Bagian Komponen Peta: Judul, Garis Tepi, Arah Mata Angin, Legenda dan Contoh Gambar

Komponen peta merujuk pada simbol dan tanda pelengkap yang wajib ada di semua peta untuk memudahkan pengguna memahami isi peta.

Lantas, apakah wajib ada di setiap peta? Tentu saja ada kecuali jika peta tersebut memang dibuat khusus untuk tujuan militer seperti yang terlihat pada peta buta.

Tapi, jika digunakan secara formal seperti untuk pendidikan, pembelajaran atau informasi publik, maka unsur-unsur peta tersebut wajib ada.

Contoh sederhana adalah judul peta. Coba bayangkan jika tak ada judul? Bagaimana orang-orang bisa tahu kalau itu adalah peta Pulau Aru atau mungkin Banggai Kepulauan?

Mungkin beberapa orang masih mengenalinya tapi tidak dengan orang asing yang sedang jalan-jalan ke daerah tersebut. Artinya, komponen peta itu wajib dan mesti ada dalam peta.

Dan untuk anda yang sedang cari bagian-bagian peta, unsur-unsur peta, komponen-komponen peta atau mungkin jenis komponen peta, simak artikel ini sampai habis.

Bagian Komponen Peta: Judul, Garis Tepi, Arah Mata Angin, Legenda dan Contoh Gambar

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan bagian komponen peta mulai dari judul, garis tepi, arah mata sampai legenda, yakni:

1. Judul peta

Bagian Komponen Peta: Judul, Garis Tepi, Arah Mata Angin, Legenda dan Contoh Gambar
© zonageografi.com

Sebagai representasi gambar suatu wilayah atau daerah maka peta harus memiliki judul. Dan judul adalah adalah unsur paling dominan dari sebuah peta.

Dengan judul, informasi-informasi tentang peta dapat diketahui dengan jelas karena judul adalah identitas untuk mengetahui wilayah atau daerah dalam peta.

Baca Juga:

Judul pada peta biasanya ada dibagian atas dan biasanya ditulis dengan warna dominan, umumnya menggunakan warna teks hitam.

Tujuannya agar orang-orang melihat peta tersebut dari judulnya dulu. Sebelum melihat komponen lain dari peta entah itu garis astronomi, arah mata angin dan lain sebagianya.

2. Garis tepi peta

Bagian Komponen Peta: Judul, Garis Tepi, Arah Mata Angin, Legenda dan Contoh Gambar
© aftanalisis.com

Pada dasarnya, garis tepi peta adalah komponen yang berupa garis hitam yang membatasi ruang dalam peta yang jadi area utamanya.

Bentuknya garisnya bersambung di setiap sisi yang memudahkan orang untuk melihat batasan wilayah yang muncul dalam peta.

Dan dengan garis tersebut akan membuat objek wilayah yang muncul dalam peta seolah-olah terlihat ada dibagian tengahnya.

3. Garis astronomis

Bagian Komponen Peta: Judul, Garis Tepi, Arah Mata Angin, Legenda dan Contoh Gambar
© smpn1haurgeulis1

Selain garis tepi, pada suatu peta terdapat garis lain yang berfungsi sebagai pertanda astronomis yang terdiri dari dua bagian, yakni:

  • Garis lintang, yang kadang juga disebut garis paralel adalah garis khayal yang melingkari bumi, sejajar dengan garis khatulistiwa, baik yang ada di selatan (garis lintang selatan) maupun yang ada di sebelah utara (garis lintang utara). Keberadaan garis ini penting untuk mengetahui keadaan iklim dan letak geografis suatu tempat
  • Garis bujur yang kadang juga disebut garis meridian adalah garis khayal yang ditarik dari kutub utara ke kutub selatan untuk menentukan lokasi suatu tempat yang ditentukan dari garis meridian nol greenwich

Tujuan keberadaan dua garis diatas adalah untuk mengetahui posisi objek yang muncul dalam peta lebih akurat dan pasti.

Disertai juga dengan tanda koordinat, dengan menggunakan garis yang lebih kecil dan pendek, yang memotong di sekitar garis tepinya.

4. Arah mata angin

Bagian Komponen Peta: Judul, Garis Tepi, Arah Mata Angin, Legenda dan Contoh Gambar
© ruangguru.com

Komponen peta berikutnya adalah penunjuk arah mata angin yang digambarkan berbentuk anak panah, dan biasanya disertai dengan informasi soal arahnya.

Dalam beberapa kasus, hanya arah utara saja yang diberikan teks sementara arah yang lainnya tidak. Tapi ini bergantung sama pembuat peta.

Lantas, apa fungsi arah mata angin pada peta? Fungsinya adalah untuk memudahkan pembaca mengetahui dimana arah representasi dari peta tersebut.

Selain itu, keberadaan arah mata angin juga memudahkan orang-orang untuk melihat atau mencocokan dengan peta yang lebih besar dengan area cakupan yang lebih luas.

5. Skala peta

Bagian Komponen Peta: Judul, Garis Tepi, Arah Mata Angin, Legenda dan Contoh Gambar
© dinginaja.com

selanjutnya ada skala peta, yang biasanya digambarkan dengan angka, untuk melihat perbandingan jarak dari dalam peta dengan luas wilayah yang sesungguhnya.

Biasanya, skala peta ini diletakkan dibagian bawah setelah judul peta. Dalam beberapa kasus, ia bisa ditempatkan di posisi lain.

Dan ini merupakan komponen paling penting dari peta karena dengan skala, maka orang-orang bisa tahu jarak yang sebenarnya.

Misalnya, jika dalam peta digambarkan dalam skala 1:1000 maka angka 1 merujuk pada luas 1 cm dalam peta, mewakili jarak 1000 cm dalam peta.

Jadi, cakupannya cukup luas. Semakin besar skalanya, maka semakin besar juga perbandingannya. Misalnya, jika 1:100.000 berarti 1 cm dalam peta setara dengan 1 km.

6. Legenda

Bagian Komponen Peta: Judul, Garis Tepi, Arah Mata Angin, Legenda dan Contoh Gambar
© zonageografi.com

Komponen peta yang terakhir adalah legenda, yang pada umumnya, dipahami sebagai simbol atau keterangan lain di dalam peta.

Jadi, apapun yang muncul dalam peta untuk memberikan informasi atau keterangan dalam peta, bentuk segitiga untuk gunung misalnya, disebut legenda.

Keberadaan legenda tersebut memungkinkan orang-orang untuk memahami isi peta. Dan biasanya, informasi legenda ini ditempatkan dibagian kiri atau kanan bawah suatu peta.

7. Warna peta

Bagian Komponen Peta: Judul, Garis Tepi, Arah Mata Angin, Legenda dan Contoh Gambar
© bungkul.com

Mayoritas peta formal menggunakan warna untuk menunjukkan keadaan asli dari suatu wilayah yang muncul dalam peta.

Ada dua kategori warna yang umum digunakan dalam peta yakni warna simbolisme dan juga warna subjektif dari pembuat peta.

Warna simbolisme adalah penggunaan warna berdasarkan pengasosian suatu warna dengan benda-benda yang ada di alam.

Misalnya, warna biru yang sering diartikan sebagai warna yang ada di luat. Atau mungkin, warna hijau yang sering diasosiasikan dengan warna daun pada tumbuhan.

Dan ada 9 warna yang umum digunakan dalam peta dengan tujuan penggunaan yang berbeda-beda, seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

Warna umum pada petaPenggunaanTipe warna
HijauMenunjukkan vegetasi alam dari sebuah wilayahHijau muda dan hijau tua
BiruMenunjukkan keadaan perairan yang muncul dalam petaBiru muda, biru terang, biru tua
CokelatGaris kontur dan informasi elevasiCoklat muda dan coklat tua
Oranye (Jingga)Menunjukkan dataran tinggi dan dataran rendahJingga muda dan jingga tua
KuningMenunjukkan dataran tinggi dan dataran rendahKuning muda dan kuning tua
PutihArea yang terdapat es atau gletserTidak berlaku
HitamKondisi permukaan yang terdapat fasilitas seperti jalan, jembatan, bangunan dan lain sebagainyaTidak berlaku
UnguSimbol revisi petaTidak berlaku
Merah mudaDaerah urban atau padat pendudukTidak berlaku

Dengan demikian, ada alasan-alasan tertentu mengapa pada suatu peta memiliki warna sendiri-sendiri karena memiliki arti dan makna sendiri-sendiri.

8. Simbol Area

Bagian Komponen Peta: Judul, Garis Tepi, Arah Mata Angin, Legenda dan Contoh Gambar
© solderpanas.com

Simbol area yang berfungsi untuk tanda atau gambar untuk menunjukkan kenampakan suatu permukaan bumi atau benda buatan lainnya.

Dalam praktiknya, simbol ini terbagi dalam tiga bagian yakni garis, titik dan area, berikut penjelasannya:

  • Simbol garis digunakan untuk mewakili informasi geografis yang berkaitan dengan jarak. Misalnya, jarak antara sungai, jalan, rel atau mungkin batas wilayah administratif suatu daerah serta batas negara
  • Simbol titik dipakai untuk menunjukkan objek tempat yang muncul dalam peta entah itu kota, gunung atau mungkin objek lainnya
  • SImbol area yang dipakai untuk menunjukkan suatu luasan wilayah tertentu misalnya danau rawa, gurun atau mungkin hutan

9. Komponen peta lainnya

Bagian Komponen Peta: Judul, Garis Tepi, Arah Mata Angin, Legenda dan Contoh Gambar
© utakatikotak.com

Selain tujuh komponen yang sudah disebutkan diatas, ada beberapa komponen lain yang juga terdapat pada beberapa peta formal.

Fungsinya sama seperti komponen lain dimana simbol-simbol tersebut memudahkan orang-orang untuk membaca peta lebih baik lagi.

Lantas, apa saja komponen peta lainnya? Berikut daftarnya:

  • Sumber dan tahun pembuatan adalah informasi yang bisa dijadikan referensi dimana peta itu dibuat dan tahun berapa pembuatannya
  • Inset secara umum diartikan sebagai gambar peta kecil yang terdapat pada sebuah peta yang lebih besar. Fungsinya sebagai pelengkap informasi karena dari inset itulah bisa diketahui letak daerah, menyambung daerah yang terpotong hingga memperbesar area tertentu yang dianggap penting
  • Tipe huruf, yang kadang juga disebut lettering, berfungsi untuk mempertebal dari berbagai informasi dalam peta sehingga artinya bisa diketahui dengan jelas. Umumnya, lettering ini digunakan dalam pada dua bentuk objek yakni hipsografi yang ditulis dengan huruf tegak dan hidrografi yang ditulis dengan huruf miring.

FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan terkait postingan ini akan diulas dalam bentuk QnA di bawah, seperti:

1. Apa yang dimaksud dengan peta?

Peta, secara umum dipahami sebagai gambaran permukaan bumi yang dibuat dan disajikan diatas permukaan atau bidang yang datar.

Dalam proses pembuatan peta, ada tiga prinsip yang dipakai yakni proyeksi, skala dan simbolisasi dari peta yang dibuat.

Proyeksi berarti ada proses pemindahan lengkung permukaan bumi ke bidang datar, skala peta merujuk pada proporsi rasio jarak yang dikecilkan sementara simbolisasi untuk mewakili fenomena dan objek permukaan bumi.

Hanya saja, tidak sembarangan untuk membuat peta. Ada beberapa prinsip-prinsip dasar yang juga harus dipenuhi, diantaranya:

  • Conform yang berarti bahwa bentuk dari peta harus menggambarkan kondisi yang sebenar-benarnya
  • Equivalent berarti harus secara jelas menggambarkan perbandingan antara luas peta dengan wilayah yang muncul dalam peta sesungguhnya
  • Equidistant yang berarti, jarak yang dibuat dalam peta harus menunjukkan jarak yang sebenarnya

Berbagai prinsip dasar diataslah yang mendorong lahirnya berbagai komponen peta sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas.

2. Apa yang dimaksud dengan komponen peta? Apa fungsinya?

Komponen peta adalah unsur-unsur yang terdapat dalam peta untuk memudahkan orang-orang membaca dan memahami peta lebih baik lagi.

Artinya, setiap komponen dalam peta tidak dibuat tanpa alasan. Ada unsur informatif dan edukatif di dalamnya sehingga orang-orang bisa memahami peta.

Lantas, apa sih fungsi setiap komponen peta? Secara umum, komponen pada peta memiliki lima fungsi yakni menunjukkan isi peta dan memberi informasi simbol peta.

Termasuk juga mengecilkan ukuran peta diatas bidang yang datar, memberi informasi terkait dengan arah dan orientasi peta serta mempresentasikan bentuk dan objek dari permukaan bumi yang muncul dalam peta.

Penutup

Mengetahui fungsi berbagai komponen peta diatas sangat penting untuk memudahkan anda membaca peta lebih baik lagi.

Hanya saja, tidak semua peta memiliki komponen tersebut terlebih pada beberapa peta khusus seperti peta buta atau peta putih.

Demikian artikel tentang bagian komponen peta seperti judul, garis tepi, arah mata angin, legenda dan lain sebagainya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar