6+ Cara Menjadi Influencer Yang Terkenal Dan Kaya

6 min read

cara menjadi influencer

Bagaimana sih cara menjadi influencer yang terkenal? Plus, kaya? Pertanyaan semacam ini sering diajukan oleh banyak orang dengan berkaca dari pengalaman para influencer yang bisa dapat jutaan rupiah dari satu endorse.

Entahlah, apakah benar demikian atau sebaliknya. Yang jelas, kata ini sering saya dengar di TV, radio, atau melihatnya saat membaca berita.

Meskipun cenderung dikenal sebagai istilah hype dan kekinian, nyatanya influencer bukanlah profesi tetap seperti pekerja kantoran umumnya.

Anda kemudian bertanya-tanya, bagaimana cara menjadi influencer? Apa saja yang dibutuhkan? Mengapa influencer bisa kaya?

Untuk menjawab pertanyaan ini memang perlu dilihat background sang influencer. Kalau penghasilan mereka murni dari endorse, alias dari influencer saja, pendapatannya bisa diukur.

Kalau enggak, ya enggak bisa. Karena influencer adalah ragam profesi yang dilakukan secara daring. Artinya, siapa saja bisa menjadi influencer

Mulai dari artis, mahasiswa, anak SMA, asisten rumah tangga, traveler, bankir, jurnalis, fotografer dan lain sebagainya.

Mereka, para influencer ini, hanya memanfaatkan platform yang dimiliki untuk mendapatkan uang tambahan entah itu Facebook, Instagram, Blog, Channel Youtube, akun TikTok dan lain sebagainya.

Intinya, pemasar atau pengguna jasa influencer tidak melihat latar belakang pendidikan, budaya, agama atau keseharian sang influencer, mereka hanya melihat popularitasnya dan pangsa pasar dibaliknya.

Untuk anda yang ingin memahami dengan jelas pengertian dasar influencer, silahkan baca postingan saya sebelumnya yang khusus membahas hal tersebut dengan cara klik tautan ini.

Sebelum lanjut pada caranya, ada baiknya saya perlu klasterisasi istilah ini. Influencer yang saya bahas disini mencakup semua hal yang berkaitan dengan konsep pemengaruh, lepas dari platform yang digunakan.

Dengan kata lain, artikel ini juga membahas tentang cara menjadi selebgram, cara menjadi trevel influencer, cara menjadi influencer marketplace, millennial influencer, dan lain sebagainya.

Masih sulit memahami kata influencer ini? Biar saya jelaskan dalam poin-poin kunci agar anda lebih paham pengertianya.

  • Influencer merupakan istilah untuk para selebriti di media sosial. Mereka ini punya followers yang banyak dengan enggagement yang tinggi
  • Konten-konten mereka selalu menarik dan biasanya tak jauh-jauh sama gaya hidup atau aktivitas sehari-hari
  • Karena belum ada dalam KBBI, bayak pengamat mengatakan kalau Influencer dalam bahasa Indonesia dipaduratakan dengan istilah pemengaruh media sosial
  • Pengaruh mereka sangat baik untuk audiens sehingga pelaku bisnis melihatnya sebagai suatu potensi bisnis yang menjanjikan

6 Cara Menjadi Influencer Marketing Yang Terkenal

Lalu bagaimana cara menjadi influencer? Pasti penasaran kan? Nah berikut disajikan artikelnya untuk anda.

1. Punya platform

Yang paling pertama tentu saja harus punya platform. Platform ini bisa berupa akun Instagram, Facebook, Twitter, blog atau platform lain seperti TikTok.

Instagram saat ini dikenal sebagai platform influencer paling populer di dunia. Selain itu, pangsa pasar Instagram yang tinggi dengan pengguna tersegmentasi berdasarkan usia yang cenderung konsumeris yakni muda-mudi.

Selain instagram, Facebook dan Twitter juga termasuk platform influencer yang tak kalah hits. Meski jarang dimanfaatkan oleh pengguna.

Begitu juga dengan blog. Tetapi jika dilihat dari kemudahan penggunaannya, media sosial tentu lebih simple dan lebih populer ketimbang blog.

Alasannya sederhana, untuk menjadi influencer blog, anda harus mengeluarkan biaya untuk membeli domain [termasuk hosting] dan blog anda wajib punya trafik yang tinggi.

Sementara, untuk media sosial anda hanya perlu koneksi internet dan tidak diperlukan biaya tambahan untuk membuat akun.

Selain dua platform diatas, pemasar juga bisa memanfaatkan Youtube untuk mencari calon konsumen diantara para subscriber.

Ada juga platform lain yang bisa dimanfaatkan pemasar untuk mempromosikan produk mereka. Salah satunya adalah TikTok.

2. Akun media sosial atau blog harus punya followers, subscriber dan trafik yang tinggi

Karena poin ini cukup kompleks, maka saya membaginya menjadi beberapa bagian utama, yakni influencer di media sosial, blog, Youtube dan saluran lain.

a. Influencer media sosial

Pemengaruh di media sosial, yang kemudian disebut influencer, sebenarnya memiliki tugas yang sangat sederhana, mudah dan singkat.

Jika anda menjadi influencer, tugas anda hanya ada dua: memposting produk dari pemasar atau melakukan review.

Untuk review semacam ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan fitur LIVE, video atau foto. Selain itu, influencer juga wajib menambahkan hastag dan captions sesuai dengan permintaan client.

Untuk menjadi influencer di media sosial, instagram misalnya, akun anda wajib punya followers yang banyak.

Karena itu, beberapa orang menyebut kalau influencer itu lebih identik sama public figure on social media.

Saya enggak tahu pasti batasan ukuran followernya berapa. Yang saya tahu, semakin banyak followers yang dimiliki maka semakin besar pula harga per postingan yang didapat.

Misalnya begini, saya membuat sebuah produk kecantikan A lalu menghubungi seorang pemilik akun dengan followers 200k untuk mempromosikan produk tersebut di story terbaru mereka selama 3 hari.

Sebagai imbalannya, saya akan memberikan intensif berupa uang, plus produk tersebut. Kira-kira begitu cara kerjanya.

Simple dan mudah. Selain itu, pemilik akun media sosial juga gak perlu repot melakukan ini itu, hanya perlu memposting produk dan mendapatkan uang dari situ.

Kadang juga, ada pemilik bisnis yang memberikan tip dan bonus berdasarkan engagemets, comment, like atau share postingan.

Statistik semacam ini sangat penting bagi pemasar untuk mengetahui siapa saja yang doyan beli produk mereka untuk kemudian ditargetkan lagi pemasarannya.

b. Influencer blog

Agak berbeda dengan media sosial. Untuk menjadi influencer di blog, sudah pasti blog anda harus memenuhi beberapa kriteria dibawah ini, antara lain:

  • Menggunakan ccTLD [TLD]
  • Dikelola dengan profesional
  • Mengangkat satu niche yang spesifik
  • Trafik sudah >1k
  • Dll [disesuaikan sama kebutuhan pemasar]

Kriteria diatas adalah kriteria paling standar yang harus dimiliki. Oleh karena itu, pemilik blog harus proaktif untuk memperlihatkan total trafik yang diperoleh kepada calon pemasar.

Kadang sih, influencer di blog itu disebut content placement. Karena memang blog fokus pada teks dan visual, jadi istilahnya berbeda.

Misalnya begini, ada seorang pelaku bisnis menawarkan kepada saya agar memposting produk mereka di blog dengan imbalan berupa uang.

Jika saya setuju dan sudah sepakat biaya per postingannya, maka pihak pemasar akan mengirimkan artikel, termasuk gambar produk dan backlink yang mengarah ke produk tersebut.

Kadang kala, blogger sendirilah yang akan membuat artikelnya. Dengan biaya yang lebih tinggi dari kesepakatan awal.

Setelah saya memposting artikel tersebut, mereka lalu mengirimkan sejumlah uang sebagai imbalan atas postingan tersebut.

Jauh lebih mudah kan? Tentu saja. Hanya saja, agar blog anda bisa dilirik oleh pemasar langsung, minimal blog tersebut harus punya otoritas domain dan halaman yang tinggi.

Kalaupun masih dalam tahap pengembangan, alias masih berumur dibawah 1 tahun, anda bisa bergabung dengan beberapa platform influencer marketing blog seperti Sosiago atau Revu.

c. Youtube

Selain dua platform diatas, Youtube juga bisa dikatakan menjadi sarang influencer yang tak kalah populer.

Konsepnya tentu beda sama Blog atau media sosial. Di Youtube, semua konsepnya berbentuk audio-visual, yang sesuai dengan visi platform.

Jika instagram mengandalkan gambar dan teks singkat, blog mengandalkan teks yang banyak dengan konsep copywriting, maka Youtube lebih ke video.

Bayaran yang diperoleh Youtuber juga sama yakni berdasarkan jumlah subscriber. Sebagai contoh, channel CalonMertuaGueSarjana punya subsriber 250k, dengan jumlah tayangan video 19 juta dan akan terus bertambah, bayarannya tentu lebih tinggi ketimbang channel dengan subscriber 10k atau lebih.

d. TikTok

Salah satu platform influencer marketing yang juga lagi hits saat ini adalah TikTok. TikTok adalah aplikasi seperti media sosial kebanyakan, namun fokus pada video-video berdurasi pendek.

Bahkan, sampai artikel ini saya terbitkan, banyak pemasar yang berbondong-bondong ke TikTok untuk mencari target konsumen baru.

Bahkan, nama-nama influencer beken dunia pun lahir dari TikTok. sebut saja Bowo Alpenliebe, Kelly Courtney, dan lain sebagainya.

Tak tanggung-tanggung, penghasilan mereka bisa mencapai miliaran rupiah hanya dengan memposting produk atau mendapat endorse dari pemasar.

3. Konten harus menarik

Saya artikan konten ini sebagai video, audio, gambar atau teks. Dengan konten yang menarik, engagement channel, blog atau akun anda pasti tinggi.

Dan inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi pemasar untuk menggunakan akun anda sebagai media promosi.

Jika konten anda terlihat biasa saja atau tidak jauh berbeda dengan konten-konten sebelah, meskipun followers bejibun, pemasar pasti akan ogah menggunakan jasa anda.

Sebagai contoh, saya pernah melihat sebuah akun b*kep dengan followers 68k di Twitter. Dibagian profil, terdapat gambar situs web J*di.

Dalam pengertian yang lebih luas, akun tersebut bisa dikatakan sebagai influencer karena mereka memasarkan produk, jasa atau situs web, dengan target pasar sendiri tentunya.

Cara menjadi influencer

Dengan kata lain, para pemasar dari produk lain gak bakalan menggunakan platform anda untuk memasarkan produk mereka karena berbeda followers.

Oleh karena itu, jika anda ingin menjadi influencer yang populer, coba buat konten yang semenarik mungkin sesuai dengan passion anda.

Ingat, influencer bisa siapa saja. Dengan kata lain, jika anda suka mode, suka jalan-jalan, suka menulis, suka bunga dan lain sebagainya, fokus pada hal tersebut.

Dan jika pemasar melihat potensi bisnis dari akun, blog atau channel tersebut, mereka akan tertarik bekerja sama dengan anda.

Kemudian anda akan menerima taks atau permintaan posting dari pemasar, untuk satu atau dua bisnis berbeda. Dari kegiatan inilah anda sudah layak menyandang predikat sebagai influencer. Selamat gan!

4. Lengkapi profil media sosial anda

Menjadi pemengaruh di media sosial, berarti orang-orang harus tahu mengenai diri anda. Dengan kata lain, profil anda harus lengkap.

Meski enggak harus yang norak-norak amat seperti nomor WhatsApp, tapi setidaknya orang tahu pekerjaan anda, jenis kelamin, minat anda dan lain sebagainya.

6. Jangan lupa optimalkan profil media sosial anda

Setelah mengenali bakat dan minat yang dimiliki, langkah berikutnya adalah mengopitmalkan platform yang digunakan entah itu media sosial atau blog.

Disini saya lebih fokus untuk pengoptimalan profil media sosial anda sendiri. Dan usahakan, anda hanya punya satu media sosial saja dan fokus ke situ.

Pada metode pengoptimalan ini, saya membaginya menjadi beberapa bagian utama, antara lain:

a. Beralih ke Akun Bisnis

Metode paling pertama untuk mengoptimalkan media sosial adalah dengan beralih ke akun bisnis karena ada banyak fitur yang tersedia.

Dalam kasus ini, saya menggunakan Instagram. Untuk media sosial lain, seperti Facebook, anda bisa membuat fanspage.

Sementara, untuk akun twitter juga tersedia opsi untuk beralih ke akun bisnis di pengaturan profil.

b. Lengkapi biografi dengan unik

Berikutnya adalah soal biografi atau bio. Biasanya, ini adalah hal paling pertama yang akan dilihat saat orang mengunjungi profil anda.

Dengan kata lain, disinilah kesan pertama akan terjadi antara calon followers dan anda sendiri.

Sebaiknya, atur biografi yang bisa menceritakan secara singkat tentang diri anda, apa yang anda sukai, situs web anda jika ada, profesi anda dan lain sebagainya.

Kalau perlu, anda bisa memberikan informasi lain seperti nama lengkap, lokasi tempat tinggal, kontak dan keahlian yang dimiliki.

c. Jangan lupa tambahkan foto profil dan foto sampul

Langkah berikutnya adalah menambahkan foto profil dan foto sampul karena dua elemen ini adalah konten paling penting dari identitas anda.

Orang-orang sering melihat foto profil dan sampul anda terlebih dahulu sebelum melihat beranda atau feed instagram anda.

Jadi, ada baiknya anda memilih foto-foto terbaik milik anda. Oh iya, pastikan wajah anda terlihat dengan jelas dan kualitas gambarnya bagus.

6. Terlibat dengan audiens

Setelah selesai memposting konten, yang menurut anda menarik, jika anda punya followers yang banyak pasti postingan anda tersebut bakal mendapat interaksi yang banyak dari pengunjung.

Interaksi seperti apa? Seperti misalnya like atau komentar. Saat ada interaksi seperti ini terjadi, usahakan anda terlibat.

Memang sih, anda tidak mengenal satu per satu followers anda. Dan mungkin ada beberapa diantaranya yang sok-sokan bijak, komen yang aneh-aneh dan lain sebagainya.

Bisa dengan saling berbalasan komentar yang menujukan bahwa akun anda itu dikelola dengan baik dan bukan semata-mata sebagai akun yang ditujukan untuk bisnis atau untuk mendapat endorse.

Penutup

Sebenarnya menjadi influencer marketing itu mudah. Yang sulit mungkin bagaimana anda bisa menemukan pemasar atau orang-orang yang menggunakan akun media sosial dan blog anda untuk memasarkan produk.

Hanya saja, saat ini sudah banyak platform pemasaran influencer yang bisa menghubungkan antara para influencer di media sosial dan blog dengan pemasar.

Anda bisa bergabung dengan influencer macam ini lalu mendapatkan task atau permintaan dari para pelaku bisnis.

Demikian artikel tentang 6 cara seorang influencer marketing. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

2 Replies to “6+ Cara Menjadi Influencer Yang Terkenal Dan Kaya”

  1. Terimakasih untuk artikel yang di share sangat membantu, akan saya coba terapkan untuk lebih mengembangkan bisnis saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *