2 Cara Cek Konten Plagiat di Blog

5 Likes Comment
cara cek konten plagiat di blog

Bagi saya pribadi, konten plagiat di blog itu ibarat penyakit kanker. Yang secara perlahan merongrong konten lain sehingga membuat blog sulit mendapatkan pengunjung.

Kalau konten plagiat di blog anda itu banyak, sebaiknya segera ubah atau hapus. Kalaupun terpaksa menggunakan sumber lain, sumber tersebut wajib disebutkan didalam artikel.

Penyebutan sumber bisa menggunakan metode tautan atau menggunakan URL langsung seperti daftar pustaka dibagian akhir artikel.

Mengapa saya sebut merongrong? Karena konten plagiat ini semacam toxic alias racun yang membahayakan blog anda.

Dengan kata lain, apabila di konten buatan anda itu terdeteksi unsur plagiarismenya, artikel tersebut tidak akan mendapatkan rangking yang bagus di SERPs.

Konten plagiat memang tetap di indeks oleh Google, hanya saja, ia enggak di prioritaskan untuk tampil di halaman pertama.

Anggap saja, kata enggak di prioritaskan ini seperti hukuman yang diterima artikel tersebut dari Google. Sehingga, artikel itu sulit dapat pengunjung.

Apa itu konten plagiat?

Apapun penyebutan anda tentang istilah konten plagiat ini, entah itu konten duplikat, konten copy-paste, konten curian dan lain sebagainya, tetap merujuk pada satu tindakan yang bertolak belakang dengan hak cipta.

Soal hak cipta ini juga sudah diatur dalam UU Hak Cipta pada pasal 3 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2020. Disitu disebutkan kalau Hak cipta itu dianggap sebagai benda yang bergerak.

Dengan kata lain, hak cipta tersebut bisa dimiliki atau dialihkan kepada orang lain, sebagaimana pengertian hak milik pada umumnya.

Hanya saja, konten plagiat itu konten yang disalin oleh orang lain tanpa seizin dari pemiliknya dan tidak menyertakan sumber sebagaimana yang telah ditentukan.

Penyertaan sumber ini, dalam dunia blogging, bisa dengan menautkan link keluar menuju URL sumber konten.

Dan, konten yang dibuat blogger itu juga memiliki hak cipta, yang sudah di atur dalam UU. Dengan kata lain, apabila ada seseorang atau lembaga yang mengambil artikel tersebut tanpa izin, mereka bisa dilaporkan ke pihak berwajib.

Jadi, untuk anda para blogger, sebaik mungkin buatlah konten yang asli, original dan bukan konten duplikat. Karena selain melanggar UU, anda juga dicap sebagai blogger yang enggak kreatif.

Daripada berurusan dengan hukum, mending gak usah deh curi artikel orang lain. Lagian, buat artikel itu enggak susah.

Hanya perlu duduk 30 menit di depan laptop, mengetik, mengedit dan artikel tersebut sudah siap di posting di blog.

2 Cara Cek Konten Plagiat di Blog

Lantas, bagaimana cara saya mengetahui kalau konten di blog saya itu anda unsur plagiarismenya? Sepanjang yang saya tahu, ada beberapa cara.

Oh iya, saya juga perlu jelaskan satu hal penting disini. Bahwa, konten plagiat di blog itu terdiri dari dua bentuk.

Yakni, konten plagiat dari dalam blog itu sendiri dan konten plagiat dari luar. Berikut artikelnya untuk anda.

a. Cara mengecek konten plagiat dari luar

Konten plagiat dari luar adalah konten yang anda tulis atau salin dari blog lain, yang terdeteksi sebagai konten plagiat, sekalipun anda sudah menyertakan sumber.

Jadi misalkan begini, anda buat sebuah artikel. Untuk menambah kualitas artikel tersebut, anda menyertakan sebuah penelitian yang dirilis oleh satu media.

Anda pun menggunakan satu kalimat penuh dari hasil penelitian tersebut. Dan ini termasuk konten plagiat.

Untuk mengetahui kalau konten yang ada di blog anda itu ada unsur plagiarismenya, berikut ada dua cara mengeceknya. Antara lain:

1. Menggunakan Smallseotools

Anda dapat mengecek konten plagiat didalam artikel anda menggunakan tools gratis ini. Sayangnya, disini anda tidak bisa mengecek konten plagiat berupa link aktif.

Jika anda terbiasa untuk menulis artikel dan langsung anda posting mungkin tools ini tidak terlalu berguna. Anda hanya boleh mengecek artikel plagiat. Selain itu, ada batasan karakter kata yang harus anda cek.

Berikut cara menggunakan smallseotools untuk cek konten plagiat di blog.

  1. Buka Smallseotools atau klik saja tautan ini
  2. Setelah terbuka silahkan masukan artikel yang anda tulis di kotak yang tersedia
  3. Lalu tekan tombol ‘Check Plagiarsm‘. Anda juga dapat mengupload file .word dan juga beberapa format file untuk mengecek konten plagiatnya.cara cek konten plagiat di blog

Tools ini akan bekerja lalu mengecek artikel anda apakah ada kalimat yang plagiat atau tidak. Dan tools ini benar-benar gratis.

Kelemahan tools ini seperti yang saya jelaskan diatas, ada batasan karakter yakni anda tidak dapat mengecek konten diatas dari 1000 karakter dan tidak bisa membaca unsur-unsur plagiat seperti didalam file PDF, aplikasi dan lain sebagainya.

3. Menggunakan Copy Space

Langkah yang ketiga ini terbilang yang paling dalam. CopyScape dalam mencrawl lebih dalam, namun ada satu kelemahan, anda hanya diperbolehkan menggunakan tools ini untuk satu link, dan bukan keseluruhan blog.

Baca Juga : 4 Hal yang harus dilakukan oleh Blogger sebelum mempublikasikan konten

Misalnya, ada ingin mencari konten duplikat di artikel anda dengan judul ‘Cara memberi makan ayam ternak’, maka hanya link tersebut yang akan di crawl. Tetapi, jika anda memasukkan satu alamat blog, maka anda akan disarankan menggunakan siteliner.

Selain itu, dalam sehari per alamat IP, anda hanya diperbolehkan menggunakan tiga kali tools tersebut, selanjutnya akan dibatasi.

Kecuali jika anda menjadi anggota premium copyspace. Lalu bagaimana mengecek duplikat article anda menggunakan CopyScape? Berikut caranya.

  1. Silahkan cari CopyScape di mesin telusur atau klik saja tautan ini
  2. Setelah itu, masukan link yang ingin anda cari konten duplikatnya, lalu klik tombol Check
  3. Tunggu sampai proses pengecekannya selesaicara cek konten plagiat di blog

b. Cara cek konten plagiat dari dalam blog

Ini kebalikan dari poin a yang saya saya jelaskan diatas. Kadang kala, didalam artikel anda, secara sadar atau tidak sadar, anda menggunakan satu paragraf atau kalimat penuh di beberapa artikel yang sama.

Sebagai contoh, setiap artikel di blog ini, di akhir artikel, saya pasti mengunakan kalimat penutup seperti: demikian artikel ini, semoga bermanfaat untuk anda. ~

Kalimat penutup ini juga saya gunakan di artikel yang lain. Dan ini juga terdeteksi sebagai unsur plagiarisme.

Dan untuk mengecek konten plagiat dari dalam blog, ada satu tools yang bisa anda gunakan yakni siteliner.

1. Cara menggunakan siteliner

Menurut saya, tools ini adalah tools terbaik untuk mengecek konten duplikat di dalam artikel. Tools ini selain menyediakan berbagai fitur antar lain Broken Link, artikel Duplicat, dan fitur-fitur keren lainnya.

Langkah kedua ini terbilang yang paling mudah. Lalu bagaimana cara mengecek konten duplikat di Blog menggunakan siteliner? Silahkan baca tutorial ini sampai habis.

  1. Silahkan kunjungi website sitiliner di Google atau klik saja tautan ini
  2. Setelah masuk ke websitenya silahkan masukkan URL lengkap blog anda
  3. Setelah itu klik Scaning
  4. Tunggu beberapa saat sampai semua artikel didalam blog anda berhasil di Crawl. Setelah selesai, maka akan ditampilkan hasil-hasil data-data duplicat content di blog anda.cara cek konten plagiat di blog

Cara agar tidak terdeteksi plagiat

Bagi saya pribadi, ada beberapa cara agar konten atau artikel di blog anda itu tidak terdeteksi unsur plagiarismenya, antara lain:

a. Membuat konten yang original

Tentu saja, konten yang original dan asli itu enggak akan terdeteksi unsur plagiarismenya. Sekalipun pakai tools premium berbayar seperti plagiarisme Checker.

Meskipun konten tersebut ditulis dengan pikiran dan ide sendiri, ada kemungkinan artikel atau konten anda itu identik dengan tulisan blog lain.

Jadi, unsur plagiarismenya tetap ada, meski enggak sampai 10%. Kondisi seperti ini sering kali saya alami, karena penggunaan 3-4 kata yang sama seperti orang lain.

Tapi ini gak apa-apa. Yang terpenting, unsur plagiarisme konten anda itu enggak sampai 30%. Kalau lebih, sebaiknya hapus atau ubah artikel tersebut.

b. Rewrite artikel

Kadang kala, untuk mengatasi plagiarisme ini, ada beberapa orang yang menulis ulang [rewrite] suatu artikel.

Ini memang disarankan. Tapi perhatikan, enggak menutup kemungkinan artikel rewrite itu bersih dari unsur duplikat.

Saran saya, minimal, saat menulis ulang sebuah artikel, pakai 2-3 sumber yang berbeda. Selain itu, jangan ambil satu kalimat penuh.

Banyak tools plagiarisme yang menggunakan unsur-unsur ini, seperti 5-6 kata sama dalam suatu kalimat, akan dideteksi sebagai duplikat.

c. Menghargai karya orang lain

Yang paling terakhir untuk menghindari plagiat adalah kesadaran untuk menghargai karya atau hak milik orang lain.

Bagaimana perasaan anda, kalau istri atau pacar anda di ambil orang lain? Sakit, kan? Sedihnya lagi, udah sakit gak berdarah pula.

Begitu juga saat konten anda di ambil orang lain. Atau, sudah cape-cape nulis, eh ada unsur plagiarismenya.

Bagi saya sih ini wajar, karena ada jutaan konten di internet. Dari sekian juta konten itu, pasti ada beberapa yang identik, mirip atau sama.

Lantas, bagaimana cara mengatasi konten plagiat di blog?

Untuk mengatasinya, ada beberapa cara. Tapi pastikan dulu, apakah anda yang melakukan plagiat atau orang lain.

Jika orang lain yang mengutip artikel anda tanpa menyertakan sumber atau URL, anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

a. Hubungi si tukang plagiat

Langkah pertama adalah menghubungi si plagiator. Bisa dengan menggunakan kontak yang ada di websitenya, media sosial, kolom komentar dan lain sebagainya.

Setelah itu, sampaikan maksud anda. Minta ia untuk menghapus artikel tersebut atau menautkan ke sumber artikel, yakni artikel anda.

Jika enggak di indahkan, anda bisa mengikuti metode-metode lainnya yang akan saya jelaskan dibawah ini.

b. Menggunakan fitur penghapusan URL di Google

Anda bisa meminta Google menghapus artikel yang plagiat tersebut ke Digital Milenium Copyright Act [DMCA].

Soal ini sudah saya jelaskan panjang lebar di artikel saya yang lain. Silahkan baca artikel tersebut disini. Apabila si tukang plagiat itu sudah pakai Google Adsense, anda juga bisa melaporkannya ke mereka. Soal ini, anda bisa baca pada artikel saya tentang cara melaporkan blog copas ke AdSense.

c. Menggunakan scipt anti copy

Soal ini sudah banyak di jelaskan oleh Blogger. Jadi, anda tinggal cari script anti copy di blog atau klik saja tautan ini.

d. Pakai Self-referential Rel=canonical

Ini sebenarnya adalah tag yang memungkinkan si tukang copas, saat mengcopas sebuah artikel, secara otomatis akan terselip URL lengkap blog anda.

Hanya saja, pengguna tetap bisa menghapus URL tersebut. Dan cara ini hanyalah langkah preventif untuk melindungi konten anda.

Sekaligus mengingatkan si tukang copas untuk menyertakan link sumber apabila mereka copy paste sebuah artikel.

Jika anda bingung cara menggunakannya, anda bisa cari di internet atau klik saja tautan ini.

Penutup

Ada baiknya, sebelum mempublikasikan artikel, anda melakukan pengecekan duplikat ini. Supaya, anda bisa tahu, kalau konten yang anda buat itu anda unsur plagiarismenya atau tidak.

Selain itu, anda juga wajib melakukan langkah-langkah untuk melindungi konten anda agar enggak disalin orang lain.

Demikian artikel tentang 2 cara cek konten plagiat di blog. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *