Kenali 7 Bahaya Distemper Pada Hewan Peliharaan Dan Solusinya

7 Likes Comment
bahaya distamper pada hewan peliharaan

Bahaya Distemper Pada Hewan Peliharaan – Bagi beberapa orang, melihat bahaya distemper pada anjing adalah hal yang sulit dikenali. Namun, bagi orang-orang tertentu istilah yang mengarah pada penyakit anjing ini tentu tidak asing lagi.

Kebudayaan selalu lekat kepada hewan peliharaan. Ini adalah keterlibatan alami antara manusia dan hewan untuk berinteraksi lebih jauh.

Namun, kadang kala hewan peliharaan kita terkena penyakit yang kita sendiri tidak tahu apa itu salah satunya adalah distemper.

Pada dasarnya, distemper adalah penyakit yang disebabkan oleh virus pada anjing atau hewan peliharaan lain.

Biasanya, kondisi awal yang ditimbulkan adalah penyakit umum seperti hilangnya bulu, kudisan dan lain sebagainya bahkan dalam beberapa kasus terjadi kematian pada hewan karena terlambat diberi vaksin.

Bahaya Distemper Pada Hewan Peliharaan

Bagi anda pencinta hewan dan pemilik anjing, patutlah untuk mengetahui bahaya distemper pada hewan peliharaan. Lalu apa saja bahayanya? Berikut daftarnya:

1. Gejala awal seperti sistem saraf dan kulit pada anjing

Penyakit distemper pada hewan peliharaan
via mypetneedsthat.com

Gejala awal yang ditunjukkan oleh virus distemper adalah terjadinya gangguan pernafasan seperti lendir (ingus) berwarna hijau. Hal ini merupakan sebuah bentuk infeksi bakteri dan disertai batuk dan demam.

Gejala ini diperkuat dengan pengerasan telapak kaki dan hidung yang terlihat lebih kaku dan tebal. Pada beberapa kasus, distemper menyebabkan anjing kejang-kejang dan mengalami kelepuhan pada bagian kulit lain.

Baca Juga : 5 Alasan untuk Berhenti Membuang Anjing

Sebenarnya ada beberapa gejala virus distemper yang umum terjadi, antara lain : lemas, tidak nafsu makan, mata keluar kotoran dan terlihat bengkak, pada hewan yang hamil menyebabkan keguguran, mengalami diare, muntah dan demam. Jika gejala itu terjadi, kemungkinan virus distemper telah menginfeksi anjing selama kurang lebih 5-6 hari lalu.

2. Virus distemper pada anjing adalah virus yang menular dan berbahaya

Penyakit distemper pada hewan peliharaan
via cyprustodayonline.com

Sama seperti kebanyakan virus, tipe virus distemper juga adalah tipe menular dan terinfeksi lewat udara. Bila ada hewan peliharaan kamu ada lebih dari satu, besar kemungkinan anjing yang lain akan terinfeksi virus ini.

Selain lewat udara, virus distemper dapat menular melalui kontak dengan anjing lain seperti air liur, urin, darah atau feses dan kawin.

Baca Juga : 3 Bahaya Mengkonsumsi Daging Anjing

Setelah 6 hari terkena distemper, gejala saraf mulai terjadi kurang dari 6 minggu. Dan ini berpotensi untuk terinfeksi pada anjing lain. Selain itu, infeksi tidak hanya terjadi kepada anjing lain juga kepada pemilik anjing.

Oleh karena itu, penting bagi kamu pemilik anjing untuk mencuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan anjing yang menunjukan gejala seperti diatas.

3. Anjing dengan usia kurang dari 1 tahun yang paling rentan tertular distemper

Penyakit distemper pada hewan peliharaan
screenshoot from youtube.com

Saat lahir, secara alami anjing biasanya mendapat antibody dari induknya selama kurang lebih 2 minggu.

Setelah itu antibodi akan hilang dan menurun sehingga diperlukan vaksinasi booster yang bertujuan untuk mengembalikan peran antibodi tersebut dari tubuh anjing.

Baca Juga : Ciri-Ciri Anjing Terkena Rabies

Sebenarnya, anjing dengan usia 1 tahun masih dalam tahap perkembangan untuk menyesuaikan dengan perubahan lingkungan, atau juga dikarenakan perpindahan lingkungan dapat membuat anjing rentan terhadap infeksi virus.

Biasanya, anjing dengan daya tahan tubuh tidak terlalu baik akan mengalami imunosupresi yang terjadi secara genetik karena kelainan organ-organ pertahanannya.

4. Anjing akan mengalami dehidrasi

Penyakit distemper pada hewan peliharaan
via article.wn.com

Dehidrasi adalah suatu keadaan dimana subjek baik manusia atau hewan kekurangan cairan dalam tubuhnya.

Pada kasus hewan seperti anjing, gejala dehidrasi dapat dikenali dengan kondisinya yang lemas dan tidak ada nafsu makan. Kebanyakan kasus ini terjadi pada anak anjing dan dehidrasi sendiri sangat berbahaya dan bisa berujung kematian pada anak anjing.

Itu berarti, sebagai pemilik anjing sangat penting bagi kita untuk selalu memperhatikan perilaku dan aktivitas makan hewan kita termasuk anjing.

Jika mengalami kondisi seperti yang disebutkan daftar-daftar diatas, maka sebaiknya kamu perlu mengambil langkah-langkah penting kalau perlu periksa ke dokter hewan.

Baca Juga : Melihat Lebih Dekat ‘Tradisi’ Makan Daging Anjing di Sulawesi Utara

Biasanya, dokter hewan akan memberikan infus atau terapi cairan untuk mengembalikan kondisi hewan peliharaan tersebut.

Jangan lupa juga berikan makanan tambahan dengan nutrisi yang tinggi dan seimbang agar dehidrasi tidak menyerang lambung dan memperparah kondisi anjing.

Jika memungkinkan, kamu juga bisa memberikan tambahan kaldu, madu dan sari kurma kepada hewan yang dicampur pada makanan mereka.

Solusi

Penyakit distemper pada hewan peliharaan
via mypetneedsthat.com

Lalu, apakah ada solusi untuk bahaya virus distemper pada hewan peliharaan? Ada satu cara yang umum dilakukan yakni vaksinasi.

Infeksi dari virus distemper bisa meningkatkan angka kematian pada anjing. Untuk itu, sangat diperlukan upaya vaksinasi kepada hewan. Anjing yang telah divaksinasi akan memiliki antibodi untuk melawan infeksi virus.

Namun, meskipun telah di vaksinasi bukan berarti anjing sepenuhnya bebas dari distemper. Pemilik harus memberikan tambahan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh pada anjing dengan memberikan sayuran, protein dan daging ayam jika itu memungkinkan.

Distemper pada anjing bisa ditangani dengan baik namun sepenuhnya bergantung pada lingkungan dan juga kualitas hidup pemiliknya.

Anjing saat ini sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia, banyak orang yang memelihara anjing karena peduli dan juga karena alasan lain.

Jika kamu pencinta hewan, lebih khusus kepada anjing, memahami berbagai penyakit dari anjing akan memberikan kepuasan tersendiri. Demikian artikel tentang bahaya distemper pada hewan peliharaan. Semoga artikel ini bermanfaat~ #Dognotforfood

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *