Panduan Singkat Belajar Fotografi Otodidak Untuk Pemula

5 min read

belajar fotografi otodidak

Bagi pemula, belajar fotografi otodidak adalah hal yang cukup sulit. Terlebih, bagi mereka yang belum pernah menggunakan kamera.

Dalam konteks mengunakan kamera ini dapat di artikan sebagai pengetahuan tentang cara kerja kamera entah yang DSLR atau kamera biasa [termasuk kamera ponsel].

Lebih bagus lagi kalau anda juga paham teknik-teknik dasar mengambil foto yang baik dan benar.

Mengapa sih dua hal diatas sangat penting untuk diketahui fotografer? Karena fotografi adalah ilmu teknis tapi dalam praktiknya cukup fleksibel dan tidak terikat pada satu atau dua teknik saja.

Meski di akui fotografi juga sama seperti ilmu praktis lain yang butuh pemahaman teoristik, praktik dan juga kreativitas setiap individu.

Sebelum belajar fotografi, cari tahu dulu tujuan anda belajar fotografi. Apakah sekedar untuk menyalurkan hobi atau untuk tuntutan pekerjaan dan bisnis.

Tujuan itu pada akhirnya bermuara pada satu hal, yakni apakah anda mau terus belajar fotografi sebagai pemula atau tidak.

Sebelum lanjut, saya juga ingin membahas beberapa alasan yang mungkin harus diketahui oleh anda yang ingin belajar fotografi secara otodidak.

Mengapa harus belajar fotografi?

Ketertarikan setiap orang pada satu minat tentu berbeda-beda. Ada yang tertarik pada komputer, blogging, olahraga, video, design grafis, fotografi dan lain sebagainya.

Saat seseorang ingin belajar fotografi tanpa punya basic ilmu yang memadai, pasti akan ada orang yang bertanya-tanya alasannya.

Seperti misalnya, mengapa harus belajar fotografi? Apa urgensinya? Apa keuntungan belajar fotografi? dan lain sebagainya.

Anda tentu punya jawaban sendiri. Jawaban itulah yang mungkin akan melandasi semangat untuk terus belajar.

Meski cukup personal, namun sebagian besar mengacu pada beberapa hal dibawah ini, seperti:

a. Fotografi adalah dunia yang dinamis

Pada awal tahun 1800-an hingga pertengahan tahun 1900-an, dunia fotografi adalah dunia yang kaku dan hanya dinikmati segelitir orang saja.

Setelah kamera Kodak dijual secara komersial untuk kali pertama, perjalanan fotografi menjadi jauh lebih dinamis.

Makanya anda bisa dengan mudah melihat berbagai kegiatan fotografi beserta karyanya seperti selfie atau album foto di Facebook.

Meski peluang untuk menjadi fotografer profesional terbuka lebar di era digital ini tapi enggak semua orang bisa menghasilkan sebuah karya fotografi yang bagus dan menarik.

Disinilah peran pembelajaran fotografi itu dibutuhkan. Baik yang ingin belajar fotografi secara otodidak atau sebaliknya.

b. Ada banyak genre fotografi

Seiring dengan perkembangannya yang masif, aliran-aliran fotografi kemudian bermunculan satu demi satu.

Mulai dari fotografi alam liar, bawah air, pernikahan, foto jurnalis, fashion, beauty, rooftopping dan lain sebagainya.

genre rooftopping
Genre fotografi rooftopping via tomryaboi.com

Semua aliran diatas hendak mengatakan bahwa fotografi bukan lagi ilmu kaku tetapi sebagai seni. Seni menciptakan gambar dari cahaya.

Seni-seni itu juga yang melandasi terbentuknya aliran diatas. Dalam konteks fotografi, aliran ini disebut sebagai genre.

Genre adalah salah satu aspek paling penting yang harus dipilih oleh anda yang ingin terjun ke dunia fotografi.

Pada akhirnya genre itulah yang akan menentukan apakah anda serius menekuni dunia fotografi atau tidak.

c. Sudah menjadi ilmu

Tahu gak kalau fotografi kini sudah dipelajari di kampus-kampus? Pasti tahu dong. Di Indonesia sudah banyak kampus yang buka prodi Fotografi.

Dengan kata lain, fotografi sudah masuk ranah ilmiah yang dalam penerapannnya akan cenderung lebih fungsional.

Maksudnya gimana ya? Maksudnya, pada saat dipelajari, ia akan berorientasi pada manfaatnya untuk manusia dibanding sebagai seni atau hobi.

d. Sebagai bisnis yang menjanjikan

Di era modern ini, fotografi telah menjadi salah satu lahan bisnis yang menggiurkan dan menjanjikan. Apalagi jika anda yang ingin menghasilkan uang dari hobi.

Anda bisa memanfaatkan hobi dan kamera yang dimiliki untuk menghasilkan uang dengan cara membuka studio fotografi sendiri di rumah atau mungkin menjualnya di situs jual beli foto.

Nah kira-kira itu empat alasan utama mengapa harus belajar fotografi. Mudah-mudahan, empat hal diatas sudah cukup mewakili pandangan banyak orang tentang alasan mengapa harus belajar fotografi.

Panduan Singkat Belajar Fotografi Otodidak Untuk Pemula

Nah tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan artikel tentang panduan singkat belajar fotografi otodidak untuk pemula.

Panduan apa saja itu? Pasti penasaran kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Mengetahui cara kerja kamera

Dalam konteks ini, ada dua hal yang ingin saya tekankan yakni:

  • Pengenalan cara kerja kamera
  • Mengenali kamera yang digunakan

Agar bisa mengerti dua hal ini anda bisa belajar dulu tentang cara kerja kamera secara teknis, apa saja fitur-fiturnya termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Jika seandainya anda menggunakan kamera DSLR seperti Canon atau merk lain maka pengenalan pada fitur adalah hal pertama yang harus dilakukan.

cara kerja kamera

Pengenalan ini pada akhirnya akan membantu anda untuk mengenal aksesoris-aksesoris yang terdapat pada kamera dan keterkaitannya satu dengan lain.

Mulai dari Lensa, ISO, shutter speed dan lain sebagainya. Dengan demikian, peluang untuk menghasilkan gambar yang bagus dan menarik semakin terbuka lebar.

Juga lakukan hal yang sama apabila anda menggunakan kamera smartphone atau ponsel. Meski agak berbeda, namun sebagian fiturnya mirip dengan kamera professional.

Rata-rata kamera Android atau iOS sudah mendukung fitur Mode mulai dari pengaturan kontras, suasana, HTT, filter dan blitz.

Jika anda belum ahli menggunakan fitur ini dan ogah untuk membaca buku panduan penggunaannya, cobalah bereksperimen.

Jika anda menggunakan kamera ponsel saat bereksperimen, baca artikel saya yang secara khusus membahas hal tersebut dengan cara klik disini.

2. Pilih genre fotografi yang akan diambil

Langkah kedua dan yang cukup penting adalah memilih genre fotografi apa yang mau digeluti. Ada banyak sekali genre fotografi yang ada saat ini.

Soal genre ini sudah saya ulas pada salah satu artikel saya yang berjudul 28+ genre dalam dunia fotografi, termasuk juga beberapa genre fotografi ekstrem.

Mengapa genre sangat penting? Ini ibarat jurusan kuliah yang mau diambil. Semakin spesifik jurusan kuliah itu semakin besar peluang anda untuk menjadi ahli dibidangnya.

Jangan pilih semua genre, apalagi jika kamera yang digunakan itu tidak mendukung pergantian lesa.

Sebab, salah satu cara agar anda bisa disebut sebagai fotografer yang profesional adalah dengan memilih satu genre atau aliran saja.

Tidak apa-apa sih memilih dua genre atau lebih asalkan masih saling berkaitan satu dengan yang lain sehingga bisa diterapkan secara bersamaan.

Misalnya, genre wedding photography punya keterkaitan dengan photojournalism karena sama-sama mengabadikan momen atau peristiwa.

3. Belajar tentang angle

Angle atau sudut pandang adalah cakupan sudut bidik lensa pada objek yang mau diambil pakai kamera.

Terkait dengan angle ini, sebenarnya sudah saya ulas pada salah satu artikel saya yang berjudul cara memilih angle yang tepat untuk foto.

Karena sudut bidik ini sangat luas, coba bereksperimen. Misalnya, jika anda hendak mengambil foto pohon, silahkan ambil sudut dari bawah, atas [bisa pakai drone], samping kiri, samping kanan, sudut tertentu dan seterusnya.

angle foto

Ingat, enggak semua angle yang di pilih itu akan menghasilkan foto yang bagus, tepat dan sesuai keinginan.

Karena itu, saat mengambil foto pada satu sudut, kiri misalnya, ambilah foto sebanyak mungkin lalu seleksi mana foto yang terbaik.

Saat bereksperimen, jangan fokus pada objek lain, rumah misalnya. Fokus pada satu objek saja, dengan pemilihan angle yang berbeda-beda.

Ingat juga, jangan ambil satu foto pada satu angle karena ini memperkecil peluang anda untuk menghasilkan foto yang bagus.

Jika anda sudah mengambil 20 foto pada satu angle, pindah ke angle yang lain. Lakukan hal yang sama pada sudut tersebut.

Jika anda merasa sudah cukup, langkah selanjutnya adalah memilah foto mana yang paling bagus untuk digunakan.

4. Mengenal shutter speed, ISO dan Aperture

Tiga poin diatas cukup teknis, berikut penjelasan singkatnya:

  • Shutter speed atau kecepatan rana adalah pengaturan dasar kamera untuk melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh sensor kamera untuk menangkap objek. Pada dasarnya, kecepatan rana membantu meningkatkan komposisi gambar. Komposisi adalah elemen penting lain yang bisa membuat gambar terlihat lebih menarikbelajar fotografi otodidak
  • ISO sendiri punya keterkaitan dengan shutter speed. Pengaturan ISO yang tepat akan menciptakan efek yang spesial pada gambar sehingga hasilnya lebih bagus
  • Disisi lain, yang perannya tak kalah penting adalah Aperture atau bukaan yang berfungsi untuk membuka atau menutup katup pada lensa sehingga cahaya yang masuk dapat diatur dan disesuaikan sama keinginan

Bagi saya pribadi, jika anda sudah menguasai tiga aspek diatas dengan baik, apalagi yang sudah bisa mengaturnya secara manual, anda sudah layak disebut profesional.

5. Gunakan perlengkapan pendukung lain

Jangan sepelekan peran pendukung lain, tripod atau blitz misalnya. Tripod bisa membantu anda memantapkan posisi kamera agar stay alias tidak bergerak.

Tujuannya untuk meminamilir getaran pada saat anda mengambil foto dengan tangan. Getaran ini dalam ilmu medis dikenal dengan istilah intermintent tremor.

Sementara, blitz membantu anda untuk menyesuaikan dengan cahaya yang ada saat itu. Terlebih jika anda mengambil foto in-door yang minim cahaya.

Selain itu, perlengkapan pendukung lain seperti memory card dan baterai cadangan juga harus ada, terlebih jika anda sedang belajar fotografi secara otodidak di tempat tertentu.

6. Teruslah belajar

Yang paling terakhir adalah jangan pernah berhenti belajar. Selain belajar, asah terus kemampuan dan kreativitas yang dimiliki.

Untuk menambah khazanah dan pengetahuan anda tentang kamera dan topik-topik lain yang berkaitan dengan fotografi, silahkan baca artikel-artikel saya sebelumnya dibawah ini.

Penutup

Belajar fotografi untuk pemula adalah hal yang gampang-gampang sulit. Sulit kalau anda tidak punya kemauan untuk belajar. Sementara, akan lebih gampang apabila kemauan belajar itu terus tumbuh.

Ingat, tidak ada kerja keras yang tidak membuahkan hasil. Apabila anda terus belajar, maka kemampuan itu bisa membantu anda di masa mendatang. Bahkan, bisa menjadi sumber penghasilan utama anda.

Demikian artikel tentang panduan singkat belajar fotografi otodidak untuk pemula. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *