Akuntansi Adalah: Sejarah, Pengertian, Bidang Dan Orientasi Ilmu

Akuntansi adalah proses mencatat transaksi keuangan yang berkaitan dengan bisnis atau kegiatan yang dilakukan oleh suatu lembaga atau perusahaan. 

Proses mencatat ini termasuk meringkas, menganalisis dan melaporkan hasilnya kepada lembaga pengawas dan regulator.

Selain tiga lembaga diatas, terkadang laporan keuangan juga diberikan kepada pihak-pihak eksternal yang membutuhkan termasuk ke publik untuk alasan transparansi.

Agar pengertian diatas lebih jelas dan teruji, di artikel kali ini saya hendak mengulas pengertian akuntansi, sejarah, bidang dan orientasi ilmunya apakah sebagai seni, teknologi atau sains.

Sejarah akuntansi

Sebagai bagian dari ilmu ekonomi terapan, akuntansi mulai populer dikalangan masyarakat dan pelaku bisnis tahun 1870-an.

Pada waktu itu, ilmu ini lebih fokus untuk mengembangkan diri secara realible guna mengungkap kebenaran dalam sebuah laporan keuangan.

Meski demikian, hingga kini, akuntansi tetap bergantung pada rumusan matematika dan konsep dasar ilmu ekonomi dalam penerapannya.

Akuntansi diperkenalkan secara resmi sebagai bagian dari ilmu pengetahuan oleh seorang biarawan Jesuit asal Italia bernama Bruder [Br]. Luca Pacioli tahun 1494.

akuntansi adalah
Ilustrasi Br. Luca Pacioli

Penerapan dan definisi akuntansi ala Pacioli termaktub dalam bukunya yang berjudul Summa de Arithmetica, Geometria, Proportioni et Proportionalita.

Buku ini berisikan risalah yang terdiri dari 27 halaman tentang Particularis de Computis et Scripturis atau Rincian Perhitungan dan Rekaman menggunakan teknik pencatatan laporan keuangan entri ganda atau yang kini disebut debit dan kredit.

Hingga kini, buku karya Pacioli tetap dijadikan rujukan dan alat pengajaran tentang pembukuan akuntansi.

Selain itu, buku ini juga yang pertama kali menggunakan simbol plus dan minus dalam pencatatan transaksi keuangan.

Dan diketahui merupakan karya entri ganda pertama dalam pembukuan. Summa de Arithmetica juga dikenal sebagai buku pertama yang dicetak di Italia untuk kategori aljabar dan matematika.

Meski begitu, pembuatan laporan keuangan tradisional yang dibuat Pacioli sudah ada berabad-abad sebelumnya.

Dalam sejarahnya, catatan akuntansi awal yang berhasil diketahui sejarawan terjadi ribuan tahun sebelumnya, di era Mesopotamia kuno, 7.000 tahun silam.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Penemu Kamera dan Foto Negatif

Dalam catatan tersebut digambarkan pertumbuhan tanaman dan kawanan ternak. Mereka juga menggunakan teknik akuntansi modern yang terus digunakan sampai sekarang.

Tebak apa itu? Tentu saja surplus dan minus yang dicatat setelah panen dilakukan dalam satu musim.

Di era romawi kuno, metode pencatatan akuntansi jauh lebih kompleks. Salah satu contohnya ada pada catatan The Deeds of the Divine Augustus, yang berisikan transaksi keuangan Kaisar Agustus.

Didalam catatan tersebut terdapat jumlah distribusi uang kepada masyarakat, hibah tanah, biaya pembangunan kuil, uang untuk veteran militer, persembahan di tempat keagamaan serta uang yang dihabiskan untuk pertunjukan teater atau acara gladiator.

Catatan ini juga digunakan oleh kaisar Agustus saat mengambil keputusan. Selain kaisar, beberapa tokoh juga menggunakan pencatatan serupa.

Dalam beberapa dokumen, catatan tersebut melibatkan pendapatan masyarakat, jumlah uang kas negara, pajak, budak, orang merdeka dan lain sebagainya.

Memasuki abad pertengahan, saat barter masih digunakan sebagai alat tukar, terjadi suatu revolusi ekonomi.

Revolusi tersebut dikenal dengan istilah revolusi ekonomi moneter yang terjadi di abad ke-13. Di masa itu, para pedagang mulai mencatat setiap transaksi yang dilakukan baik untuk membeli atau menjual barang dalam satu buku.

Pada masa inilah pencatatan entri ganda mulai diterapkan. Entri ganda sendiri merupakan salah satu istilah akuntansi yang didalamnya melibatkan dua entri atau kolom yakni debit dan kredit dalam laporan keuangan.

Hanya saja, laporan pada waktu itu masih berkutat pada sistem pemesanan ad-hoc sehingga catatan atau informasi keuangannya sangat konstan dan terbatas.

Di kemudian hari, standar akuntansi jauh lebih kompleks dan luas. Namun sebagian besar mengacu pada beberapa hal dibawah ini, seperti:

  • Ada standar akuntansi
  • Peraturan audit
  • Standar etika yang harus diikuti akuntan
  • Dan lain sebagainya

Lantas, apa sih definisi akuntansi? Bagaimana penerapannya? Cara kerjanya gimana? Berikut disajikan artikelnya untuk anda.

Pengertian akuntansi adalah

Akuntansi adalah ilmu yang secara khusus mempelajari atau membuat laporan keuangan untuk diberikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Kegiatan mempelajari atau membuat laporan keuangan ini mencakup:

  • Mencatat
  • Menggolongkan
  • Meringkas transaksi
  • Mencatat arus uang
  • Mencatat arus kas
  • Mencatat laba
  • Untuk satuan mata uang, akuntansi akan berusaha menafsirkan hasil-hasilnya

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], akuntansi punya tiga pengertian dasar, yakni:

  • Teori dan praktik perakunan, termasuk tanggung jawab, prinsip, standar, kelaziman [kebiasaan] dan semua kegiatannya
  • Hal yang berhubungan dengan akuntan
  • Seni pencatatan atau pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi

Di awal perkembangannya, akuntansi dianggap sebagai suatu kerajinan atau seni mencatat dan ini berbeda dengan definisi yang ada sekarang.

Kini akuntansi sudah dipandang sebagai salah satu disiplin ilmu ekonomi yang perannya cukup penting bagi bisnis atau lembaga.

Artinya, akuntansi sudah dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan. Dengan demikian, konsep, prinsip dan teori-teori akuntansi saat ini seleras dengan perkembangan yang ada.

Dan bukan dibuat untuk sekedar membenarkan konsep dasar, prinsip atau teori-teori akuntansi itu sendiri.

Meski demikian, beberapa teori akuntansi tetap mengalami masalah akibat perubahan lingkungan. Salah satu contohnya saat terjadi perubahan harga atau perbedaan nilai mata uang.

Hal ini berangkat dari fakta bahwa daya beli uang tidak akan pernah stabil terlebih jika nilai dan manfaat barang berubah.

Dalam perkembangannya kemudian, akuntansi dibagi menjadi dua aliran utama yakni akuntansi normatif dan akuntansi positif.

  • Akuntansi normatif adalah ilmu akuntansi yang menekankan pada penalaran sehingga pencatatan laporan keuangan lebih condong pada pertimbangan nilai, etika dan moral
  • Akuntansi positif adalah aliran akuntansi yang dalam penerapannya melibatkan pengamatan empiris sebelum membuat laporan keuangan. Aliran ini sendiri mengesampingkan aspek nilai, etika dan moral dalam laporannya sehingga hasilnya pasti, tegas dan tidak neko-neko.

Bidang ilmu akuntansi

Karena termasuk ilmu yang perkembangannya cukup pesat, maka terbentuklah berbagai bidang ilmu akuntansi sesuai dengan kebutuhan entitas bisnis.

Berikut disajikan beberapa bidang ilmu akuntansi, seperti:

a. Akuntansi forensik

Akuntansi forensik adalah salah satu sub-bidang akuntansi yang secara khusus mempelajari, menganalisis atau membedah laporan keuangan.

Akuntansi forensik dibuat dengan tujuan untuk mengetahui atau memaparkan selisih yang terjadi sebagai upaya antisipasi laporan keuangan yang melanggar peraturan hukum yang berlaku.

b. Akuntansi pendapatan dan produk nasional

Akuntansi pendapatan dan produk nasional adalah bidang ilmu akuntansi yang secara khusus mempelajari serangkaian perkiraan yang menyatakan belanja, pendapatan dan hasil produksi suatu negara dalam jangka waktu tertentu.

c. Akuntansi pertumbuhan

Akuntansi pertumbuhan adalah disiplin ilmu akuntansi yang secara khusus mempelajari teknik mengestimasi berbagai faktor ekonomi yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara luas.

d. Akuntansi keuangan

Merupakan bidang ilmu akuntansi yang fokus untuk membuat laporan keuangan suatu perusahaan, organisasi atau lembaga.

Biasanya, laporan keuangan itu diberikan kepada publik, internal perusahaan, investor, kreditor atau pihak lain yang membutuhkan, pemerintah contohnya.

Cara kerja akuntansi keuangan adalah dengan mencatat setiap transaksi keuangan yang terjadi untuk kemudian dibuat laporan keuangannya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

e. Akuntansi publik

Adalah bidang ilmu akuntansi yang laporan keuangannya dibuat secara khusus untuk publik. Biasanya dilakukan oleh perusahan-perusahan yang sudah go-public untuk tujuan transparansi keuangan.

f. Akuntansi manajemen

Adalah bidang ilmu akuntansi yang fokus untuk mengukur, menganalisis dan membuat laporan keuangan untuk digunakan sebagai salah satu pertimbangan sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan entitas bisnis.

Biasanya, akuntansi manajemen menyertakan berbagai laporan seperti analisis biaya, manfaat jangka pendek, jangka panjang, efek keuangan dan lain sebagainya.

g. Akuntansi pajak

Adalah salah satu bidang ilmu akuntansi yang secara khusus mencatat laporan-laporan keuangan dari sisi pajak.

Meski bidang ini lebih fokus ke pajak ketimbang laporan keuangan. Karena itu, akuntansi pajak dibuat berdasarkan standar akuntansi keuangan [PSAK].

Alasannya karena dalam pajak tidak ada namanya akuntansi, yang ada hanyalah pencatatan pembukuan keuangan saja.

h. Audit

Adalah bidang ilmu akuntansi yang secara khusus mencatat asersi yang dibuat orang lain tentang satu atau lebih laporan keuangan.

Dengan demikian, dalam konteks akuntansi audit ini, akan dilakukan pemeriksaan pembukuan keuangan suatu perusahaan, bank dan lembaga lain.

i. Sistem Informasi Akuntansi [SIA]

Adalah bidang ilmu akuntansi yang fokus untuk mencatat proses dan arus data keuangan suatu lembaga atau perusahaan.

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan SIA otomatisasi atau artificial intelligence karena prosesnya yang cepat dan mudah.

Sekaligus untuk mendeteksi kemungkinan kesalahan atau manipulasi yang mungkin terjadi apabila proses pembukuan dilakukan manusia.

Orientasi akuntansi, apakah sebagai seni, sains atau teknologi?

Orientasi akuntansi sering di tekankan pada beberapa induk ilmu pengetahuan modern entah itu sains, seni dan teknologi.

Lantas, orientasi akuntansi lebih kemana? Apakah akuntansi adalah sains, teknologi atau seni? Jawabannya bisa dilihat dari pendekatan yang dilakukan saat laporan keuangan itu dibuat.

a. Akuntansi sebagai seni

Menurut Suwardjono, dalam penerapannya, akuntansi berkaitan erat dengan seni. Karena pada awalnya, seni dan kemampuan manusia saling terkait satu dengan yang lain.

Disini berarti manusia sering menonjolkan bakat alamiah atau bakat bawaan yang ada dalam dirinya sendiri.

Hal ini yang kemudian disebut sebagai kemampuan spesifik dalam penerapan akuntansi sehingga mengandung bobot nilai.

b. Akuntansi sebagai sains

Setelah ketrampilan ini dapat didefinisikan maka ia akan membentuk seperangkat pengetahuan yang utuh hingga mampu berdiri sendiri serta dapat diterima untuk kemudian diajarkan dalam ruang kelas formal.

Dalam konteks ini, apabila akuntansi dipandang sebagai kerangka ilmu pengetahuan normatif maka ia berkaitan erat dengan sains.

Menurut Suwardjono, sains adalah cabang ilmu pengetahuan atau seperangkat ilmu yang bertujuan untuk mendapatkan kebenaran atau validitas tentang suatu fenomena dengan menerapkan metode ilmiah.

Dengan kata lain, akuntansi sebagai sains lebih berorientasi pada kebebasan nilai dan bukan untuk menghasilkan atau mempengaruhi kebijakan tertentu.

Dan jika diterapkan dalam cara pandang ini, maka akuntansi lebih mengarah pada perlakuan akuntansi untuk melahirkan kebenaran dalam laporannya.

c. Akuntansi sebagai teknologi

Dan apabila keterkaitan seni dan sains dikarenakan kondisi ilmu pengetahuan maka akuntansi lebih condong ke teknologi.

Makanya, definisi yang paling tepat untuk menggambarkan akuntansi berdasarkan kondisi saat ini adalah sebagai teknologi.

Karena dalam prosesnya butuh penalaran logis untuk menjelaskan atau memberikan alasan tentang perlakuan akuntansi.

Tujuannya untuk memberi landasan konseptual dalam penentuan standar atau praktik akuntansi yang lebih baru.

Proses ini kemudian dikenal dengan istilah perekayasaan akuntansi. Hal ini juga didukung oleh teori Pattor dan Littleton yang menyatakan bahwa tujuan dari teori akuntansi adalah untuk mempersiapkan gagasan fundamental yang mendasari proses perekayasaan laporan keuangan.

Artinya, sebagai teknologi, akuntansi telah melahirkan teorinya sendiri berdasarkan kondisi zaman, termasuk bidang-bidang akuntansi diatas.

Dengan demikian, akuntansi sebagai teknologi lebih bersifat membangun, mengembangkan atau membentuk kerangka laporan keuangan yang akuntabel. Dan ini sesuai dengan pengertian akuntansi sebagai teori normatif.

Apapun definisi yang digunakan, baik dari kostruk teori atau teknis penerapannya, tetap harus berangkat dari kerangka pencatatan, pembuatan dan pengaplikasian yang mesti dilakukan dengan  jujur, terbuka dan bebas.

Penutup

Memahami pengertian akuntansi adalah hal yang wajib bagi setiap orang, terlebih bagi pelaku bisnis atau mahasiswa yang hendak mengambil jurusan akuntansi.

Lepas dari bidang ilmu yang dipilih, orientasi akuntansi tetap berdasarkan pada apa yang diketahui dan dipelajari yakni pencatatan laporan keuangan itu sendiri.

Dimana harus dilakukan dengan jujur tanpa tekanan pihak manapun sehingga laporan keuangan itu benar-benar bermanfaat.

Demikian artikel tentang pengertian akuntansi adalah: sejarah, bidang dan orientasi ilmu. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan komentar