Contoh Format Penulisan Artikel Umum, Ilmiah dan Berita Serta Contohnya

Format penulisan artikel mengacu pada urutan atau garis-garis besar yang umum digunakan saat menulis artikel jenis apa saja.

Misalnya, jika anda menulis opini untuk di kirim di media cetak atau media online, tentu saja artikel tersebut harus punya pendahuluan, isi dan penutup.

Format yang tepat pada akhirnya akan membuat artikel tersebut menarik untuk dibaca, punya inti cerita yang jelas, melibatkan unsur-unsur 5W+1H dan lain sebagainya.

Dan secara umum, artikel terbagi dalam empat format utama yakni judul, nama penulis (digunakan untuk situasi tertentu), body atau isi artikel, serta kesimpulan.

Pada kesimpulan biasanya berisikan alinea penutup, artikel dengan opini atau rekomendasi, antisipasi, banding dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang mencari contoh format penulisan artikel umum, sistematika penulisan artikel ilmiah, format penulisan artikel biasa atau mungkin format penulisan artikel berita, simak selengkapnya artikel dibawah ini.

Contoh Format Penulisan Artikel Umum, Ilmiah dan Berita Serta Contohnya

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan contoh format penulisan artikel yang baik dan benar, yakni:

A. Urutan format penulisan artikel Biasa atau umum

Cara Menulis Artikel Yang Benar Dan Contohnya
Gambar via paperwriter.com

Artikel biasa atau yang kadang juga disebut artikel umum adalah jenis artikel paling banyak ditemui di blog dengan metode penulisan standar.

Dimana biasanya hanya berisikan judul, informasi penulis, isi artikel dan penutup. Contoh sederhana bisa dilihat dari postingan ini. Berikut penjelasannya:

1. Judul artikel

Judul artikel adalah gambaran tentang topik dari artikel yang ditulis sehingga dengan membaca judul, audiens seolah melihat pratinjau dari seluruh isi tulisan.

Saat menulis judul, disarankan untuk menggunakan 50-70 karakter. Tujuannya agar ringkas, padat dan menarik perhatian.

Anda juga tidak boleh menggunakan judul sembarang alias ada tekniknya. Boleh dengan menambahkan angka, tanda tanya, tanda seru dan lain sebagainya.

Untuk contohnya ada banyak, berikut beberapa judul artikel yang umum ditemui:

1. Cara membuat artikel yang baik dan benar
2. Cara menulis novel yang baik dan benar

2. Informasi penulis

Dibawah judul, biasanya ada informasi soal nama penulis. Ini adalah format standar untuk membantu audiens bahwa artikel tersebut benar ditulis oleh manusia.

Selain untuk personal branding, informasi penulis juga bisa membantu audiens mengenal profil anda, atau mungkin membangun hubungan yang lebih baik.

Baca Juga:

Oh iya, terkadang, untuk penulis, bisa disertai dengan kredensial untuk meningkatkan kepercayaan atas artikel yang ditulis.

Ada juga yang hanya menggunakan inisial untuk nama pena, yang fungsinya sama. Berikut beberapa contoh informasi penulis yang paling umum ditemui

1. Dewi Sinar,
2. Indra Galih, Dosen Universitas Negeri Jakarta
3. Paulipu, blogger enthusiast

3. Pendahuluan

Pendahuluan atau pengantar bisa memberi tahu audiens anda tentang topik seperti apa yang ditulis atau disampaikan lewat artikel.

Ini semacam penjelasan singkat, namun lebih banyak, dari judul. Terkadang, pembuka artikel merupakan titik krusial dari sisi audiens apakah akan terus membaca tulisan tersebut atau sebaliknya.

Karena itu, sebisa mungkin untuk menulis artikel yang menarik perhatian audiens tapi tetap disesuaikan dengan topik dan jenis artikel yang ditulis.

4. Body artikel

Body atau tubuh artikel adalah penguraian lebih lanjut dari pembuka atau pendahuluan diatas. Misalnya, jika menulis tentang cara membuat artikel, maka ulas soal topik tersebut.

Setelah sampai ke tubuh artikel, silahkan paparkan dalam bentuk poin-poin atau ulasan naratif mengapa harus bisa menulis artikel.

Hanya saja, tetap pertimbangkan soal sudut pandang soal artikel tersebut. Sudut pandang ini akan membuat artikel lebih spesifik.

Contohnya, jika ulas soal cara mengganti ban, maka bisa ambil angle soal mengapa penting untuk mengetahui cara mengganti ban, tips mengganti ban di jalan raya, langkah-langkah mengganti ban dan seterusnya.

Jika buat artikel SEO, sebisa mungkin untuk mengulas tentang topik secara lengkap sehingga audiens tidak perlu pindah ke blog atau situs web lain hanya untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

5. Kesimpulan

Terakhir ada kesimpulan atau penutup, yang berfungsi untuk menyatakan kembali poin utama dari artikel tersebut. Dengan demikian, ini semacam penutup yang memberi gambaran menyeluruh tentang intisari artikel.

Saat menulis kesimpulan, tetap perhatikan jenis tulisan yang diangkat. Misalnya, jika itu artikel persuasif, maka boleh tambahan ajakan bertindak kepada pembaca.

Ajakan bertindak ini bergantung penuh sama tujuan anda. Apabila untuk artikel deskriptif tentang produk, maka bisa ajak untuk mengunduh tautan, mendaftar sekarang, jadwalkan panggilan, hubungi kami dan seterusnya.

6. Informasi tambahan

Informasi tambahan ini boleh ditempatkan sebelum atau sesudah artikel. Mayoritas dibuat dalam bentuk Question and Answer (Q&A) atau frequently asked question atau FAQ.

Ini penting agar orang-orang bisa mendapatkan gambaran singkat atau mungkin lengkap tentang topik artikel yang ditulis.

Tapi, penggunaan Q&A dan FAQ ini sangat opsional. Dan tentu saja, tidak semua artikel wajib pakai atribut satu ini.

B. Sistematika Penulisan Artikel Ilmiah

Urutan Penomoran Karya Tulis Ilmiah, Skripsi, Tesis, Artikel, Monograf dan Contohnya
Gambar via wired.com

Berbeda dengan penulisan artikel umum dimana saat menulis artikel ilmiah harus mengikuti pedoman khusus yang sudah ditentukan.

Siapa yang menentukannya? Pihak lembaga perguruan tinggi atau organisasi yang menerima artikel ilmiah tersebut untuk diterbitkan.

Lantas, bagaimana dengan sistematika penulisan artikel ilmiah? Secara umum, sistematikanya seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

1. Judul

Sama seperti artikel umum dimana penulisan judul artikel ilmiah ditempatkan di pertama dan ditulis dengan indent tengah.

Beberapa kampus atau organisasi menyarankan agar penggunaan judul pada artikel ilmiah tak boleh lebih dari 12 kata.

2. Nama penulis artikel ilmiah

Di bawah judul ada informasi soal identitas penulis, yang terdiri dari nama atau mungkin informasi lain soal penulis.

Hanya saja, untuk nama, biasanya ada tambahan informasi angka tiki atas untuk yang digunakan untuk menandai kalau keterangan tentang penulis ada dibawah pada footnote.

3. Abstrak

Setelah nama penulis diikuti dengan abstrak atau ringkasan ringan yang merujuk pada gambaran umum soal artikel ilmiah yang ditulis.

Untuk abstrak, pada umumnya menggunakan bahasa Indonesia lalu diikuti dengan bahasa Inggris. Beberapa kampus atau organisasi menyarankan panjang abstrak tak lebih dari 250 kata.

Khusus untuk gambaran umum ini, teks yang ditulis harus menggunakan perataan teks full ke kanan dan ke kiri.

4. Keywords

Keyword atau kata kunci merujuk pada tag teks umum yang menggambarkan isi artikel dan bisa diambil dari judul yang digunakan.

Misalnya, jika bahas soal pengaruh efisiensi belajar kepada siswa kelas III SD, maka keywordnya bisa pakai efisiensi, belajar, dan siswa.

Panjang keyword juga bergantung pada ketentuan yang diminta. Tapi, secara umum, standar keyword ini terdiri dari 3-5 kata.

5. Pendahuluan

Sama seperti artikel pada umumnya, dimana pendahuluan merujuk pada pengantar dari artikel ilmiah yang sedang dibuat untuk menggambarkan isi artikel secara ringkas.

Tidak ada standar pasti panjang pendahuluan ini ada berapa. Yang jelas, harus menggambarkan isi artikel secara keseluruhan.

6. Metode penelitian

Setelah pendahuluan, sistematika penulisan artikel ilmiah dilanjutkan dengan metode penelitian yang digunakan.

7. Hasil

Hasil penelitian merujuk pada apa yang didapatkan dari penelitian tersebut. Disini harus melibatkan data berupa angka dan dijelaskan pakai teks.

8. Pembahasan

Pembahasan merujuk pada topik penelitian yang dibahas tersebut, yang juga masih berkaitan dengan hasil penelitian tersebut.

9. Simpulan

Simpulan, atau kesimpulan, merupakan penutup atau konklusi dari artikel ilmiah tersebut. Alias, gambaran umum dari hasil penelitian yang diperoleh, beserta saran, dalam beberapa kasus.

10. Ucapan terima kasih

Ucapan terima kasih diperlukan untuk menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam penelitian, termasuk itu orang atau organisasi.

11. Daftar pustaka

Daftar pustaka merujuk pada sumber-sumber yang dikutip atau yang dijadikan sitasi dari artikel ilmiah yang sudah dibuat tersebut.

Khusus untuk daftar pustaka, ada aturan khusus dimana dalam penulisannya, harus memakai kutipan sesuai sistem APA (Association Psychological Association) agar ada keseragaman.

Oh iya, format penulisan artikel ilmiah di atas sedikit berbeda saat menulis artikel ilmiah non-penelitian. Soal ini akan ditambahkan di artikel berikutnya.

C. Format penulisan artikel Berita

Cara Menulis Artikel Yang Benar Dan Contohnya
Gambar via grammarly.com

Salah satu jenis artikel yang umum ditemui adalah artikel berita yang dibuat berdasarkan isu atau data yang disajikan dan disajikan dalam bentuk laporan jurnalistik.

Hanya saja, dalam penulisan berita, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan yakni jenis berita dan jenis pelaporan berita.

Artinya, untuk kaidah penulisan berita hardnews dan softnews itu berbeda termasuk juga indepth report atau mungkin berita mendayu-dayu atau feature.

Hanya saja, format penulisan artikel terbagi dalam beberapa bagian, diantaranya:

1. Mencari dan menemukan berita

Sebelum menulis berita, wartawan pertama kali akan mencari dan menemukan berita sesuai dengan lingkup wilayah tempat ia ditugaskan.

Sumber berita ini bisa dari mana saja seperti dari masyarakat, kampus, organisasi, individu, kejadian-kejadian khusus yang menarik dan lain sebagainya.

2. Wawancara narasumber

Setelah mendapatkan sumber berita, langkah berikutnya adalah melakukan wawancara terhadap narasumber yang akan dikutip pernyataannya.

Misalnya, jika menemukan berita soal begal disertai kekerasan, maka bisa wawancara orang-orang dekat korban.

Atau, jika kekerasan yang dialami korban masih dalam taraf baik-baik saja dan korban bersedia berbicara, maka bisa diwawancarai juga.

Agar berita lebih lengkap, lakukan juga wawancan terhadap saksi yang melihat aksi tersebut terjadi serta petugas kepolisian.

3. Mengolah berita

Dalam pengolahan berita, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni pemilihan angle atau sudut pandang pemberitaan.

Setelah angle ditentukan, langkah berikutnya adalah menulis berita dengan melibatkan unsur-unsur 5W+1H. Anggap saja, beritanya adalah soal begal tadi, maka beritanya bisa seperti ini:

Polisi Ringkus Pelaku Begal di Jakarta

Polisi berhasil menangkap pelaku yang membegal honorer di (sebutkan tempat) yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang ke rumah pada Kamis (21/02).

Kapolsek (sebutkan siapa sumber berita) mengatakan bahwa pelaku ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

(wawancara) “Betul, sudah diamankan” kata Kapolsek.

Setelah itu, tinggal sampaikan kronologi bekal tersebut terjadi, dimana tempatnya, kapan, bagaimana dan informasi-informasi penting lain

4. Mengirim ke redaksi

Setelah artikel berita berhasil dibuat, langkah selanjutnya adalah melihat kembali kesalahan penulisan dan tata bahasa.

Jika sudah cukup, silahkan kirim ke redaksi bersama dengan foto referensi. Dari sinilah editor bisa melakukan editing terhadap naskah lalu diterbitkan dalam edisi harian koran atau di media online.

Penutup

Jadi, sistematika saat menulis artikel umum atau artikel biasa itu berbeda dengan artikel berita serta artikel ilmiah.

Tentu saja, perbedaannya ada pada urutan poin-poin yang dibahas. Meski punya perbedaan, semua jenis artikel punya satu kesamaan.

Yakni memiliki judul, informasi penulis, isi artikel dan kesimpulan. Demikian artikel tentang contoh format penulisan artikel umum, artikel ilmiah dan artikel berita. Semoga artikel bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar