Cara Menulis Artikel Yang Benar Dan Contohnya

Menulis artikel itu cukup mudah terlebih jika topik yang mau dibahas berkaitan dengan opini atau pengalaman sehari-hari.

Tapi, jika artikel yang ditulis itu berkaitan dengan jurnal ilmiah, penelitian, studi kasus atau artikel jenis lain yang melibatkan data, tentu perlu riset.

Setelah riset, barulah dilakukan pengolahan data untuk kemudian dimasukkan ke dalam artikel. Itu belum ditambahkan dengan kajian pustaka.

Tapi, secara umum, ada tiga tahap yang harus dilewati penulis saat membuat artikel. Pertama, pencairan ide, kedua penulisan dan ketiga editing.

Proses diatas sifatnya wajib untuk jenis tulisan apa saja, yang bisa juga disebut artikel. Artinya, pengertian artikel ini cukup luas.

Yang jadi masalah adalah deadline atau tenggat waktu dan ini sering dialami oleh blogger, penulis lepas atau copywriter dan profesi kepenulisan lain.

Karena mereka dituntut untuk membuat artikel yang bagus dan berkualitas dalam waktu yang singkat. Jadi, keterampilan dan minat menulis sangat diperlukan disini.

Lantas, bagaimana sih cara menulis artikel yang benar? Apakah ada contoh dari artikel? Bagaimana agar artikel itu menarik dibaca?

Jika penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Cara Menulis Artikel Yang Benar Dan Contohnya

Lantas, bagaimana cara menulis artikel yang baik dan benar? Apakah ada contohnya? Jika penasaran, simak artikel ini sampai habis.

1. Tahap pra-penulisan

Cara Menulis Artikel Yang Benar Dan Contohnya
Gambar via essaypro.com

Di tahap ini, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Meskipun semuanya terkesan panjang dan ribet, tapi tidak seperti yang ditulis.

Untuk tahap pra penulisan ini, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, diantaranya:

a. Memilih jenis artikel yang akan ditulis

Poin paling pertama adalah menentukan jenis artikel apa yang ditulis apakah itu naratif, persuasif, ekspositori atau mungkin Preskriptif, berikut penjelasannya:

  • Artikel Eksploratif yang merujuk pada jenis artikel yang dibuat untuk mengungkap fakta-fakta berdasarkan kajian atau penelitian langsung dari penulis
  • Artikel Eksplanatif adalah artikel yang berusaha menerangkan dalam tulisannya agar mudah dipahami oleh pembaca
  • Artikel deskriptif yang merujuk pada metode penulisan untuk menggambarkan secara deskriptif suatu masalah yang ada di masyarakat, sehingga bisa diketahui apa penyebabnya, masalahnya dimana dan apa solusinya
  • Artikel prediktif yang merujuk pada penulisan artikel yang isinya berusaha memprediksi sesuatu berdasarkan ramalan, perhitungan atau dasar lainnya
  • Artikel Preskriptif yang merujuk pada pembuatan artikel dengan tujuan untuk menuntut pembaca untuk melakukan sesuatu atau aksi secara langsung

Dengan mengetahui jenis-jenis esai yang akan ditulis membantu anda memutuskan topik atau menyusun artikel dengan baik dan benar.

b. Pilih topik artikel

Setelah menentukan jenis artikel yang ditulis, langkah berikutnya adalah menentukan topik apa yang akan ditulis.

Memilih topik secara tidak langsung akan memudahkan anda mengetahui atau menargetkan audiens tertentu dalam jangkauan yang lebih spesifik lagi.

Hanya saja, agar topik itu benar-benar berguna, pastikan topik tersebut menarik dan punya relevansi dengan audience yang disasar.

Tapi bergantung pada jenis artikel yang ditulis dan pada media mana akan diposting. Misalnya, jika buat artikel blog, pastikan anda riset kata kunci.

Tujuannya untuk mendapatkan relevansi topik sekaligus untuk mendorong peringkat yang lebih baik di SERPs.

c. Memilih gaya penulisan

Di Indonesia, gaya penulisan merujuk pada bagaimana tulisan tersebut akan disampaikan. Dan ada tiga gaya penulisan artikel yang umum digunakan, yakni:

  • Artikel naratif adalah artikel yang memberikan informasi tentang subjek dengan cara yang luas dan teratur seperti saat bercerita
  • Artikel persuasif adalah menyakinkan pembaca tentang sudut pandang anda
  • Ekspositori yang merujuk pada cara penulisan artikel dengan cara menjelaskan kepada pembaca bagaimana melakukan proses tertentu. Biasanya dibuat langkah demi langkah, disertai dengan gambar
  • Deskriptif yang fokus pada detail tentang isu atau masalah yang sedang terjadi. Misalnya, jika menulis artikel tentang pengalaman perjalanan, berikan detail tentang apa yang dialami selama perjalanan

Perhatikan, tiap gaya penulisan diatas memiliki formatnya sendiri-sendiri, termasuk bagian mana mengutip teks dan referensi, jika ada.

d. Buat kerangka artikel

Setelah itu, tentukan garis-garis besar atau kerangka dari artikel yang hendak ditulis dengan tujuan agar alurnya jelas, terorganisir dan logis.

Untuk kerangkanya sih cukup mudah yang penting anda sudah tahu tentang jenis artikel, topik dan gaya penulisan yang akan digunakan.

Kerang ini sendiri berangkat dari struktur. Dan umumnya, strukturnya hanya terbagi dalam tiga bagian yakni judul, pendahuluan, isi dan penutup.

e. Unsur 5W+1H

Salah satu aspek paling penting yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana melibatkan unsur 5W+1H dalam tulisan tersebut, berikut penjelasannya:

  • What: Apa persoalan yang diangkat dalam artikel? Apakah tanggapan terhadap satu isu?
  • Where : Dimana persoalan itu terjadi?
  • When : Kapan persoalan itu terjadi?
  • Who : Siapa yang mengalami atau siapa yang sedang bercerita? Atau mungkin, artikel tersebut menceritakan tentang siapa? Diri sendiri atau orang lain?
  • Why : Kenapa persoalan tersebut terjadi? Apa alasannya?
  • How : Bagaimana persoalan tersebut dapat terjadi? Bisa juga tentang bagaimana persoalan itu akan diselesaikan atau resolusinya.

Unsur-unsur tersebut bisa disesuaikan sama kebutuhan dan anda bisa memulai dari kapan, dimana atau mungkin kenapa persoalan itu ada.

Tinggal sesuaikan saja dengan keinginan anda. Yang terpenting, enam unsur diatas dilibatkan atau ada di dalam artikel.

e. Riset kecil-kecilan

Setelah topik diperoleh, lakukan riset kecil-kecilan dengan tujuan untuk mendapatkan data atau fakta yang sesuai dengan topik yang ditulis.

Data tersebut juga bisa membantu anda menyampaikan informasi yang berkualitas dan akurat kepada calon pembaca nantinya.

Dalam beberapa kasus, data tersebut juga bisa meningkatkan visibilitas judul. Misalnya, jika sedang membuat artikel tentang cara membuat buku, lakukan riset soal itu di Google atau mesin pencari lain.

Lagi-lagi, untuk poin ini, kembali ke jenis artikel yang ditulis. Intinya, apapun itu, pastikan anda riset terlebih dahulu.

Jika diperlukan, anda boleh melakukan penelitian tambahan tentang konten dengan tujuan untuk mendukung poin utama artikel yang dibuat.

Beberapa data yang mungkin bisa digunakan di dalam artikel tersebut termasuk data Statistik, Kutipan yang relevan, Definisi khusus, Peristiwa terkini, kutipan dari berita nasional dan lokal dan seterusnya.

2. Tahap Penulisan

Cara Menulis Artikel Yang Benar Dan Contohnya
Gambar via paperwriter.com

Karena sudah tentukan berbagai item seperti jenis tulisan, gaya, struktur, data serta garis-garis besar tulisan atau kerangkanya, langkah selanjutnya adalah menulis.

Saat menulis, tinggal tulis berdasarkan kerangka yang sudah ada, tinggal sempurnakan kerangka tersebut sehingga artikel bisa utuh, kohesif dan jelas.

Intinya, tugas anda tinggal rangkai kata untuk pendahuluan. Jika pendahuluan sudah selesai, tinggal masuk ke body atau isi artikel.

Di tahap inilah yang biasanya paling sulit. Karena harus melampirkan berbagai kutipan dan data yang mendukung argumen anda.

Intinya, tetap pastikan agar semua kata yang ditulis itu mengalir. Ini bisa dilihat dari bagaimana membuat setiap paragraf memiliki kalimat topik sendiri.

Gunakan juga kata-kata transisi untuk memastikan bahwa setiap paragraf itu saling terkait satu dengan yang lain.

Jika isi artikel sudah ditulis, langkah selanjutnya adalah membuat kesimpulan dari isi artikel yang sudah dibuat tersebut.

Sebenarnya, untuk poin ini, tinggal kembali ke kreativitas anda sendiri. Apakah menulis dengan mengikuti struktur yang ada atau buat sendiri-sendiri.

Misalnya, anda bisa buat body artikel lebih dulu baru kemudian buat pendahuluan dan penutupnya atau sebaliknya.

3. Tahap Editing

Cara Menulis Artikel Yang Benar Dan Contohnya
Gambar via grammarly.com

Setelah artikel ditulis, langkah penulisan artikel berikutnya yang wajib dilakukan adalah dengan melakukan editing.

Dalam tahap editing ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan mulai dari melakukan revisi untuk kesalahan teknis dalam penulisan.

Kesalahan teknis ini bisa berupa tata bahasa, tanda baca dan juga ejaan. Untuk poin ini, bisa gunakan fitur koreksi kata di Google Docs atau yang lain sebagianya.

Hanya saja, sekalipun menggunakan alat tersebut, pastikan anda tetap membacanya untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan maksud anda atau tidak.

Perhatikan juga penggunaan tanda kutip di dalam artikel, yang jadi sumber artikel tersebut. Dan untuk poin ini, tetap perhatikan poin-poin kuncinya seperti apa.

Jika tahap editing sudah selesai, melakukan pengeditan akhir untuk memastikan bahwa semua artikel sudah sesuai dengan harapan anda.

5. Penerbitan atau pengiriman

Cara Menulis Artikel Yang Benar Dan Contohnya
Gambar via grammarly.com

Tahap terakhir dari penulisan artikel adalah dengan menerbitkannya ke situs web atau blog, jika itu yang merupakan tujuan pembuatan artikel.

Sementara, jika dibuat untuk diterbitkan di koran untuk menjangkau audiens yang lebih besar, silahkan kirim ke email redaksi.

Saya yakin, jika tulisan itu dibuat dengan benar, pasti akan diterima. Apalagi jika isu yang diangkat baru, mengalir dan dilengkapi dengan bukti atau data pendukung.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan diajukan terkait postingan ini bakal diulas dalam bentuk QnA di bawah, seperti:

1. Apa itu Artikel? Apa Pengertiannya?

Artikel adalah karya tulis lengkap seperti berita atau esai dalam majalah, surat kabar, blog dan media lainnya.

Bisa juga diartikan sebagai bagian dari undang-undang atau peraturan yang berupa ketentuan atau pasal. Dalam linguistik, dipahami sebagai unsur yang dipakai untuk membatasi atau memodifikasi nominal.

Intinya, artikel adalah tulisan yang ditulis agar bisa dibaca oleh khalayak besar. Alasan utama pembuatan artikel adalah untuk menyampaikan pendapat, opini, dan lain sebagainya.

Karena itu, umumnya, artikel dianggap sebagai topik yang berkaitan dengan tanggapan tentang suatu ilmu atau isu terbaru.

Topiknya bisa serius atau tidak, kadang satire, kadang juga tanpa didukung fakta, yang mempengaruhi nada dan bahasa yang digunakan.

Karena ditulis oleh satu atau sekelompok orang untuk publik, maka artikel dianggap sebagai komunikasi tertulis yang menjelaskan atau mengulas tema sentral yang ingin disampaikan.

Secara umum, artikel ditulis dengan beberapa tujuan khusus diantaranya:

  • Memberikan saran dan tindakan
  • Mendorong eksposur pada berita dan berita teknologi
  • Mempengaruhi opini pembaca saat ini

Tergantung jenis artikel yang ditulis. Dengan demikian, ia bisa berupa konten informatif yang telah melewati penelitian, lalu ditulis dan didistribusikan kepada publik.

Agar bisa diakses seluas-luasnya, maka artikel itu bisa ditulis di media seperti koran, majalah atau situs web. Termasuk juga di media sosial berbasis teks seperti Twitter, LinkedIn dan Facebook.

2. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan artikel?

Agar artikel itu layak dibaca dan menarik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan artikel, yakni:

  • Artikel harus mudah dibaca dan dimengerti
  • Pastikan struktur artikel itu jelas, melibatkan unsur-unsur 5W+1H serta ada data pendukung
  • Artikel tidak menyinggung individu atau kelompok tertentu berdasarkan SARA

Itu saja sih, selebihnya tinggal disesuaikan sama kreativitas. Jika mengikuti struktur yang ada diatas, sudah pasti artikel akan berguna.

3. Apa saja kesalahan umum yang sering dilakukan dalam penulisan artikel?

Kesalahan-kesalahan dalam penulisan artikel sebenarnya variatif dan ini merupakan sesuatu yang wajar, apalagi mereka yang baru pertama kali buat artikel.

Tapi umumnya ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan para penulis, diantaranya:

  • Menggunakan bahasa yang terlalu formal sehingga lebih cenderung seperti artikel ilmiah atau esai
  • Banyak artikel yang tidak menggunakan kutipan atau contoh dalam penulisannya
  • Tidak melibatkan unsur-unsur 5W+1H atau ada, tapi terbatas saja. Karena itu, saat mengajukan pertanyaan, biasanya akan berakhir retoris atau bahkan tidak perlu dijawab.

Soal ini bisa dilatih. Karena tidak semua orang langsung bisa membuat artikel. Karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara menulis artikel terlebih dahulu.

4. Apa saja format penulisan artikel yang benar?

Tergantung jenis artikel apa yang ditulis. Jika yang dimaksud hanya soal format penulisan artikel biasa, maka kerangkanya standar.

Pertama, dimulai dengan judul, diikuti pendahuluan lalu masuk ke body atau isi artikel. Terakhir adalah penutup artikel.

Karena itu, sebelum buat artikel, pastikan tahu jenis artikel apa yang ditulis dan digunakan untuk apa. Misalnya, jika buat artikel untuk tugas kuliah, maka perlu juga ketahui apakah formal atau tidak.

Maka boleh gunakan kata-kata formal dan urutan formal penulisan artikel ilmiah. Jiak bebas, maka bisa pakai urutan standar seperti yang sudah dijelaskan di bagian atas.

Penutup

Menulis artikel itu sebenarnya tidak mudah apalagi jika tugas ini baru dilakukan pertama kali oleh anda. Karena itu, selalu asah kebiasaan menulis.

Ini penting karena kebiasaan pada akhirnya akan membuat anda lebih mudah menulis, lebih mudah merangkai kata dan tidak lakukan semua langkah-langkah diatas.

Sebab, alur penulisannya bisa disesuaikan sendiri. Apakah langsung riset, langsung menulis topik, dan seterusnya.

Misalnya, ada beberapa orang yang terbiasa tulis artikel dulu. Nantinya, data akan ditambahkan setelah proses editing dilakukan.

Ini tentu lebih efisien ketimbang harus lakukan prosedur standar sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas. Dan semuanya kembali ke kebiasaan individu itu sendiri.

Demikian artikel tentang cara menulis artikel yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Satu pemikiran pada “Cara Menulis Artikel Yang Benar Dan Contohnya”

Tinggalkan komentar