4+ Contoh Isi Surat Perjanjian Kontrak: Pengertian, Jenis dan Dasar Hukum

Surat perjanjian kontrak adalah surat yang dibuat secara tertulis antara dua belah pihak yang terlibat dalam kontrak.

Karena berhubungan dengan kontrak, maka surat tersebut harus mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Kata kontrak sendiri, dalam konteks ini, mengacu pada perjanjian antara pekerja entah itu pegawai baru, pegawai kontrak, tenaga kerja lepas sampai karyawan yang akan jadi pegawai tetap.

Didalamnya ada berbagai informasi terkait dengan pekerjaan mulai dari syarat dan ketentuan, posisi, gaji yang didapat, sanksi jika melanggar, dan lain sebagainya.

Artinya apa? Artinya, didalam kontrak kerja tersebut, ada banyak komponen yang wajib diperhatikan dan dipahami dengan jelas.

Dengan demikian, kedua belah pihak bisa tahu kesepakatan apa saja ditandatangani dan informasi apa saja yang ada di dalam surat kontrak tersebut.

Untuk lebih memahami apa itu surat perjanjian kontrak, bisa lihat dua poin dibawah ini:

  • Surat perjanjian kontrak adalah surat perjanjian yang dibuat antara perseorangan atau karyawan, yang bisa disebut pihak I dan perusahaan yang disebut pihak II
  • Wujud surat perjanjian kontrak mayoritas ditulis hitam diatas putih alias menggunakan kertas putih dan tinta hitam. Didalamnya ada informasi terkait dengan kontrak kerja mulai dari pertimbangan, hak, kewajiban, gaji, dan lain sebagainya.

Keberadaan surat jenis ini tidak boleh dianggap remeh. Mengapa? Karena sifatnya mengikat antara pekerja dan pemberi kerja.

Dengan demikian, proses pembuatannya berpedoman pada UU Ketenagakerjaan sebagai produk hukum yang jadi acuannya.

Dasar Hukum Pembuatan Surat Kontrak

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana ada pedoman yang digunakan dalam proses pembuatan surat perjanjian kontrak.

Pedoman tersebut tertuang dalam UU No. 13 Tahun 2003 pasal 1 ayat 14 tentang Ketenagakerjaan [PDF] yang berbunyi seperti:

Perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak.

Lebih lanjut, dalam proses pembuatan surat ketentuan terkait dengan hal-hal yang ada dalam kontrak terdapat pada pasal 51, diantaranya:

  • Perjanjian kerja dibuat secara tertulis atau lisan
  • Perjanjian kerja yang dipersyaratkan secara tertulis dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Hal-hal spesifik lain terkait dengan perjanjian kerja bisa dilihat pada pasal 52 sampai dengan pasal 61.

Intinya, dalam surat kontrak itu harus mencakup beberapa hal, diantaranya:

1. Ada kesepakatan antara pekerja dan pemberi kerja

Maksudnya, dalam perjanjian kerja itu, yang selanjutnya disebut surat perjanjian kontrak, persetujuan harus dilakukan oleh kedua belah pihak yang terlibat.

Yakni, pihak yang memberikan kerja atau yang membuat kontrak kerja dan pihak karyawan yang dalam hal ini dianggap sebagai pekerja.

Dengan demikian, keputusan ini tidak hanya menguntungkan satu pihak saja, pemberi kerja misalnya melainkan kedua pihak.

2. Ada informasi pekerjaan dan kedudukan di dalam surat perjanjian kontrak

Poin kedua ini berkaitan dengan kejelasan dalam pekerjaan. Artinya, dalam surat kontrak tersebut, ada informasi pekerjaan sebagaimana yang dijanjikan pihak perusahaan.

Misalnya nih, saat melamar pekerjaan, anda biasanya mengajukan ke divisi atau bagian yang spesifik sesuai dengan lowongan yang tersedia.

Baca Juga:

Misalnya Divisi desain grafis, programer, IT, keuangan, Human Resource, Satuan pengamanan dan lain sebagainya.

Dengan demikian, didalam perjanjian kontrak tersebut, perusahaan tidak secara sewenang-wenang mengubah posisi pekerjaan diluar dari posisi yang dilamar.

3. Kedua belah pihak paham dan setuju dengan ketentuan yang berlaku

Dalam pembuatan surat perjanjian kontrak, karyawan dan pihak perusahan harus sama-sama paham dengan dasar hukum yang berlaku.

Sehingga, tidak ada kesalahan interpretasi yang membuat salah satu pihak di rugikan atau ada pihak yang haknya di langgar.

4. Pekerjaan tersebut tidak bertolak belakang dengan norma dan produk hukum yang ada

Tentu saja, agar surat perjanjian kontrak itu sah sepenuhnya, maka pekerjaan didalamnya tidak boleh bertolak belakang dengan norma, adat-istiadat dan hukum yang berlaku.

Artinya, pekerjaan tersebut tidak berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, tidak melanggar norma kesusilaan dan lain sebagainya.

Dengan begitu, dalam pelaksanaanya, akan tercipta keamanan dan kenyamaman yang akan dirasakan oleh semua pihak.

Isi Surat Kontrak Kerja

Berangkat dari UU diatas, ada bebarapa informasi wajib yang harus disertakan dalam proses pembuatannya, seperti:

1. Informasi perusahaan pemberi kerja

Pertama berkaitan dengan nama, alamat dan jenis usaha yang dibuka oleh pemberi kerja. Informasi ini bisa disertakan di KOP Surat atau ditempat lain sesuai kebutuhan.

Artinya, wajib hukumnya untuk menyertakan identitas perusahaan tempat dimana karyawan yang bertanda-tangan didalam surat kontrak tersebut akan bekerja.

2. Identitas karyawan atau pekerja

Jika di poin pertama diatas berkaitan dengan informasi tentang perusahaan maka di poin kedua ini berkaitan dengan pekerja atau karyawan.

Dengan demikian, karyawan harus secara jelas menyebut identitasnya didalam surat keterangan kerja yang akan ditandatanganinya.

Mulai dari nama lengkap, jenis kelamin, umur, alamat pekerja, tempat tinggal dan informasi lain yang diperlukan.

3. Informasi pekerjaan

Berikutnya berkaitan dengan informasi pekerjaan yang terdiri dari jenis pekerjaan dan juga jabatan. Dengan demikian, pekerja atau karyawan dapat kepastian saat bekerja.

4. Informasi tempat bekerja

Poin ini masih punya kaitan sama poin pertama diatas hanya saja, informasi tempat bekerja ini lebih khusus.

Dimana, dalam surat perjanjian kerja tersebut harus ada informasi soal tempat atau lokasi dimana pekerja akan bekerja.

Apalagi jika perusahaan punya banyak cabang atau divisi. Agar tidak membingunkan, maka harus disertakan informasi ini.

5. Upah dan metode pembayaran

Upah adalah hak dari karyawan. Dengan demikian, dalam surat kontrak kerja tersebut, harus disertakan secara jelas berapa upah yang diterima pekerja setiap bulannya.

Selain itu, harus juga diinformasikan metode pembayaran apa yang digunakan saat menerima upah apakah tunai atau transfer bank.

6. Informasi Syarat, Hak, Kewajiban Perusahaan dan Pekerja

Selanjutnya harus disertakan syarat, hak dan kewajiban antara pemberi kerja dan karyawan atau pekerja.

Informasinya harus terbaca dengan jelas karena berkaitan dengan hak yang akan diterima karyawan dan kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan.

7. Jangka waktu kontrak

Jangka waktu kontrak kerja berkaitan dengan masa kerja karyawan. Namun disesuaikan sama jenis surat kontrak kerja tersebut dibuat.

Apakah untuk pegawai tetap, pekerja paruh waktu, freelance dan lain sebagainya. Dan ini harus disertakan dengan jelas dan mudah dipahami oleh pekerja.

8. Tempat, tanggal dan tanda tangan di atas surat

Terakhir, harus ada informasi yang jelas tentang tempat dimana surat itu dibuat dan ditandatangani, tanggalnya berapa dan tanda tangan.

Tanda tangan ini akan dijadikan bukti bahwa kedua belah pihak sepakat dengan seluruh isi didalam kontrak kerja tersebut.

Jenis dan Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja

Secara umum, ada empat jenis surat perjanjian kontrak kerja mulai dari surat perjanjian pegawai tetap, PKWT, Freelance dan Paruh Waktu.

Agar jelas, berikut disajikan jenis dan contoh surat perjanjian kontrak kerja, diantaranya:

1. Contoh surat perjanjian kontrak pegawai tetap

Surat Perjanjian Kontrak

Untuk contoh surat perjanjian kontrak pegawai tetap diatas diambil dari direktori situs Scribd dan terdiri dari 7 halaman.

Isi surat Perjanjian kerjanya sendiri diambil dari PT Global Tiket Network atau yang lebih dikenal dengan nama Tiket.com

2. Contoh surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

Surat Perjanjian Kontrak

Contoh surat PKWT diatas masih berbentuk draft yang juga diambil dari situs Scribd. Jadi, bisa diisi dan disesuaikan sama kebutuhan.

Terlebih untuk anda yang ingin buat surat kontrak untuk PKWT tapi belum tahu formatnya seperti apa dan informasi apa saja yang perlu ada didalam surat kontrak tersebut.

3. Surat Kontrak Kerja Pegawai Lepas (Freelance)

Surat Perjanjian Kontrak

Contoh surat kontrak pegawai lepas atau tenaga freelance diatas diambil dari direktori situs Divisi Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia [PDF].

Bentuknya masih sama seperti poin sebelumnya yakni draft. Dengan demikian, bisa sesuaikan sama kebutuhan terlebih jika ingin rekrut tenaga lepas di kantor.

4. Surat Kontrak Kerja Paruh Waktu

Surat Perjanjian Kontrak

Sebaliknya, jika ingin buat surat perjanjian kontrak untuk tenaga kerja paruh waktu, bisa lihat Draft diatas yang diambil dari direktori situs Academia.edu.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan ditanyakan terkait postingan ini akan saya ulas dalam QnA dibawah, diantaranya:

1. Apa saja syarat yang wajib ada dalam surat kontrak kerja?

Agar surat kontrak kerja itu sah di mata hukum atau sudah sesuai dengan UU Ketenagakerjaan yang berlaku, maka ada beberapa syarat yang wajib ada didalamnya.

Secara umum, ada empat syarat utama dalam surat kontrak kerja yang tertuang pada pasal 1230 UU Hukum Perdata, diantaranya:

  • Ada kesepatakan yang secara hukum sah dan mengikat antar kedua belah pihak
  • Harus ada kecakapan dalam proses pembuatan surat kontrak kerja tersebut
  • Ada informasi yang jelas terkait dengan pokok persoalan
  • Terdapat informasi tentang suatu sebab yang tidak terlarang

Penjelasan lebih detail soal persyaratan diatas dan juga penjelasannya, bisa baca lewat tautan ini.

2. Apa saja komponen yang wajib dipahami karyawan sebelum tandatangan surat perjanjian kontrak kerja?

Secara umum, ada empat komponen utama yang wajib diperhatikan karyawan atau pekerja sebelum tandatangan kontrak kerja, yakni:

  • Selain upah, perhatikan juga tunjangan yang didapat seperti THR atau Tunjangan Hari Raya. Hak tunjangan ini diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Dan kewajiban tersebut harus terlaksana
  • Ada informasi soal aturan pengunduran diri kerja atau resign dan juga PHK. Ini penting karena jika sewaktu-waktu anda mengundurkan diri, anda tahu apa yang harus dilakukan. Atau mungkin saat terkena PHK, anda tahu hak dan kewajiban yang didapat
  • Informasi soal status kepegawaian anda apakah sebagai pegawai tetap, pegawai kontrak atau mungkin PKWT
  • Terdapat Informasi jam kerja dan cuti sehingga bisa tahu hak-hak anda saat bekerja dan informasi jam kerja yang jelas. Misalnya, ada kemungkinan anda lembur atau ketentuan soal pengajuan cuti dan izin untuk alasan khusus.

3. Apa perbedaan antara Pekerja Tetap, Pekerja Kontrak Waktu Tertentu [PKWT], Pegawai Lepas atau freelance dan Pekerja Paruh Waktu?

Sebenarnya, dari istilahnya saja sudah diketahui. Misalnya, pegawai lepas atau tenaga freelance yang menerima upah hanya dari hasil kerjanya.

Atau mungkin, pekerja paruh waktu yang bekerja di waktu-waktu tertentu dan ia dapatkan upah berdasarkan jam kerja.

Penutup

Karena dalam proses pembuatannya berpedoman pada UU Keteangakerjaan, maka sifatnya mengikat dan wajib disepakati.

Dengan demikian, apabila ada masalah-masalah yang timbul nantinya, tidak masuk kerja dalam jangka waktu tertentu tanpa pemberitahuan misalnya, pihak perusaha bisa memutus kontrak.

Bahkan ada sanksi yang mungkin diterima jika salah satu pihak meningkari isi dan perjanjian didalam surat ini.

Demikian artikel tentang contoh surat perjanjian kontrak termasuk pengertian dan dasar hukumnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar