Cara Menghitung IP (Indeks Prestasi) dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Di Perguruan Tinggi

Berbeda dengan di sekolah yang mana di perguruan tinggi nilai yang diperoleh mahasiswa disebut dengan IP atau Indeks Prestasi.

IP ini diperoleh oleh mahasiswa tiap akhir semester. Nantinya, setelah memasuki akhir semester, saat sidang kelulusan, mahasiswa akan memperoleh IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif.

Dan ini jadi standar penilaian mahasiswa untuk perguruan tinggi apa saja entah itu Universitas, Sekolah Tinggi, Politeknik dan lain sebagainya.

Lebih jauh lagi, IP dan IPK terkadang jadi salah satu tolak ukuran saat memperoleh pekerjaan. Jadi, penting untuk memperoleh IP dan IPK yang lebih dari cukup.

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana cara menghitung Indeks Prestasi (IP) ini? Termasuk juga cara menghitung Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)?

Termasuk pengertian antara IP dan IPK tersebut. Jika penasaran jawaban dari beberapa pertanyaan diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Cara Menghitung IP (Indeks Prestasi) dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Di Perguruan Tinggi

Lantas, bagaimana cara menghitung IP dan IPK di Perguruan Tinggi? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak artikel ini sampai habis,

1. Apa itu IP (Indeks Prestasi)?

Cara Menghitung IP (Indeks Prestasi) dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Di Perguruan Tinggi
Gambar via insider.com

Indeks Prestasi atau IP, yang kadang juga disebut Indeks Prestasi Mahasiswa (IPM) atau Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah parameter atau petunjuk yang digunakan untuk menilai prestasi mahasiswa.

Dengan demikian, sebagai indeks, maka IP ini fungsinya kurang lebih sama seperti nilai yang diperoleh oleh siswa SD, SMP dan SMA dalam raport akhir semester.

Nilai yang muncul sebenarnya berasal dari seluruh nilai yang kemudian dibagi rata berdasarkan jumlah mata pelajaran yang diperoleh.

Dari sini bisa dipahami kalau IP adalah nilai rata-rata terimbang berdasarakn mata kuliah yang diambil dan lalu dikonversikan dalam bilangan.

Untuk mendapatkan hasilnya, nilai IP terlebih dahulu dikonversikan dari huruf, yang kadang juga disebut nilai relatif ke nilai angka atau nilai mutlak dengan ekuivalen seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

Indeks PrestasiKeteranganSKS Maksimal Semester Berikutnya
< 2.00Kurang24
2.00 – 2.49Cukup21
2.50 – 2.99Baik18
3.00 – 4.00Sangat Baik15

Sementara, untuk rumus perhitungan IP atau IPM terlihat seperti ini:

Perbedaan IP (Indeks Prestasi) dan IPK (Indeks Prestasi Komulatif) Serta Cara Hitungnya

Oh iya, untuk nilai akhir angka, bisa dikonversikan menjadi nilai akhir huruf, yang sebaliknya juga demikian, dan akan terlihat seperti tabel dibawah ini:

Nilai angkaHurufBobot
0 – 39,99E0
40 – 54,99D1
55 – 59,99C2
60-64,99C+2,3
65-69,99B-2,7
70-74,99B3
75-77,99B+3,3
78-80,99A-3,7
81-100A+4

Cara Menghitung Indeks Prestasi (IP) Mahasiswa

Untuk menghitung IP, IPS dan IPK, silahkan kumpulkan dulu sampel nilai yang akan dihitung.

Dari tabel konversi diatas, bisa diketahui kalau batas nilai yang diperoleh mahasiswa adalah A+ yang dikonversi ke dalam bilangan jadi 4.00.

Disisi lain, untuk batas minimumnya adalah E yang dikonversikan ke dalam bilangan adalah 0.00 alias tanpa nilai.

Dengan begitu, jika A, yang merupakan mahasiswa Sosiologi, memperoleh nilai seperti tabel dibawah ini:

MKSKSSkorNilai
Sosiologi Ekonomi3A+ (4)3×4=12
Sosiologi Pendidikan3B (3)3×3=9
Sosiologi Politik3B+ (3,3)3,3×3=9,9
Sosiologi Hukum2B+ (3,3)3,3×2=6,6
Sosiologi Klasik3B (3)3×3=9
Sosiologi Agama2A (4)4×2=8
Sosiologi Umum4A (4)4×4=12
Total2024,666,5

Dan dengan menggunakan rumus diatas, maka tinggal bagi antara nilai akhir dan SKS yang diperoleh, sehingga hasilnya sebagai berikut

66,5÷20 = 3,325

Dari sini bisa diketahui bahwasanya, IP yang diperoleh Mahasiswa A dalam satu semester adalah 3,325.

2. Apa itu IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif?

Cara Menghitung IP (Indeks Prestasi) dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Di Perguruan Tinggi
Gambar via timeshighereducation.com

IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif adalah nilai akhir yang akan diterima mahasiswa tiap akhir semester dan tentu saja ini berbeda dengan IP diatas.

Perbedaannya dimana? Ada pada penggunaannya. Yang mana, IP ini adalah nilai akhir, yang merupakan akumulasi dari semua nilai yang digunakan untuk mengukur apakah mahasiswa lulus atau tidak.

Untuk menghitung nilai dari IPK sangat mudah dimana tinggal bagi antara total nilai yang didapat dalam beberapa semester dan jumlah semesternya.

Misalnya, jika anda kuliah selama 8 semester, dan memiliki IP rata-rata 25,00, maka tinggal bagi nilai IP rata-rata dan semester yang ada sehingga menjadi 3,125.

Cara Menghitung Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

Karena merupakan nilai akhir, maka untuk menghitung IPK lebih mudah dibanding IP diatas karena tinggal gabungkan saja nilai yang diperoleh Mahasiswa A selama 8 semester.

Untuk contoh perhitungannya, bisa dilihat pada tabel dibawah ini:

SemesterNilai IP (Indeks Prestasi)
Semester 13,32
Semester 23,00
Semester 33,50
Semester 43,20
Semester 53,00
Semester 63,75
Semester 73,80
Semester 83,20
Total26,77

Dari data diatas, tinggal dibagi antara total nilai IP (TI) serta total semester (TS). Dengan demikian, hasilnya akan terlihat seperti ini:

TI=26,77 ÷ TS=8= 3,34

Dari sini bisa diketahui kalau IPK dari mahasiswa A selama 8 Semester adalah 3,34. Dan tentu saja, dengan nilai tersebut, mahasiswa bisa dikatakan LULUS.

Mengapa demikian? Karena rata-rata IPK di perguruan tinggi agar bisa menempuh ujian kelulusan termasuk itu proposal dan Skripsi adalah 2,75.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan ditanyakan terkait postingan ini bakal diulas dalam bentuk QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa perbedaan antara Indeks Prestasi (IP), Indeks Prestasi Semester (IPS), Indeks Prestasi Mahasiswa (IPM) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)?

Sebenarnya, Indeks Prestasi (IP), Indeks Prestasi Semester (IPS), Indeks Prestasi Mahasiswa (IPM) mengacu pada hal yang sama.

Penyebutannya saja yang berbeda. Artinya, IP adalah indeks prestasi yang diperoleh mahasiswa tiap semester yang menunjukkan prestasi akademik saat kuliah.

Sementara, Indeks Prestasi Kumulatif adalah nilai akhir yang diperoleh mahasiswa dan nilai tersebut berasal dari rata-rata nilai yang didapat per semesternya.

2. Bagaimana cara mendapatkan IP yang baik bagi mahasiswa?

Umumnya, ada tiga hal yang dijadikan patokan dalam penilaian oleh Dosen mulai dari kehadiran, keaktifan di dalam kelas dan penyelesaian tugas.

Artinya, jika ingin mendapatkan IP yang bagus tiap semester, tinggal lakukan tiga hal diatas secara langsung saat berkuliah.

3. Apakah IPK ini merupakan penunjang dalam memperoleh pekerjaan?

Benar, karena beberapa lowongan menyertakan syarat yang salah satunya terkait dengan perolehan IPK standar bagi calon pelamar.

Umumnya, syarat IPK yang ditetapkan adalah 2,75. Dan nilai tersebut sudah termasuk standar karena itu, jika sedang berkuliah, usahakan nilai tetap bagus.

Penutup

Bagi siswa perguruan tinggi, memperoleh IP dan IPK yang tinggi adalah harapan karena selain jadi tolak ukur prestasi juga bisa menunjang karir di masa mendatang.

Terlebih untuk mereka yang punya rencana melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau ikut ambil bagian dalam pekerjaan tertentu yang mengharuskan syarat IPK yang tinggi.

Demikian artikel tentang Cara Menghitung IP (Indeks Prestasi) dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Di Perguruan Tinggi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

3 pemikiran pada “Cara Menghitung IP (Indeks Prestasi) dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Di Perguruan Tinggi”

  1. Sepertinya sekarang ini sudah tidak bisa lagi ya gan. Denger-denger pemberitahuan dari ovo katanya top up saldo sudah dikenakan biaya.

    Balas

Tinggalkan komentar