Cara Menulis Esai Deskriptif Yang Baik Dan Benar

5 min read

cara menulis esai deskriptif yang baik dan benar

Cara Menulis Esai Deskriptif Yang Baik dan Benar – Sebagian dari anda mungkin pernah diminta guru atau dosen untuk membuat esai deskripsi. Terlebih untuk tugas yang berhubungan dengan mapel [mata pelajaran] bahasa Indonesia.

Esai deskriptif pada dasarnya adalah sebuah tulisan pendek yang bertujuan mendeskripsikan topik tertentu yang hendak ditulis.

Topiknya bisa bermacam-macam, mulai dari tempat wisata, rumah ibadah, tempat nongkrong, aktivitas harian, orang tua atau pacar dan lain sebagainya. Semua topik itu pada akhirnya terbagi menjadi dua bagian, yakni Orang dan Tempat.

Artikel kali ini sebenarnya hendak mengulas tentang cara menulis esai deskriptif tentang orang atau tempat dengan melibatkan beberapa aspek, seperti:

  • Penglihatan [vision]
  • Sentuhan [touching]
  • Suara [voice]
  • Dan rasa [taste]

Semua bagian ini tetap melibatkan beberapa hal seperti atributi fisik dan emosi.

Disisi lain, agar pembaca tertarik dengan esai yang anda buat, usahakan untuk menggambarkan secara detail. Unsur kreatif sangat penting disini agar esai tersebut menarik.

Cara Menulis Esai Deskriptif Yang Baik Dan Benar

Dalam artikel kali ini akan diulas mengenai cara menulis esai deskriptif tentang orang atau tempat.

Dibagian akhir artikel saya juga memberikan tips menulis esai deskriptif. Lantas, bagaimana cara menulis esai deskriptif yang baik dan benar? Pasti penasaran kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Cara menulis esai deskriptif tentang orang

Menulis esai deskripsi tentang orang sebetulnya agak sulit dilakukan. Karena anda harus berani menggambarkan emosi, karakter dan sifat orang tersebut.

Bagi saya pribadi, faktor ini yang paling sulit. Karena secara tidak langsung anda harus bisa mengenal orang tersebut.

Secara umum, esai deskripsi tentang orang mencakup:

  • Anggota keluarga atau kerabat
  • Teman dekat atau kolega yang sudah hilang kontak selama bertahun-tahun
  • Selebriti atau pemain olahraga terkenal lainnya, dan
  • Diri anda sendiri
  • Dan lain sebagainya

Untuk gaya penulisan esai jenis ini pada dasarnya fokus pada karakter fisik, kepribadian dan juga emosinya.

Cara paling mudah untuk menggambarkan tiga hal itu adalah dengan melihat bobot tubuh, warna pakaian ataupun bentuk fisik.

Bagi penulis profesional, memulai tulisan dengan atribut fisik di awal cerita mungkin agak kurang menarik.

Karena fisik setiap manusia berbeda-beda, dan tidak sempurna. Bahkan, dalam beberapa kasus, tulisan tersebut bisa membuat pembaca enggak nyaman.

Untuk mengatasinya, anda bisa mengakalinya dengan cara menggambarkan sisi positif orang tersebut. Setelah itu barulah anda menggambarkan fisiknya.

Namun apabila terpaksa menggambarkan fisik dulu, ada satu keuntungan yang didapatkan. Yakni tulisan anda akan memberikan gambaran yang kuat tentang subjek tulisan.

Apalagi jika anda mampu menggambarkan karakter orang tersebut, termasuk orang terdekat atau kawan-kawannya.

Untuk hal ini, biasanya para penulis akan berusaha menggambarkan kepribadian secara subjektif atau berdasarkan apa yang mereka lihat.

Atau jika tidak, mereka bisa membayangkannya. Jika anda menulis hal serupa, berarti anda harus bisa memanfaatkan imajinasi anda.

Sebagai contoh, salah satu cara mudah untuk menggambarkan karakter dan kepribadian seseorang adalah mencubitnya.

Misalnya, anda ingin menulis esai deskripsi tentang teman kelas atau teman kuliah anda. Untuk mendapatkan gambaran singkat tentang emosinya, silahkan di cubit.

Reaksi spontan biasanya akan menunjukan suasana hati, perilaku, termasuk pesonanya saat dicubit.

Jika tidak bisa, anda bisa berimajinasi seperti membayangkan reaksinya saat di cubit. Contohnya:

Rara terlihat lebih cantik saat di cubit

Setiap orang memiliki ekspresi yang berbeda-beda saat di cubit. Namun, wanita itu, Rara namanya, yang merupakan teman kelas saya malah berbeda.

Saat dicubit, air mukanya berubah lugu dan bingung. Dimana, matanya seperti sedang merem layaknya sedang menggigit es krim Vanila yang baru diambil dari freezer.

Diatas hanya contoh ya. Silahkan sesuaikan saja dengan esai buatan anda berdasarkan pengalaman atau imajinasi anda. Yang paling penting, libatkan reaksi, emosi dan karakter orang yang hendak ditulis.

2. Cara menulis esai deskriptif tentang tempat

Bagi saya pribadi, esai deskriptif tentang tempat lebih mudah ditulis ketimbang orang. Alasannya? Karena saya lebih mudah mendeskripsikan suatu tempat, sekolah misalnya.

Dengan kata lain, disini hanya perlu mengandalkan ingatan tentang tempat yang mau ditulis, terlebih jika tempat itu sering dikunjungi sebelumnya.

Jika anda diminta untuk menulis esai deskriptif tentang tempat, agar lebih mudah, anda bisa menggambarkan atau memikirkan tempat tersebut bersama bagian-bagiannya, seperti:

  • Suasana tempat itu secara umum
  • Penjaga pintu gerbang [jika ada]
  • Petugas parkir [jika ada]
  • Pemandangannya
  • Kelebihan dibanding tempat lain
  • Orang-orangnya
  • Bangunannya
  • Lokasinya
  • Dan lain sebagainya

Tambahan, anda juga bisa melibatkan kondisi lain seperti tanggapan orang-orang mengenai tempat tersebut

Jika esai deskripsi yang mau ditulis itu sampelnya adalah sekolah, maka bisa gambarkan terlebih dahulu prestasinya dan guru-gurunya.

Hanya saja, ada satu kelemahan dari esai deskripsi ini yakni dibutuhkan kemampuan fisiki inderawi yang kuat, mata misalnya.

Sementara, jenis indera lain tidak dilibatkan seperti bau, rasa dan lain sebagainya. Disisi lain, untuk memastikan bahwa esai yang ditulis itu lebih menonjol, anda boleh libatkan atribut fisik seseorang, seperti yang sudah saya singgung di bagian atas tentang cara menulis esai deskripsi tentang orang diatas.

Tapi ingat, ada baiknya hindari penggunaan atribut emosi. Misalnya, emosi Kepseknya. Jika ada atribut emosi, baiknya gambarkan emosi anda sendiri.

Misalnya, anda menggambarkan angin sepoi-sepoi yang bisa bikin pikiran waras seketika atau angin lengket yang bisa bikin bulu kaki tegang saat duduk di halaman sekolah.

Agar esai buatan anda itu lebih menonjol, saran saya, fokus pada satu objek saja. Jika tempat itu merupakan Sekolah, fokus pada bangunannya.

Boleh juga tambah bumbu-bumbu tambahan, tentang lokasi atau tempat tersebut sebagai tempat berseminya cinta pertama anda.

Usahakan agar pembaca akrab dengan tulisan anda, seolah-olah mereka ikut ambil bagian dalam tulisan tersebut.

Karena disinilah fungsi deskripsi itu. Jika esai itu berhasil ditulis, maka pembaca pasti akan merasakan sensasinya, pesan yang disampaikan juga akan lebih jelas, mudah diingat dan akrab dengan pembaca.

5 Tips menulis sebelum esai deskriptif tentang orang atau tempat

Untuk membantu anda menulis esai deskriptif yang baik dan benar, ada beberapa tips yang bisa anda baca dibawah ini.

Tips ini cukup sederhana sehingga mudah dimengerti. Antara lain:

1. Pilih topik esai

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih topik esai yang mau ditulis. Topik ini disesuaikan sama tujuan penulisan esai.

Untuk saat ini, ada banyak sekali topik esai saat ini, seperti:

  • Esai deskriptif tentang pendidikan
  • Esai ilmiah
  • Esai tentang Mahasiswa
  • Esai tentang masalah-masalah sosial kemasyarakatan
  • Esai ekonomi
  • Esai tajuk
  • Esai pribadi
  • Esai tentang Kritik sosial
  • Esai tentang beasiswa
  • Dan lain sebagainya

Jika sudah memilih topik, esai tentang beasiswa misalnya, barulah fokus pada temanya, apakah itu orang atau tempat.

Atau, jika anda bingung memilih topik, anda bisa diskusikan dulu dengan teman, pacar atau orang-orang terdekat anda.

Topik juga bisa membantu anda untuk fokus pada essay. Misalnya, jika anda menulis topik beasiswa, namun foks pada tentang orang maka anda bisa lebih fokus ke orangnya.

Fokus pada orang berarti menggambarkan karakter orang tersebut, termasuk emosinya, caranya berbicara, caranya berjalan dan unsur pendukung lain seperti orang tua dan sahabat-sahabatnya.

2. Perhatikan struktur esai

Struktur essay adalah poin berikutnya yang harus anda perhatikan. Ini juga bisa menjadi pembeda antara esai yang anda buat dengan jenis tulisan lain, Cerpen misalnya.

Struktur esai terdiri dari tiga bagian tama, antara lain:

  • Pendahuluan atau latar belakang [bisa 4-5 karakter]
  • Isi esai [tergantung pada anda sendiri]
  • Penutup atau kesimpulan [minimal 3-4 karakter]

Setiap struktur esai memiliki porsi masing-masing. Misalnya, pendahuluan adalah tulisan pembuka tentang topik esai yang mau diangkat.

Disini anda harus bisa memberikan arahan tentang topik apa yang mau ditulis, sehingga pembaca bisa mengetahui tema, topik, dan manfaat esai tersebut.

3. Perhatikan urutan paragraf

Urutan paragraf juga cukup penting dimana anda harus bisa mengatur pendahuluan atau latar belakang dengan maksud penulisan esai anda.

Mengatur pendahuluan sebenarnya sudah masuk ke bagian teknis penulisan. Karena ini akan menjadi dasar penulisan paling pertama dan paling penting.

Ditahap ini juga anda akan memancing pembaca supaya terus membaca esai anda. Atau, secara tidak langsung, disinilah tempat anda menciptakan kesan pertama bahwa esai yang anda buat itu menarik.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis Dan Penemu Kamera

Jangan lupa juga, setelah esai selesai dibuat, jangan buru-buru berhenti. Anda harus membuat kesimpulan, agar strukturnya lebih jelas.

Kesimpulan adalah ringkasan dari esai yang dibuat. Secara tidak langsung, anda menghubungkan antara kesimpulan dan pendahuluan.

Kesan terakhir juga harus memiliki sentuhan magis. Karena biasanya, pembaca akan mengingat kesan terakhir dari tulisan anda.

4. Periksa PUEBI esai

PUEBI dulunya disebut dengan nama Ejaan Yang disempurnakan [EYD]. Namun kini, EYD sudah diubah menjadi PUEBI yang dianggap lebih lengkap.

PUEBI sendiri merupakan akronim dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Yang berarti, anda harus memeriksa ejaan dan tata bahasa esai anda.

Usahakan untuk membuat ejaan yang baik, yang sesuai dengan tata bahasa. Termasuk juga soal kalimat per kalimat, di yang preposisi atau awalan dan lain sebagainya.

Proses pemeriksaan PUEBI ini sudah termasuk proses editing. Lakukan editing minimal 2 kali. Saat mengedit, hindari penulisan kalimat secara utuh untuk mempertahankan unsur orisinalitas kalimat.

5. Minta tanggapan dari orang lain

Sebuah esai deskripsi tak akan pernah lengkap jika tak dibaca. Jadi, meskipun anda sudah cape-cape buat esai yang menarik, lengkap dan terstruktur, kalau tak pernah dibaca maka sama saja.

Oleh karena itu, cobalah meminta tanggapan dari orang lain seperti teman, pacar atau kenalan anda. Mintalah pendapat mereka tentang esai buatan anda itu.

Apabila tanggapannya bagus, jangan cepat berpuas diri. Usahakan untuk melakukan evaluasi lagi, mintalah kritik dan saran dari orang yang berbeda hingga anda merasa esai tersebut cukup.

Penutup

Membuat esai deskripsi tentang orang atau tempat sebenarnya tidaklah mudah. Karena membutuhkan usaha dan keseriusan dari penulis.

The last but not least, apabila esai deskripsi itu sedang anda tulis, usahakan selesaikan. Jangan hanya sampai tengah tulisan, anda sudah berhenti.

Fokus pada tulisan tersebut dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya. Demikian artikel tentang cara menulis esai deskriptif yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ~

2 Replies to “Cara Menulis Esai Deskriptif Yang Baik Dan Benar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *