Cara Menulis Esai Deskriptif Yang Baik Dan Benar

Cara Menulis Esai Deskriptif Yang Baik dan Benar | Sebagian dari anda mungkin pernah diminta guru atau dosen untuk membuat esai deskripsi. Terlebih untuk tugas yang berhubungan dengan mapel [mata pelajaran] bahasa Indonesia.

Esai deskriptif pada dasarnya adalah tulisan pendek yang dibuat dengan tujuan untuk mendeskripsikan topik tertentu.

Topiknya bisa apa saja mulai dari tempat wisata, rumah ibadah, tempat nongkrong, aktivitas harian, orang tua atau pacar dan lain sebagainya.

Semua topik itu pada akhirnya bermuara pada dua bagian yakni: Orang dan Tempat.

Di artikel kali ini saya hendak mengulas tentang cara menulis esai deskriptif tentang orang atau tempat, dengan tetap melibatkan beberapa aspek dibawah ini, seperti:

  • Penglihatan [vision]
  • Sentuhan [touching]
  • Suara [voice]
  • Dan rasa [taste]

Empat aspek diatas tetap berangkat dari dua atribut yakni atribut fisik dan emosi.

Disisi lain, agar pembaca tertarik dengan esai tersebut, baiknya gambarkan secara detail.

Artinya, unsur kreatif sangat penting disini agar esai tersebut benar-benar beda dengan yang lain.

Cara Menulis Esai Deskriptif Yang Baik Dan Benar

Lantas, bagaimana sih cara menulis esai deskriptif yang baik dan benar? Pasti penasaran kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Cara menulis esai deskriptif tentang orang

Menulis esai deskripsi tentang orang sebetulnya lebih sulit dibuat. Karena anda harus bisa menggambarkan emosi, karakter dan sifat orang tersebut.

Bagi saya pribadi, faktor inilah yang paling sulit. Selain harus mengenal orang tersebut, anda wajib tahu karakternya seperti apa.

Secara umum, esai deskripsi tentang orang mencakup:

  • Anggota keluarga atau kerabat
  • Teman dekat atau kolega yang hilang kontak selama bertahun-tahun
  • Selebriti atau pemain olahraga terkenal
  • Diri anda sendiri
  • Dan lain sebagainya

Untuk gaya penulisannya bisa dipilih sesuai keinginan, apakah fokus pada karakter fisik, kepribadian atau emosinya.

Cara paling mudah untuk menggambarkan tiga hal itu adalah dengan melihat bobot tubuh, warna pakaian ataupun bentuk fisik.

Bagi penulis profesional, memulai tulisan dengan atribut fisik di awal cerita mungkin agak kurang menarik.

Karena fisik manusia tidaklah sempurna. Bahkan, dalam beberapa kasus, tulisan tersebut bisa membuat pembaca enggak nyaman.

Anda bisa mengakalinya dengan cara menggambarkan sisi positif orang tersebut diikuti dengan gambaran fisiknya.

Namun apabila terpaksa menggambarkan fisik dulu, ada satu keuntungan yang didapatkan. Yakni tulisan anda akan memberikan gambaran yang kuat tentang subjek tulisan.

Apalagi jika anda bisa melibatkan karakter orang tersebut termasuk orang terdekat atau kawan-kawannya.

Untuk hal ini, biasanya para penulis berusaha menggambarkan kepribadian secara subjektif atau berdasarkan apa yang mereka lihat.

Atau jika tidak, mereka bisa membayangkannya. Jika mau menulis hal tersebut, memanfaatkan imajinasi sangat penting disini.

Sebagai contoh, salah satu cara mudah untuk menggambarkan karakter dan kepribadian seseorang adalah mencubitnya.

Misalnya, anda ingin menulis esai deskripsi tentang teman kelas atau teman kuliah anda. Untuk mendapatkan gambaran singkat tentang emosinya, silahkan di cubit.

Reaksi spontan biasanya akan menunjukan suasana hati, perilaku, termasuk pesonanya saat dicubit.

Jika tidak bisa, anda bisa berimajinasi seperti membayangkan reaksinya saat di cubit. Contohnya:

Rara terlihat lebih cantik saat di cubit

Setiap orang memiliki ekspresi yang berbeda-beda saat di cubit. Namun, wanita itu, Rara namanya, yang merupakan teman kelas saya malah berbeda.

Saat dicubit, air mukanya berubah lugu dan bingung. Matanya merem layaknya sedang menggigit es krim Vanila yang baru diambil dari freezer.

Diatas hanya contoh ya. Sesuaikan saja sama esai yang dibuat berdasarkan pengalaman atau imajinasi anda. Yang paling penting, libatkan reaksi, emosi dan karakter orang yang hendak ditulis.

2. Cara menulis esai deskriptif tentang tempat

Bagi saya pribadi, esai deskriptif tentang tempat lebih mudah ditulis ketimbang orang. Alasannya? Karena saya lebih mudah mendeskripsikan suatu tempat, sekolah misalnya.

Dengan kata lain, disini hanya perlu mengandalkan ingatan tentang tempat yang mau ditulis, terlebih jika tempat itu sudah sangat familiar.

Jika diminta untuk menulis esai deskriptif tentang tempat, agar lebih mudah, gambarkan saja tempat itu sesuai dengan apa yang anda lihat dan bagian-bagiannya yang mudah diingat, seperti:

  • Suasana tempat itu secara umum
  • Penjaga pintu gerbang [jika ada]
  • Petugas parkir [jika ada]
  • Pemandangannya
  • Kelebihannya dibanding tempat lain
  • Orang-orangnya
  • Bangunannya
  • Lokasinya
  • Dan lain sebagainya

Tambahan, anda juga bisa melibatkan kondisi lain seperti tanggapan orang-orang mengenai tempat itu. Apakah positif atau sebaliknya.

Jika esai deskripsi yang mau ditulis itu sampelnya adalah sekolah, maka bisa gambarkan terlebih dahulu prestasinya dan guru-gurunya.

Hanya saja, ada satu kelemahan dari esai deskripsi ini yakni dibutuhkan kemampuan fisik inderawi yang kuat, mata misalnya.

Sementara, jenis indera lain tidak dilibatkan seperti bau, rasa dan lain sebagainya. Disisi lain, untuk memastikan bahwa esai yang ditulis itu lebih menonjol, anda boleh libatkan atribut fisik seseorang, seperti yang sudah saya singgung di bagian atas tentang cara menulis esai deskripsi yang subjeknya orang.

Tapi ingat, ada baiknya hindari penggunaan atribut emosi. Misalnya, emosi Kepseknya. Jika ada emosi, gambarkan saja emosi anda sendiri.

Baca Juga : Adu Popularitas Antara Blog VS Youtube VS Podcast VS Facebook Watch, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Misalnya, anda menggambarkan angin sepoi-sepoi yang bisa bikin pikiran waras seketika atau angin lengket yang bisa bikin bulu kaki tegang saat duduk di halaman sekolah.

Dan usahakan untuk fokus pada satu objek saja. Jika tempat itu merupakan Sekolah, fokus pada bangunan atau kantinnya.

Boleh juga tambah bumbu-bumbu tambahan tentang lokasi atau tempat tersebut yang bikin esai itu lebih menarik, tempat berseminya cinta pertama anda contohnya.

Usahakan agar pembaca akrab dengan tulisan tersebut, seolah-olah mereka terlibat dalam alur cerita.

Karena disinilah fungsi deskriptif itu benar-benar terlihat. Artinya, jika esai itu disukai pembaca, esensi cerita bakalan mudah diingat karena akrab dengan pengalaman pribadi pembaca.

5 Tips menulis sebelum esai deskriptif tentang orang atau tempat

Untuk membantu anda menulis esai deskriptif yang baik dan benar, ada beberapa tips penulisan yang harus anda ketahui.

Tips ini cukup sederhana sehingga mudah dimengerti. Diantaranya:

1. Pilih topik esai

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih topik esai yang mau ditulis. Topik ini disesuaikan sama tujuan penulisan esai.

Untuk saat ini, ada banyak sekali topik esai yang bisa dipilih, seperti:

  • Esai deskriptif tentang pendidikan
  • Esai ilmiah
  • Esai tentang Mahasiswa
  • Esai tentang masalah-masalah sosial kemasyarakatan
  • Esai ekonomi
  • Esai tajuk
  • Esai pribadi
  • Esai tentang Kritik sosial
  • Esai tentang beasiswa
  • Dan lain sebagainya

Jika sudah memilih topik, esai tentang beasiswa misalnya, barulah fokus pada temanya, apakah itu orang atau tempat.

Atau, jika bingung memilih topik, anda bisa diskusikan dulu sama teman, pacar atau orang-orang terdekat anda.

Topik juga bisa membantu anda untuk fokus pada benang merah essay. Misalnya, jika anda menulis topik beasiswa dan fokusnya pada pengembangan sumber daya manusia, berarti esainya tentang orang.

Pertanyaannya, siapa orang-orang tersebut? Apakah keluarga, warga sekampung, sekabupaten atau apa?

Fokus pada orang berarti menggambarkan karakter orang tersebut, termasuk emosinya, caranya berbicara, caranya berjalan dan unsur pendukung lain seperti orang tua dan sahabat-sahabatnya.

2. Perhatikan struktur esai

Struktur essay adalah poin berikutnya yang harus diperhatikan dengan seksama. Ini akan jadi pembeda antara esai yang anda buat dengan jenis tulisan lain, Cerpen misalnya.

Struktur esai terdiri dari tiga bagian, diantaranya:

  • Pendahuluan atau latar belakang [bisa 4-5 karakter]
  • Isi esai [tergantung sama keinginan]
  • Penutup atau kesimpulan [minimal 3-4 karakter]

Setiap struktur esai memiliki porsi masing-masing. Misalnya, pendahuluan adalah tulisan pembuka tentang topik esai yang mau diangkat.

Disini anda harus bisa memberikan arahan tentang topik apa yang mau ditulis, sehingga pembaca bisa mengetahui tema, topik dan manfaat esai tersebut.

3. Perhatikan urutan paragraf

Urutan paragraf juga cukup penting dimana anda harus bisa mengatur pendahuluan atau latar belakang agar alurnya jelas.

Mengatur pendahuluan sebenarnya sudah masuk ke bagian teknis penulisan. Karena ini akan menjadi dasar penulisan paling pertama dan paling penting.

Ditahap ini juga anda akan memancing pembaca agar terus membaca esai tersebut. Atau, secara tidak langsung, disinilah tempat anda menciptakan kesan pertama bahwa esai buatan anda itu menarik.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis Dan Penemu Kamera

Jangan lupa juga, apabila esai selesai dibuat, jangan buru-buru berhenti. Anda harus buat kesimpulan, agar strukturnya lengkap.

Kesimpulan adalah ringkasan dari esai tersebut. Secara tidak langsung, anda menghubungkan antara kesimpulan dan pendahuluan.

Kesan terakhir juga harus memiliki sentuhan magis. Karena biasanya, pembaca akan mengingat pesan akhir dari sebuah tulisan.

4. Periksa PUEBI

PUEBI dulunya disebut dengan nama Ejaan Yang disempurnakan [EYD] yang merupakan akronim dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Esai yang baik dan benar adalah esai yang dibuat sesuai dengan tata bahasa baku.

Jadi, pastikan ejaannya sudah sesuai dengan pedoman yang berlaku. Termasuk juga soal di yang preposisi atau awalan.

Proses pemeriksaan PUEBI ini sudah termasuk proses editing. Lakukan editing minimal 2 kali. Saat mengedit, hindari perubahan kalimat secara utuh untuk mempertahankan orisinalitas karya.

5. Minta tanggapan orang lain

Sebuah esai deskripsi tak akan pernah sempurna jika tak ada yang baca. Jadi, meskipun anda sudah cape-cape buat esai yang menarik, lengkap dan terstruktur, kalau tak ada orang yang baca maka sia-sia.

Oleh karena itu, cobalah meminta tanggapan dari orang lain seperti teman, pacar atau kenalan anda. Mintalah pendapat mereka tentang esai buatan anda itu.

Apabila tanggapannya bagus, jangan cepat berpuas diri. Usahakan untuk melakukan evaluasi lagi, mintalah kritik dan saran dari orang yang berbeda sampai anda merasa puas.

Penutup

Membuat esai deskripsi tentang orang atau tempat tidaklah mudah. Karena membutuhkan usaha dan keseriusan dari penulis.

The last but not least, apabila esai deskripsi itu sedang anda tulis, usahakan diselesaikan. Jangan hanya sampai tengah tulisan lalu berhenti begitu saja.

Fokus pada tulisan tersebut dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya.

Demikian artikel tentang cara menulis esai deskriptif yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. ***

2 pemikiran pada “Cara Menulis Esai Deskriptif Yang Baik Dan Benar”

Tinggalkan komentar