Cara Saya Menghasilkan Uang Saat Swakarantina Gegara COVID-19

6 min read

Cara Saya Menghasilkan Uang Saat Swakarantina Gegara COVID-19

Ada beberapa cara yang saya lakukan untuk menghasilkan uang saat swakarantina di masa COVID-19. Semua cara itu akan saya ulas di artikel ini.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang ikut terdampak pendemi, saya sangat bersyukur karena punya blog dan memanfaatkan blog tersebut untuk menghasilkan uang, langsung ataupun tidak.

Dengan demikian, dampak dari pendemi ini tidak terlalu terasa bagi saya. Juga, kebutuhan pribadi saya belum terlalu besar, masih sendiri, belum beristri atau belum ada orang yang harus diberi makan.

Keadaan ini tentu saja berbeda dengan jutaan orang diluar sana, yang harus rela di rumahkan, harus banting setir cari uang untuk membiayai keluarga, kucing-kucingan sama pemerintah agar dapur tetap mengepul.

Saat COVID-19 lagi marak, PSBB sana-sini, orang tua saya termasuk salah satu yang terdampak. Kegiatan dan usaha mereka tidak beroperasi, otomatis pendapatan mereka tidak ada.

Sementara mereka harus membiayai saya dan adik saya yang masih SMP. Akhirnya, dalam 6 bulan terakhir, saya gak dapat kiriman lagi dari mereka.

Lantas, bagaimana saya mendapatkan uang untuk mencukupi kehidupan sehari-hari? Bagaimana harus bayar uang semester dan uang kos? Jika anda penasaran jawaban dari pertanyaan diatas, baca artikel ini sampai habis.

Cara Saya Menghasilkan Uang Saat Swakarantina Gegara COVID-19

Sebelum lanjut, artikel dibawah ini tidak dibuat untuk pamer atau apalah namanya. Intinya, saya hanya menceritakan beberapa cara yang saya lakukan untuk menghasilkan uang saat swakarantina gegara COVID-19.

Lantas, apa saja caranya? Pasti penasaran, kan? Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan artikelnya untuk anda.

1. Menulis artikel di Blog

Blog adalah sumber pendapatan utama saya selama pendemi. Pada Juli 2020, pendapatan saya dari AdSense sebesar Rp3.321.000 [lihat buktinya dibawah].

Cara Saya Menghasilkan Uang Saat Swakarantina Gegara COVID-19

Pertama kali mendapatkan gaji dari AdSense pada Februari 2020. Pengalaman gajian itu sudah saya tuangkan di salah satu artikel saya disini.

Sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir, pendapatan itu tergolong besar. Tapi bukan itu yang saya syukuri melainkan konsistensi yang saya lakukan saat blog ini dibuat sampai bisa menghasilkan uang.

Gak nyangka, setelah dua tahunan punya blog, saya bisa rasakan manfaatnya, terlebih di masa-masa sulit seperti ini.

Itulah yang paling saya syukuri. Bahwa ternyata, kemampuan sekecil apapun kalau dimanfaatkan dengan baik, pasti akan menghasilkan.

Awal tahun 2019 lalu, sempat punya keinginan untuk berhenti ngeblog karena terpengaruh sama omongan orang-orang, kalau blog itu sudah gak menghasilkan, blog itu sudah gak jaman, semua orang sudah pada pindah ke Youtube.

Entah kenapa, niat tersebut urung dilaksanakan. Setiap pulang kuliah, saya selalu sempatkan waktu untuk menulis.

Prinsip saya waktu itu, dalam sehari minimal saya bisa menulis 500 karakter. Kalau lebih justru lebih bagus. Kebiasaan ini terus bertahan sekarang.

Dan buah segarnya terlihat awal tahun ini. Bahwa, usaha itu tidak sia-sia. Bahkan usaha itu jadi pelita untuk saya dan orang terdekat.

Meskipun baru beberapa kali gajian dari AdSense, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk bantu orang tua termasuk adik saya.

Oh iya, 65% penghasilan dari blog saya hibahkan ke orang tua sebab merekalah yang paling terdampak.

Saya sendiri gak masalah 65% persen itu diberikan ke ortu dan adik saya, karena 35% itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saya sebulan.

Lagian, saya juga punya pendapatan lain dari blog selain AdSense, diantaranya:

a. Tautan refferal

Jika anda pernah mampir di blog ini, anda pasti pernah membaca beberapa artikel saya tentang aplikasi-aplikasi yang memungkinkan pengguna mendapatkan uang sebagai hadiah loyalitas atau uang bagi hasil iklan.

Di beberapa artikel tersebut saya menempatkan link referral yang memungkinkan saya mendapatkan uang dengan mengajak orang untuk menginstal aplikasi tersebut di ponsel mereka.

Hingga hari ini, saya sudah berhasil payout 5 jutaan lebih hanya dari aplikasi yang saya review. Yang paling besar datang dari ClipClaps, diikuti Cashzine dan Buzzbreak.

3 aplikasi itu masih terinstal di ponsel saya sampai sekarang. Gak percaya? Lihat bukti penghasilan saya dibawah ini mulai dari ClipClaps, Cashzine dan Buzzbreak dibawah ini.

  • Ini bukti penghasilan saya selama menggunakan ClipClaps dari Februari-Agustus 2020. Kalau di Rupiahkan, jumlahnya sudah 5 jutaan lebih untuk kurs 13.000Cara Saya Menghasilkan Uang Saat Swakarantina Gegara COVID-19
  • Ini bukti penghasilan saya selama menggunakan Cashzine dari Januari-Agustus 2020. Untuk bukti pencairan saldo dari Cashzine dan nominal yang saya dapatkan silahkan baca artikel saya sebelumnya yang berjudul pengalaman mencairkan 2 juta lebih koin dari CashzineCara Saya Menghasilkan Uang Saat Swakarantina Gegara COVID-19
  • Ini bukti penghasilan saya dari Buzzbreak sejak pertama kali daftar pada Februari-Agustus 2020. Masih ada saldo efektif didalam aplikasi yang bisa dicairkan kapan saja karena maksimum payoutnya yang rendahCara Saya Menghasilkan Uang Saat Swakarantina Gegara COVID-19

Selain tiga aplikasi diatas, ada juga aplikasi-aplikasi lain yang sudah saya review di blog ini. Tapi belum pernah payout jadi tidak saya masukkan dalam daftar diatas.

Jika ingin menggunakan aplikasi-aplikasi atau ingin mendapatkan uang dari aplikasi ponsel, silahkan baca beberapa artikel saya sebelumnya tentang:

b. Afiliasi

Selain dari refferal, saya juga menempatkan link affiliasi di beberapa postingan. Kebanyakan sih yang berhubungan sama hosting, template WordPress dan juga E-Commerce.

Hanya saja, saya belum pernah dapat uang dari affiliasi yang saya tempatkan di blog ini. Kayaknya, butuh waktu yang lebih lama. Dan saya gak tahu pasti kapan saya bisa dapat uang Affiliasi untuk pertama kali.

Jika sudah berhasil payout, akan saya buat tulis di blog ini sekaligus untuk menunjukan buktinya. Lagipula, gak mungkin kan saya bahas profit yang saya sendiri belum pernah nikmati hasilnya.

Itu sama dengan bicara tentang Jokowi tapi belum pernah ketemu sama beliau hanya lihat di TV, Youtube atau terpengaruh sama opini media.

Oh iya, satu hal lagi yang perlu anda ketahui, affiliasi dan refferal itu beda ya. Untuk perbedaannya akan saya ulas di lain kesempatan.

2. Jasa pembuatan situs

Nah kalau yang ini saya gak publish secara terang-terangan. Kebanyakan, teman-teman saya yang minta tolong untuk bantu buat website karena mereka tahu saya punya blog.

Enam bulan terakhir, saya sudah tiga kali bantu teman untuk buatkan situs sampai jadi dan siap digunakan. Meski bayarannya kecil.

Untuk mekanismenya sih standar. Dimana, pengguna jasa siapkan modal untuk beli domain+hosting+tema dan saya bantu mereka untuk buatkan blog WordPress sesuai keinginan mereka.

Biasanya sih, kalau sudah deal, saya tanggung dulu dananya. Nanti di reimburse sama si pengguna jasa dengan harga yang sudah saya tentukan jika situs tersebut sudah bisa di akses di internet.

Sudah ada beberapa blog yang saya buat misalnya Alqantara, blognya anak-anak PMKRI tondano [sedang saya atur temanya dan belum aktif] dan juga blog teman saya di Tanimbar.

Karena pengguna jasa adalah teman-teman saya, maka tarif jauh lebih murah. Untuk jasa pembuatan situs atau blog ini, saya hanya dapat Rp. 600.000

Mayanlah. Hitung-hitung bisa tambah-tambah penghasilan. Sekalipun kecil, tetap harus di syukuri, kan?

Untuk domain dan hosting biasanya saya cari yang murah. Salah satu tempat beli hosting dan domain yang cukup populer dan murah adalah Exabytes Indonesia.

Di Exabytes Indonesia anda bisa menemukan Hosting WordPress Terbaik dan Domain Murah untuk ekstensi apa saja sesuai budget. Anda juga bisa ikutan program affiliasi disana, yang memungkinkan anda dapat uang dari Exabytes.

3. Jualan pulsa sama teman-teman

Sebenarnya, jualan pulsa ini secara tidak sengaja saya lakukan. Setelah gajian dari AdSense kali kedua, Maret tepatnya, karena waktu itu ditempat saya tinggal sudah keluar instruksi untuk mengurangi aktivitas luar rumah, maka saya transfer penghasilan saya ke eWallet Dana.

Nah di Dana ini kan ada fitur jualan pulsa. Pada suatu malam, ada satu teman kos saya yang habis pulsa lalu pusing mau beli dimana karena warung-warung pada tutup.

Saat itu, saya sedang ngopi di beranda kos. Ia datang lalu bertanya kepada saya, dimana tempat jual pulsa yang masih buka saat ini?

Saya gak tahu, jarang beli pulsa soalnya. Lihat peluang baru, saya kemudian menawarinya untuk beli pulsa ke saya.

Harganya tentu sama dengan di tempat lain. Karena lagi butuh, tanpa banyak cincong, ia pun beli ke saya.

Nah saat beli, saya kurangin harganya. Biasanya kan pulsa 5k ditempat saya dijual jadi 7k. Saya turunkan jadi 6,5k.

Ia senang banget tentunya. Tahu kan mahasiswa ekonomi, lagian dia juga termasuk orang yang hemat. Jarang beli kebutuhan yang menurutnya enggak prioritas.

Esok paginya ada teman kos lain yang ngetuk-ngetuk pintu kamar. Ia mau beli pulsa juga ternyata.

Saya tanya, darimana tahu kalau saya jualan pulsa? Katanya dari Sil, teman saya itu yang beli pulsa kemarin.

Dari sini tersebarlah kabar kalau saya jualan pulsa. Gak apa-apalah, setidaknya, saya bisa isi waktu saat swakarantina plus bisa bantu orang-orang yang lagi butuh pulsa.

Jangan tanya keuntungan sudah pasti kecil. Tapi tetap ada untung meskipun kecil. Bahkan sampai agustus ini saya sudah 6 kali top up saldo.

Selain dipakai untuk jualan pulsa saya juga pakai untuk transfer uang ke ortu atau belikan adik kuota internet agar bisa belajar daring.

Tips agar bisa menghasilkan uang saat swakarantina

Diatas sudah saya sebutkan kalau saya pernah punya pikiran untuk berhenti ngeblog. Kalau waktu itu saya berhenti, artikel ini mungkin gak ada.

Saya juga gak tahu bagaimana akan bertahan di masa pendemi seperti ini. Jika anda sedang merintis blog ada beberapa tips yang bisa anda lakukan agar bisa menghasilkan uang seperti saya, diantaranya:

1. Manfaatkan hobi

Yang pertama adalah memanfaatkan hobi. Di tahap ini, tanyakan ke diri anda sendiri, hobimu apa, passionmu dimana.

Jika anda suka menulis, silahkan buat blog. Jika anda suka buat video, silahkan posting di Youtube. Suka main game, buat siaran langsung di Facebook atau Youtube.

Tiga cara diataslah yang cukup populer. Ada juga cara lain seperti jualan desain grafis atau foto di mikrostock, main aplikasi berbayar, affiliasi, influencer dan lain sebagainya.

Dan anda punya keluwesan jika sudah menemukan hobi atau passion tersebut. Dimana, anda bisa pilih apakah hobby itu dijadikan full time atau enggak.

2. Optimalkan hal tersebut

Setelah menemukan hobi atau passion, cara selanjutnya adalah mengoptimalkannya. Maksudnya gimana sih?

Maksudnya, anda mengoptimalan hobi tersebut agar bisa dijadikan sebagai salah satu sumber penghasilan anda, aktif ataupun pasif.

Tapi pastikan agar anda tidak memandang hobi tersebut sebagai sumber uang saja, tetapi juga sebagai aset.

3. Sabar dan tekun

Setelah mengoptimalkan hobi, yang ketiga adalah sabar dan tekun. Sebagai contoh nih, anda punya blog, tapi tiap hari terbebani dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini:

  • Kapan sih saya bisa gajian dari AdSense?
  • Kok trafik blog saya gak pernah naik?
  • Kok tampilan situs saya jadi membosankan sih?
  • Artikel saya sudah bagus, kok feedback pembaca kurang?
  • Dan lain sebagainya

Saya juga pernah punya pikiran seperti itu. Dulu. Sekarang tidak lagi. Alasannya karena mindset tentang blog sudah berubah.

Kalau dulu, saya pandang blog itu sebagai sumber dapat uang kini tidak lagi. Dan dengan mengubah mindset ini saya menyadari satu hal bahwasanya selalu ada hal positif yang didapat apabila ingin mengubah cara berpikir.

Kalau trafik blog anda masih landai terus evaluasi, rajin buat artikel baru dan jangan terus-terusan menyalahkan diri sendiri. Upgrade terus kemampuan anda dari yang biasa saja menjadi luar biasa.

4. Syukuri apa yang dimiliki saat ini

Yang paling terakhir adalah mensyukuri apa yang anda miliki saat ini. Jika anda nyaman pada hobi tersebut, syukuri.

Bahwasanya, hobi yang anda miliki itu adalah anugerah. Jika dimaksimalkan dengan baik, dengan cara-cara yang benar, pasti akan menghasilkan.

Sembari bersyukur, terus evaluasi kemampuan anda. Tanyakan ke diri sendiri, sudah di tahap manakah kemampuan yang dimiliki?

Pelajari SEO. Manfaatkan media sosial. Lihat peluang-peluang baru dan gabung sama forum-forum blogger agar bisa dapat ilmu baru disana.

Penutup

Bagi saya pribadi, memanfaatkan hobby untuk dapat uang di era digital ini adalah suatu keniscayaan. Karena ada banyak sekali pilihan dan metode yang bisa anda coba.

Misalnya nih, anda suka desain grafis, foto buat video footage, bisa jual karya-karya anda di microstock seperti shutterstock atau freepik.

Atau pula bisa buat video Youtube untuk kemudian di unggah di Youtube dan Creator Studio Facebook.

Intinya, manfaatkan hobi atau maksimalkan penggunaan perangkat yang dimiliki entah itu ponsel atau laptop.

Demikian artikel tentang cara saya menghasilkan uang saat swakarantina gegara Covid-19. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *