilayah itu.

Yang secara tidak langsung meningkatkan taraf hidup masyarakat sehingga menjadikannya sebagai negara terkaya di Asia Kecil.

Sayangnya, kemajuan ekonomi bangsa Lydia tidak jadi jaminan kalau mereka akan aman dan selamat dari serangan musuh.

Hanya dalam beberapa tahun, tentara Persia menyerang wilayah ini sampai akhirnya mereka takluk di bawah kekaisaran Persia.

Setelah Lydia takluk dari Persia, orang Cina mulai berali dari koin ke uang kertas di awal abad ke-800 SM.

Ratusan tahun setelahnya, saat Marco Polo berkunjung ke Cina pada 1271 SM, sudah ditemui uang yang ditandatangani dengan baik oleh kaisar dan terdiri dari berbagai denominasi.

Pada waktu itu, orang Eropa masih menggunakan koin dan bertahan hingga abad ke-19. Penggunaan koin ini semakin meningkat manakala logam mulia makin banyak dikeruk di daerah koloni mereka.

Akhir abad ke-19, bank-bank mulai mencetak uang kertas untuk para deposan dan peminjam yang dianggap lebih efisien ketika dibawah jalan-jalan ketimbang koin.

Uang kertas ini dapat dibawa ke bank apa saja dan kapan saja untuk ditukar menjadi uang tunai sesuai dengan nilai yang tertera diatasnya baik dalam dalam bentuk koin perak atau emas dengan fungsi yang sama seperti koin dan terdiri dari berbagai denominasi.

Hanya saja, uang kertas ini tidak sembarangan diterbitkan alias hanya boleh dicetak oleh bank atau lembaga keuangan swasta dan bukan pemerintah.

Di masa depan, hal ini berubah karena pemerintahlah yang akan bertanggungjawab untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang.

Mata uang kertas pertama yang dicetak Pemerintah dikeluarkan oleh Pemerintah kolonial Inggris di Amerika Utara.

Pada saat itu, penggunaan uang kertas sudah cukup lazim di Eropa seiring dengan meningkatnya perdagangan trans benua.

Disisi lain, bank dan pemerintah mulai membeli mata uang dari negara lain yang secara tidak langsung menciptakan pasar mata uang dunia.

Karena itu, stabilitas politik dan ekonomi sangat berpengaruh terhadap nilai mata uang suatu negara dan menjadi indikator utama kemampuan negara tersebut dalam perdagangan internasional.

Pasar mata uang internasional juga menyebabkan perang mata uang karena negara-negara akan mencoba mempengaruhi nilai mata uang pesaing mereka dengan cara menaikkan harga barang atau membuat barang-barang produksi musuh jauh lebih mahal.

Pengertian uang adalah

Setelah mengetahui sejarah singkat uang, pasti ada beberapa dari anda yang kemudian bertanya-tanya, lantas uang itu apa sih?

Sederhananya, uang adalah alat tukar yang memungkinkan orang untuk memperoleh apapun yang mereka butuhkan dalam hidup.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], uang punya tiga pengertian utama, yakni:

  • Alat tukar atau standar pengukur nilai [kesatuan hitungan] yang sah dan dikeluarkan oleh pemerintah suatu Negara baik berupa kertas, emas, perak atau logam lain yang dicetak dengan bentuk atau gambar tertentu
  • Harga atau kekayaan
  • Dalam konteks numerisasi, uang dipahami sebagai sepertiga tali atau 8⅓ sen uang zaman Belanda

Sama seperti emas atau logam mulia, uang memiliki nilai karena bagi kebanyakan orang itu berharga.

Sebelum menggunakan uang, seperti yang sudah saya ulas diatas, masyarakat tradisional menggunakan sistem barter untuk memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan.

Namun, bentuk awal barter tidak menawarkan transferabilitas dan keterbagian yang efektif membuat transaksi atau perdagangan jauh lebih efisien.

Misalnya, jika seseorang punya sapi untuk dijual sementara ia butuh singkong maka ia harus mencari orang yang punya singkong.

Tapi belum tentu orang yang punya singkong butuh sapi. Untuk mengatasi hal ini, maka mereka harus mencari satu orang lagi yang tidak saja butuh singkong tetapi juga sapi.

Lantas, bagaimana jika orang tersebut tidak butuh sapi dan singkong sementara yang ia butuhkan adalah pisang atau ayam?

Dengan kata lain, untuk mendapatkan singkong, orang tersebut harus menemukan seseorang yang punya singkong dan ingin makan daging sapi dan seterusnya.

Sampai kini asal kata uang masih menjadi perdebatan apakah merupakan kata serapan dari bahasa lain atau kata yang sudah disempurnakan agar srek sama lidah orang Indonesia.

Umumnya, masyarakat dan ahli terpecah dalam 3 pendapat soal asal kata uang ini, diantaranya:

  • Berasal dari kata wang yang merujuk alat tukar barang yang terbuat dari emas yang dibawah oleh para pedagang Cina
  • Berasal nama seorang pejabat keuangan Cina, Wang Anshi [王安石] yang menjabat pada 8 Desember 1021 hingga 21 Mei 1086 dan berhasil menerapkan reformasi sosioekonomi besar-besaran di masa Dinasti Song
  • Berasal dari kata daluwang, yang merupakan kata yang merujuk pada kertas dari kulit pohon. Oh iya, pasca kemerdekaan Indonesia, uang yang dipergunakan masyarakat kala itu yang disebut Oeang Repoeblik Indonesia [ORI] dibuat dari deluang

Dalam pergaulan non-formal, uang kadang disebut dengan istilah duit. Kata duit sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Belanda, duit yang penyebutannya mirip dengan bahasa Jerman, deut.

Duit sendiri berasal dari bahasa Norse Kuno, thveit yang artinya koin berukuran kecil atau suatu kepingan koin kecil.

Ada juga yang menyebut dengan istilah money yang berasal dari bahasa Francis moneie, yang diserap dari bahasa moneta dan diambil dari gelar Dewi kuil Roma, Juno.

Teori nilai Uang

Dalam perkembangannya kemudian, uang sudah dianggap sebagai salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Dengan kata lain, uang sudah dipelajari secara ilmiah landasan dan teorinya yang memungkinkan orang-orang mengetahui pergerakan uang, syarat uang, klasifikasi uang, fungsi uang dalam perekonomian hingga teori-teori yang mendukung adanya uang.

Nah berikut disajikan beberapa teori nilai uang berdasarkan nilai, bentuk dan ukuran uang, diantaranya:

1. Teori nilai barang

Ada beberapa teori dasar yang mendukung teori nilai barang ini, diantaranya:

a. Teori logam

Teori logam atau yang lazim disebut metalistik adalah suatu teori yang menekankan pada nilai tukar uang dimana ia harus sama atau setara dengan nilai instrinsiknya.

Ada beberapa ekonom yang merintis teori ini diantaranya, Dr. Adam Smith, David Ricardo hingga John Stuart Mill.

b. Teori nilai batas

Dalam konteks ini maka uang yang diterima atau beredar di masyarakat didasarkan kebutuhan barang atas kepercayaannya pada uang dan dipelopori oleh Carl Menger.

2. Teori nominalisme

Dalam konteks nominal, uang punya beberapa teori diantaranya:

a. Teori konvensi [perjanjian]

Dalam teori ini, uang hanya dapat diterima oleh masyarakat sepanjang ada perjanjian dalam pemakaian uang tersebut.

Uang dalam konteks ini dapat dipahami sebagai barang yang bisa diperjualbelikan. Pelopor utama teori konvensi atau perjanjian uang adalah Thomas Aquinas.

b. Teori kebiasaan

Dalam teori ini, uang dianggap hanya akan berharga apabila masyarakat sudah terbiasa menggunakannya saat berbelanja barang atau jasa.

c. Teori klaim [tuntutan]

Dalam teori ini uang hanya bisa diterima oleh masyarakat karena adanya tuntutan langsung atas barang tersebut.

Tuntutan ini berasal dari permintaan atas kebutuhannya untuk menukar barang dan dipelopori oleh John Stuart Mill.

d. Teori fungsi

Dalam konteks ini maka uang hanya diterima oleh masyarakat apabila ia mudah digunakan dalam pertukaran alias uang tersebut punya nilai kepercayaan yang sama ditengah masyarakat dan dipelopori pertama kali oleh David Hume.

e. Teori kepercayaan

Kadang teori ini dianggap sebagai teori uang dalam sudut pandang negara. Dimana, uang tersebut hanya bisa diterima dan digunakan oleh masyarakat karena sudah ada aturan dibalik uang tersebut.

3. Teori internal uang

Dalam teori internal ini, uang lebih ditekankan pada peredaran uang di masyarakat. Berikut beberapa contoh teori internal uang, diantaranya:

a. Teori kuantitas uang

Pada dasarnya, teori ini menekankan pada kuantitas dan pertama kali dikemukakan oleh Irving Fisher dengan persamaan sebagai berikut: MV=PT, dimana

  • M [Money] yang diartikan sebagai uang yang beredar
  • V [Velocity] yang diartikan sebagai kecepatan peredaran uang
  • P [price] yang adalah tingkat harga uang
  • T [Trade] yang merupakan jumlah barang atau jasa
b. Teori transaksi

Irving Fisher juga mempelopori teori transaksi uang yang secara teknis berbeda dengan teori kuantitas yang mendahuluinya.

Pada dasarnya, teori transaksi ini menekankan pada perubahan jumlah uang yang beredar di masyarakat sehingga memicu perubahan harga atas barang dan jasa.

Artinya, nilai uang yang ada saat itu bergantung penuh pada nilai barang dan jasa termasuk kecepatan beredarnya uang.

Untuk menghitung nilainya maka digunakan rumus M.V=P.T, dimana

  • M [Money] yang diartikan sebagai uang yang beredar
  • V [Velocity] yang diartikan sebagai kecepatan peredaran uang
  • P [Price] yang adalah nominal atau harga barang
  • T [Trade] yang merupakan jumlah barang atau jasa
c. Teori Persediaan Kas

Teori persediaan kas yang terkadang disebut juga teori sisa tunai atau cash balance theory adalah salah satu teori yang dikembangkan oleh Alfred Marshall.

Teori ini menyebutkan bahwa tinggi rendahnya nilai uang yang ada bergantung dari jumlah uang yang ditahan atau disimpan oleh masyarakat untuk menimbun kekayaan atau menyimpannya sebagai kas.

Untuk menghitung teori ini maka digunakanlah rumus M=k.P.Y dimana

  • M [Money] yang diartikan sebagai uang yang beredar
  • k [koefisien] yang diartikan sebagai keinginan untuk menyimpan atau menahan uang tersebut ke dalam kas
  • P [Price] yang adalah tingkat harga barang yang beredar di masyarakat
  • Y [Income] yang merupakan rata-rata pendapatan masyarakat

Bagaimana uang di Ukur?

Selain teori uang dan sejarahnya, banyak juga yang bertanya-tanya tentang bagaimana uang diukur guna mengetahui nilai atau denominasinya.

Umumnya, sebelum diukur uang dibagi dalam tiga kategori utama, yakni:

  • Kategori uang ini mencakup semua denominasi fisik baik dalam bentuk koin dan mata uang termasuk giro yang merupakan giro dan rekening saat ini dan cek. Kategori uang ini adalah hasil persempitan dari dua kategori uang diatas yang pada dasarnya adalah uang yang digunakan untuk membeli barang atau untuk melakukan pembayaran
  • M2 dengan kriteria paling luas dimana kategori ini memasukkan semua jenis uang yang ditemukan di M1 ke dalam deposito termasuk deposito berjangka, deposito rekening tabungan dan dana pasar uang non-institusional. Kategori ini mewakili uang yang dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai atau cash
  • M3 kelas uang terluas, yang menggabungkan semua uang yang ditemukan dalam definisi M1 dan M2 dengan menambah semua deposito berjangka, dana pasar uang institusional, perjanjian pembelian jangka pendek dan aset likuid lainnya.

Nilai uang

Nilai uang adalah nilai yang melekat pada uang tersebut. Dalam konteks nilai anda juga bisa melihat karakteristik uang itu secara tidak langsung, yang dibagi menjadi beberapa bagian, seperti:

1. NIlai real atau nilai intrinsik uang

Nilai real adalah nilai yang terdapat pada uang selain nilai nominal. Dulu, dalam sistem barter, nilai real digunakan untuk pengukur kesetaraan harga suatu barang.

Pada koin, nilai real uang terdapat pada koin tersebut yang tidak bisa dihilangkan sekalipun nominalnya dihapus karena koin tersebut masih bisa dijual kembali dalam bentuk logam, perunggu atau emas.

Di era modern, koin terdapat dua jenis nilai yakni real dan nominal karena didalam koin-koin sudah terdapat nominal untuk menunjukan denominasinya.

Sebaliknya, uang kertas hanya terdapat nilai nominal saja karena apabila denominasinya di hapus kertas tersebut tidak akan berharga lagi.

2. Nilai nominal

Nilai nominal adalah angka yang terdapat didalam uang yang terdapat dalam uang kertas atau uang logam yang anda pegang sekarang ini.

Nominal itu adalah angka kesetaraan yang mewakili nilai uang tersebut sebagai bukti denominasinya.

Dalam konteks nominal ini, beberapa orang menyebutnya dengan istilah yang berbeda, diantaranya:

  • Nilai internal adalah nilai uang yang hanya akan muncul apabila ia ditukar dengan barang atau yang lazim disebut nilai real
  • Nilai eksternal yang adalah nilai uang yang muncul saat ia ditukarkan dengan mata uang asing atau yang lazim disebut nilai kurs
3. Nilai tukar

Nilai tukar adalah nilai nominal yang disetarakan dengan harga suatu komoditas atau barang. Misalnya, anda hendak beli korek api yang harganya 7000 sementara uang ada hanyalah 5000 tentu uang anda tidak setara dengan nilai komoditas.

Agar setara maka anda harus menambah uang anda sebesar 2000 menjadi 7000 agar setara dengan nilai korek api yang hendak dibeli.

Fungsi uang dan contohnya

Secara umum, ada dua fungsi utama uang yakni fungsi asli dan fungsi turunan. Berikut penjelasannya:

1. Fungsi asli uang

Fungsi asli uang adalah fungsi yang mendasari uang itu sendiri baik sebelum atau setelah beredar di masyarakat. Berikut beberapa contoh fungsi asli uang, diantaranya:

a. Sebagai alat tukar barang dan jasa [medium of exchange]

Fungsi uang dalam konteks ini berarti uang tersebut dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa dalam satu lingkup wilayah.

Sebagai contoh, di Indonesia, anda bisa menggunakan uang rupiah untuk berbelanja kebutuhan apa saja dengan nilai yang setara karena uang itulah yang berlaku sebagai alat tukar barang dan jasa.

Namun, uang rupiah hanya bisa digunakan di Indonesia saja dan tidak berlaku jika anda menggunakan uang tersebut di Malaysia atau Singapura untuk beli pulsa.

Untuk bisa menggunakan mata uang di Singapura atau Malaysia maka anda harus menukar uang Rupiah milik anda ke Money Changer dengan kurs yang sudah ditetapkan.

b. Sebagai satuan hitung [unit off account]

Dalam konteks ini maka uang dapat dijadikan sebagai satuan hitung. Artinya, uang tersebut bisa digunakan untuk menghitung nilai suatu barang dan harganya.

Sebagai contoh, anda enggak bisa gunakan uang Rp. 500 untuk beli barang yang harganya lebih dari Rp. 500 karena satuan hitungnya tidak setara.

Agar setara anda harus menambah uang tersebut. Disinilah fungsi satuan hitung uang yang dimaksud.

c. Sebagai penyimpan nilai suatu barang atau jasa [valuta]

Suatu barang dan jasa dapat dihitung nilainya dengan uang. Di poin ini, nilai tersebut bisa saja bertambah atau berkurang sesuai kondisi perekonomian yang ada.

Dan uang dalam konteks ini bisa disimpan dengan nilai yang sama dalam kurun waktu tertentu sepanjang tidak ada perubahan harga atau devaluasi yang dilakukan pemerintah.

2. Fungsi turunan

3 fungsi uang diatas kemudian melahirkan berbagai fungsi lain yang dikenal sebagai fungsi turunan uang, diantaranya:

a. Sebagai alat pembayaran yang sah pada satu wilayah atau Negara

Soal ini sudah saya jelaskan pada poin pertama tentang fungsi uang sebagai alat tukar barang dan jasa. Intinya, alat pembayaran itu didukung oleh peraturan pada satu wilayah atau Negara.

b. Sebagai alat untuk membayar hutang

Anda juga bisa menggunakan uang sebagai alat pembayaran hutang kepada siapa saja yang terpenting masih dalam lingkup keberlakuannya.

Alias, anda tidak akan bisa membayar hutang yang anda pinjam dari mantan anda di Malaysia dengan Rupiah kecuali jika sudah ada pembicaraan sebelumnya.

Dalam konteks hutang Negara, Rupiah juga tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran hutang karena bukan mata uang internasional yang diterima secara sah.

Sebagai gantinya, Negara menggunakan mata uang Dollar untuk membayar hutangnya kepada Negara lain atau organisasi dunia seperti IMF [International Monetary Funds].

c. Sebagai alat untuk menimbun atau mengukur kekayaan

Anda bisa menggunakan uang tersebut untuk tujuan apa saja termasuk untuk ditimbun. Setelah ditimbun, maka ia akan menjadi ukuran kekayaan seseorang.

Jadi, semakin banyak uang anda timbun atau simpan maka kekayaan anda akan semakin bertambah sepanjang uang tersebut tidak mengalami penyusutan nilai atau rusak.

d. Sebagai alat untuk memindahkan aset

Anda juga bisa menggunakan uang sebagai alat untuk memindahkan aset. Aset tersebut bisa dijadikan uang atau merupakan uang itu sendiri dengan bentuk yang khas.

e. Sebagai alat untuk mendorong perekonomian masyarakat

Salah satu indikator meningkatnya perekonomian masyarakat adalah daya beli. Artinya, sepanjang ada pertukaran uang maka perekonomian masyarakat berlangsung dengan baik.

Nah masalahnya adalah, untuk meningkatkan daya beli, masyarakat butuh uang agar bisa membeli suatu barang atau jasa.

Jika daya beli masyarakat bagus berarti perputaran uang bagus dan ini bisa dijadikan indikator perekonomian masyarakat pada umumnya.

Jenis-jenis uang

Jenis uang mengacu pada kegunaan uang tersebut. Di Indonesia, ada dua jenis uang yang beredar di masyarakat, diantaranya:

1. Uang berdasarkan peredarannya

Ada beberapa jenis uang berdasarkan peredarannya atau uang yang beredar secara luas di masyarakat, diantaranya:

a. Uang kartal

Untuk penjelasan lebih detail soal uang kartal sudah saya ulas di artikel saya sebelumnya. Untuk membacanya silahkan klik disini.

Intinya begini, uang kartal adalah uang dalam bentuk apa saja mulai dari kertas, logam hingga uang commemorative yang dikeluarkan oleh bank sebagai alat pembayaran yang sah.

b. Uang giral

Seperti juga uang kartal, uang giral juga sudah saya ulas secara detail di salah satu artikel saya disini.

Intinya, uang giral adalah uang dalam bentuk non tunai yang bisa dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah dan diterbitkan oleh bank.

Ada beberapa contoh uang giral yang paling umum ditemui, seperti ATM card, cek, hingga bilyet giro.

c. Uang digital

Uang digital adalah uang yang bisa dipakai dalam transaksi elektronik. Uang semacam ini tidak punya bentuk fisik namun diterima sebagai alat pembayaran yang sah.

2. Jenis uang berdasarkan proses pembuatannya

Berdasarkan proses pembuatannya, uang punya dua jenis, yakni:

a. Uang logam

Uang logam atau yang juga disebut uang picis adalah uang yang dibuat dari logam meski sebagian besar uang jenis ini tidak lagi dibuat dari campuran logam asli.

Di Indonesia, ada beberapa jenis uang logam yang beredar mulai dari 50, 100, 200, 500 dan 1.000 rupiah.

b. Uang kertas

Uang kertas adalah uang yang dibuat dari kertas dan bukan logam yang dikeluarkan oleh pemerintah secara sah.

Ada beberapa jenis uang kertas yang banyak beredar di masyarakat, mulai dari 1.000, 2.000, 5.000, 10.000, 20.000, 50.000 dan 100.000 Rupiah.

Penutup

Uang punya banyak manfaat uang bagi manusia yang dalam situasi tertentu bisa menyelamatkan nyawa atau membuat seseorang kehilangan nyawa.

Sebab dengan uang orang bisa membeli segala kebutuhan yang diperlukannya baik langsung ataupun tidak langsung.

Demikian artikel tentang definisi uang adalah: sejarah, pengertian, teori, jenis dan konsep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *