Ternyata Lebih Mudah! Begini Cara Menulis Novel Mundur

3 min read

cara menulis novel mundur

Menurut anda bagaimana cara menulis novel mundur? Menulis novel sebenarnya adalah impian banyak orang terlebih bagi mereka yang hobi nulis.

Namun ternyata banyak orang yang tidak berhasil menyelesaikan novel tersebut dengan berbagai alasan yang sifatnya subjektif. Bisa saja karena alasan tidak mampu, alasan kurang ide, malas hingga waktu.

Namun ada salah satu alasan yang sering dilupakan. Yakni apra penulis yang tidak berhasil menyelesaikan novel yang ditulis karena kesalahan metode penulisan yang digunakan.

Nah jika anda terkendala soal ini anda bisa mencoba menulis novel mundur. Bagaimana caranya? Silahkan baca penjelasan dibawah ini.

Cara menulis novel mundur dan alasan harus menggunakan teknik ini

Percaya atau tidak, menulis novel yang tidak teratur adalah salah satu cara efektif untuk mengangani stagnasi dalam menulis. Stagnasi biasanya dialami oleh novelis-novelis pemula yang belum lama terjun ke dunia penulisan.

Baca juga : 5 Cara Mudah melakukan revisi tulisan

Pasti anda pernah berencana menulis novel dari awal sampai akhir. Bahkan anda sudah berusaha untuk merincinya, melakukan penelitian dan perencanaan yang matang namun akhirnya hanya menjadi novel yang tidak pernah selesai ditulis.

Anda tidak dapat maju. Saat ini kita membahas mengenai cara menulis novel mundur. Mudah-mudahan ini membantu anda yang sedang berjuang untuk menulis novel pertama anda. Simak selengkapnya artikel ini.

Apa itu stagnasi menulis?

Terkadang orang menyebutnya dengan blok menulis. Dan ini merupakan inspirasi menulis yang sifatnya sesaat. Jangan terlalu pikirkan hal itu.

Stagnasi menulis sebenarnya hanyalah rasa takut. Rasa takut akan kegagalan. Ketakutan menulis adalah sesuatu yang mengerikan, konyol dan terdengar tidak berfaedah.

Coba pikirkan, anda tidak dapat menulis karena anda takut menulis? Bukankah itu konyol. Solusinya? Coba lakukan perlahan sampai akhir…

Mulailah melatih diri anda dengan latihan menulis yang disebut dengan paperchunking. Dan disini saya telah mengupasnya khusus untuk anda. Punya draft tentang novel anda? Kopi dan tekad? Berarti anda sudah sudah selangkah lebih maju dalam menulis novel.

Apa itu Paperchunking?

Saat saya menghadiri kuliah perdana, Mata kuliah saat itu adalah Bahasa Indonesia. Ini adalah salah satu MK umum yang ada di Perguruan Tinggi.

Saat itu, dosen yang membawa materi merangkap juga sebagai dosen guru kreatif. Saya sudah lupa namanya. Beberapa waktu lalu, di grup alumni Program Studi, saya mendengar ia sudah pensiun.

Dosen ini adalah mantan editor majalah ternama dan ketika ia mengetahui saya adalah seorang blogger, saya ‘dikucilkan’.

Bukan dipermalukan seperti yang anda bayangkan, misalnya dipermalukan didepan publik, tetapi ia meremehkan saya. Meskipun dia adalah sumber pengetahuan saya di kampus.

Baca Juga : Tips menulis saat stress dan depresi

Tetapi kalau bukan dia, maka saya tidak pernah mengenal metode ini. Ya, metode Paperchuncking. Itu adalah ide sendiri yang disajikan dalam tulisan imajinatif, yang berisikan teks tertentu dalam tugas kuliah.

Ia hanya memberikan informasi dari materi pelajaran kepada semua mahasiswa yang bercita-cita tinggi, lalu memuntahkannya. Seperti induk buruk yang memuntahkan sesuatu yang sudah dia cerna kepada anak-anaknya.

Sudah punya gambaran soal ini?

Seperti juga namanya, Paperchunking adalah menulis adegan acak yang anda sudah bayangkan sebelumnya bersama karakternya dalam selembar kertas.

Adegan acak ini seperti cahaya lilin, dalam jurnal bersampul kulit yang telah disemprot dengan air lalu ditutupi dengan kelopak mawar. Seperti yang dikatakan oleh para aktivis jalanan, apapun yang membawa anda ke sana, maka pergilah.

Jangan dilawan! Jadi bagaimana cara kerjanya? Apakah semuanya dalam bentuk kata? Tidak dalam bentuk kata. Anda bisa membuat gambar, karakter, garis-garis hingga semua imajinasi yang anda inginkan ada disitu. Dan proses ini dimulai dari hal-hal sederhana seperti yang disebutkan diatas.

Cara kerja Paperchunking

Karena adegan yang ada tulis diselembar ketas kiasan, yang mungkin atau tidak mungkin untuk dimasukan ke dalam bagian novel anda, itu disebut sebagai paperchunk, yakni sesuatu yang dapat dibuang.

Atau, sesuatu yang acak. Sesuatu yang tidak ada membuat anda tertekan ke dalam jiwa orang mati yang hidup dalam tubuh seseorang. Itu berarti, anda harus menikmati karakter fiksi anda sendiri dan dunianya.

Anda bisa saja membayangkan karakter yang anda idamkan sedang memainkan kartu. Makan di restoran Padang, atau terjebak di rel kereta api.

Atau mungkin, tersedak tulang ikan Goropa. Atau mungkin sedang tersesat diluar angkasa. Atau, mungkin sedang menanam tanaman tomat lalu menemukan jasad tergeletak tanah.

Baca Juga : Cara Menulis Esai Deskriptif Tentang Orang atau Tempat

Sebenarnya, anda secara alami dapat menulis lebih dari satu paperchunk, dan itu dapat anda lakukan setiap saat dalam cerita.

Anda dapat melompat ke jalan cerita lain sesudahnya, atau bahkan ke akhir buku. Lalu tulis bab sebelumnya, dan tulis bab selanjutnya dalam bentuk mundur. Lewati bab-bab yang menghambat anda, jika itu memungkinkan.

Kemudian, setelah menulis serangkaian cerita, anda dapat kembali dan menghubungkan bab-bab tersebut. Misalnya, mayat siapa yang ditemukan tadi? Ataukah mereka hanya menemukan kerangka? Kerangka hewan? Bagaimana kerangka tersebut sampai disana, semua anda yang putuskan.

Dan tebak hasilnya? Akan lebih baik. Kertas koran adalah salah satu contohnya. Tulisan didalamnya tidak harus menjadi bab penuh.

Penutup

Anda dapat menulis cerita dengan cepat, atau tidak lebih dari tiga paragraf, lalu memasukkannya ke dalam dokumen kata anda, kemudian kembali lagi nanti dan mengisinya dengan lebih banyak prosa saat novel tersebut mulai berkembang.

Ini sangat ideal bagi para penulis yang cukup sibuk, lelah dan lapar. Sebab mereka yang bekerja dengan dua pekerjaan sekaligus memang melelahkan.

Terutama bagi anda yang ingin tetap menulis juga tetap ingin terus aktif di dunia nyata dengan memiliki pekerjaan rutin seperti menjadi pegawai kantor, PNS, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Darimana sumber penghasilan seorang fotografer?

Ini juga membantu anda untuk menghapus semua ketakutan dalam menulis. Semua kecemasan akan dilumpuhkan ketika anda menulis novel mundur dan akan menjadi ciri khas anda sebagai penulis.

Dan tidak lama lagi anda akan senang menulis entah itu di Laptop, mesin tik hingga selembar kertas sekalipun. Apapun medianya, anda akan senang menulis dan anda tidak perlu repot memikirkan betapa takut dan cemasnya anda ketika novel itu tak kunjung selesai.

Idenya adalah untuk membangun kreativitas anda. Bayangkan karakter yang anda bangun dalam novel dan lakukanlah hal-hal yang menyenangkan dan mengagumkan. Serta itu, lupakan sejenak bahwa anda sedang menulis sebuah novel dengan panjang 350 halaman dalam waktu yang singkat.

Singkatnya, ide paperchunk dapat membuat anda tetap menulis. Dan, menulis novel mundur bisa menjadi solusi bagi anda yang suka menulis tetapi selalu repot memikirkan konsepnya dan akhirnya ide-ide tulisan anda menguap begitu saja.

Demikian artikel tentang cara menulis novel mundur. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *