Contoh Struktur Esai Yang Baik dan Benar serta Sifatnya

Struktur esai adalah alur atau pola yang digunakan saat menulis karangan prosa apa saja entah itu esai deskriptif tentang orang atau yang lainnya.

Dengan demikian, struktur yang sama juga berlaku untuk esai tajuk, esai cukilan watak, esai pribadi, esai reflektif hingga esai kritik.

Kerangka tulisan ini akan membantu penulis untuk lebih fokus ke tema yang dibahas, tidak out of the context serta bisa menentukan teori, referensi dan data yang tepat.

Untuk pola umumnya sendiri hanya ada lima dimulai dari judul, pendahuluan, isi dan penutup yang didalamnya berisi kesimpulan dan saran.

Dan untuk anda yang sedang cari contoh struktur esai yang baik dan benar termasuk sifat dan isi esai, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Sifat dan Isi Esai

Contoh Struktur Esai Yang Baik dan Benar serta Sifatnya

Sebelum lanjut ke struktur esai baiknya kita bahas dulu soal sifat dan isi esai itu sendiri, diantaranya:

1. Kritis

Kritis dalam konteks ini berarti esai wajib membahas telaah terhadap suatu permasalahan dan isu mutakhir yang didukung dengan argumentasi ilmiah.

Argumentasi ilmiah ini merujuk pada penggunaan bahasa-bahasa baku dan formal, dilengkapi data, referensi dan kajian pustaka.

2. Kreatif dan Inovatif

Kreatif dan inovatif merujuk pada gagasan yang mau diangkat dalam tema baik itu isu baru, isu yang sedang hangat atau pengembangan dari isu-isu yang sudah ada sebelumnya.

Tapi, apapun topik yang mau dibahas, sebaiknya tetap memiliki landasan teori yang jelas serta relevan dan realistis.

3. Orisinal

Orisinal dalam hal ini berarti esai yang ditulis tersebut adalah karya atau buatan sendiri, bukan plagiat dari esai yang sudah ada.

Tema, topik atau ide yang dibahas mungkin sudah pernah diulas oleh orang lain. Soal ini tidak ada masalah, yang penting fokus penelitian tidak persis sama.

4. Logis dan Sistematis

Logis dan sistematis ini berkaitan dengan metode penulisan esai yang dibuat dimana setiap poin harus dirancang secara sistematis dan runut.

Dengan demikian, di dalam esai harus mengandung unsur-unsur identifikasi masalah, analisis serta kesimpulan dan juga saran.

Juga esai tersebut harus memiliki kajian pustaka atau hasil kepustakaan, hasil pengamatan, interview dan juga hasil penelitian.

Contoh Struktur Esai Yang Baik dan Benar

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan contoh struktur esai yang baik dan benar, yakni:

I. JUDUL ESSAY

Nama penulis
*) Nama Sekolah atau Nama Kampus (Jika diperlukan)

Catatan: Untuk judul esai ditulis bebas. Misalnya, jika ikut lomba, ada S&K yang mengharuskan agar judul ditulis pakai huruf besar semua atau menggunakan huruf besar di awal setiap kata. Tapi mayoritas menggunakan sistem penulisan yang kedua, menggunakan perataan tengah dengan ukuran Margin A4.

II. PENDAHULUAN

Pendahuluan berisikan latar belakang, pemaparan mengenai fenomena permasalahan atas isu yang diangkat, boleh juga disertakan dengan data statistik sebagai penunjang dan alasan pentingnya mengangkat isu yang mau dibahas dalam esai.

Catatan: Mayoritas pendahuluan menggunakan huruf times Times New Roman, 12 pt (font) dengan lebar spasi 1.

III. PEMBAHASAN

Pembahasan berisikan kajian literatur dan juga kajian teori. Di bagian ini dapat memuat beberapa alternatif solusi atas isu yang akan diangkat oleh penulis.

Catatan: Untuk pembahasan ini masih menggunakan sistematika yang sama dimana menggunakan font Times New Roman dengan 12pt serta spasi 1.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

Terakhir adalah kesimpulan dan saran yang merupakan benang merah dari esai dimana berisikan rangkuman singkat atas topik yang mau dibahas. Sementara, untuk saran, menggunakan hasil pembahasan.

Catatan: Untuk kesimpulan dan saran ini juga masih menggunakan sistematika yang sama dimana pakai huruf Times New Roman, 12 pt dan spasi 1

V. DAFTAR PUSTAKA

Kaufman, C., Perlman, R., & Speciner, M. (1995). Network security: Private communication in a public world. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall
Yang, K.L. et al. (2009). The real customers. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.Christchurch. (2007). In Encyclopaedia Britannica. Diakses dari http://search.eb.com/eb/article-9082394
UNWTO. (2012). Global report on food tourism. Madrid: United Nation World Tourism Organization Press.
Pitanatri, Putu Diah Sastri. (2016). Inovasi dalam kompetisi: Usaha kuliner lokal menciptakan keunggulan kompetitif di ubud. Jurnal Master Pariwisata,3(1), 1-14.
Bruce, D. (2007, December 13). Chairman frustrated by ‘nonsense’. Otago Daily Times. Diakses dari http://www.odt.co.nzKiwi. Fungsi Pemasaran. Diakses pada April 14, 2017, dari http://en.ABCD.org/Kiwi

Catatan: Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk saat menulis esai. Untuk setiap pustaka yang dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka, begitu juga sebaliknya setiap pustaka yang muncul dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam tubuh tulisan. Hanya saja, karena daftar pustaka memiliki beberapa format, maka anda boleh memutuskan untuk menggunakan format yang mana apakah pakai standar YRA sesuai dengan peraturan kajian pustaka Harvard atau sesuai dengan uraian sitasi dengan tetap mempertahankan kemutakhiran pustaka.

FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini bakal diulas dalam bentuk QnA di bawah, seperti:

1. Apakah menulis esai sama dengan menulis artikel?

Artikel adalah istilah umum untuk sebuah tulisan yang dibuat dan dipublikasikan entah itu di koran, blog, majalah, buletin dan media online.

Dengan demikian, esai adalah bagian atau jenis dari artikel itu sendiri dengan sistematika penulisan yang khas.

Atas alasan inilah, esai dianggap sebagai karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulisnya.

2. Bagaimana model penomoran pada esai yang dibuat?

Jika perhatikan contoh diatas maka ada dua item yang menggunakan menggunakan penomoran yakni Judul dan kajian pustaka.

Hal tersebut sebeanrnya keliru. Tujuan pemberian penomoran diatas adalah untuk menekankan pada struktur dan bukan pada kaidah yang sebenarnya.

Dengan demikian, untuk judul dan daftar pustaka tidak perlu diberi penomoran. Yang wajib adalah pendahuluan, isi dan pembahasan serta kesimpulan dan saran.

3. Apakah contoh di atas juga berlaku saat mau tulis esai kreatif?

Pada dasarnya, esai termasuk karya tulis ilmiah (KTI) karena didalamnya terdapat hasil penelitian, data, kajian pustaka sampai teori.

Tapi bentuknya lebih sederhana dari jurnal. Dan jurnal sendiri jauh lebih ringkas dari karya tulis ilmiah lengkap lain seperti skripsi, tesis atau mungkin disertasi.

Dengan demikian, esai kreatif juga tetap menggunakan pendekatan yang sama seperti esai pada umumnya perbedaannya hanya pada model penulisannya yang harus dibuat sekreatif mungkin.

Penutup

Menulis esai akan jauh lebih mudah jika memperhatikan struktur penulisannya yang pada akhirnya akan berdampak pada kualitas esai itu sendiri.

Artinya, jika sedang menulis esai sekarang atau mungkin nanti, mengetahui struktur adalah hal yang wajib dilakukan.

Demikian artikel tentang contoh struktur esai yang baik dan benar serta sifatnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar