50+ Contoh Alat Laboratorium Kimia, Fisika, Biologi dan Kedokteran: Fungsi, Kegunaan dan Gambar

Berbicara tentang alat laboratorium kimia, fisika, biologi dan kedokteran secara tidak langsung akan berbicara tentang perlengkapan pendukung praktik, eksperimen dan penelitian yang dilakukan.

Tapi bergantung penuh sama siapa yang melakukan kegiatan tersebut. Misalnya, jika dilakukan oleh praktisi kesehatan profesional, biasanya bertujuan untuk melihat kandungan dari suatu zat, mengidentifikasi virus dan seterusnya.

Hasil dari penelitian tersebut kemudian disampaikan ke publik atau memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk menghindari penggunaan dari bahan A karena mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan.

Sementara, apabila dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa, biasanya merupakan bagian dari materi pembelajaran yang didalamnya mengharuskan praktikum di laboratorium.

Ini searah dengan penjelasan Indrawati Sudaryanto dan Endang Kowara dalam bukunya Pengelolaan laboratorium IPA dan Instalasi Listrik (1998).

Dimana, disitu disebutkan kalau peralatan laboratorium punya tiga fungsi utama. Pertama, sebagai sumber pembelajaran, kedua sebagai salah satu metode pendidikan dan ketiga sebagai sarana penelitian.

Dengan demikian, berbagai perlengkapan laboratorium itu wajib ada dan disiapkan untuk menunjang tiga fungsi dasar diatas.

Hanya saja, sebagai bangunan, laboratorium sering dirancang secara khusus untuk digunakan pada bidang studi atau bidang ilmu tertentu.

Itu artinya, peralatan di laboratorium biologi berbeda dengan laboratorium fisika begitu juga dengan laboratorium kimia serta kedokteran.

Mengapa demikian? Karena objek yang diteliti berbeda-beda sehingga membutuhkan alat-alat yang berbeda pula.

Meski ada beberapa peralatan umum yang bisa ditemui di semua laboratorium seperti gelas ukur, tabung reaksi, labu ukur dan lain sebagainya.

Dan untuk anda yang sedang contoh-contoh alat laboratorium fisika, contoh alat laboratorium kimia, biologi dan kedokteran, simak artikel ini sampai habis.

50+ Contoh Alat Laboratorium Kimia, Fisika, Biologi dan Kedokteran: Fungsi, Kegunaan dan Gambar

Lantas, apa saja nama-nama alat laboratorium kimia, biologi dan kedokteran? Apa saja fungsi setiap alat tersebut? Berikut artikelnya.

A. Macam-macam contoh alat laboratorium Kimia

Laboratorium kimia adalah bangunan atau ruangan yang secara khusus digunakan untuk melakukan berbagai eksperimen atau pengamatan atas bahan-bahan kimia.

Keberadaan laboratorium jenis ini dapat dengan mudah ditemui di berbagap tempat seperti sekolah, kampus atau mungkin di industri farmasi dan makanan.

Dan untuk menunjang berbagai aktivitas didalam laboratorium, ada beberapa peralatan yang wajib disiapkan, seperti:

1. Gelas Ukur

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© glasswareindonesia

Gelas ukur, yang kadang juga disebut tabung ukur atau tabung silinder adalah tabung gelas yang disertai dengan skala untuk menunjukkan volume cairan didalamnya.

Dengan demikian, fungsi utama dari alat laboratorium kimia satu ini adalah untuk mengukur volume zat yang akan dimasukkan ke dalamnya.

Volume rata-rata tabung ukur cukup variatif. Paling kecil adalah 10 Mililiter (Ml) sementara, yang paling besar, bisa menampung cairan hingga 2 Liter (L).

Agar pengamatan bisa dilakukan dari luar maka gelas ini harus transparan. Karena itu, pada umumnya, tabung ukur ini dibuat dari plastik polipropilen dan bagian bawah yang cenderung lebar.

Tujuannya agar gelas tersebut lebih stabil saat ditempatkan di permukaan datar seperti meja atau tempat lain yang diinginkan.

2. Tabung Reaksi

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© bmdstatic.com

Selanjutnya ada tabung reaksi yang merupakan tabung tertutup pada salah satu ujungnya dan umumnya digunakan untuk melangsungkan uji kimia.

Peralatan laboratorium jenis ini bisa terbuat dari kaca atau plastik. Jika digunakan untuk praktek, kebanyakan berbahan dasar plastik karena jumlah penggunaan yang tinggi dan bobotnya ringan.

Ukurannya sendiri relatif kecil. Bahkan beberapa diantaranya hanya berukuran sebesar ibu jari orang dewasa dan tersedia dalam berbagai ukuran.

Baca Juga:

Hanya saja, mayoritas tabung reaksi memiliki diameter antara 10-20 dengan panjang berkisar antara 50 sampai 200 milimeter.

Lantas, apa sih fungsi dari tabung reaksi ini? Fungsinya adalah untuk menampung, memanaskan hingga untuk mencampur bahan kimia baik itu cair atau padat sebagai bagian dari uji kualitatif.

Oh iya, dalam beberapa kasus, tabung reaksi sering juga disebut labu didih. Jika istilah tersebut digunakan maka secara tidak langsung merujuk pada tabung reaksi yang ukurannya lebih besar.

3. Labu Ukur

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© wikimedia.org

Volumetric flask atau labu ukur, yang dalam beberapa kasus disebut labu takar, adalah peralatan kimia yang digunakan untuk mengencerkan larutan dalam volume tertentu.

Umumnya, labu ukur terbuat dari kaca dengan perut yang besar serupa labu pada umumnya. Ukurannya sendiri cukup variatif antara 1 mL (0,001 L) hingga 2 liter.

Oh iya, di KBBI, labu ukur merupakan botol yang lazimnya dibuat dari kaca untuk menyimpan bahan dalam laboratorium dan dilengkapi dengan leher untuk pegangan serta untuk menuang.

Ciri utama dari labu ukur ini ada pada warnanya yang transparan, sehingga bisa memantau cairan yang dituangkan di dalamnya.

Tapi tergantung kebutuhan karena ada juga labu ukur berwarna gelap tapi tetap terbuat dari polietilena dan memiliki penutup yang berfungsi untuk menahan reaksi kimia.

Lantas, apa sih fungsi dari labu ukur ini? Fungsinya adalah untuk mengukur larutan kimia secara analitik dengan tujuan untuk mendapatkan informasi soal konsentrasi cairan yang terdapat di dalamnya.

4. Labu Erlenmeyer

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© shopee.co.id

Lalu ada labu Erlenmeyer dengan ciri utama ada pada bentuknya yang kerucut, memiliki leher silinder dan bagian bawahnya datar.

Istilah Erlenmeyer berasal dari nama seorang kimiawan Jerman, Emil Erlenmeyer yang pertama kali menggunakan labu ukur jenis ini.

Lantas, apa fungsinya? Secara umum fungsinya sama seperti labu ukur lain dimana bisa digunakan untuk mencampur, menyimpan sampai mengukur cairan.

Hanya saja, dari segi bahannya berbeda. Dimana, labu Erlenmeyer biasanya dibuat dari kaca borosilikat yang tahan panas.

Dari segi ukurannya cukup variatif mulai dari 50 mL (0,05 L) hingga 500 mL (0,5 L). Jika digunakan pada laboratorium biologi, biasanya digunakan sebagai tempat pembiakan mikroba.

5. Gelas Beaker

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© anmindonesia

Gelas beaker, yang kadang juga disebut gelas piala, di KBBI berarti wadah yang digunakan dalam laboratorium untuk menampung zat cair atau larutan dan untuk memanaskannya.

Dengan demikian, gelas gelas jenis fungsi utamanya adalah untuk menampung cairan dengan bentuk silinder dan bagian bawahnya datar.

Biasanya, gelas beaker hanya dipakai untuk mencampur cairan kimia yang memiliki sifat korosif dan memiliki ukuran yang variatif antara 25 mililiter (0,025 L) hingga 3 liter.

6. Pipet

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© amazonaws.com

Pipet adalah pipa pembuluh dari kaca yang ujungnya runcing dan kecil yang biasanya digunakan untuk menghisap dan memindahkan benda cair.

Apabila alat ini dipakai di laboratorium, umumnya digunakan untuk memindahkan cairan dalam volume tertentu dari satu wadah ke wadah lain.

Jenis pipet laboratorium sendiri cukup banyak, berikut beberapa diantaranya:

  • Pipet tetes yang merupakan pipet khusus untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lain dalam jumlah yang kecil dan terbatas. Ciri utama dari pipet jenis ini ada pada bagian ujungnya yang tertutup karet
  • Pipet ukur adalah pipa berukuran kecil yang bentuknya sama seperti pipet tetes di atas tapi hanya digunakan secara khusus untuk mengukur. Secara teknis, bisa dipahami sebagai pipet yang dipakai untuk memindahkan cairan dalam ukuran tertentu sesuai dengan volume dengan ukuran maksimal hingga 50 mL (0,05 L)
  • Pipet volume, yang kadang juga disebut pipet gondok, adalah pipet yang digunakan untuk memindahkan cairan dalam volume yang lebih besar dari satu tempat ke tempat lain. Dari fungsinya tersebut bisa diketahui kalau pipet volume adalah alat ukur kuantitatif yang berbeda dengan dua jenis pipet sebelumnya

7. Kaki Tiga

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© shopee.co.id

Salah satu benda yang umum ditemui di laboratorium adalah kaki tiga yang merujuk pada alat peraga seperti kursi tapi hanya memiliki tiga kaki saja.

Lantas, apa sih fungsinya? Secara umum kaki tiga berfungsi sebagai penyangga ring. Bisa juga dipakai sebagai penahan kawat kasa saat proses pemanasan berlangsung.

8. Rak Tabung Reaksi

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© shopee.co.id

Rak tabung reaksi adalah rak berukuran kecil dengan lubang-lubang kecil dibagian tengah dan digunakan sebagai wadah atau tempat penyimpanan tabung reaksi.

Umumnya, alat laboratorium jenis ini terbuat dari kayu dengan 12 lubang di seluruh sisinya dimana sisi kanan dan kirinya terdapat 6 lubang.

Tapi bergantung sama modelnya. Karena ada juga rak tabung reaksi yang jumlah lubangnya lebih dari enam begitu juga dengan diameter lingkarannya.

Di bagian bawah rak ini terdapat cekungan, yang berfungsi sebagai penahan agar tabung reaksi tidak goyang saat dipindahkan dengan ukuran yang variatif tapi rata-rata berkisar antara 20 x 10 cm.

9. Penjepit Tabung Reaksi

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© pngtree.com

Seperti juga namanya dimana penjepit tabung reaksi adalah alat yang secara khusus digunakan untuk menjepit tabung reaksi saat proses pemanasan berlangsung.

Artinya, dengan alat ini, anda juga bisa digunakan untuk mengambil beberapa peralatan laboratorium lain yang panas seperti kertas saring untuk di pindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

10. Plat Tetes

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© Pinterest

Berikutnya ada plat tetes yang merupakan alat penguji keasaman larutan atau untuk mereaksikan antara satu cairan dengan cairan lain dalam jumlah yang setara.

Biasanya, alat laboratorium kimia jenis ini terbuat dari porselen kemarik yang cukup kuat dengan jumlah lubang yang variatif antara 6, 12 hingga 16 tetes.

11. Mortar

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© artstation.com

Mortar, yang kadang juga disebut alue atau pestle, adalah alat yang digunakan untuk mencampur berbagai komponen kimia secara bersamaan dalam satu wadah.

Sama seperti plat tetes diatas yang mana Mortar biasanya terbuat dari porselen keramik yang telah ditanur pada suhu ±1.200°C atau mungkin dari batu.

Di Indonesia, istilah mortar lebih sering disebut lesung, cobek, alur atau ulekan karena umumnya digunakan sebagai alat untuk menumbuk rempah-rempah seperti merica, bawang dan lain sebagainya.

12. Kawat

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© alicdn.com

Pada laboratorium kimia ada dua jenis kawat yang umum digunakan yakni kawat kasa dan kawat nikrom. Berikut penjelasannya:

  • Kawat kasa adalah peralatan laboratorium kimia yang digunakan sebagai penahan breaker atau labu ukur saat proses pemanasan berlangsung. Dan biasanya hanya digunakan untuk dua proses menggunakan alat pemanas bunsen atau spiritus. Dalam beberapa kasus, kawat jenis ini juga ditopang dengan tiga kaki di bagian bawahnya agar proses pemanasannya berjalan maksimal.
  • Kawat nikrom pada dasarnya berfungsi untuk mengetahui atau untuk mengidentifikasi zat saat proses uji nyala sedang berlangsung.

13. Corong Pisah

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© shopee.co.id

Corong pisah adalah alat laboratorium yang bentuknya kerucut dan umumnya dipakai dalam proses ekstraksi cairan dengan densitas berbeda.

Biasanya, alat satu ini memiliki penyumbat di bagian atas dan terbuat dari kaca borosilikat serta mmeiliki keran yang terbuat dari teflon atau kaca.

14. Batang Pengaduk

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© shopee.co.id

Batang pengaduk adalah batang yang digunakan untuk mengaduk atau mencampur cairan serta bahan kimia lain yang diperlukan saat praktek lab berlangsung.

Umumnya, alat jenis ini terbuat dari kaca pejal yang cukup padat dan keras serta tidak memiliki geronggang atau lubang rongga seperti borosilikat atau pyrex.

Ukurannya sendiri cukup kecil serupa sedotan plastik tapi cukup panjang dan dibagian ujunya ada bulatan yang digunakan untuk menyempurnakan adukan.

Selain dipakai untuk mencampur larutan, batang pengadung juga bisa digunakan dalam proses dekantasi larutan, induksi kristal, pemecah emulsi saat ekstraksi dan lain sebagainya.

15. Gelas Kaca atau Gelas Arloji

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© labipaterpadufkipuntirta.com

Gelas kaca, yang kadang juga disebut gelas arloji sebenarnya hanya istilah untuk gelas di laboratorium yang bentuknya bundar dan memiliki diameter relatif.

Lantas, fungsinya apa? Pada umumnya, gelas ini dipakai sebagai penutup gelas kimia untuk mencegah penguapan dari sampel saat proses pemanasan berlangsung.

Bisa juga digunakan sebagai alat untuk mengeringkan padatan desikator, tempat untuk pengamatan larutan, atau sebagai tempat menyimpan bahan yang nantinya akan ditimbang.

16. Labu Destilasi

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© labsmk.com

Labu destilasi adalah labu yang secara khusus digunakan sebagai tempat penyulingan sekaligus tempat untuk memisahkan setiap larutan dari komponen yang berbeda-beda.

Dalam beberapa kasus, labu jenis ini juga dipakai untuk memisahkan bahan kimia berdasarkan reaksi, kecepatan, volatilitas sampai tingkat penguapan.

17. Kondensor

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© indonesian.alibaba.com

Jika alat ini digunakan di laboratorium, fungsinya berbeda dengan kondensor pada umumnya yakni sebagai alat untuk mendinginkan cairan panas dan memberikan efek embun dari uap yang muncul.

Bentuk dan jenis alat ini cukup beragam mulai dari vigreux kolom, kondensor graham, kondensor Liebig (lurus), kondensor dimroth (spiral) hingga kondensor bulat atau Allihn.

18. Spatula

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© prima-brt.com

Spatula, yang secara awam dikenal sebagai sendok, adalah peralatan laboratorium yang umumnya digunakan sebagai wadah untuk mengangkat zat dari satu tempat ke tempat lain.

Bahanya sendiri cukup beragam dimana ada yang terbuat dari plastik sementara yang lainnya terbuat dari logam padat.

Yang plastik biasanya dipakai untuk mengambil zat yang memiliki reaksi tertentu pada logam sebaliknya, untuk logam, dipakai untuk mengambil zat yang bereaksi terhadap plastik.

Dengan demikian, kedua jenis spatula diatas yakni logam dan plastik punya fungsi yang sama yakni untuk mengambil bahan kimia baik yang berbentuk padat dan kristal.

19. Buret

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© indonesian.alibaba.com

Buret adalah tabung kaca panjang berskala yang dilengkapi dengan kran untuk mengatur kecepatan tetesan atau aliran cairan yang muncul.

Biasanya digunakan untuk mengukur volume cairan dengan cermat untuk kemudian ditempatkan ke wadah tertentu seperti titrasi.

20. Filler

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© shopee.co.id

Filler adalah alat yang digunakan untuk menyedot larutan yang biasanya ditempatkan pada pangkal pipet dan biasanya memiliki karet.

Dan karet tersebut resisten atas elemen kimia. Dengan demikian, alat laboratorium satu ini tidak mudah rusak dan aman saat dipakai.

21. Pembakar Bunsen

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© indonesian.alibaba.com

Alat satu ini diambil sesuai dengan nama penemunya yakni Robert Bunsen. Lantas, apa fungsinya? Secara umum digunakan sebagai alat sterilisasi jarum osi, pembakaran sampai pemanasan.

Ciri utama pembakar bunsen ada pada skala apinya yang tunggal dengan sumber gas yang berasal dari alam seperti propana atau butana, dan dalam beberapa kasus, campuran antara keduanya.

22. Pembakar Spiritus

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© wikimedia.org

Pembakar spiritus adalah pembakar yang menggunakan zat cair yang mudah terbakat atau menguap. Dengan demikian, alat ini dipakai untuk proses pemanasan atau untuk percobaan bahan kimia lainnya.

Lantas, apakah pembakar spiritus ini sama dengan pembakar Bunsen sama? Secara umum ya tapi model bahan bakarnya berbeda.

Ciri utama dari alat laboratorium kimia satu ini ada pada sumbunya yang terhubung langsung ke cairan spiritus dibawahnya seperti lampu minyak tanah.

Lantas, apa kegunaannya? Secara umum untuk memanaskan atau mencairkan beberapa zat yang membutuhkan pemanasan.

Atau, dalam beberapa kasus, dipakai juga sebagai bahan untuk uji kualitatif dengan menggunakan tabung reaksi langsung.

Artinya, agar tabung reaksi itu bisa panas, ia membutuhkan sumber panas. Disinilah fungsi sebenarnya dari pembakar spiritus tersebut.

23. Desikator

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© indonesian.alibaba.com

Desikator, secara umum dipahami sebagai bejana tertutup berisi zat pengering yang dipakai sebagai tempat menyimpan bahan seperti biji tanaman agar bahan tersebut tetap kering.

Dengan demikian, alat ini bisa dipakai untuk menyimpan sampel yang bebas dari air, sekaligus mencegah kerusakan atau perubahan yang tidak diinginkan.

Di laboratorium, alat ini biasanya ada dalam bentuk panci dua susun. Bagian penutupnya terdapat vaseline, sehingga sulit terbuka terlebih saat cuaca dingin.

Sementara, di bagian bawahnya terdapat gel, yang berfungsi sebagai pengering sehingga komponen air sulit merembes ke bagian dalam.

Saat ini, ada dua jenis desikator yang umum ditemui di dalam laboratorium yakni desikator vakum dan desikator biasa.

24. Alat destilasi

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© shopee.co.id

Terakhir ada alat destilasi yang merupakan alat penyulingan atau alat yang digunakan sebagai wadah untuk mengubah benda cair atau padat menjadi uap.

Setelahnya, yang dipadatkan tersebut akan disalurkan ke dalam bejana yang terpisah satu sama lain, lalu dikondensasikan pakai pendingin.

Pada laboratorium, biasanya alat destilasi ini terdiri dari paket lengkap mulai dari kran air, pipa penghubung, Erlenmeyer, termometer, statif dan klem, labu hingga kondensor.


B. Jenis-jenis contoh alat laboratorium Biologi

Berbeda dengan peralatan laboratorium kimia diatas yang pada dasarnya untuk menguji atau mengetahui reaksi kimia dari suatu zat atau senyawa.

Dalam laboratorium biologi biasanya bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai komponen hidup termasuk tumbuh-tumbuhan, sebagai bagian dari praktikum dan penelitian.

Karena itu, diperlukan beberapa peralatan penunjang, baik umum dan teknis, untuk mendukung kegiatan tersebut, diantaranya:

1. Kotak Genetika

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© eurekabookhouse.co.id

Kotak genetika termasuk peralatan laboratorium biologi yang biasanya terbuat dari kayu atau plastik dilengkapi kancing dengan warna yang bervariasi.

Setiap kencing pada kotak terpisah satu sama lain tapi merupakan satu kesatuan. Dengan demikian, setiap ruang akan diisi dengan kombinasi gen atau prinsip genetik lainnya.

2. Terrarium

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© dekoruma.com

Terarium, yang kadang juga disebut vivarium, adalah tempat atau wadah dari kaca atau plastik transparan yang berisikan tanaman miniatur dari berbagai jenis.

Dengan demikian peralatan laboratorium satu ini merupakan simulasi kondisi hidup dari tumbuhan sebagaimana yang ada di alam.

Biasanya terdiri dari beberapa ekosistem yang lengkap mulai dari hutan tropis, gurun, padang pasir dan lain sebagainya.

Disisi lain, menurut KBBI, terarium adalah mode atau cara menanam tanaman hias didalam wadah yang tembus pandang dan ditata sehingga tampak seperti tanam.

Atau, dalam pengertian yang lebih luas, diartikan sebagai tanah berpagar untuk memelihara binatang-binatang darat yang kecil-kecil.

3. Audus Fotosintesis

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© bukalapak.com

Andus fotosintesis merupakan alat laboratorium Biologi yang digunakan untuk mengatur pernafasan dari timbangan berdasarkan waktu dan kapasitas.

Lantas, apa fungsinya? Secara umum untuk mengukur laju penguapan atau tingkat respirasi dari satu tanaman termasuk kapasitas dan cara penampang waktunya.

4. Katrol

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© indonesian.alibaba.com

Katrol, secara umum dipahami sebagai alat atau pengangkat yang terbuat dari besi atau mungkin komponen lain seperti kerek.

Di Indonesia, penggunaan paling umum dari katrol adalah untuk mengangkat atau mengambil air dari sumur dengan kedalaman variatif.

Sementara, jika digunakan didalam laboratorium, biasanya dipakai untuk menghitung kecepatan dan percepatan serta momen inersial.

Hanya saja tergantung sama jenis katrol tersebut apakah itu katrol tetap, katrol bergerak atau mungkin katrol majemuk.

5. Vasculum

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© temprina.co.id

Vasculum adalah kotak spesimen botani yang didalamnya berisikan berbagai sampel tumbuhan dengan tujuan untuk melindunginya dari kerusakan atau kekeringan.

Pada umumnya, vasculum terbuat dan logam berbentuk kotak dengan panjang minimal 30 cm serta panjang maksimal relatif.

Untuk lebarnya juga variatif antara 15 sampai 19 cm dengan rata-rata ketebalan vaskulum berkisar 5 hingga 8 cm.

Ciri utama dari alat ini ada pada gantungannya yang memudahkan orang-orang untuk membawanya kemana-mana dan dalam posisi yang cukup aman sekalipun dijinjing.

6. Selotip

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© jd.id

Selotip merupakan perekat yang terbuat dari plastik, baik yang bermata satu atau bermata dua sebagaimana yang dikenal oleh masyarakat awam.

Dengan demikian, selotip punya banyak jenis mulai dari opp packaging tape, stationery tape, masking tape, cloth tape hingga double tape.

Lantas, apa fungsi selotip di laboratorium? Secara umum digunakan untuk merekatkan satu atau lebih peralatan laboratorium seperti plastik, metal, alumunium dan lain sebagainya.

7. Barometer

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© dictio.id

Barometer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur tekanan udara, dipakai untuk meramalkan keadaan cuaca dan mengetahui ketinggian suatu tempat dari permukaan laut.

Mayoritas barometer menyediakan berbagai ukuran tapi cara kerja sistem didalamnya berbeda-beda sehingga melahirkan beberapa jenis, diantaranya:

  • Barometer air raksa yang merupakan alat untuk mengukur tekanan udara yang menggunakan tinggi air raksa di dalam kolam pipa sebagai ukurannya
  • Barometer aneroid yang merujuk pada termometer yang mempunyai bagian yang peka terhadap tekanan udara. Kadang juga dianggap sebagai barometer yang dibuat berdasarkan asas bahwa udara di dalam kotak logam yang tertutup rapat akan menekan dinding kotak ke luar apabila tekanan udara di luar kotak lebih kecil daripada yang ada didalamnya
  • Barometer bahari adalah barometer air raksa yang dirancang khusus untuk dipasang di kapal laut
  • Barometer baku mutlak adalah barometer yang mengukur tekanan udara mutlak tanpa perlu dikalibrasi ulang
  • Barometer fortin adalah barometer air raksa dengan kota air raksa yang dibuat sedemikian rupa sehingga air raksa didalamnya dapat berubah-ubah sampai ke kedudukan tertentu apabila terjadi perubahan tekanan udara
  • Barometer gunung adalah barometer dengan skala yang diatur sedemikian rupa sehingga mampu mengukur tekanan atmosfer dari tekanan rendah sampai dengan tekanan tinggi
  • Barometer kew adalah barometer air raksa yang tidak memerlukan penyesuaian air raksa di dalam kotak air raksa terhadap perubahan tekanan udara

8. Root Pressure

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© bukabukumu.com

Root pressure atau alat ukur tekanan akar adalah alat laboratorium biologi yang digunakan khusus untuk mengukur tekanan akar dari tumbuhan yang diteliti.

Alat ini sendiri terbuat dari gabungan beberapa komponen seperti pipa kapiler dengan model serupa huruf S, dengan ujung bawah pendek.

Sementara, dinding kakinya sedikit lebih panjang dan memiliki skala serta reservoir yang digunakan sebagai tempat penampung air raksa.

9. Pinset

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© ibs.co.id

Pinset pada dasarnya adalah penjepit kecil, biasanya digunakan oleh dokter, perawat atau petugas laboratorium lainnya.

Misalnya, jika dipakai pada lab biologi, umum digunakan untuk mengambil preparat atau bagian-bagian tertentu dari benda yang kecil, misalnya bagian tubuh hewan yang dibedah.

Tujuan menggunakan alat ini agar bagian yang diambil itu tidak terkontaminasi, rusak atau mungkin hancur saat diangkut pakai tangan langsung.

Ciri dari pinset ini ada pada bagian ujungnya yang cenderung lancip, dan biasanya terbuat dari besi yang harus ditekan di kedua sisinya saat digunakan.

Oh iya, ada dua jenis pinset yang umum digunakan di laboratorium, diantaranya:

  • Pinset Anatomis yang kadang juga disebut sebagai pinset traumatis adalah pinset yang tidak memiliki gigi dibagian ujungnya
  • Pinset sirurgis atau pinset atraumatis yang merupakan kebalikan dari pinset diatas. Artinya, pinset jenis ini memiliki gigi dibagian atas

Bentuk pinset cukup variatif mulai dari panjang, berat dan bobotnya. Bahkan, ada juga yang cenderung lebih lebar seperti Pinset Adson.

10. Psikrometer

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© shopee.co.id

Psikrometer, yang kadang juga disebut atmometer, adalah alat untuk mengukur kelembapan udara yang mirip dengan higrometer.

Tapi, alat ini punya dua termometer yang fungsinya berbeda. Dimana yang satunya, selalu dibasahi agar bisa digunakan untuk mengukur keringnya atmosfer.

11. Stopwatch

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© wikimedia.org

Stopwatch atau jam sukat yang kadang juga disebut jam randek adalah alat yang digunakan untuk mencatat waktu dalam skala yang lengkap mulai dari detik, menit dan jam.

Alat laboratorium satu ini memiliki dua tombol di bagian atas. Di bagian kiri adalah tombol yang digunakan untuk mulai menghitung dan bagian kanan untuk berhenti menghitung.

Meski ada juga yang memiliki tiga tombol dimana satu tombol berfungsi untuk melanjutkan pencatatan waktu dari yang sudah ada sebelumnya.

Pada umumnya, jam sukat yang ada di laboratorium bekerja secara manual. Sementara, yang lainnya, seperti yang terlihat pada ponsel, bekerja secara digital.

12. Pisau Bedah

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© indonesian.alibaba.com

Pisau bedah, yang kadang juga disebut sebagai lanset atau bistoury adalah alat laboratorium yang secara khusus digunakan untuk pembedahan.

Seperti dalam proses pembedahan anatomi tubuh, podiatri atau mungkin untuk berbagai kegiatan di luar laboratorium seperti dalam bidang seni atau kerajinan.

Hanya saja, dalam dua bidang terakhir itu, disebut sebagai pisau hobi. Ciri utama dari pisau jenis ini ada pada permukaannya yang sangat tajam dan bisa digunakan berkali-kali.

Meski ada juga pisau bedah yang hanya boleh dipakai sekali yang terbuat dari plastik dan tidak bisa diasah. Gagangnya sendiri terbuat dari plastik.

Secara awam pisau bedah dianggap sebagai pisau yang terbuat dari baja yang sangat keras, tahan karat atau baja dengan karbon tinggi.

Termasuk juga elemen lain seperti titanium, keramik, berlian hingga pisau obsidian. Dan setiap elemen tersebut bisa dapat digunakan secara khusus pada pembedahan atau operasi tertentu.

Selain pisau bedah, biasanya alat-alat bedah terdiri dari paket yang memiliki fungsi sendiri-sendiri saat pembedahan terjadi. Artinya, ada alat bantu bedah lain yang akan digunakan, seperti:

a. Daun pisau bedah

Daun pisau bedah adalah komponen yang dipasang diujung pisau dengan fungsi utama sebagai sebagai tangkai. Karena itu, ia kadang juga disebut sebagai tangkai pisau bedah.

Fungsi utama dari alat ini adalah untuk menguliti hewan yang akan dibedah termasuk untuk memisahkan antara setiap bagian tubuhnya.

Jenisnya sendiri ada banyak dimana ada yang berujung lancip sementara yang lainnya tidak. Laboran bisa mengasah pisau jenis ini atau bisa juga langsung dibuang jika sudah tidak diperlukan lagi.

b. Gunting bedah

Gunting bedah adalah gunting laboratorium biologi yang secara khusus dipakai untuk menggunting bagian-bagian tertentu dari tubuh hewan yang akan diteliti.

Misalnya, bagian jantung, pembuluh darah, usus, pankreas dan lain sebagainya. Karena cukup tajam, gunting bedah ini biasanya dipakai sebagai bukaan pertama dari area tubuh yang diperiksa.

Hanya saja, gunting bedah ini punya banyak jenis mulai dari gunting perban, gunting metzenbaum, gunting Potts, gunting benang dan lain sebagainya.

c. Paku bedah bertangkai

Selanjutnya ada paku bertangkai yang pada umum dipakai untuk merentangkan hewan di atas papan bedah yang akan digunakan sebagai objek penelitian.

Bentuk dan ukuran dari paku bedah ini cukup variatif sehingga bisa merentangkan juga bagian-bagian tertentu dari hewan yang kecil dan halus termasuk untuk memisahkannya.

d. Jarum bertangkai

Jarum bertangkai adalah alat laboratorium biologi yang secara umum dipakai untuk mengikat bagian-bagian tertentu dari tubuh objek yang diteliti.

Tujuannya agar bagian tubuh yang diangkat tidak merusak urat dan pembuluh darahnya. Ciri utama dari jarum bertangkai ini pada bagian ujungnya yang bengkok.

e. Klem bedah

Klem bedah, yang kadang juga disebut sebagai penjepit adalah alat laboratorium yang secara umum digunakan untuk menjepit bagian-bagian tertentu dari objek yang diteliti.

Pada laboratorium, klem bedah ini terbagi dalam beberapa jenis mulai dari klem Pean, klem kocher, klem mosquito, klem angel atau preferen klem dari berbagai derajat mulai dari 30, 45 hingga 90.

Termasuk juga klem pembuluh darah atraumatis yang secara khusus digunakan untuk menjepit pembuluh darah.

13. Panci Bedah

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© bukalapak.com

Panci bedah adalah panci yang digunakan untuk meletakan bagian-bagian tertentu dari anatomi tubuh objek yang akan diteliti.

Bentuknya sama seperti panci pada umumnya. Meski dalam praktiknya, istilah panci juga dipakai untuk papan bedah.

Dan papan bedah disebut sebagai talenan bedah yang bisa dibuat dari gabus, alumunium atau mungkin dari kayu dengan ukuran yang variatif.

14. Pipa Kapiler

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© indonesian.alibaba.com

Pipa kapiler adalah tabung khusus yang bagian ujungnya runcing. Ukurannya sendiri cukup kecil dengan bobot yang tipis dan terbuat dari kaca serta plastik.

Lantas, apa fungsi pipa kapiler ini? Secara umum dipakai untuk mengambil sampel cair dalam jumlah yang sangat kecil.

Oh iya, alat laboratorium satu ini disebut pipa kapiler karena cara kerjanya yang memanfaatkan prinsip aksi kapiler dimana apabila ada suatu gaya di permukaan atau gaya adhesi akan melawan efek gravitasi.

Karena prinsip itulah maka pipa tersebut bisa membawa, dalam kasus ini menaikkan, suatu zat cair ke dalam tanpa melakukan usaha apapun.

Penggunaannya pun cukup sederhana dimana hanya perlu tempatkan pipa kapiler pada cairan yang ingin dipindahkan dan perlahan cairan itu akan naik.

15. Perangkat KIT Penguji Makanan

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© indotekhnoplus.id

Perangkat KIT penguji makanan atau mobile portable food contamination test kit adalah alat laboratorium yang secara khusus digunakan untuk mengetahui kontaminasi zat tertentu ke dalam makanan.

Zat tertentu ini bisa berarti zat kimia, mikrobiologi, kandungan dari hewan tertentu seperti babi, kebersihan serta suhu dari makanan atau minuman itu sendiri.

Sebagai perangkat starter kit, didalamnya terdapat ±16 parameter bahaya yang dapat diukur menggunakan alat ini dengan tingkat keakuratan dan kecepatan yang tinggi.

16. Perangkat KIT Penguji Tanah

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© shopee.co.id

Selain untuk menguji makanan, terdapat juga perangkat KIT penguji tanah yang secara khusus digunakan untuk mengecek unsur hara dari tanah dalam area tertentu.

Mayoritas perangkat mobile satu ini bisa mengecek kadar seperti pH, N, P dan juga K dari tanah itu sendiri dengan proses yang cepat dan akurat.

17. Model Anatomi tubuh

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© shopee.co.id

Model anatomi tubuh adalah tiruan bagian-bagian tubuh dari objek seperti manusia, hewan dan lain sebagainya yang telah diberi kode identifikasi pada area tertentu.

Misalnya, area bagian kepala dimana rambut diberi kode A1 atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk keterangan, jika diperlukan.

Pada umumnya, model anatomi tubuh ini hanya digunakan sebagai salah satu materi pembelajaran penting dengan fungsi tambahan sebagai pajangan, pelengkap inventaris dan bahan ajar.

Jenisnya sendiri cukup banyak dimana ada model anatomi tubuh yang fokus ke torso atau morfologi manusia dengan bentuk dan warna dari tubuh sesuai dengan yang aslinya.

Atau merupakan model-model yang lebih kecil seperti jantung, kepala, laring, kulit, kerangka, usus, ginjal dan lain sebagainya.

18. Busur derajat

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© pixabay.com

Busur derajat atau protractor adalah alat yang secara khusus digunakan untuk mengukur besarnya sudut, berupa lempengan setengah lingkaran.

Selain untuk mengukur sudut, juga dipakai untuk membentuk sudut juga. Alat ini sendiri sudah digunakan sejak ribuan tahun sebelumnya terlebih setelah ilmu geometri berkembang.

Hanya saja, jika bentuknya setengah lingkaran maka ia disebut sebagai busur bilah atau bevel protractor yang merupakan bentuk setengah atau dua buah lengan yang bisa diputar 180°.

19. Kaca pembesar

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© indonesian.alibaba.com

Kaca pembesar, yang kadang juga disebut sebagai lup adalah alat yang terdiri atas kaca atau lensa yang diberi gagang dan lain sebagainya.

Dan alat ini bisa membuat suatu objek yang kecil terlihat lebih besar dibanding benda aslinya. Dari sini bisa diketahui kalau cara kerjanya sama seperti mikroskop.

Biasanya, pegangan kaca pembesar ini dibuat dari alumunium, plastik atau kayu. Alat ini sendiri ditemukan oleh Abu Ali al-Hasan Ibn Al-Haitham, ilmuwan Arab yang juga menginspirasi pembuatan kamera Obscura.

20. Mikroskop

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© telescopesplanet.com

Mikroskop adalah alat untuk melihat benda yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang atau yang memiliki ukuran mikroskopis seperti kuman.

Hanya saja, objek yang bisa dilihat oleh mikroskop lebih kompleks dibanding kaca pembesar konvensional sebagaimana yang dikenal sekarang ini.

Misalnya, mikroskop elektron yang merupakan perkakas optik elektron yang didalamnya sorotan elektron diarahkan pada layar pijan atau pelat fotografis.

Dengan menggunakan lensa elektron tersebut maka benda-benda berukuran kecil dapat diperbesar hingga ribuan kali.

Pada mikroskop, ada dua bagian yakni optik dan non-optik. Setiap bagian tersebut memiliki fungsi dan kegunan sendiri-sendiri.


C. Alat Laboratorium Kedokteran, Medis atau Klink

Sementara, untuk nama-nama peralatan laboratorium kedokteran, yang kadang juga disebut sebagai laboratorium medis atau klinik, daftarnya bisa dilihat di bawah ini, seperti:

1. Stetoskop

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© pixnio.com

Stetoskop adalah alat yang digunakan oleh dokter untuk mendengarkan bunyi kerja alat tubuh dalam rongga dada terutama bunyi paru-paru dan jantung.

Secara teknis, ia dikenal sebagai alat medis akustik untuk mengecek suara tubuh dan bagian-bagiannya secara langsung.

Mulai dari aliran darah didalam arteri, termasuk intestine (usus) dan juga vein (pembuluh darah). Karena fungsinya sangat sentral, maka alat ini sering diasosiasikan sebagai simbol dari pekerjaan dokter.

2. Sentrifus

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© glasswareindonesia

Tiap laboratorium klinik baik yang digunakan untuk pembelajaran kedokteran atau medis memiliki alat satu ini yang dikenal sebagai sentrifus.

Lantas, apa sih fungsi sentrifus? Fungsinya adalah untuk memisahkan cairan dan juga padatan dengan cara diputar pada kecepatan tertentu dalam rotor.

Pada umumnya, alat ini digunakan untuk memeriksa darah serta urin. Sebagai bagian dari pembelajaran atau untuk pengetahuan dan diagnosis.

3. Friability tester

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© indonesian.alibaba.com

Friability tester pada dasarnya adalah alat laboratorium yang khusus digunakan untuk melakukan uji komponen farmasi dan melihat tingkat kerapuhannya.

Menurut WHO, Friability tester adalah alat untuk menguji kerapuhan dan kepadatan sekaligus ketegasannya. Sebelum melakukan uji coba, tablet akan dimasukkan terlebih dahulu ke drum.

4. Urine Analyzer

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© mn-net.com

Urine Analyzer atau alat analisis urin adalah peralatan laboratorium medik yang digunakan secara spesifik untuk mengidentifikasi strip dari tes urine.

Alat ini bekerja semi-otomatis dengan hasil pengecekan yang mendekati akurat atau sekitar 80% hasilnya presisi.

Ada beberapa informasi yang bisa diidentifikasi alat jenis ini yakni nilai pH, leukosit, protein, glukosa, berat jenis dan seterusnya.

5. Mikroskop

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© Shutterstock

Mikroskop adalah salah satu perlengkapan penting dalam satu laboratorium baik itu laboratirum kimia, farmasi, biologi sampai medis atau kedokteran.

Jadi, tak lengkap rasanya jika satu laboratorium tidak memiliki alat ini. Lantas, apa sih fungsi dari mikroskop? Fungsi dasarnya adalah untuk memperbesar objek yang ukuran kecil.

Dengan demikian, jika sebelumnya benda atau hewan tersebut tidak bisa dilihat kasat mata, maka dengan mikroskop, ia bisa dilihat bentuknya seperti apa.

6. Blood gas analyzer

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© sensacore.com

Blood gas analyzer atau alat tekanan parsial adalah alat yang digunakan untuk mengukur informasi darah elektronik dan pH tubuh seperti potasium, klorida, zat kapur hingga natrium.

Dengan demikian, dengan alat ini, tekanan gas darah bisa diketahui termasuk kemampuannya dalam mengangkut oksigen serta karbon dioksida.

Selain itu, informasi seperti pertukaran oksigen, karbon dioksida dan metabolisme sel bisa teridentifikasi dengan baik.

7. Alat rapid test

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© rri.co.id

Pada dasarnya, alat rapid tes adalah alat yang secara khusus digunakan untuk mendiagnosis penyakit atau keadaan yang dialami oleh seseorang dengan cepat.

Meski hasil tesnya bisa diperoleh cepat tapi efektivitas hasilnya cukup tinggi. Bahkan, dalam beberapa kasus, tingkat keakuratannya mencapai 90%.

Misalnya, untuk mengidentifikasi virus Covid-19, HIV, malaria, narkoba, sipilis, kehamilan dan lain sebagainya.

8. Tensimeter

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© honestdocs.id

Tensimeter atau sphygmomanometer adalah alat untuk menetapkan titik-titik transisi dengan mengukur perubahan kecil dari tekanan uap.

Tapi, secara umum, ia dikenal sebagai alat untuk mengukur tekanan darah. Dan untuk mendapatkan informasi tersebut, alat harus dipompa atau mengubah tekanan mansetnya menggunakan sistem non-invasive.

Dengan demikian, mansen akan dipasang dulu di lengan seseorang, lalu ditekan di arteri dengan menggunakan tekanan brachial.

Selanjutnya, tekanan akan diturunkan secara bertahap. Nantinya, akan muncul informasi soal tekanannya dalam tabung manometer.

9. Tabung reaksi

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© bhinneka.com

Tabung reaksi adalah tabung yang secara khusus digunakan untuk melihat reaksi dari satu atau lebih zat secara langsung.

Hanya saja, jika digunakan pada laboratorium medis, alat jenis ini umumnya dipakai sebagai tempat penampungan darah serta urin yang nantinya akan diperiksa menggunakan sentrifus.

10. Pipet

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© lazada.co.id

Pipet adalah alat tetes cairan atau larutan kimia dalam jumlah yang sangat kecil. Dan alat ini dapat ditemui di sebagian besar laboratorium termasuk lab kedokteran atau medis.

Jenisnya sendiri ada banyak mulai dari pipet ukur (measuring pipette), pipet volume (volume pipette), pipet tetes (drop pipette) dan juga pipet buret.

11. Gelas ukur

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© tokopedia.com

Seperti juga namanya dimana gelas ukur adalah gelas yang biasanya dipakai untuk mengukur larutan dalam volume tertentu yang akan dipakai pada saat pengujian.

Ciri utama dari gelas jenis ini ada pada mulutnya yang cenderung lebar meski tidak semuanya dengan bagian atas terdapat saluran kecil untuk memasukkan cairan.

Volume cairan yang dimasukkan ke dalamnya cukup variatif mulai dari 1 mL hingga 1 L. Artinya, gelas ini punya standar deviasi kira-kira 1% dari volume cairan yang diukur.

12. Corong Pisah

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© bukabukumu.com

Corong pisah adalah alat laboratorium kedokteran yang umumnya digunakan sebagai tempat untuk memisahkan dua cairan.

Dimana, cairan tersebut tidak bisa menyatu satu sama lain karena massa jenisnya berbeda. Biasanya, corong jenis ini hanya dipakai saat proses ekskresi berlangsung.

13. Hematology Analyzer

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© labomedproducts.com

Hematology analyzer adalah alat yang ukur sel darah yang digunakan secara khusus untuk memeriksa sel darah secara otomatis.

Peralatan laboratorium medik satu ini bekerja dengan cara impedansi aliran listrik dan juga bekas cahaya. Dan umumnya dipakai untuk diagnosis penyakit tertentu.

Seperti kanker, diabetes dan lain sebagainya. Menariknya, kemampuan diagnosa alat hematology analyzer sangat akurat bahkan mencapai lebih dari 90%.

14. Autoclave

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© galerimedika.com

Autoclave adalah alat yang secara khusus dipakai untuk mensterilkan berbagai perlengkapan medis dan laboratorium yang pernah digunakan.

Cara kerjanya adalah dengan menggunakan material uap bertekanan tinggi hingga 121 derajat celcius dan proses ini dilakukan antara 15 hingga 20 menit.

Dengan demikian, kuman, bakteri atau virus yang mungkin saja terdapat pada alat laboratorium yang digunakan akan mati atau tidak berkembang biak lagi.

Dalam medis, alat ini sangat penting dengan tujuan untuk menjamin agar berbagai perlengkapan pelayanan terhadap pasien higienis atau bersih.

15. Gelas corong

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© shopee.co.id

Berbeda dengan corong pisah diatas yang digunakan untuk memisahkan larutan yang tidak bisa menyatu. Artinya, gelas corong dipakai sebagai tempat untuk memindahkan larutan.

Bisa juga digunakan sebagai wadah untuk menuangkan larutan. Karena itu, umumnya corong pisah dipakai sebagai alat penyaring.

Hanya saja, sebelum itu, ia harus dilapisi dulu dengan kertas saring dibagian atas agar hasil penyaringannya optimal.

16. Erlenmeyer

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© wikimedia.org

Erlenmeyer, yang kadang juga disebut gelas Erlenmeyer, adalah alat laboratorium yang umumnya dipakai untuk titrasi bahan.

Termasuk juga untuk kegiatan meracik bahan atau larutan kimia lalu melarutkannya ke dalam gelas untuk kemudian dilakukan uji coba.

17. Rak tabung reaksi

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© tokopedia.com

Rak tabung reaksi adalah inventaris laboratorium yang secara khusus dipakai untuk menyimpan tabung reaksi dan biasanya terbuat dari kayu.

Pada umumnya, rak jenis ini memiliki 12 lubang yang ditandai dengan cekungan yang ada di bagian bawah dengan ukuran minimal 20 x 10 cm.

Dan lubang-lubang tersebut bisa dipakai untuk berbagai tujuan. Misalnya, 6 lubang pertama untuk tabung reaksi yang baru dicampur sementara sisanya untuk tabung reaksi yang sudah dikeringkan.

18. Lemari pendingin Laboratorium

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© indonesian.alibaba.com

Lemari pendingin laboratorium atau pharmaceutical refrigerator adalah mesin pendingin serupa kulkas rumahan yang digunakan secara khusus untuk menyimpan berbagai produk medis.

Mulai dari obat-obatan, sampel darah dan lain sebagainya. Umumnya, lemari jenis ini memiliki suhu antara 4° hingga 8° Celcius.

19. Timer laboratorium

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© jd.id

Timer laboratorium adalah alat yang secara khusus digunakan untuk mengukur atau menghitung interval waktu dalam satuan detik, menit dan jam.

Dalam istilah yang lebih umum dikenal sebagai alat hitung atau penghitung yang umumnya dipakai sebagai sistem kontrol waktu.

20. Peralatan keselamatan penguji

Contoh Alat Laboratorium Kimia, Biologi dan Kedokteran
© pexels.com

Terakhir ada peralatan keselamatan penguji atau personal protective equipment yang bukan saja dipakai pada laboratorium kedokteran tetapi juga pada laboratorium kimia dan biologi.

Tujuannya adalah untuk menghindari potensi bahaya dari eksperimen yang dilakukan seperti saat membuat larutan kimia yang cukup berbahaya.

Di Indoneia, semua peralatan tersebut dianggap sebagai bagian dari alat pelindung diri atau APD yang terbagi dalam berbagai jenis seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

Jenis Peralatan keselamatan pengujiContoh
Peralatan pelindung diri (APD)Jas laboratorium, apron, kacamata keselamatan, sepatu, pelindung muka, masker gas, kaos tangan, pelindung telinga dan lain sebagainya
Peralatan Keselamatan LaboratoriumPembasuh mata, fire blanket, safety shower, spill neutralizers, first aid kits, alat pemadam api, pintu keluar darurat, ruang asam dan lain sebagainya

Penutup

Selain peralatan general diatas, ada juga laboratorium yang memiliki peralatan khusus dengan fungsi yang spesifik dan bergantung penuh sama fungsi laboratorium tersebut.

Misalnya, pada bidang kedokteran atau medis, ada beberapa laboratorium yang difungsikan sebagai laboratorium forensik untuk berbagai kasus.

Misalnya, kebakaran, kasus pidana, kecelakaan, otopsi dan lain sebagainya. Tentu saja membutuhkan berbagai perlengkapan pendukung yang berbeda-beda.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini jangan lupa sampaikan lewat kolom komentar dibawah.

Demikian artikel tentang contoh alat laboratorium kimia, fisika, biologi dan kedokteran termasuk fungsi serta kegunaannya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar