Cara Penulisan Simbol Rp dan IDR Yang Benar

Banyak orang yang keliru saat menulis simbol mata uang Rupiah seperti Rp dan IDR dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan, kesalahan seperti ini lumrah ditemukan saat menulis harga produk dalam rilis resmi untuk dibagikan kepada publik.

Contoh paling sederhana ada pada iklan promo dari olshop. Misalnya, diskon 40% hingga Rp 250.000,- untuk pembeli pertama dengan minimum transaksi Rp 1.000.000 atau kalimat sejenis.

Selain Rp, kekeliruan juga muncul saat menulis simbol Rupiah lainnya yakni IDR. Inilah yang kemudian jadi dasar atau alasan mengapa artikel ini dibuat.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang cari cara menulis Rp, cara menulis IDR yang benar atau cara penulisan Rupiah, simak artikel ini sampai habis.

Tata Cara Penulisan Rp dan IDR Yang Benar

Lantas, bagaimana cara menulis Rp dan IDR yang benar? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak artikel ini sampai habis.

1. Cara penulisan Rp yang benar

Cara Penulisan Simbol Rp dan IDR

Ada anggapan lumrah di masyarakat kalau Rp merupakan singkatan, kepanjangan atau akronim dari Rupiah, yang merupakan mata uang Republik Indonesia.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan Rp? Apakah Rp merupakan singkatan dari Rupiah? Untuk apa simbol ini digunakan?

Rp adalah simbol untuk mata uang Republik Indonesia yakni Rupiah dan bukan merupakan singkatan atau akronim Rupiah.

Simbol tersebut digunakan untuk menunjukkan satuan harga dalam Rupiah atau untuk menunjukkan satuan mata uang dalam dokumen.

Karena merupakan simbol mata uang maka statusnya sama seperti $ untuk Dollar Amerika dan € untuk Euro dan lain sebagainya.

Dengan demikian, saat menulis simbol satu ini, ada aturan-aturan yang harus dipenuhi. Panduannya sendiri bisa dilihat dalam Pedoman penulisan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud.

Lantas, apa saja aturan penulisan Rp yang benar? Ada beberapa, diantaranya:

a. Penulisan Rp tidak boleh dipisah

Dalam penulisannya, Rp tidak boleh dipisah. Kata pisah ini bisa berarti dua hal, yakni kata R dan P di pisah serta pemisahan simbol dengan nominal.

Pertama, saat menulis kata Rp tidak boleh dipisah. Hal ini juga berlaku saat menggunakan simbol ini untuk menulis nominal atau harga.

Tujuannya tak lain yakni untuk menghindari fraud atau kecurangan yang mungkin saja terjadi. Untuk contoh saja, berikut contoh penulisan Rp yang sebenarnya salah tapi lumrah digunakan.

Rp 2.000
Rp. 20.000
RP. 200.000

Lantas, dimana kemungkinan fraudnya? Misalnya, anda tulis nota belanjaan dengan model diatas untuk diberikan kepada seseorang.

Bisa saja, ruang kosong didepan angka ditambahkan dengan angka lain. Misalnya, Rp. 2.000 ditambah dengan angka 9 sehingga menjadi Rp.92.000.

Baca Juga:

Inilah yang dimaksud dengan fraud. Lantas, jika sudah begini? Siapa yang salah? Dua-duanya salah. Pertama, karena tidak jeli dalam penulisan simbol mata uang rupiah.

Lantas, mana penulisan Rp yang benar? Untuk penulisan Rp yang benar bisa lihat pada tabel dibawah ini:

Rp2.000
Rp20.000
Rp200.000

b. Tidak boleh pakai huruf kapital semua

Kedua berkaitan dengan penulisan untuk huruf dimana, Rp tidak boleh di tulis huruf kapital atau huruf besar semua sehingga menjadi RP.

Mengapa demikian? Karena ini tidak sesuai dengan aturan dan pedoman penulisan simbol mata uang Rupiah yang dikeluarkan Bank Indonesia.

c. Tidak diikuti dengan simbol Rp lain

Selain tidak boleh dipisah, penulisan Rp juga tidak boleh diikuti dengan simbol lain. Simbol lain ini apa saja? Ada banyak.

Mulai dari titik [.], koma [,], titik dua [:] dan lain sebagainya. Hanya saja, untuk menandakan nilai ribuan dan desimal, boleh pakai tanda titik dan koma.

Artinya, hanya tanda titik untuk penda desimal atau ribuan diganti dengan koma [,]. Sehingga, saat ditulis akan terlihat seperti ini Rp2,000. Lantas, apakah penulisan ini benar? Sebetulnya salah.

Mengapa? Karena koma [,] hanya digunakan sebagai tanda baca untuk memisahkan unsur dalam satu perincian dan bukan bilangan. Jadi, sepatutnya menggunakan tanda titik [.].

Untuk lebih memahami penulisan Rp yang benar, bisa lihat tiga poin kunci dibawah ini:

  • Saat menulis bilangan, menggunakan angka atau huruf, tidak boleh dilakukan sekaligus. Kecuali untuk keperluan tertentu misalnya saat menulis dokumen atau tanda bukti bayar pada Kuitansi
  • Tanda koma [,] digunakan untuk menunjukkan nilai desimal, yang merupakan warisan dari jaman Belanda. Hanya saja, di beberapa negara lain seperti AS, penanda desimal adalah titik [.] dan penanda ribuan adalah koma [,]
  • Jika ditulis untuk menunjukkan kelipatan ribuan bisa ganti dengan kata ribu, juta, miliar atau biliun. Bisa juga gunakan tanda bilangan yang lebih besar seperti kuadriliun, kuintiliun, sekstiliun, septiliun, oktiliun, noniliun sampai desiliun

Perhatikan, apabila penulisan mata uang dieja, lambangnya tidak perlu digunakan. Sebaliknya, apabila dieja, maka perlu ditambahkan simbol tersebut.

2. Cara penulisan IDR yang benar

Jika Rp adalah lambang mata uang Rupiah dan bukan singkatan maka IDR juga demikian. Artinya, IDR ini adalah lambang untuk mata uang Rupiah.

Tapi, lebih banyak digunakan dalam transaksi internasional. Artinya, IDR adalah standar yang digunakan untuk menuliskan mata uang Rupiah diluar wilayah Indonesia.

Status IDR sama dengan lambang mata uang lain seperti USD untuk mata uang Dollar Amerika, Euro untuk mata uang yang digunakan di Uni Eropa dan lain sebagainya.

Tambahan, IDR sendiri merupakan kepanjangan dari Indonesia Rupiah yang penulisannya berbeda dengan Rp diatas.

Sayangnya, dalam PUEBI, penulisan IDR ini belum ditetapkan secara resmi meski dalam aturan internasional sudah ada standarnya dan ini tertuang dalam ISO 4217.

Disitu dijelaskan kalau ada dua metode yang bisa digunakan untuk menulis mata uang yakni didepan angka seperti USD 50 dan di belakang seperti 50 USD.

Karena penulisannya merupakan singkatan yang menerangkan angka dalam satuan mata uang tertentu, maka penulisan yang benar ada dibelakang angka.

Dengan demikian, untuk IDR ini ditulis dibelakang angka atau satuan nilainya. Jadi bukan IDR 50.000 melainkan 50.000 IDR.

Untuk lebih memahami tata cara penulisan IDR yang benar bisa lihat beberapa poin dibawah ini:

  • Bilangan yang menunjukan nilai mata uang bisa ditulis pakai angka dan juga huruf. Hanya saja, apabila ditulis pakai bilangan, maka harus diikuti dengan tanda titik [.] sebagai pemisah untuk nilai ribuan [thousands separator] sementara, untuk tanda koma [,] dipakai untuk menunjukkan tanda desimal [decimal mark] seperti Rp100.000,00
  • Untuk nilai uang yang menunjukan bilangan utuh sehingga bisa di eja dan mudah dibaca, bisa ditulis saja sehingga menjadi Rp50 ribu. Hanya saja, apabila mata uang tersebut ditulis pakai huruf, maka simbol Rp tidak perlu digunakan. Artinya, saat tulis sepuluh ribu, tidak perlu ditambahkan Rp didepannya sehingga menjadi Rp sepuluh ribu.

Untuk contoh kasusnya juga sama seperti Rp. Artinya, penulisan IDR tidak boleh juga dipisah, seperti ini:

IDR. 2.000
IDR. 20.000
IDR. 200.000

Dengan demikian, penulisan IDR yang benar tidak boleh memberikan ruang atau spasi untuk mengatasi fraud yang mungkin timbol. Dengan demikian, penulisan IDR yang benar adalah seperti ini:

2.000 IDR
20.000 IDR
200.000 IDR

Karena belum ada pedoman resminya, maka penulisan IDR lebih fleksibel dibanding Rp meski keduanya sama-sama menunjukkan satuan harga atau mata uang Rupiah.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan diajukan terkait postingan ini bisa lihat dalam QnA dibawah, seperti:

1. Bagaimana cara penulisan Rp 0 yang benar?

Jika menggunakan panduan penulisan diatas yang mana penulisan simbol Rupiah tidak boleh dipisah, maka penulisan Rp 0 yang benar adalah Rp0.

Kasus yang sama juga berlaku saat tulis nilai mata uang dengan nominal lain seperti Rp 65.000 menjadi Rp65.000.

Selain itu, tidak boleh ditambahkan simbol seperti titik dan koma dibelakang Rp0 tersebut untuk menghindari kekeliruan interpretasi makna.

Dengan demikian, jika diminta untuk menulis harga dalam Rupiah, hindari pemisahan simbol, penambahan tanda baca dan penggunaan huruf kapital semua.

2. Bagaimana cara tulis Rp 1 Juta yang benar?

Penulisan angka jutaan, ambil contoh jika tulis Rp 1 juta maka penulisan tersebut keliru karena tidak mengikuti pedoman penulisan simbol Rp diatas.

Artinya, tidak boleh ada spasi didepan simbol Rp untuk menghindari kecurangan. Kan bisa saja ditambahkan angka 2 atau 9 di depan angka 1 sehingga menjadi Rp21 juta atau Rp91 juta.

Dengan demikian, penulisan Rp 1 juta yang benar adalah Rp1 juta. Perhatikan juga, apabila ditulis semua dengan huruf, satu juta rupiah misalnya, maka simbol Rp tidak perlu digunakan lagi.

3. Apakah ada contoh penulisan nilai mata uang yang benar?

Diatas merupakan contoh penulisan uang yang benar. Panduannya sendiri bisa dilihat dalam tata cara penulisan angka dan bilangan di PUEBI.

Untuk lihat versi asli terkait dengan penulisan angka dan bilangan di PUEBI, bisa baca ulasannya disini.

4. Bagaimana cara membaca terbilang Rupiah yang benar?

Untuk cara membaca terbilang rupiah atau cara membaca nominal rupiah sangat mudah. Tinggal sesuaikan saja sama nominal yang ada.

Dan ini sudah diajarkan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar [SD]. Intinya, urutan baca terbilang rupiah yang benar adalah dari kanan ke kiri dulu.

Dengan demikian, baca dulu nominal uangnya berapa diikuti dengan mata uang. Misalnya, jika diminta baca Rp10.000 maka tinggal baca sepuluh ribu rupiah.

5. Bagaimana cara penulisan terbilang rupiah dengan koma?

Soal ini sudah saya singgung diatas. Intinya, untuk cara penulisan terbilang Rupiah dengan koma, yang digunakan untuk penanda desimal.

6. Bagaimana cara penulisan USD atau Euro yang benar dalam bahasa Indonesia?

Untuk penulisan USD yang benar dalam bahasa Indonesia kasusnya sama seperti saat menulis IDR yang sudah saya bahas diatas.

Dengan demikian, diawali dengan angka dulu lalu diikuti dengan simbol mata uang sehingga menjadi 500 USD dan seterusnya.

7. Bagaimana cara penulisan harga yang benar?

Untuk penulisan harga yang benar sebenarnya sama seperti aturan diatas. Dengan demikian, tidak boleh ada ruang setelah Rp dan tidak boleh ditambahkan tanda titik sebelum nilai ditulis.

Penutup

Seperti yang sudah disebutkan diatas dimana ada banyak kekeliruan saat penulisan simbol Rp dan IDR dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, penting untuk memahami mana penulisan yang benar dan mana penulisan yang keliru sehingga perlu diubah.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan diatas jangan lupa sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang tata cara penulisan Rp dan IDR yang benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar