5+ Cara Trading Crypto Sampai Cuan 1000% Pakai Teori Elliott Wave

Mau trading crypto tapi ga tahu caranya gimana? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Ada banyak situs dan aplikasi yang memungkinkan anda beli atau jual mata uang crypto berbagai jenis.

Proses dan cara kerjanya sih sama seperti saat beli atau jual saham. Perbedaannya ada pada gerak harga atau volatilitasnya.

Sebelum trading, langkah pertama yang harus dipertimbangkan oleh anda adalah memilih platform mana yang akan digunakan untuk trading.

Daftarnya sih ada banyak. Ada rekomendasi ga? Ada. Indodax, Coinbase atau tokocrypto. Tiga platform itulah yang saya pakai sekarang ini.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang belajar trading cryptocurrency pdf, cara trading crypto di indodax, cara trading crypto harian dan bagaimana cara belajar cryptocurrency.

Termasuk cara trading bitcoin, trading crypto terbaik serta cara main crypto, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Sebelum lanjut, baiknya saya bahas dulu apa itu mata uang crypto dan cara kerjanya gimana supaya artikel ini lebih lengkap.

Apa itu cryptocurrency?

Cryptocurrency atau yang lazim disebut mata uang kripto [crypto] adalah mata uang digital atau virtual yang peredarannya dilakukan lewat serangkaian kode atau kriptografi.

Dengan demikian, mata uang ini hampir tidak bisa dipalsukan atau dibelanjakan berulang kali.

Sebagian besar mata uang crypto terdesentralisasi berdasarkan teknologi blockchain, buku besar yang terdistribusi dan dikendalikan komputer berbeda.

Yang membedakan antara mata uang crypto dengan mata uang konvensional, Rupiah misalnya, ada pada legalitasnya.

Dimana, mata uang crypto tidak dikeluarkan oleh pemerintah, dalam hal ini lembaga berwenang yang mencetak uang, Bank Indonesia contohnya.

Dengan demikian, uang ini secara teoritis kebal terhadap campur tangan pemerintah dan aspek politis lainnya.

Mata uang crypto berbasis blockchain pertama adalah Bitcoin, yang sampai hari ini masih menjadi mata uang crypto dengan kapitalisasi terbesar.

Setelah Bitcoin muncul, beberapa mata uang virtual lain pun dibuat dan kini sudah ada ratusan atau mungkin ribuan mata uang sejenis.

Setiap mata uang virtual itu punya fungsi, spesifikiasi dan harga yang berbeda-beda. Ada yang nyaris nol ada yang juga yang nilainya setara harga mobil Pajero Sport.

Bahkan beberapa diantaranya merupakan klon atau turunan dari Bitcoin. Sementara, yang lainnya adalah mata uang baru.

Bitcoin sendiri diluncurkan pada 2009 lalu oleh seorang, atau mungkin juga sekelompok orang, dengan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Pada maret 2021, ada lebih dari 18,6 juta Bitcoin yang beredar dengan total kapitalisasi mencapai US$927 miliar.

Sementara itu, beberapa mata uang virtual lain ikuti bersaing atau berusaha melebihi kesuksesan Bitcoin, yang dikenal sebagai Altcoin seperti Litecoin, Peercoin, Namecoin dan Ethereum.

Secara agregat, nilai semua mata uang crypto beredar mencapai US$1,5 Triliun dan Bitcoin menguasai 60% dari total nilai diatas.

Dan ada beberapa keunggulan mata uang virtual ini dibanding sistem keuangan tradisional, seperti:

  • Semua transaksi tidak butuh biaya overhead seperti saat transaksi lewat bank
  • Transaksi lebih murah dan dapat dikirim dan diterima kapan saja dan dimana saja tanpa batasan demografi
  • Inflasi atau pasokan terbatas yang tertulis dalam kode sehingga tidak diperlukan lagi peran bank sentral
  • Derivatif keuangan seperti strategi perdagangan dan pinjaman dapat dibuat kodenya langsung yang pada akhirnya menggantikan peran perantara

Keunggulan diatas jadi alasan mengapa mata uang Crypto dianggap sebagai aset digital yang menjanjikan, atau sebaliknya.

Jadi tak usah heran kalau ada anggapan bawah mata uang crypto adalah komoditas yang digunakan sebagai penyimpan nilai.

5+ Cara Trading Crypto Sampai Cuan 1000%

Lantas bagaimana cara trading crypto agar bisa cuan 1000%? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Buat akun trading

Ada banyak situs, aplikasi atau platform khusus lain yang memungkinkan anda trading mata uang crypto.

Jadi bisa pilih satu atau lebih platform lalu buat akun trading disitu. Untuk contoh, disini saya pakai Indodax.

Indodax sendiri adalah pialang cryptocureency terbaik, sekalipun banyak biaya ini itu yang bagi beberapa orang lumayang gede.

Mata uang crypto yang tersedia pun banyak. Jadi bisa pilih mau beli yang mana atau jual yang mana.

Bahkan bisa simpan untuk dijadikan aset karena platform ini juga bisa dijadikan sebagai dompet virtual untuk deposit atau withdraw saldo.

Untuk buat akun di Indodax bisa pakai versi situs atau versi aplikasi. Untuk contoh, di artikel ini saya pakai yang versi situs, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Pertama, buka situs Indodax atau versi aplikasinya yang bisa di unduh di Google Play Store atau iOS Store. Agar lebih mudah, bisa klik tautan ini atau disini
  • Tautan diatas akan mengarahkan anda ke situs Indodax. Di bar atas, klik tombol Daftar atau bisa juga dengan cara klik tombol Daftar Sekarang di beranda situsCara Trading Crypto Sampai Cuan
  • Setelah itu anda akan diarahkan ke laman registrasi. Di laman ini silahkan isi username yang akan ditampilkan di akun Indodax, termasuk juga alamat email, nomor HP dan password. Jangan lupa centang kolom persetujuan dan verifikasi puzzle keamanan agar bisa lanjut ke tahap berikutnya. Jika sudah, klik tombol Lanjut Pendaftaran. Perhatikan, usahakan kekuatan passwordnya Hijau agar bisa diterima. Karena itu, baiknya kombinasikan password dengan satu huruf besar, satu karakter khusus dan angkaCara Trading Crypto Sampai Cuan

Lalu ikuti langkah selanjutnya sampai proses registrasi berhasil. Kalau sudah, masuk kembali ke akun Indodax anda untuk verifikasi Identitas.

Untuk verifikasi Identitas, bisa pakai KTP dan SIM. Pastikan juga setiap proses verifikasi diatas selesai agar bisa deposit saldo dan trading crypto.

2. Deposit saldo

Setiap platform trading bitcoin punya metode atau cara deposit yang berbeda-beda. Ada yang hanya dukung rekening bank ada juga yang bisa deposit pakai dompet digital.

Untuk sampel saja, disini saya pakai Indodax untuk trading dan saya pastikan anda sudah verifikasi KTP.

JIka sudah, ikuti langkah-langkah dibawah ini untuk Deposit saldo di Indodax:

  • Masuk ke akun Indodax milik anda yang sudah verified lalu klik Wallet> Deposit atau WithdrawCara Trading Crypto Sampai Cuan
  • Setelah itu anda akan dialihkan ke laman Setor Rupiah. Baca ketentuan didalamnya agar tidak salah transfer ya. Kalau sudah, klik Saya mengerti, lanjutkan transferCara Trading Crypto Sampai Cuan
  • Di tahap ini, akan ada tiga step mesti dilalui. Pertama, memilih jumlah deposit dan sumber dana. Untuk sumber dana bisa pilih transfer bank, tunai, uang elektronik dari DANA, OVO atau Shopeepay serta ritel dan alfamart. Jadi silahkan masukkan jumlah deposit, 1 juta misalnya, lalu pilih metodenya apa, uang elektronik misalnyaCara Trading Crypto Sampai Cuan
  • Nantinya anda akan diarahkan ke metode deposit yang tersedia apakah pakai QRIS ShopeePay, Dana, LinkAja atau pakai OVOCara Trading Crypto Sampai Cuan
  • Terakhir, lihat instruksi yang ada agar bisa deposit dengan cepat. Jika sudah yakin, klik tombol BayarCara Trading Crypto Sampai Cuan

Cara diatas hanya berlaku jika anda pakai Indodax versi desktop atau sitenya. Bagaimana dengan versi aplikasi?

Jika pakai yang versi aplikasi, di beranda akun Indodax klik tombol Funds> Dompet IDR> Penyetoran.

Setelah itu pilih jumlah deposit, 1.000.000 misalnya dan pilih cara deposit pakai beberapa metode yang tersedia.

Mulai dari transfer bank ke nomor virtual account, tunai lewat counter, uang elektronik seperti OVO, DANA dan ShopeePay, Ritel seperti Alfamart dan terakhir Voucher.

Ikuti instruksi deposit berikutnya sampai berhasil. Saya sendiri kebanyakan pakai OVO karena proses depositnya otomatis.

3. Pilih jenis mata uang crypto yang mau diperdagangkan

Sebagai informasi, ada dua jenis aset yang bisa diperdagangkan. Pertama, aset dalam bentuk koin dan kedua aset dalam bentuk token.

Untuk contoh koin crypto ada banyak seperti Bitcoin dan untuk token, yang lazim disebut altcoin pun banyak seperti BAT, Ethereum dan Dogecoin.

Namun, mayoritas trader akan alokasikan dana mereka ke mata uang crypto dengan kapitalisasi besar seperti Bitcoin, Ethereum dan Dogecoin.

Sekalipun kapitalisasinya besar bukan berarti volatilitasnya rendah karena hampir semua mata uang crypto karakteristiknya nyaris sama.


Baca Juga:


Disisi lain, hanya sedikit sekali trader yang mau trading token atau mata uang crypto dengan kapitalisasi kecil.

Perhatikan, sekalipun mata uang crypto dengan kapitalisasi kecil menengah lebih berisiko dibanding crypto dengan kapitalisasi besar, ada potensi kenaikan harga yang gila-gilaan.

Sebagai contoh, ada beberapa altcoin yang alami peningkatan atau kenaikan harga sampai 1000% dalam sebulan.

Dengan demikian, ia bisa jadi pilihan trading yang menarik bagi trader yang toleran resiko. Namun kembali ke psikologi trading yang diterapkan.

Makanya itu, sebelum trading, baiknya anda belajar dulu dasar-dasar trading dan pengenalan platform trading yang digunakan.

Dasar trading paling pertama adalah strategi yang mau digunakan. Sementara, pengenalan platform berkaitan dengan warna-warna chart yang tersedia.

Cara Trading Crypto Sampai Cuan

Misalnya, di Indodax, ada chart pergerakan harga warna merah dan hijau. Harus tahu, warna merah ini mengindikasikan apa dan warna hijau artinya apa.

4. Tentukan strategi trading yang akan dipakai

Saat beli atau jual aset, ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan dengan berbagai kemungkinan.

Misalnya, 30 menit setelah sell Bitcoin, harganya tiba-tiba naik 32%. Atau, setelah beli Ethereum, harganya tiba-tiba anjlok 23%.

Karena itu, sebelum beli atau jual, harus punya dasar keputusan. Disinilah pentingnya memilih strategi trading yang mau digunakan.

Jika anda baru dalam dunia trading, pertimbangkan untuk ikut kursus trading mata uang crypto baik yang berbayar atau gratis.

Kalua mau dapat info gratisan, bisa gabung ke grub-grub Telegram, Facebook atau Follow Trader crypto di akun media sosial mereka.

Sebaliknya, jika sudah berpengalaman di bidang ini, mungkin sudah punya strategi yang diterapkan.

Oh iya, kalau sebelumnya anda tahu banyak soal trading saham alias punya akun Sekuritas, bisa terapkan juga strategi yang sama saat trading crypto.

Untuk saat ini, banyak trader yang pakai strategi atau analisis berdasarkan Teori Elliott Wave atau Teori Gelombang Elliott.

Teori ini pada dasarnya meminta trader untuk fokus pada psikologi dibalik sentimen pasar sehingga cocok diterapkan pada aset spekualtif macam Crypto.

Cara Trading Crypto Sampai Cuan

Mau belajar banyak soal Teori Elliott Wave? Atau pengen dapat basic ilmunya? Bisa baca artikel saya sebelumnya disini.

5. Simpan atau Jual

Terakhir buat keputusan apakah dana yang didepositkan itu akan disimpan atau aktif diperdagangkan.

Jika aktif trading, tentukan juga apakah keuntungan atau cuan yang diperoleh akan disimpan atau ikuti diperdagangkan juga.

Jika keuntungan saat trading crypto disimpan, pertimbangkan untuk pakai dompet digital yang memungkinkan anda simpan keuntungan atau dana yang diperoleh.

Atau, bisa trasnfer langsung keuntungan yang didapat setelah trading ke rekening bank atau ke dompet digital.

Semuanya kembali ke pribadi masing-masing. Saran sih, baiknya jangan pakai uang dapur untuk trading crypto.

Tahu kan alasannya apa? Karena pergerakkan harganya yang sangat cepat dan masuk kategori investasi beresiko tinggi.

Meski demikian, income yang didapatkan bisa banyak. Istilahnya, High risk high income. Terakhir, selamat trading!


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan terkait dengan postingan ini akan saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apakah ada platform tempat jual atau beli cryptocurrency terbaik?

Sebenarnya, ada banyak sekali pilihan broker atau pialang mata uang crypto yang tersedia sekarang ini.

Mana yang Terbaik? Kembali ke pribadi masing-masing. Seperti yang saya sebutkan diatas, salah satu yang terbaik adalah Indodax.

Di dalam platform tersedia ratusan koin dan token yang bisa dibeli. Anda juga bisa beli dan jual mata crypto secara instan.

Selain itu, platform ini juga bisa digunakan sebagai dompet crypto. Jadi bisa deposit atau withdraw saldo dengan cepat.

Salah satu kelemahan dari Indodax adalah fee saat beli atau jual aset didalam platform yang cenderung besar.

Ada juga biaya deposit dan withdraw. Chartnya pun cukup sederhana dibanding platform lain.

Rekomendasi selanjutnya adalah TokoCrypto, aplikasi Pintu, Coinbase, Zipmex dan Stockbit.

2. Apa yang dimaksud dengan Teori Elliott Wave?

Pada dasarnya, teori ini digunakan untuk memprediksi arah pasar sehingga trader bisa ambil keputusan yang tepat saat berdagang.

Benang merah teori ini sudah saya bahas di postingan sebelumnya pada tautan diatas.

Sekalipun hanya garis-garis besarnya, tapi mudah-mudahan anda bisa paham intinya teorinya apa.

3. Bagaimana sih cara kerja mata uang Crypto?

Crypto adalah aset digital yang didukung teknologi Blockchain. Teknologi blockchain ini jadi buku besar yang mencatat setiap transaksi yang terjadi pakai Node.

Node adalah komputer yang terhubung ke jaringan Bitcoin untuk Mining Bitcoin. Jika salah satu penambang melakukan transaksi palsu, otomatis akan dibatalkan oleh Node.

Jadi, history atau catatan dalam buku ini akan ditentukan oleh setiap penambang. Secara teori, buku besar ini tetap bisa diretes.

Saat diretes, hacker bisa kendalikan 51% jaringan yang ada. Namun, proses ini secara ekonomi butuh biaya yang tak sedkit, minimal miliaran.

Selain itu, untuk transaksi mata uang crypto, anda harus punya satu set kunci publik dan kunci pribadi.

Kunci tersebut mirip dengan kata sandi yang dihasilkan oleh mata uang crypto secara mandiri.

Kunci publik akan digunakan untuk terhubung ke alamat dompet digital yang memungkinkan anda terima koin atau token.

Sementara, kunci pribadi digunakan untuk menyetujui transaksi yang dikirim dari dompet, sepanjang anda punya akses ke kunci tersebut.

Sebagai informasi, Mata uang crypto pertama, Bitcoin dibatasi jumlahnya jadi 21 juta koin saja dan saat ini sudah ada 18.239.300 koin yang beredar.

Jadi, secara teknis, tersisa 2.700.000 koin yang bisa didapat saat mining atau menambang mata uang crypto.

Disisi lain, untuk Altcoin, punya tingkat inflasi yang ditetapkan tanpa batas total pasokan seperti Ethereum.

Meski terbatas, banyak investor tertarik untuk berinvestasi di bidang ini karena volatilitasnya yang tinggi.

Jadi gak terlalu mengherankan jika mata uang crypto, Bitcoin misalnya, berfluktuasi lebih dari 10% dalam sehari.

Ini bagus terlebih untuk investor yang cari return tinggi. Dengan kata lain, produk ini tidak terlalu cocok untuk tipe investor yang pengen hindari risiko.

Penutup

Sampai hari ini, Bitcoin tetap jadi mata uang crypto terbaik yang bisa digunakan sebagai aset cadangan karena persediaannya terbatas.

Dan kebanyakan trader akan beli atau memilih trading Bitcoin dibanding koin lain atau Altcoin.

Meski demikian, bukan berarti anda tidak bisa lirik Altcoin, yang juga merupakan mata uang crypto terdesentralisasi.

Token ini biasanya dibuat diatas blockchain Ethereum dan menggantikan fungsi perbankan tradisional pakai kode.

Ada beberapa jenis token DeFi yang cukup populer seperti yearn.finance, Compound dan Uniswap yang harganya naik 500% dalam 6 bulan terakhir.

Pada akhirnya, semua kembali ke pribadi masing-masing. Mau trading Bitcoin saja atau Altcoin? Dipersilahkan.

Kalau ada tambahan, masukkan atau mungkin pertanyaan lain terkait dengan postingan ini bisa sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang 5+ cara trading cryptocurrency sampai cuan 100%. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar