Adu Popularitas Antara Blog VS Youtube VS Podcast VS Facebook Watch, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

7 min read

Adu Popularitas Antara Blog VS Youtube VS Podcast VS Facebook Watch, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Pernah gak anda bertanya-tanya, platform mana yang lebih menguntungkan dari segi penghasilan? Apakah Blog, Youtube, Podcast atau Facebook Watch?

Setiap orang punya jawaban yang berbeda-beda. Dengan kata lain, apa yang saya ulas di artikel ini agak subjektif.

Apapun pilihan anda, semua kembali ke pribadi masing-masing. Artinya, semua platform diatas pasti menghasilkan, asalkan konsisten buat konten dan tekun.

Bagi saya pribadi, tantangan paling besar ada disitu. Soal konsistensi itu. Konsistensi ini ditenggarai oleh semangat dan motivasi utama anda dalam berkarya.

Apakah karena uang, pengen terkenal, ingin menyalurkan bakat, minat dan hobi yang dimiliki atau mungkin untuk pamer.

Misalnya begini, ada Youtuber pemula yang terobsesi sama penghasilan Youtuber lama yang payoutnya sampai puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah sebulan.

Atau mungkin jadi podcaster karena banyak yang menganggap kalau ini jadi masa depan konten yang bakalan laku keras di kemudian hari.

Serta pengen buat blog karena lihat ulasan-ulasan para blogger lain yang bisa gajian tiap bulan dari blog.

Menghasilkan uang dari internet itu butuh proses yang panjang dan berliku, jika tekun, pasti akan berhasil.

Disisi lain, jika orientasinya duit, siap-siap kecewa. Saya sendiri pernah punya pengalaman seperti ini. Ingin cepat-cepat payout tiap bulan dari blog.

Nyatanya, butuh waktu setahun lebih agar bisa dapat uang pertama kali dari AdSense.

Pengalaman itu tidak saja dialami oleh saya, tapi sebagian besar konten kreator, terlebih pemula. Jadi, jangan terobsesi sama uang atau penghasilan.

Di artikel kali ini saya hendak mengulas lebih jauh kelebihan dan kekurangan [lebih ke perbandingan] beberapa platform yang memungkinkan konten kreator menghasilkan uang.

Adu Popularitas Antara Blog VS Youtube VS Podcast VS Facebook Watch, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Nah tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan perbandingan antara Blog VS Youtube VS Podcast VS Facebook Watch. Mana yang lebih menguntungkan menurut anda?

1. Alasan memilih Blog

Adu Popularitas Antara Blog VS Youtube VS Podcast VS Facebook Watch, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Banyak orang bilang kalau masa-masa emas blog sudah berakhir. Saatnya ia digantikan dengan Youtube, Podcast atau Facebook Watch.

Perkataan inilah yang jadi alasan mengapa banyak blogger hijrah ke Youtube atau ke Facebook Watch.

Menurut saya, alasan tersebut tidak bisa dijadikan tolak ukur kalau orang-orang sudah tidak buka blog lagi.

Dalam sudut pandang saya, salah satu alasan mengapa banyak blogger yang pindah ke Youtube karena ingin cari pengalaman baru, tantangan baru atau mungkin ingin meningkatkan penghasilannya sebagai konten creator.

Soal penghasilan, ada juga yang bilang kalau blog itu sudah gak menghasilkan. Karena pembaca kurang, yang klik iklan sedikit dan lain sebagainya.

Pendapat tersebut tidak salah tapi tidak sepenuhnya benar. Blog tetap menghasilkan, lebih besar malah dibanding platform lain. Asal dimaksimalkan dengan baik.

Blog tetap punya segmen pasar sendiri yang tak akan pernah hilang, sampai jauh, jauh di kemudian hari.

Dengan blog anda bisa menghadirkan visibilitas konten yang lengkap mulai dari teks, video, infografik, dekorasi serta narasi yang kuat ketimbang Youtube, Facebook Watch atau Podcast.

Ada dua tantangan besar yang harus dihadapi para blogger, terlebih pemula, sekarang ini, yakni:

  • Optimasi mesin pencari atau yang akrab di sebut SEO [Search engine optimization] yang makin kompleks. SEO sendiri adalah metode mengoptimasi konten atau tulisan anda agar muncul di peringkat pertama pencairan Google
  • Dan persaingan dimana banyak blogger baru bermunculan termasuk para korporat dengan modal dan penulis bejibun

Jika ingin menggaet pembaca yang banyak, memaksimalkan SEO blog wajib hukumnya. Tujuannya agar pengunjung bisa menemukan halaman atau konten anda di mesin pencari untuk keyword tertentu.

Disisi lain, soal kompetisi, jika anda masih pemula dalam dunia blogging, prinsipnya sama seperti Youtube.

Anda tidak saja bersaing dengan konten kreator lain tetapi juga dengan korporasi yang punya dana, penulis, kantor dan tim yang mumpuni.

Kelebihan blog
  • Bisa pulsa blog gratis alias numpang host sama WordPress atau Google. Jika mau lebih professional, bisa beli Hosting, domain dan tema sendiri. Sekalipun gratis anda bisa memonetisasinya dengan iklan, konten bersponsor dan lain sebagainya
  • Nilai klik iklannya cenderung tinggi dibanding Youtube termasuk biaya per seribu kali iklan tampil [CTR]
  • Jika pakai AdSense, pemilik blog bisa menargetkan keyword dengan CPC tinggi
  • Metode monetisasi yang beragam baik dengan iklan pihak ketiga seperti AdSense dan MGID atau metode lain seperti solo ads, content placement, artikel premium dan lain sebagainya
  • Ada banyak pilihan blogging dan semuanya memungkingkan pengguna menghasilkan uang dari situ mulai dari Blogger dan WordPress dengan AdSense atau Wordads, Kompasiana dengan program partnernya, Medium dengan Partner Program, Quora dengan mitra Quora dan lain sebagainya
Kekurangan blog
  • Optimasi mesin pencari [SEO] yang cukup rumit karena melibatkan berbagai aspek dan elemen seperti indexing, domain authority, page authority, backlinks, AMP, dan lain sebagainya
  • Persaingan yang makin sengit karena banyak korporasi yang punya blog
  • Sulit di monetisasi karena rata-rata platform periklanan sudah punya standar khusus yang cukup ketat serta rawan banned terlebih jika bermitra dengan AdSense
  • Iklan yang sulit di filter dimana banyak pengiklan nakal dengan materi iklan yang sama namun akunnya berbeda-beda yang bikin CPC anjlok

2. Alasan memilih Youtube

Youtube adalah situs berbagi video on-demand terbesar dan terpopuler di dunia. Popularitas Youtube ini muncul karena banyak konten creator yang mengupload video mereka di platform ini.

Kemudahan akses, fitur-fiturnya yang mudah di pahami, cara buat channelnya yang sederhana serta krediblitas bagi hasil pendapatan iklan jadi faktor pendukung yang jadi tanda kalau Youtube tidak akan pernah mati.

Begitu juga dengan pertumbuhan penggunanya yang signifikan dari tahun ke tahun. Orang-orang datang ke Youtube tidak sekedar mencari hiburan, tetapi mencari berbagai tips, tutorial, cara membuat dan cara melakukan.

Dengan Youtube, ada banyak materi pembelajaran yang didapat dan proses belajarnya tersampaikan dengan baik ketimbang teks.

Itulah yang membuat Youtube unggul dibanding saluran lain seperti Blog, Podcast atau Facebook Watch.

Bahkan, pencarian video di Youtube mengalahkan hasil pencarian harian dari dua search engine terbesar di dunia yakni Bing dan Yahoo.

Tetapi jangan meragukan kekuatan blog atau podcast, sebab dua platform tersebut tetap punya segmen pasar sendiri yang setia.

Soal bagaimana jadi konten creator di Youtube ini sudah saya ulas di salah satu postingan saya yang cara jadi Youtuber pemula yang sukses.

Jika anda baru bergabung ke Youtube, tantangan terbesarnya ada pada persaingan, yang makin hari makin sengit.

Dengan demikian, apabila channel anda belum populer, jangan harap bisa dapat pesangon tiap bulan dari Google.

Membangun Channel Youtube dari nol hingga sukses pun tidak semudah yang dibicarakan orang lain karena logaritma Youtube yang kompleks.

Kelebihan Youtube
  • SEO Youtube yang mudah di optimasi. Dimana pengguna hanya perlu buat judul yang menarik, tag yang tepat, membuat video yang berkualitas serta rajin upload konten
  • Tidak perlu keluarkan dana awal agar channel Youtube siap digunakan. Sekalipun gratis, anda bisa dapat uang dari situ bermodalkan koneksi internet
  • Pertumbuhan pengguna yang signifikan dari tahun ke tahun sehingga potensi untuk mendapat penonton setia [subscriber] terbuka lebar
Kekurangan Youtube
  • Fitur atau tools khusus yang hanya dimiliki oleh channel-channel tertentu. Pernah dengar kasus Cassie Neistat vs Jimmy. Dari sini ketahuan kalau Youtube memberikan tools spesial hanya untuk korporat dan tidak untuk kreator biasa
  • Booble dan homepage yang tidak berimbang karena didasarkan pada popularitas konten. Dengan demikian, kreator-kreator pemula bakalan sulit dapat viewers
  • Copyright yang sangat ketat sepanjang ia tidak melebihi ketentuan fair use
  • Sistem watch time Youtube yang intinya kurang lebih sama seperti poin kedua yang sudah saya lihat diatas. Hanya saja, watch time ini fokus pada jumlah waktu video yang ditonton dan bukan jumlah subscribernya. Semakin besar watch time semakin besar peluang video anda dipromosikan di beranda pengguna

3. Alasan memilih Podcast

Adu Popularitas Antara Blog VS Youtube VS Podcast VS Facebook Watch, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Beberapa orang mengklaim kalau podcast adalah masa depan konten. Pendapat ini bisa saja benar.

Alasannya sederhana, saat akselerasi atau aktivitas manusia semakin padat, satu-satunya indera yang bisa bekerja maksimal hanyalah telinga.

Apabila orang-orang sedang bekerja, pulang kantor, sedang stress mereka butuh kesendirian dalam artian, mereka butuh hiburan yang tidak menggunakan semua indera.

Gak mungkin buka Youtube, Facebook Watch atau blog karena fokus akan terbagi. Selain lagu, satu-satunya alternatif yang bisa menemani mereka adalah mendengar Podcast.

Meski tidak semua orang demikian. Di satu sisi, podcast adalah teman sementara, disisi lain, podcast adalah sarana menyampaikan ide, cerita, isi hati dan lain sebagainya.

Kalau anda suka bercerita, suka mendengarkan, jadi orang pendiam, insecure dan jarang bersosialisasi, bisa kok cari hiburan di Podcast.

Untuk jadi podcaster pun tidak terlalu susah. Bisa dengan merekam suara sendiri atau pakai aplikasi pembuat podcast seperti Anchor.

Pendengar podcast pun makin hari makin walau meski terkonsentrasi pada beberapa platform podcast seperti Google Podcast, Spotify dan iTunes.

Bicara penghasilan pun masih abu-abu mengingat masih banyak podcaster yang belum bisa dapat duit dari siaran audio buatan mereka.

Ada sih yang sudah dapat duit tapi dengan cara-cara manual seperti konten bersponsor, review produk, affiliasi dan lain sebagainya.

Saat ini sudah ada satu platform yang memungkinkan anda mendapatkan pengiklan secara otomatis sekaligus untuk melacak analitys pendengar yakni Anchor.

Hanya saja, banyak pengiklan yang belum melirik podcast untuk mencari calon konsumen karena segmen pasarnya yang masih terbatas dan konversinya yang kecil.

Tapi tidak ada salahnya jika anda mulai bergabung ke Anchor sekarang, siapa tahu, satu atau dua tahun ke depan, anda jadi salah satu podcaster dengan pendapatan terbesar di Indonesia.

Kelebihan Podcast
  • Proses pembuatannya yang mudah dan tidak terlalu sulit karena bisa memanfaatkan aplikasi pembuat podcast seperti Anchor, Penyu, Svara, Spoon dan lain sebagainya
  • Tidak perlu editing sana-sini agar podcast bisa didistribusikan kepada pendengar
  • Bisa menayangkan live podcast atau membuat dalam bentuk episode-episode khusus yang menarik
Kekurangan Podcast
  • Sulit mendapatkan uang dari podcast meski sebenarnya sudah ada platform yang menghubungkan anda dengan pengiklan seperti Anchor
  • Banyak podcaster yang kesulitan memonetisasi konten mereka karena banyak pengiklan yang belum memilih podcast sebagai tempat beriklan
  • Jumlah pendengar yang masih sedikit meski terus meningkat

4. Alasan Memilih Facebook Watch

Adu Popularitas Antara Blog VS Youtube VS Podcast VS Facebook Watch, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Facebook Watch adalah fitur khusus Facebook yang memungkinkan anda menonton video-video menarik yang direkomendasikan berdasarkan minat atau video baru dari halaman yang anda ikuti.

Dalam situasi tertentu, rekomendasinya tidak berdasarkan minat tetapi dalam bentuk related video pada niche yang sama dari tontonan sebelumnya.

Jika anda bertanya, apakah ada pesaing yang sepadang dengan Youtube, Facebook Watch adalah jawabannya.

Dan siapapun bisa memposting video di Facebook Watch sepanjang mereka sudah buat halaman Facebook alias sudah jadi konten creator.

Dan anda bisa dapatkan uang dari sini dengan mudah dan sederhana. Dimana anda tinggal posting video yang original dan menarik, jika sudah memenuhi syarat, tinggal daftar ke Facebook ads break.

Berbeda dengan Youtube dimana anda perlu buat akun AdSense untuk kemudian di integrasikan sama Youtube.

Di Facebook, fitur monetisasi ini tersedia langsung di halaman Cretaor Studio dan anda tinggal mengaktifkannya dengan beberapa klik.

Sudah banyak orang yang berhasil payout puluhan juta rupiah dari Facebook bermodalkan video-video yang mereka upload di halaman Facebook.

Anda juga bisa melakukan hal yang sama sebagai kreator pemula siapa tahu anda bisa payout tiap bulan dari Facebook.

Kelebihan Facebook Watch
  • Rekomendasi video yang terpersonalisasi berdasarkan minat dan demografi pengguna
  • Penghasilannya yang aktraktif seperti sumbangan pengguna, like berbayar dalam bentuk stars, iklan yang tampil pada jeda video, ada fitur tambahkan toko online di halaman Facebook dan lain sebagainya
  • Jangkauan pengguna yang luas meski terbatas pada minat dan demografi
  • Setiap konten kreator menggunakan fitur yang sama
Kekurangan facebook Watch
  • Persyaratannya yang sangat berat terutama para creator pemula
  • Rawan banned atau dismonetisasi, terlebih jika konten yang anda buat tidak original
  • Peraturan moderasi konten yang sangat ketat terlebih untuk video yang sudah dimonetisasi
  • Rekomendasi yang tidak merata untuk setiap konten yang di upload

Lantas, mana yang lebih menguntungkan?

Melihat pertumbuhan pengguna yang sedemikian pesat, bagi saya pribadi, Youtube lebih menguntungkan.

Dan ini jadi alasan mengapa banyak Artis, selebgram dan content creator yang buat channel Youtube.

Salah satu faktor yang membuat Youtube popular adalah karena aplikasinya secara default tersedia di semua perangkat Android.

Dan jumlah pengguna Android di dunia sudah mencapai miliaran orang. Meski demikian, anda tidak boleh meremehkan pesaing terdekatnya, Facebook Watch.

Facebook adalah media sosial terbesar di dunia dengan pengguna yang cukup loyal karena selain menawarkan video-video aktraktif, Facebook juga menawarkan sosialisasi dan interaksi antar personal yang unik.

Disisi lain, blog tetap punya pasar pembaca yang setia. Namun, sebagai blogger baru, anda harus kerja ekstra keras agar bisa dapat pengunjung.

Karena konten di blog anda tidak direkomendasikan oleh pihak Google seperti yang terdapat di Youtube atau Facebook.

Artinya, anda harus mengoptimalkan konten tersebut agar bisa muncul di halaman pertama pencarian Google.

Selain itu, anda juga harus bersaing dengan ribuan blog dengan niche atau tema artikel yang mungkin saja sama dengan milik anda.

Begitu juga dengan podcast. Saya enggak menganggap remeh platform satu ini, karena, bagi beberapa orang, dianggap sebagai masa depan konten.

Tahu kan maksudnya? Maksudnya, kedepannya, pasar podcast akan sangat besar sehingga banyak konten kreator yang akan buat podcast sendiri.

Jika pasarnya sudah besar, para pengiklan akan mulai melirik media baru untuk memasarkan produk atau layanan milik mereka.

Sehingga, setiap podcaster bisa menghasilkan uang langsung di dashboard seperti yang terdapat di AdSense Blog dan Youtube atau di laman kreator studio Facebook.

Penutup

Kunci sebenarnya ada pada konten yang anda buat. Apakah konten tersebut unik, menarik atau biasa-biasa saja.

Karena itu, sebelum buat blog, jadi creator di Youtube, Facebook Watch atau podcast, tentukan niche atau topik apa yang mau dibahas.

Topik atau niche ini muncul dari minat atau kesukaan anda atas sesuatu. Jika anda suka makan, ya bahas makanan.

Jika suka game, ya buat konten gaming. Minat ini juga akan jadi fondasi awal anda agar bisa masuk ke tahap berikutnya yakni meningkatkan trafik, viewers, listener sampai akhirnya meraup penghasilan tiap bulan.

Demikian artikel tentang Adu Popularitas Antara Blog VS Youtube VS Podcast VS Facebook Watch, mana yang lebih menguntungkan?. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *