Budaya Adalah: Pengertian, Lapisan dan Batasannya Pada Manusia

6 min read

budaya adalah

Budaya adalah keseluruhan yang kompleks dan meliputi pengetahuan, keyakinan, seni, hukum, moral, adat istiadat dan kemampuan serta kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Tapi, pengertian ini pada akhirnya mengerucut pada dua hal yakni karya dan karsa manusia yang didalamnya merujuk pada sastra, musik, seni dan makanan, cara berbicara dan lain sebagainya.

Dalam konsep biologi, budaya dapat merujuk pada koloni bakteri atau mikroorganisme lain yang tumbuh. Ini sesuai dengan arti culture dalam bahasa Inggris.

Budaya sendiri berasal dari kata Buddhayah dari asal kata bud yang berarti akal dan budi manusia. Pandangan ini searah dengan pemikiran antropolog dan ilmuwan yang menganggap budaya sebagai pola perilaku manusia yang bisa dipelajari.

Istilah ini pertama kali dipelopori oleh Antropolog Inggris, Edward B. Tylor dalam Bukunya tentang Kebudayaan Primitif.

Budaya juga tidak terbatas pada generalisasi gender pria tetapi juga wanita. Makanya budaya tetap dianggap sebagai bagian dari antrologi yang terus dipelajari hingga kini.

Pengertian budaya adalah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], budaya punya empat pengertian dasar, yakni:

  • Hasil pikiran dan akal budi
  • Suatu ilmu yang menyelidiki bahasa dan adat istiadat
  • Sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang [beradab dan maju]
  • Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar diubah

Dalam penerapannya, budaya adalah alat bagi manusia untuk bertahan hidup terhadap berbagai fenomena yang rapuh.

Dan budaya terus berubah seiring waktu berjalan atau mudah hilang karena hanya ada dalam pikiran manusia.

Misalnya, bahasa yang tertulis atau dibicarakan, pemerintah, bangunan dan benda-benda lain buatan manusia.

Namun semua hal itu hanyalah produk budaya dengan kata lain budaya sesungguhnya hanya ada dalam diri manusia.

Disamping itu, artefak-artefak yang ditemukan oleh para antropolog, yang beberapa orang menyebutnya sebagai budaya, hanyalah sisa material yang menunjukan pola budaya suatu peradaban dan bukan budaya itu sendiri.

Artefak tersebut tak lebih dari benda-benda yang dibuat dan digunakan untuk mengasah kemampuan dan ketrampilan seseorang.

Pengertian budaya juga tak lepas dari fungsinya. Berikut beberapa fungsi budaya secara umum:

  • Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang membentuk manusia
  • Mempelajari warisan yang diperoleh dari kebudayaan yang lebih dulu ada
  • Untuk melihat relevansi dengan kebudayaan sekarang
  • Untuk mempertahankan perilaku hasil budaya yang baik dan meninggalkan yang buruk
  • Sarana untuk mengasosiasikan diri
  • Untuk mempelajari hubungan antar budaya dan bangsa
  • Sebagai media pembelajaran
  • Dan lain sebagainya

Kalau dilihat lebih lanjut, pengertian budaya ini tak lepas dari pengertiannya. Sebab budaya merupakan sesuatu yang terikat dengan waktu atau kejadian yang ada.

Wujud budaya

Pertanyaan berikutnya adalah apakah budaya punya wujud? Jika iya? Bagaimana wujudnya? Apakah perwujudan itu adalah sesuatu yang real?

Untuk menjawab ini sangat sulit karena perwujudan hanyalah sesuatu yang melekat pada kelompok manusia dan akan hilang setelah kelompok itu meninggal.

Dengan kata lain, hanya ada beberapa wujud dari budaya yang bisa dilihat secara langsung dalam diri manusia, seperti:

a. Ide dan gagasan

Ide dan gagasan dapat diartikan sebagai pola atau cara berpikir. Cara berpikir ini terbentuk dari sesuatu yang sifatnya abstrak dan berlaku pada satu kelompok masyarakat saja.

b. Aktivitas

Aktivitas juga punya hubungan dengan ide dan gagasan yang disebut sebagai pola pikir. Pada akhirnya, ia akan melahirkan interaksi bagi setiap individu yang ada.

Salah satu hal yang menarik dari aktivitas ini adalah sifatnya yang konkret alias bisa di lihat, diamati dan dimanfaatkan.

Ini tercermin dalam tari-tarian, nyanyian, hasil karya seni berupa pahatan dan lain sebagainya.

c. Hasil

Karya dan karsa diatas tentu melahirkan sesuatu. Dan sesuatu ini bisa diartikan sebagai apa saja entah itu benda yang dapat dilihat secara langsung atau bukan.

Unsur-unsur budaya

Unsur dipahami juga sebagai hal-hal apa saja yang ikut berperan dalam terbentuknya budaya.

Dalam pengertian yang lebih umum, ada beberapa unsur budaya yang dapat dilihat secara langsung, seperti:

a. Religiositas

Sistem religi atau kepercayaan adalah unsur paling pertama dan kuat dalam membentuk kebudayaan pada suatu kelompok masyarakat.

Ini berkaitan dengan kepercayaan terhadap sesuatu yang dianggap punya sifat-sifat yang lebih dari manusia.

Religiositas sudah ada sejak dulu saat manusia masih menyembah batu-batu, bulan, matahari dan lain sebagainya.

Bahkan, unsur ini masih ada dan melekat hingga sekarang dengan lahirnya agama-agama modern baik yang memegang prinsip monoteis atau bukan.

b. Bahasa

Bahasa adalah sistem lambang bunyi arbitrer, yang digunakan oleh anggota masyarakat untuk berkomunikasi atau berinteraksi satu dengan yang lain.

Dalam penerapannya, budaya juga dibentuk dari bahasa dengan tujuan untuk mewariskan, menyampaikan atau mentransfer budaya tersebut dari satu orang ke orang lain.

Dalam konteks bahasa ini ada dua jenis yang bisa dilihat yakni bahasa lisan dan juga tulisan. Dua-duanya punya peran dalam pembentukan budaya.

c. Pengetahuan

Pengetahuan adalah kemampuan menggunakan otak untuk memahami dan mengerti tentang fenomena alam yang terjadi di sekitar secara logis dan masuk akal.

Pengetahuan ini mencakup makanan, minuman, alam sekitar, cara berburu, tingkah laku, matematika, astronomi dan lain sebagainya.

d. Teknologi

Tulang dan batu adalah produk teknologi kebudayaan masa lampau. Begitu pula dengan sendal jepit, roda, hewan peliharaan dan lain sebagainya.

Artinya, teknologi juga adalah produk dari budaya. Meski hanya produk, tapi ia juga termasuk salah satu aspek yang ikut membentuk budaya.

e. Sistem sosial

Sistem sosial adalah keterikatan sebagai kelompok manusia yang punya budaya sama, termasuk didalamnya bahasa yang digunakan.

Salah satu unsur warisan dari budaya ini adalah kepemimpinan entah itu tradisional, klan, dan lain sebagainya.

f. Seni

Yang terakhir adalah seni. Seni sebenarnya punya dua arti, yakni:

  • Halus dan tipis, lembut atau mungil
  • Keahlian membuat suatu karya yang bermutu dan berguna dilihat dari tingkat kehalusan dan keelokannya

Dua pengertian ini saling terikat satu dengan yang lain. Namun pengertian yang paling sering digunakan oleh masyarakat adalah pengertian yang kedua.

Lapisan Budaya

Sejauh ini, ada tiga lapisan utama yang diketahui dan merupakan bagian dari pola dan perspektif terpelajar yang dihasilkan oleh budaya, seperti:

1. Budaya membedakan perilaku secara spesifik

Sebagai contoh, saat seseorang berbicara tentang budaya Jawa, mereka mengacu pada tradisi dan keyakinan masyarakat jawa secara umum.

Dan tentu saja pembicaraan itu akan diekspresikan dengan berbeda jika berbicara tentang budaya Minahasa, Banggai Kepulauan atau Papua.

2. Subkultur

Dalam masyarakat, kompleksitas kultur yang beragam karena banyak orang tumbuh dari lapisan budaya yang berbeda termasuk juga tradisinya.

Akibatnya, mereka cenderung menjadi bagian dari subkultur yang terdentifikasi dari lingkungan masyarakat yang paling dominan.

Contoh subkultur yang mudah diidentifikasi adalah kelompok etnis Cina, Korea Selatan dan Hongkong.

Anggota dari subkultur ini bisa berbagi identitas secara umum mulai dari tradisi, makanan, dialek, bahasa dan ciri budaya lainnya yang berasal dari latar belakang leluhur.

Karena perbedaan budaya antar anggota subkultur dan budaya nasional yang dominan maka kebudayaan utama akan hilang dan digantikan dengan subkultur.

Namun dalam kasus yang berbeda, sekelompok orang bisa mengklaim leluhur yang sama seperti yang terjadi pada orang Jerman-Amerika atau Irlandia-Amerika di AS hari ini.

Sebagian dari mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Amerika lebih dulu. Disisi lain, mereka melihat diri mereka sebagai bagian dari arus utama budaya Eropa.

3. Universalitas budaya

Ini adalah pola perilaku yang dipelajari yang dibagikan oleh semua manusia secara kolektif. Di mana pun orang tinggal maka mereka akan dibagi berdasarkan sifat kebudayaannya

Berikut beberapa contoh sifat universalitas budaya, diantaranya:

  • Bisa berkomunikasi dengan bahasa verbal yang terdiri dari seperangkat suara dan aturan tata bahasa yang terbatas untuk membuat kalimat tertentu
  • Menggunakan usia dan jenis kelamin untuk mengklasifikasikan orang (misalnya, remaja, lansia atau lanjut usia, wanita dan pria)
  • Mengklasifikasikan orang berdasarkan hubungan pernikahan dan keturunan atau istilah kekerabatan yang merujuk kepada sejarah keluarga (misalnya istri, ibu, paman, sepupu)
  • Membesarkan anak-anak dalam keluarga
  • Memiliki pembagian kerja secara seksual (misalnya pekerjaan pria dan pekerjaan wanita)
  • Memiliki konsep privasi
  • Punya aturan untuk mengatur perilaku seksual
  • Membedakan antara perilaku baik dan buruk
  • Memiliki semacam ornamentasi tubuh
  • Melucu atau bermain game
  • Memiliki seni
  • Memiliki semacam peran kepemimpinan untuk implementasi keputusan komunitas yang biasanya didominasi oleh laki-laki seperti yang terlihat dalam budaya ketimuran yang cenderung patriarkal

Implementasi daftar diatas pun diakui secara global dan dianggap sebagai budaya universal yang sah dan berlaku.

Namun dalam perkembangannya, beberapa kebiasaan yang ada telah mengembangkan cara-cara khusus untuk mengekspresikan hal diatas.

Misalnya, orang-orang dari subkultur tunarungu sering menggunakan tangan untuk berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan bukan bahasa verbal.

budaya tunarungu

Tetapi ada beberapa bahasa isyarat punya aturan gramatikal yang sama dengan yang dilakukan oleh bahasa verbal dan terkadang dicampur adukan.

Intinya, budaya adalah kompleksitas dari pola dan perspektif perilaku yang dipelajari sementara masyarakat adalah kelompok yang saling berinteraksi satu dengan yang lain yang terdiri dari campuran Individu.

Masyarakat termasuk juga organisme, dengan demikian manusia bukan satu-satunya spesies yang memiliki masyarakat. Ikan, kawanan burung dan sarang lebah adalah jenis masyarakat.

Namun, dalam kasus manusia, masyarakat adalah sekelompok orang yang secara langsung atau tidak langsung saling berinteraksi satu dengan yang lain.

Orang-orang dalam masyarakat umumnya merasa bahwa masyarakatnya berbeda dari masyarakat lain dalam hal tradisi, kebiasaan dan gaya bertutur.

Meski masyarakat dan budaya adalah hal yang benar-benar berbeda namun dua hal ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Hal itu dikarenakan oleh budaya yang diciptakan dan di transmisikan kepada orang lain dalam masyarakat.

Makanya, budaya bukalah produk seseorang saja alias individu sendirian melainkan hasil dari sekelompok orang yang terus berevolusi satu sama lain.

Pola budaya seperti bahasa dan politik tidak akan terjadi tanpa adanya interaksi. Dengan kata lain, jika anda hanyalah satu-satunya orang yang hidup di bumi, anda enggak butuh bahasa dan pemerintah, termasuk juga budaya.

Apakah budaya terbatas pada manusia?

Ada perbedaan pendapat secara ilmiah tentang apakah manusia sebagai satu-satunya spesies yang menciptakan dan memiliki budaya?

Jawaban dari pertanyaan ini bergantung pada pandangan anda tentang apa itu budaya dan bagaimana anda mendefinisikannya.

Jika digunakan secara luas untuk merujuk pada perilaku maka jelas bahwa bukan hanya manusia yang punya budaya.

Banyak spesies hewan yang bisa dan mampu mempelajari anak-anak mereka tentang cara  bertahan hidup.

Dan ini dilakukan oleh simpanse, kera dan monyet yang relatif lebih cerdas daripada hewan lain.

Ibu simpanse liar biasanya mengajari anak-anak mereka tentang beberapa ratus makanan dan obatan yang dapat dimakan di alam atau dihabitat mereka.

Anak-anak mereka juga harus belajar tentang hierarki dominasi dan aturan sosial dalam komunitas.

Dengan kata lain, simpanse laki-laki yang sudah remaja harus mempelajari ketrampilan berburu dari simpanse dewasa.

Begitu juga dengan simpanse wanita yang harus belajar cara merawat bayi saat mereka beranjak dewasa.

Bahkan simpanse harus belajar salah satu ketrampilan dasar paling penting yakni bagaimana cara berhubungan seksual.

Mengapa dipelajari? Karena ketrampilan ini tidak tertanam dalam otak mereka sejak lahir. Dan pola perilaku ini berlaku juga pada manusia yang kemudian disebut budaya.

Perbedaan budaya dan kebudayaan

Diatas mungkin anda sering melihat penggunaan dua kata ini secara bergantian. Oleh karena itu, saya perlu menjelaskan perbedaan antara budaya dan kebudayaan agar anda tidak salah paham.

  • Budaya merupakan karya dan karsa manusia
  • Kebudayaan adalah cara yang digunakan untuk mengolah karya dan karsa tersebut

Intinya, budaya merupakan hal yang punya kaitan dengan akal budi manusia sementara kebudayaan adalah hal yang ikut membentuk akal dan budi tersebut.

Penutup

Pengertian budaya jauh lebih luas dibanding yang sudah saya jelaskan dibagian atas. Artinya, ia dapat didefinisikan sesuai dengan pemahaman anda sendiri sepanjang ia berangkat dari manusia.

Budaya juga mempengaruhi sifat seseorang secara umum dan langsung yang tercermin dalam dialek atau logat.

Demikian artikel tentang budaya adalah: Pengertian dan lapisan termasuk batasannya pada manusia. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *