Jenis-Jenis Batuan Metamorf Yang Ada Di Bumi

2 min read

jenis-jenis batuan metamorf

Jenis-Jenis Batuan Metamorf | Sebelumnya kita sudah membahas batuan beku dan juga batuan sedimen. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, ada tiga jenis batuan yang terdapat pada litosfer yakni batuan beku, batuan sedimen juga batuan metamorf.

Pembahasan kali ini akan memaparkan jenis batuan-batuan metamorf yang terdapat didalam permukaan bumi. Tapi sebelumnya, batuan sebenarnya berasal dari mana sih? Berikut penjelasannya.

Sebelumnya kita sudah membahas batuan beku dan juga batuan sedimen. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, ada tiga jenis batuan yang terdapat pada litosfer yakni batuan beku, batuan sedimen juga batuan metamorf.

Pembahasan kali ini akan memaparkan jenis batuan-batuan metamorf yang terdapat didalam permukaan bumi. Tapi sebelumnya, batuan sebenarnya berasal dari mana sih? Berikut penjelasannya.

Asal batuan

Sebagian besar batuan terbentuk dari magma yang ada dalam permukaan bumi. Magma merupakan cairan dalam bantuk panas atau pijar dengan temperatur diatas 1000 derajat celcius.

Magma terdiri dari beberapa jenis seperti Lava dan juga Lahar. Lava adalah jenis magma yang sudah mencapai permukaan bumi sementara Lahar adalah Lava yang terkontaminasi dengan gas piroklastik, air, tanah serta tumbuhan.

Biasanya, magma muncul dari perut bumi lewat gunung berapi. Ada banyak gunung api baik yang ada didaratan ataupun di Lautan. Sebagian besar magma yang mencapai mencapai permukaan bumi akan beku. Setelah membeku, magma akan menjadi batuan beku.

Dimana, batuan beku yang terdapat di muka bumi selama ribuan tahun lamannya dapat hancur karena panas, hujan dan juga aktivitas tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Batuan juga bisa hancur karena air, angina, hewan atau batuan yang bergeser ketempat lain dan mengalami pengendapan.  Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bantuan beku baca artikel sebelumnya tentang Jenis-Jenis Batuan Sedimen Yang terdapat Di Muka Bumi.

Jenis-jenis Batuan metamorf

Batuan metamorf merupakan batuan yang terbentuk lewat proses metamorfisme batuan-batuan sebelumnya karena perubahan suhu dan tekanan.

Metamorfisme adalah keadaan dimana terjadinya keadaan padat (padat ke padat) akibat proses kristalisasi, reorientasi serta pembentukan mineral-mineral baru.

Metamorfisme terjadi pada lingkungan yang berbeda sama sekali dengan lingkungan batuan asalnya. Sebagian besar mineral mempunyai batas kestabilan yang jika mengalami tekanan dan suhu melebihi batas tersebut maka akan terjadi penyesuaian pada inti batuan dengan membentuk mineral-mineral baru yang stabil.

Dilain pihak, karena pengaruh tekanan dan temperatur, metamorfisme terpengaruh oleh fluida, dimana fluida (H2O) dengan jumlah variatif diantara butiran mineral atau pori-pori batuan yang umumnya mengandung ion yang telah terlarut untuk meningkatkan proses metamorfisme. Pada pengklasifikasiannya berdasarkan struktur batuan metamorf dikategorikan dalam dua bagian utama, yaitu :

  • Foliasi. Ini merupakan struktur planar yang ada pada batuan metamorf karena pengaruh tekanan diferensial (berbeda) pada saat proses metamorfisme baru terjadi.
  • Non-foliasi adalah struktur batuan metamorf yang tidak menunjukan penjajaran mineral-mineral dari dalam batuan.

Jenis-jenis Metamorfisme

Ada tiga jenis utama batuan metamorfisme antara lain :

  • Metamorfisme kontak/termal adalah metamorfisme yang terajdi karena temperatur tinggi pada intrusi magma atau ekstrusi lava.
  • Metamorfisme regional adalah metamorfisme yang terjadi karena naiknya tekanan dan suhu yang sedang dan terjadi pada wilayah yang luas.
  • Metamorfisme Dinamik adalah metamorfisme yang terjadi karena tekanan diferensial yang tinggi akiabt gerakan patahan lempeng.

Berikut ini ada beberapa contoh dan karakter utama dari betuan metamorf :

1. Gneiss (ganes)

Jenis-Jenis Batuan Metamorf

Gneiss berasal dari metamorfisme regional siltstone, shale dan granit dengan warna utama Abu-abu. Ganes memiliki ukuran butir antara Medium–Coarse grained dengan struktur utama foliated (Gneissic). Komposis utama dari Ganes adalah kuarsa, feldspar, amphibole dan juga mika.

2. Sekis

batuan sekis

Sekis terbentuk dari metamorfisme siltstone, shale dan basalt dengan warna utama hitam, hijau dan juga ungu. Ukuran dari seksi adalah Fine – Medium Coarse dengan struktur utama: Foliated (Schistose). Sekis memiliki komposisi mika, grafit dan juga hornblende.

3. Marmer

Jenis-Jenis Batuan Metamorf 

Marmer terbentuk dari proses metamorfisme batu gamping dan juga dolostone dengan warna variatif.  Ukuran dari marmer mulai dari Medium – Coarse Grained dengan struktur utama Non-foliasi. Marmer memiliki komposisikalsit atau dolomit.

4. Kuarsit

Jenis-Jenis Batuan Metamorf

Kuarsit berasal dari metamorfisme sandstone (batupasir) dengan warna utama abu-abu, kekuningan, cokelat dan juga merah. Kuarsit memiliki ukuran butir dari Medium-coarse dengan struktur non-foliasi. Kuarsit memiliki komposisi utama kuarsa.

5. Milonit

Jenis-Jenis Batuan Metamorf 

Milonit adalah batuan yang berasal dari Metamorfisme dinamik dengan warna utama abu-abu, kehitaman, coklat serta biru. Ukuran butir dari milonit adalah fine grained dengan strukur utama Non-foliasi. Komposisi utama dari milonit berbeda setiap batuan (ini masih kemungkinan).

6. Serpinit

Jenis-Jenis Batuan Metamorf

Serpinit berasal dari batuan beku basa dengan warna utama hijau terang atau gelap. Ukuran butir dari serpinit adalah medium grained dengan struktur utama Non-foliasi. Komposisi utama dari serpinit adalah Serpentine.

7. Hornfels

Jenis-Jenis Batuan Metamorf

 

Hornfels adalah batuan yang berasal dari metamorfisme kontak shale juga claystone dengan warna utama abu-abu, biru kehitaman dan juga hitam. Hornfels memiliki ukuran butir fine grained dengan struktur utamam Non-foliasi. Komposisi utama dari Hornfels adalah kuarsa danmika.

Nah demikian artikel tentang jenis-jenis batuan metamorf. Semoga artikel ini bermanfaat~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *