Berita Adalah: Pengertian, Karakeristik dan 9+ Konsep Berita

Berita adalah informasi terkini tentang suatu kejadian atau peristiwa yang benar terjadi, disampaikan dari mulut ke mulut atau lewat media entah itu media massa atau elektronik.

Ada begitu banyak definisi berita atau news. Definisinya dapat ditemukan di berbagai literatur entah itu di buku atau blog.

Ini wajar mengingat dunia semakin plural dan orang-orang bebas menyampaikan pendapat dan argumen termasuk mendefinisikan sesuatu.

Yang terpenting, definisi itu bisa dipertanggungjawabkan dengan baik alias punya dasar argumen yang kuat.

Umumnya, para ahli atau pakar tata bahasa mendefinisikan berita, yang diserap dari istilah news, hanya dari sudut pandang surat kabar.

Jadi, saat seseorang mendengar istilah berita, mereka langsung mengkonotasikannya dengan informasi yang ada di media massa entah itu cetak atau elektronik.

Begitupula pendekatan yang saya gunakan di artikel ini. Dengan demikian, untuk anda yang sedang cari tahu pengertian berita, pengertian teks berita, pengertian berita menurut para ahli, karakteristik berita termasuk konsep berita, baca artikel ini sampai habis.

Pengertian ‘News‘ atau berita

Ada banyak sekali jenis media saat ini. Yang paling populer adalah media massa, dalam bentuk cetak atau elektronik.

Media elektronik yang kadang disebut media online jadi salah satu jenis media massa dengan perkembangan paling pesat. Dalam waktu 5 tahun saja, jumlahnya sudah jauh melampaui media cetak.

Proses pemberitaannya pun lebih cepat sampai di masyarakat. Dengan demikian, media online sudah mendominasi media massa di era post-modern ini.

Penyebarannya pun ada dimana-mana mulai dari feed berita di aplikasi baik itu ponsel atau komputer, di email, di media sosial, di news agregator dan lain sebagainya.

Jadi, tinggal ambil gadget, berita langsung dapat dengan akurasi dan nilai berita yang sama unggulnya dengan berita koran.

Lantas, apa sih berita itu? Apa Pengertian teks berita? Supaya jelas, akan saya jabarkan dua pengertian yang saling terkait dengan topik yang akan kita bahas disini yakni news dan berita itu sendiri. Berikut artikelnya:

a. News

Di kalangan praktisi dan jurnalis, News dianggap sebagai akronim dari: North [Utara], East [Timur], West [Barat] dan South [Selatan].

Dari pendapat ini dapat disimpulkan kalau news adalah laporan yang berasal dari empat penjuru mata angin atau dari seluruh dunia.

Pendapat itu tidak salah tapi tidak speenuhnya benar karena tidak menjelaskan secara spesifik arti news yang sesungguhnya.

News adalah bentuk jamak dari new dalam bahasa Inggris yang berarti hal baru dalam jumlah banyak.

Di Prancis, istilah new disebut nouvelles yang digunakan untuk menterjemahkan satu kata Latin di abad pertengahan yakni nova yang berarti berita atau secara harafiah berarti hal-hal yang baru.

Definisi ini kemudian di analogikan oleh Alfred Charles William Harmsworth atau yang lebih dikenal dengan nama Lord Northcliffe, dengan bunyi ini: if a dog bites a man that’s not news, but if a man bites a dog that’s news.

Artinya, jika anjing menggigit orang itu bukanlah berita tapi jika orang menggigit anjing itu baru berita.

Meski analogi ini jelas untuk menggambarkan situasi pemberitaan media massa saat ini tapi pendapat ini banyak di kritik.

Jelas, jika anjing menggigit orang memang itu bukan berita tapi kalau yang digigit itu Gubernur, menteri, artis atau tokoh lain sudah pasti ini jadi berita.

Baca Juga : Cara Menulis Esai Deskripsi Tentang Orang Atau Tempat

Dengan kata lain, analogi Northcliffe dianggap hanya melihat berita dari peristiwa yang terjadi, padahal berita bisa juga bisa berbentuk peristiwa yang akan terjadi atau apa yang jadi pemikiran orang [opini].

Dari sini dapat disimpulkan kalau ciri hakiki berita ialah laporan yang sangat cepat [timely] dan selalu punya kaitan dengan kepentingan umum [public interest].

b. Berita

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], berita punya tiga pengertian dasar, yakni:

  1. Cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat
  2. Laporan
  3. Pemberitahuan atau pengumuman

Tiga definisi diatas kemudian melahirkan berbagai istilah berita, seperti:

  • Berita acara yang diartikan sebagai catatan laporan polisi yang didalamnya berisikan datail-detail suatu kejadian mulai dari waktu, tempat, keterangan dan petunjuk tambahan perkara
  • Berita bergambar yang merupakan berita dengan gambar atau berita yang diperjelas dengan gambar atau ilustrasi
  • Berita burung atau berita yang belum jelas kebenarannya. Dalam beberapa kasus, berita burung ini disamakan dengan Hoax
  • Berita inti atau yang kadang disebut berita utama [headline news]
  • Berita kilat atau yang lazim disebut Buletin
  • Berita kriminal yang merupakan berita atau laporan kejahatan dari masyarakat ke Polisi
  • Berita lokal yang adalah berita tentang peristiwa yang terjadi di satu lokasi tertentu
  • Berita lutut atau berita yang sumbernya tidak bisa dipercaya
  • Berita negara atau berita resmi dari pemerintah sah suatu negara, yang didalamnya berisi pengumuman yang ditujukan kepada seluruh warga tentang berlakunya suatu peraturan seperti Undang-undang, keputusan Presiden, peraturan pemerintah atau produk legislasi lain

Termasuk juga beberapa istilah lain seperti berita duka, berita hangat, berita keluarga, berita miring dan lain sebagainya.

Lantas, apa sih pengertian berita yang sebenarnya? Berita adalah informasi tentang suatu kejadian yang baru saja terjadi.

Dalam konteks ini, maka berita bisa disampaikan lewat banyak media mulai dari mulut ke mulut, pos, percetakan, selebaran, broadcasting, komunikasi elektronik, SMS, blog dan kesaksian langsung dengan topik yang berbeda-beda.

Topik ini dianggap sebagai kategori berita seperti perang, politik, olahraga, entertainment, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan lain sebagainya.

Dua penjelasan diatas yakni dari News dan berita dapat diambil kesimpulan kalau dua-duanya berkonotasi ke suatu kegiatan penyajian informasi yang baru.

Pengertian berita menurut para ahli

Selain pengertian dari KBBI atau dari sumber lain, baik etimologis atau praktis, berikut saya sajikan beberapa definisi berita menurut para ahli, diantaranya:

1. Prof. Mitchell V. Charnley

Dari sekian banyaknya definisi berita, yang paling dianggap tepat adalah definisi dari Prof. Mitchell V. Charnley dalam bukunya Reporting.

Definisinya berbunyi sebagai berikut: Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau opini yang menarik minat sejumlah besar penduduk.

2. A. M Hoeta Soehoet

Menurut tokoh pers Indonesia sekaligus penulis buku tentang ilmu-ilmu komunikasi, A. M Hoeta Soehoet, berita adalah keterangan mengenai peristiwa atau isi pernyataan manusia.

3. Kustadi Suhandang

Sedangkan menurut penulis buku Pengantar Jurnalistik Kustadi Suhandang, berita adalah pemberitahuan atau laporan tentang segala peristiwa aktual yang menarik perhatian banyak orang.

4. J.B Wahyudi

Selanjutnya dari penulis buku Dasar-Dasar Jurnistik Radio dan Televisi J.B Wahyudi, berita adalah sebuah uraian tentang fakta dan atau pendapat yang mendandung nilai berita dan yang sudah disajikan melalui media massa periodik.

Jika ada pendapat dari ahli lain yang belum sempat saya sebutkan diatas, bisa tambahkan juga di kolom komentar agar artikel ini lebih lengkap.

Karakteristik berita

Ada enam aspek yang dianggap jadi karakteristik berita, diantaranya:

1. Faktual

Artinya, berita itu terpercaya dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan bukan berita yang sengaja dibuat-buat untuk dapat keuntungan tertentu.

Faktual, dalam KBBI, berarti informasi berdasarkan fakta, kenyataan atau mengandung kebenaran yang objektif.

2. Aktual

Aktual dalam artian ini adalah berita baru atau kejadian yang baru saja terjadi. Dan kejadian tersebut benar-benar ada dan sedang dibicarakan banyak orang.

Dalam beberapa kasus, istilah aktual ini menyangkut atau melibatkan orang banyak atau yang lebih keren disebut viral.

3. Bisa di terima masyarakat

Karakteristik yang ketiga adalah berkaitan dengan tanggapan masyarakat terhadap berita tersebut.

Meski dalam praktiknya selalu muncul perbedaan tanggapan [pro dan kontra] tentang suatu berita terlebih yang berkaitan dengan politik, pertahanan dan lain sebagainya.

4. Jelas dan menarik

Soal ini lekat ke cara penyampaian atau penyajian berita. Artinya, berita tersebut harus memenuhi kaidah-kaidah pemberitaan yakni ringkas, jelas dan padat.

5. Mudah dimengerti

Jika berita yang disampaikan jelas atau melibatkan unsur-unsur 5W+1H, otomatis masyarakat akan mudah mengerti tentang poin apa yang disampaikan dalam berita.

6.Perlu di sampaikan sesegera mungkin

Karakteristik yang terakhir adalah informasi yang disampaikan dalam berita harus disampaikan sesegera mungkin.

Karena itu, banyak media massa yang berlomba-lomba jadi orang pertama yang mengabarkan suatu kejadian, langsung ataupun tidak langsung.

Konsep Berita

Jurnalis ternama Amerika, Frank Luther Mott [1886-1964] mengatakan bahwa ada 9 konsep berita yang harus diketahui oleh setiap jurnalis, diantaranya:

1. Berita sebagai laporan tercepat (News as timely report)

Konsep ini menitikberatkan pada aspek kebaharuan informasi. Artinya, persitwa itu baru terjadinya dan dianggap sebagai faktor terpenting dari satu berita.

2. Berita sebagai rekaman (News as record)

Artinya, berita yang sudah dicetak di surat kabar merupakan bahan yang bisa didokumentasikan atau ada dokumentasinya.

Dokumentasi ini bisa berupa foto, rekaman wawancara, video atau data-data lain yang didapat saat proses pencarian berita berlangsung.

3. Bisa jadi catatan sejarah yang sangat berharga untuk instansi manapun

Contohnya, New York Times, surat kabar ternama di Amerika yang berhasil memperoleh penghargaan Pulitzer Prizes karena berita-berita mereka yang bersifat dokumenter.

Dengan demikian, apabila suatu lembaga pers memaksimalkan pemberitaan, bisa mendatangkan penghargaan dan meningkatkan kredibilitas lembaga yang bersangkutan.

4. Berita sebagai fakta objektif

Soal ini kembali ke karakteristik berita itu sendiri. Dalam artian harus faktual, objektif dan berimbang.

Bagi jurnalis, berita objektif adalah berita yang dibuat berdasarkan fakta tanpa ada pembiasan atau dibuat dengan jujur.

5. Berita sebagai Interpretasi (News as interpretation).

Konsep ini perlu dijelaskan terlebih untuk berita yang memuat atau menyampaikan situasi yang kompleks seperti politik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya.

Artinya, jurnalis harus jelaskan apa sebabnya, latar belakangnya, akibatnya, situasinya saat ini dan hubungannya dengan masyarakat.

Meski tujuannya baik dan dilakukan berdasarkan fakta, berita jenis ini bisa memunculkan prasangka dan bahaya kepada seseorang atau sesuatu.

6. Berita sebagai sensasi (News as sensation)

Sensasi mengandung unsur subjektif yakni sesuatu yang mengejutkan dan yang menggetarkan atau mengharukan.

Tapi ini tidak universal. Artinya, ada pembaca yang merasa demikian dan ada pembaca yang reaksinya biasa saja.

Karena itu munculah dua contoh berita yakni serius dan desas desus. Contoh berita serius seperti bencana alam, konflik dan perang.

Sementara untuk berita desas desus bisa berupa dugaan korupsi tokoh atau pejabat, skandal yang melibatkan seorang tokoh dan lain sebagainya.

7. Berita sebagai minat insani

Dalam konsep ini, berita dibuat karena karena mengabarkan kejadian yang sifatnya menyentuh perasaan insani.

Nantinya akan memunculkan reaksi dari pembaca seperti iba, terharu, gembira, prihatin dan reaksi-reaksi insani lainnya.

8. Berita sebagai ramalan (News as prediction)

Konsep berita jenis ini cenderung menaruh perhatian pada situasi di masa lalu, masa kini dan masa depan.

Artinya, berita itu melibatkan ramalan tentang suatu peristiwa yang bakal terjadi di masa depan dengan berkaca dari situasi yang ada saat ini.

9. Berita sebagai gambar (News as picture)

Gambar-gambar yang disajikan dalam berita semuanya punya arti. Jadi bukan hanya pelengkap saja, sekedar hiburan tetapi untuk menambah nilai berita [news value].

Banyak kejadian dilaporkan dalam bentuk gambar yang dianggap lebih efektif ketimbang teks saja.

Makanya itu tak usah heran kalau ada media online atau media cetak yang melengkapi satu berita dengan gambar kronologis kejadian, infografis dan lain sebagainya.

Penutup

Kata berita memang selalu lekat dengan dunia jurnalisme atau pers. Karena memang produk mereka adalah berita.

Sementara, wartawan atau jurnalis yang bekerja di satu media bertugas mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyampaikan berita.

Jika ada dari anda yang berita-cita jadi wartawan atau jurnalis, memahami definisi berita termasuk karakteristik dan konsepnya adalah hal yang wajib dilakukan.

Tujaunnya apa? Agar dalam praktiknya nanti anda bisa berpegang teguh pada prinsip-prinsip pemberitaan dan kode etik jurnalis.

Demikian artikel tentang berita adalah: pengertian, karakteristik dan 9 konsep berita. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar