Cara Buat Artikel Rewrite Yang 100% bebas plagiat

5 min read

rewrite artikel

Saya punya beberapa tips agar artikel rewrite yang anda buat itu enggak terdeteksi unsur plagiarismenya. Tips itu akan saya ulas di artikel ini.

Mendengar kata rewrite, pasti pikiran anda akan langsung tertuju pada sebuah tulisan atau artikel yang sengaja ditulis ulang sedemikian rupa.

Secara konotatif, ini benar. Enggak salah. Rewrite sendiri berasal dari kata re yang berarti kembali dan write yang berarti tulis. Dengan demikian, rewrite artikel adalah suatu kegiatan menulis ulang artikel.

Sementara, kalau kata rewrite artikel dibalik menjadi artikel rewrite menandakan bahwa tulisan itu adalah hasil tulisan yang ditulis kembali.

Penulisan artikel rewrite enggak boleh sembarangan, sebab harus memperhatikan beberapa unsur agar artikel tersebut enggak terdeteksi unsur plagiarismenya.

Lantas, apakah bisa menulis ulang sebuah artikel yang 100% bebas plagiat? Jawabannya bisa. Bagaimana caranya? Ada dibawah ini.

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat merewrite artikel

Biasanya, karena kekurangan ide, banyak blogger yang kemudian menulis kembali sebuah artikel yang sudah ada.

Salah satu tujuannya agar mempertahankan frekuensi postingan. Tata cara penulisannya juga enggak jauh beda saat menulis artikel baru.

Hanya saja, banyak blogger itu yang hanya menulis berdasarkan beberapa kriteria saja, seperti :

  • Menggunakan kata ganti saja ditengah, awal dan akhir kalimat
  • Memindahkan satu paragraf dengan paragraf lain
  • Melengkapinya dengan data-data tertentu
  • Menggunakan kata-kata sinonim
  • Atau mungkin, menggunakan alat Spinner artikel otomatis

Alhasil, artikel tersebut enggak senak dibaca. Padahal, artikel di blog kan dibuat untuk dibaca oleh manusia dan bukan robot.

Jika rewrite hanya berdasarkan kriteria diatas tentu saja hasil tulisannya jadi mubazir, kaku, enggak informatif, enggak menarik dan banyak kekurangannya.

Ingat, orang-orang yang berkunjung ke mesin telusur karena ingin mendapatkan informasi baru, sudut pandang baru, memperoleh jawaban dari pertanyaan yang ia lontarkan dan lain sebagainya.

Manfaatkan hal ini untuk memperoleh pengunjung blog yang loyal dan konsisten. Jika tidak, kemungkinan blog anda bakalan sepi pengunjung.

Apalagi kalau artikel tersebut masih menggunakan sudut pandang yang sama. Orang-orang jadi ogah berkunjung ke internet, alih-alih Google juga akan merugi karena penurunan penggunaan platform.

Cara Buat Artikel Rewrite Yang 100% bebas plagiat

Di artikel kali ini saya akan mengulas tentang cara membuat artikel rewrite yang 100% bebas plagiat. Lantas, bagaimana caranya? Pasti penasaran kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Tulislah dengan gaya bahasa yang santai

Bagi saya pribadi, hal pertama yang harus anda perhatikan saat merewrite sebuah tulisan adalah pemilihan gaya bahasa.

Apabila tulisan aslinya menggunakan gaya bahasa Ilmiah yang resmi, anda bisa mengubahnya dengan gaya bahasa yang santai.

Penggunaan Gaya bahasa yang santai ini dapat dilihat dari sebaran kata seperti enggak untuk mengganti kata tidak, anda untuk kata ganti kamu dan lain sebagainya.

Patut di ingat, gaya bahasa akan menentukan kualitas duplikasi yang anda lakukan. Jika gaya bahasa yang anda gunakan sama, apalagi penyebaran katanya dominan, unsur plagiatnya akan lebih besar.

2. Masukkan sudut pandang

Kadang kala, saat blogwalking, saya sering melihat beberapa artikel yang direwrite dengan cara mengganti 2-5 kata saja pada setiap kalimat.

Bagi saya pribadi, konsep rewrite semacam ini adalah kesalahan fatal. Alih-alih menghindari duplikasi, justru arikelnya akan semakin terdeteksi unsur plagiatnya.

Sebagai contoh, artikel aslinya seperti ini:

  • Pada waktu itu, saya sedang jalan-jalan ke Makassar

Maka si rewriter [sebutan untuk orang yang merewrite artikel] akan menggantinya menjadi:

  • Pada saat itu, aku sedang bepergian ke Makassar

Menurut anda, mana yang lebih enak di baca? Jika anda memilih yang pertama, berarti anda sama seperti manusia normal kebanyakan.

Tapi bagaimana jika kalimatnya hanya terdiri dari 5 kata saja? Apakah harus diganti semuanya? Bagi saya pribadi harus.

Tujuannya untuk memberikan sudut pandang baru dalam tulisan tersebut. Sudut pandang ini akan terlihat dari penggunaan kata.

Saran saya, jika anda ingin menulis ulang sebuah artikel, usahakan anda mengganti keseluruhan kata saja.

Topiknya sama, cara penyajiannya yang beda. Sebagai contoh, anda ingin merewrite kalimat dibawah ini:

  • Tidak ada hal yang lebih mengherankan daripada melihat para noob bermain Game. Menjengkelkan. Apalagi para noob ini punya tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi.¬†

Maka, anda bisa menggantinya dengan kalimat seperti:

  • Cukup ngesalin memang kalau bermain bersama para noob ini. Sudah enggak ahli dalam bermain game, juga enggak bisa berkontribusi sama tim. Hanya saja, saya maklumi tindakan seperti itu, namanya juga pemula.

Lihat gak penyebaran kalimatnya? Topik yang dibahas sama, namun penyebaran kalimatnya justru membuat artikel rewrite lebih sederhana, mudah dimengerti dan gaya bahasanya santai.

Atau, jika anda ingin melibatkan sudut pandang yang dapat mempengaruhi keseluruhan artikel, anda bisa mengubah judul atau subheadingnya. Sebagai contoh:

  • Cara membuat artikel rewrite yang 100% bebas plagiat

Untuk memasukkan sudut pandang, anda bisa menggantinya dengan:

  • Tips ampuh membuat artikel rewrite yang bebas duplikat

Sudut pandangnya ada dimana? Ada pada kata cara dan tips. Cara itu lebih mengarah ke tutorial sementara tips lebih mengarah ke saran. Jadi, sudut pandangnya beda.

3. Menggunakan rumus 3M

Saya menyebutnya dengan rumus 3M agar lebih ringkas. Rumus ini bertujuan untuk menambah kualitas artikel dengan cara mengurangi atau melengkapinya.

Cara ini sudah sangat umum dalam dunia kepenulisan dan anda juga bisa terapkan rumus yang sama saat menulis ulang sebuah artikel.

Saran saya, apabila anda menulis ulang sebuah artikel, berikan nilai tambah yang lebih agar artikel tersebut terlihat berkualitas dibanding artikel aslinya.

Cara ini juga secara langsung membuat tulisan anda itu lolos plagiarisme. Soal nilai tambah ini, anda bisa menyertakan beberapa poin dibawah ini:

  • Penambahan paragraf dan kalimat
  • Daftar pustaka atau referensi
  • Menggunakan bagan, grafik atau infografik
  • Dll

Data-data tersebut secara langsung berkontribusi pada kualitas artikel. Tetapi tetap perhatikan gaya bahasa dan sebaran katanya.

4. Jangan sadur kalimat lengkap

Menyadur kalimat lengkap secara langsung membuat tulisan itu terdeteksi unsur plagiarismenya. Karena biasanya, tools plagiarisme checker akan mendeteksi sebaran bahasa yang identik.

Karena itu, jangan sadur suatu kalimat atau paragraf secara mentah. Kalaupun terpaksa anda sadur, jangan lupa sertakan sumber.

Baca Juga : Daftar Situs Penyedia Gambar Gratis

Atau, anda bisa mengambil sudut pandang sendiri dari hasil interpretasi terhadap kalimat tersebut, dengan tetap menyertakan sumber.

Namun dalam kasus tertentu, seperti misalnya hasil wawancara suatu tokoh, anda wajib menyadur kalimat lengkapnya.

Biasanya, saduran hasil wawancara suatu tokoh itu untuk jurnalis yang ingin rewrite artikel berita. Ada banyak contoh rewrite artikel berita yang tersebar di internet.

5. Sebaiknya gunakan beberapa sumber sekaligus

Misalnya, anda ingin menulis ulang tentang cara dapat uang dari Facebook. Baiknya anda tidak menggunakan 1 blog saja sebagai sumber.

Tujuannya untuk memperluas bahasan konten anda, yang pada akhirnya, bisa meningkatkan potensi duplikasi artikel.

Oleh karena itu, cari referensi tambahan, yang secara langsung bisa meningkatkan kualitas artikel yang anda tulis.

Sebagai contoh, pada satu keyword di Google tersedia banyak sekali varian artikel. Meski topiknya sama, sudut pandangnya beda.

Bagi saya pribadi, minimal gunakan 3 sumber dengan topik tulisan yang sama. Kalau lebih, enggak apa-apa yang terpenting masih satu topik.

6. Lebih baik rewrite artikel bahasa Inggris

Sah-sah saja sih kalau anda merewrite artikel berbahasa Indonesia, tapi agak sulit bagi artikel tersebut untuk bisa meraih tempat di peringkat pertama pencarian Google.

Meski dalam beberapa kasus, ada beberapa artikel copas, rewrite yang duduk di peringkat pertama SERPs.

rewrite artikel

Sebagai contoh, anda bisa lihat tulisan mas sugeng tentang keuntungan punya pacar seorang Blogger [lihat pada gambar diatas].

Diperingkat ke-2 dan 3 diisi oleh artikel duplikat yang copas mentah-mentah artikelnya mas Sugeng. Sementara, diperingkat ke-3 diisi oleh artikel rewrite dari sumber yang sama. Gak percaya? Silahkan klik disini untuk lihat hasilnya.

Namun kasus semacam ini sangat langka. Dan mungkin saja, salah satu alasannya artikel duplikat itu duduk diperingkat pertama pencarian Google karena keywordnya yang enggak kompetitif.

Karena itu, saran saya, anda baiknya anda merewrite tulisan atau artikel berbahasa inggris saja. Saat merewrite, perhatikan tata bahasanya.

Untuk teknisnya, silahkan anda atur sendiri deh. Anda bisa cari artikel berbahasa Inggris yang sesuai dengan niche yang diangkat.

Saat memperbaiki tata bahasa, perhatikan juga ejaannya, penggunaan katanya dan usahakan tulis ulang dengan gaya bahasa santai seperti yang saya jelaskan diatas.

Selain artikel berbahasa Inggris, anda juga bisa terjemahkan artikel dari bahasa lain baik Spanyol, Rusia dan seterusnya.

Yang penting, informasi yang anda tulis itu relevan dan banyak dicari orang. Niscaya, artikel tersebut akan populer.

6. Jika anda rewrite artikel berbahasa Indonesia

Kalau anda rewrite artikel berbahasa Indonesia baiknya anda menerapkan metode 2 yang sudah saya bahas dibagian atas.

Ini bertujuan untuk menghilangkan kalimat-kalimat yang sama dan identik dari tulisan anda dengan tulisan asli.

Setelah ditulis, jangan lupa untuk mengecek skor plagiarismenya. Jika masih terdeteksi, tulis ulang sampai skor plagiarismenya 100%.

Tapi tetap perhatikan satu hal, meskipun anda menggunakan tools plagiarisme checker seperti SmallSEOTools dan skornya 100% unik, bukan berarti artikelnya bebas plagiat ya.

Karena, rata-rata tools hanya mengidentifikasi penyebaran kata saja berdasarkan frasa identik. Minimum frasa identik itu ada 5-6.

Jika ada, maka akan dideteksi sebagai plagiat. Jika kurang dari itu, sepanjang yang saya tahu, enggak terdeteksi.

7. Jangan pernah gunakan boot

Yang paling terakhir, jangan pernah gunakan boot atau tools yang dibuat khusus untuk merewrite artikel.

Alasannya karena tools itu hanya menerapkan fungsi sinonim dan antonim saja pada satu kata. Pada akhirnya, tulisan itu enggak enak baca.

Meksipun anda menggunakan versi premiumnya. Namanya artikel spinner, yang dibuat dari boot, tetap saja ada kelemahannya. Oleh karena itu, hindari penggunaan artikel spinner semacam ini.

Penutup

Ribet gak cara rewrite artikel yang saya jelaskan diatas? Tentu saja ribet. Seolah-olah anda sedang buat artikel baru, yang original dan fresh.

Karena itu, saran saya, lebih baik buat artikel original dari ide sendiri. Selain terhindar dari duplikasi juga untuk mendapatkan kepuasan tersendiri saat anda berhasil membuat artikel yang berkualitas.

Ingat, lebih baik menulis artikel original meskipun hanya 500 karakter saja daripada rewrite 1500 artikel.

Sebab ada kepuasan tersendiri yang anda dapatkan disana, apalagi artikel buatan anda itu bisa populer dan dibaca ribuan orang. Senangnya bukan main!

Demikian artikel tentang tips buat artikel rewrite yang 100% original atau bebas plagiat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *