Agama-Agama di Indonesia: Nama Kitab Suci, Jumlah Pemeluk dan Tempat Ibadah

Agama-agama di Indonesia bisa dibagi dalam dua kategori utama yakni agama resmi atau agama yang diakui negara serta komunitas kecil dari beberapa agama populer atau penghayat tradisional.

Agama memegang peranan penting dalam kehidupan bernegara di Indonesia karena mayoritas penduduk merupakan penganut agama yang taat.

Ini terlihat dari pengaruh kolektif agama dalam kehidupan politik, ekonomi, budaya sampai pendidikan yang sangat dominan.

Selain itu, konstitusi Indonesia juga mengatur soal agama. Salah satunya berkaitan dengan kebebasan untuk memeluk dan beribadah sesuai dengan keyakinannya.

Meski dalam praktiknya, beberapa komunitas kecil agama sering mengalami persekusi dan perundungan sehingga mendorong dialog antar agama jadi agenda penting pemerintahan.

Islam, sampai saat ini, merupakan agama Mayoritas di Indonesia dimana hampir 90% penduduk menjadi pemeluknya.

Lalu diikuti dengan agama lain seperti Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu serta beberapa komunitas penganut agama lainnya.

Mulai dari Yahudi, Baháʼí sampai penghayat kepercayaan tradisional atau agama lokal yang tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia.

Dan untuk anda yang sedang cari nama-nama agama di Indonesia, tempat ibadah agama-agama di Indonesia, nama kitab suci sampai jumlah pemeluk, simak artikel ini sampai habis.

Catatan: data soal jumlah pemeluk salah satu agama dibawah ini mungkin sudah tidak relevan. Karena itu, disarankan untuk mencari data pembanding atau data yang lebih baru dari pemerintah.

Agama-Agama di Indonesia: Nama Kitab Suci, Jumlah Pemeluk dan Tempat Ibadah

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan agama-agama di Indonesia termasuk nama kitab suci, jumlah pemeluk, nama tempat ibadah dan informasi lain penting lainnya.

A. Agama-agama Di Indonesia yang diakui Negara

Pertama akan diulas agama-agama resmi, yang kadang juga disebut sebagai agama negara, karena telah diakui keberadaannya oleh negara.

Lantas, apa saja agama-agama resmi di Indonesia? Berapa jumlah pemeluknya? Berapa persentase pemeluk dengan jumlah penduduk Indonesia? Simak artikel ini sampai habis.

1. Islam

Agama-Agama di Indonesia: Nama Kitab Suci, Jumlah Pemeluk dan Tempat Ibadah
Gambar via quizizz.com

Islam, secara umum, dipahami sebagai agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. dengan kitab Suci Al-Quran yang jadi pedoman utamanya.

Di Indonesia, Islam merupakan agama Mayoritas. Bahkan, merupakan satu dari beberapa negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia.

87% lebih penduduk Indonesia memeluk agama satu ini. Dan secara tradisional, umat islam terkonsentrasi di wilayah bagian barat seperti Jawa dan Sumatera.

Di daerah bagian timur dengan tingkat kepadatan penduduk yang rendah, populasi muslim secara proporsional cenderung lebih sedikit.

Dari jumlah tersebut, 99% penganut agama muslim mengikuti aliran Sunni, sisanya diikuti dengan aliran lain seperti Syiah dan terkonsentrasi di beberapa provinsi seperti Aceh.

Kitab Suci Al-Qur’an
Nama PembawaNabi Muhammad SAW
Permulaan Sekitar 1400 tahun yang lalu
Tempat IbadahMasjid
Hari Besar KeagamaanHari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijriah, Isra’ Mi’raj dan lain sebagainya
Jumlah pemeluk± 207.176.162 jiwa
Persentase dari populasi keseluruhan87,18%

2. Kristen Protestan

Agama-Agama di Indonesia: Nama Kitab Suci, Jumlah Pemeluk dan Tempat Ibadah
Gambar via bigthink.com

Pemerintah Indonesia secara resmi mengakui dua aliran agama Kristen yakni Kristen Protestan dan Katolik, sebagai agama resmi.

Agama Kristen Protestan mulai diperkenalkan pada masa kolonialisme Hindia Belanda oleh para Misionaris sekitar abad ke-16.

Dan kebijakan pemerintah kolonial pada waktu itu yang melarang Misi keagamaan dari Katolik secara signifikan meningkatkan persentase pemeluk Kristen di Indonesia.

Pada abad ke-20, jumlah pemeluk agama satu ini meningkat drastis. Hal ini ditandai dengan kedatangan banyak Misionaris Eropa di beberapa wilayah Indonesia seperti Papua Barat dan Nusa Tenggara.

Baca Juga:

Dalam perkembangannya kemudian, setelah tahun 1965, semua orang yang tidak beragama diakui sebagai ateis, karena itu mendapatkan perlakuan yang tidak adil.

Akibatnya, gereja-gereja protestan mengalami pertumbuhan anggota yang signifikan, antara lain karena perasaan tidak nyaman terhadap aspirasi politik partai-partai Islam pada waktu itu.

Di beberapa wilayah, protestan secara signifikan juga tumbuh. Di Sulawesi misalnya, 17% penduduknya beragam Kristen Protestan, khususnya di Tana Toraja dan Sulawesi Tengah.

Hari ini, sekitar 65% penduduk Toraja beragam Protestan. Di beberapa wilayah lain, didominasi oleh beberapa denominasi kristen Protestan.

Mulai dari Advent Hari Ketujuh, Gereja Internasional Injil Foursquare, Lutheran, Presbiterian, Bala Keselamatan dan lain sebagainya.

Kitab Suci Alkitab
Nama PembawaYesus Kristus
Permulaan 2000 tahun yang lalu
Tempat IbadahGereja
Hari Besar KeagamaanHari Raya Natal, Hari Raya Paskah, Kenaikan Isa Almasih dan lain sebagainya
Jumlah pemeluk± 16.528.513 jiwa
Persentase pemeluk dari populasi keseluruhan6,96%

3. Katolik

Agama-Agama di Indonesia: Nama Kitab Suci, Jumlah Pemeluk dan Tempat Ibadah
Gambar via newsapi.com.au

Katolik adalah agama kristen dengan pemimpin tertingginya adalah Paus yang berkedudukan di Vatikan, sebuah negara enklave yang ada di Roma, Italia.

Agama ini diperkenalkan setelah kedatangan Portugis di Indonesia untuk berdagang rempah-rempah termasuk juga untuk menyebarkan agama Katolik.

Mula-mula, agama ini berkembang di Pulau Maluku pada 1534. Antara tahun 1546-1547, Misionaris Kristen Printis seperti Francis Xavier mengunjungi pulau-pulau tersebut dan membaptis ribuan penduduk lokal.

Pada masa kolonial Hindia Belanda, jumlah pemeluk Katolik turun drastis akibat kebijakan belanda yang melarang penyebaran agama ini.

Penurunan paling signifikan terjadi di Flores dan Timur-Timur atau Timur Leste. Dua wilayah tersebut yang jadi konsentrasi larangan utama Belanda.

Pastor dan Romo Katolik banyak yang dipenjara, lalu digantikan oleh pendeta Protestan yang dibawa langsung dari Belanda.

Di era kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda, beberapa Imam Katolik dieksekusi karena berani merayakan Misa dipenjara.

Pada tahun 2006, 3% dari penduduk Indonesia beragama Katolik, yang jumlahnya jauh lebih rendah dibanding pemeluk agama Protestan.

Kitab Suci Alkitab
Nama PembawaYesus Kristus
Permulaan 2000 tahun yang lalu
Tempat IbadahGereja
Hari Besar KeagamaanHari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih
Jumlah pemeluk± 6.907,873 jiwa
Persentase dari populasi keseluruhan2,91%

4. Hindu

Agama-Agama di Indonesia: Nama Kitab Suci, Jumlah Pemeluk dan Tempat Ibadah
Gambar via hinduismtoday.com

Secara umum, Hindu adalah agama yang berkitab suci weda. Hanya saja, istilah ini juga digunakan untuk merujuk pada kebudayaan yang didasarkan pada ajaran agama Hindu.

Di Indonesia, agama ini pertama kali diperkenalkan pada 78 Masehi yang terlihat dari beberapa prasasti kerajaan Hindu seperti Kutai Martapura dan Tarumanegara.

Kompleks Candi prambanan dibangun pada masa Mataram Hindu, pada masa Dinasti Sanjaya. Kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada di Indonesia adalah Majapahit.

Zaman keemasan kerajaan Hindu-Budha ini berlangsung sampai abad ke-16, ketika kerajaan Islam Nusantara mulai berkembang.

Pada periode ini, yang dikenal sebagai periode Hindu-Indonesia, berlangsung selama enam belas abad penuh.

Pengaruh agama Hindu dan kebudayaan Indonesia tetap tetap ada sampai hari ini dan bahkan menjadi ciri khas kebudayaan Indonesia.

Contoh paling sederhana dari konsep kepemimpinan Indonesia dan penggunaan bahasa Sansekerta dalam literatur Istana serta Adaptasi mitologi India seperti Ramayana dan Mahabharata.

Di Indonesia, agama Hindu yang secara resmi disebut agama Hindu Dharma, yang sedikit berbeda dengan dengan agama Hindu di negara lain.

Ini terlihat dari tidak pernah digunakannya sistem kasta. Selain itu, jika agama di negara lain fokus pada siklus kelahiran dan reinkarnasi, di Indonesia lebih fokus ke roh lokal atau leluhur.

Kitab Suci Weda
Nama Pembawa
Permulaan 3000 tahun yang lalu
Tempat IbadahPura
Hari Besar KeagamaanHari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi
Jumlah pemeluk± 4.012.116 jiwa
Persentase dari populasi keseluruhan1,69%

5. Buddha

Agama-Agama di Indonesia: Nama Kitab Suci, Jumlah Pemeluk dan Tempat Ibadah
Gambar via history.com

Sampai hari ini, Budha dianggap sebagai agama tertua kedua di Indonesia, yang diperkenalkan hampir bersamaan dengan agama HIndu.

Jadi, sejarah agama Budha dan Hindu di Indonesia saling terkait satu sama lain. Sebab, beberapa kerajaan yang berdasarkan ajaran agama tersebut dan berkembang pada periode yang sama.

Selama berabad-abad, Indonesia juga telah menjadi saksi periode keemasan dan kejatuhan kerajaan Budha yang kuat seperti Dinasti Syailendra, Kerajaan Sriwijaya sampai kerajaan Mataram.

Kedatangan agama Budha di Indonesia dimulai dari aktivitas perdagangan lewat jalur sutra antara Nusantara dan India.

Dalam berbagai catatan, Biksu pengelana asal Cina, Xuanzang dalam perjalanannya ke India, telah menyaksikan beberapa kerajaan kuat yang berbasis di Sumatera.

Kelak, kerajaan kuat tersebut diidentifikasi sebagai Sriwijaya. Menariknya, kerajaan ini juga dijadikan sebagai pusat pembelajaran agama Budha.

Sejumlah peninggalan sejarah yang berkaitan erat dengan agama Budha juga masih ditemui di Indonesia salah satunya adalah Candi Borobudur di Yogyakarta.

Kitab SuciTripitaka
Nama PembawaSiddharta Gautama
Permulaan  2500 tahun yang lalu
Tempat IbadahVihara
Hari Besar KeagamaanHari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina
Jumlah pemeluk± 1.703.254 jiwa
Persentase dari populasi keseluruhan0,72%

6. Kong Hu Cu

Agama-Agama di Indonesia: Nama Kitab Suci, Jumlah Pemeluk dan Tempat Ibadah
Gambar via akamaized.net

Kong Hu Cu, adalah kepercayaan tradisional Tionghoa yang dikembangkan dari inti ajaran Konfusianisme. Karena itu, agama ini sering juga disebut sebagai konfusianisme.

Konfusianisme sendiri adalah inti ajaran filsafat Cina yang mengajarkan bahwa peningkatan moral dan etika manusia adalah wajib.

Dan ya, Konghucu berasal dari Cina dan dibawa oleh para saudagar dan imigran Cina yang kemudian tinggal di Indonesia.

Agama ini diperkenalkan pada akhir abad ketiga masehi dimana orang-orang Cina mulai datang ke beberapa kepulauan Nusantara, yang kelak disebut dengan Indonesia.

Tidak seperti agama-agama lain, Konghucu lebih berkembang menjadi praktik dan kepercayaan Individu yang longgar dan cenderung tidak terorganisir.

Barulah pada awal tahun 1990-an, penganut Konghucu mengorganisasi diri dengan mendirikan organisasi Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) di Batavia atau Jakarta saat ini.

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, Konghucu dipengaruhi oleh beberapa gerakan politik dan digunakan untuk beberapa kepentingan politik.

Misalnya, pada 1965, Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden No. 1/Pn.Ps/1965 yang didalamnya menyatakan bahwa Konghucu merupakan agama yang resmi diakui dan dianut oleh rakyat Indonesia.

Setelah Soeharto berkuasa, yang menandai dimulainya Orde baru, kebijakan Anti-Cina diterapkan untuk mendapatkan dukungan politik rakyat.

Terlebih setelah jatuhnya partai Komunis Indonesia yang diklaim didukung oleh Cina. Suhartopun mengeluarkan Instruksi Presiden No. 14/1967 yang kontroversial.

Didalamnya berisikan aturan yang secara praktis melarang budaya Tionghoa, ekspresi kepercayaan, perayaan serta memaksa orang Tionghoa untuk mengubah nama mereka.

Menariknya, dalam konvensi nasional PKCHI yang diselenggarakan di tahun yang sama, Pidato Soeharto bertolak belakang dengan aturan yang dibuatnya.

Dimana, penggal kalimatnya berbunyi seperti ini: Agama Khonghucu layak mendapat tempat di negeri ini. Hanya saja, sampai berakhirnya orde baru, status agama Konghucu di Indonesia tetap tidak jelas.

Barulah setelah Abdurrahman Wahid terpilih sebagai presiden keempat, ia mencabut Instruksi Presiden yang dibuat oleh Soeharto.

Ia juga mencabut Instruksi Menteri Dalam Negeri 1978 tentang lima agama yang berlaku di Indonesia dan tidak termasuk Konghucu.

Dengan demikian, Konghucu telah dianggap sebagai satu dari 6 agama resmi yang diakui oleh negara dan berhak mendapat perlakuan yang sama seperti agama lain.

Kitab SuciSi Shu Wu Ching
Nama PembawaKong Hu Cu
Permulaan 2500 tahun yang lalu
Tempat IbadahLi Tang atau Klenteng
Hari Besar KeagamaanTahun Baru Imlek, Cap Go Meh
Jumlah pemeluk± 117.091 jiwa
Persentase dari populasi keseluruhan0,05%

B. Agama dan kepercayaan lain

Selain enam agama di atas, ada juga penduduk Indonesia yang menganut agama-agama tertentu meski belum diakui secara resmi oleh negara, diantaranya:

1. Animisme

Agama-Agama di Indonesia: Nama Kitab Suci, Jumlah Pemeluk dan Tempat Ibadah
Gambar via realitysandwich.com

Animisme adalah kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda termasuk pohon, batu, sungai, gunung serta benda hidup lainnya.

Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa animisme adalah kepercayaan atau pemujaan terhadap roh yang ditemukan di alam dan makhluk hidup.

Dan penghayat kepercayaan ini telah ada sejak awal sejarah Indonesia. Dua ribu tahun lalu, setelah masuknya agama seperti Budha dan Hindu, penganut animisme masih bertahan dengan kepercayaannya.

Meski kepercayaan ini tidak diterima sebagai agama resmi di Indonesia karena dalam pancasila dan konstitusi hanya menyebut Ketuhanan tertinggi atau Tauhid.

2. Yahudi

Agama-Agama di Indonesia: Nama Kitab Suci, Jumlah Pemeluk dan Tempat Ibadah
Gambar via myjewishlearning.com

Selain animisme, ada juga komunitas agama Yahudi yang jumlahnya kecil di beberapa tempat seperti Jakarta, Surabaya dan Minahasa.

Agama Yahudi sendiri muncul di Indonesia pada masa kolonialisme yang dibawah oleh orang Yahudi-Belanda yang datang untuk berdagang rempah-rempah.

Pada tahun 1850-an, ada sekitar ± 20 keluarga Yahudi keturunan Belanda dan Jerman yang tinggal menetap di Batavia atau Jakarta.

Beberapa diantaranya tinggal di Semarang dan Surabaya. Sebelum 1945, diperkirakan ada sekitar ± 2.000 penganut Yahudi di Indonesia.

Selanjutnya pada 1957, dilaporkan hanya ada sekitar ± 450 penganut agama Yahudi. Komunitasnya sendiri terus menurun dan pada 1963 jumlahnya hanya sekitar ± 50 orang saja.

Pada 1997, hanya ada ± 20 orang yang menganut agama ini, beberapa diantaranya tinggal di Jakarta dan beberapa keluarga Baghdadi di Surabaya.

3. Bahá’í 

Agama-Agama di Indonesia: Nama Kitab Suci, Jumlah Pemeluk dan Tempat Ibadah
Gambar via bacasaja.id

Agama Bahá’í juga ada di Indonesia dalam komunitas yang lebih sedikit yang diperkirakan jumlah pemeluknya mencapai lebih dari ± 5000 orang dan tersebar di 37 Provinsi Indonesia.

Bahá’í sendiri didirikan oleh Mírzá Ḥusayn-`Alí Núrí yang bergelar Bahá’u’lláh pada 1863 di Persia yang merupakan agama monoteistik dengan kesatuan spiritual.

Pada surat Kementerian agama RI nomor SJ/B.VII/1/HM.00/675/2014 tentang penjelasan mengenai penganut Bahá’í disebutkan kalau Bahá’í adalah agama dan bukan aliran dari satu agama.

Dan lewat surat tersebut, disebutkan juga bahwa sebagai agama tersebut juga mendapatkan jaminan penuh dari negara, sepanjang tidak melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Penutup

Di Indonesia, agama memainkan peran sentral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan ini terlihat dari berbagai laporan dan studi.

Salah satunya adalah Pew Research Center yang menempatkan Indonesia sebagai satu dari beberapa negara paling religius di dunia.

Di Asia Pasifik, Indonesia ada di peringkat pertama dengan skor 96% setelah Filipina. Artinya, mayoritas orang Indonesia mempercayai Tuhan dan secara aktif berdoa kepadanya.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini, jangan lupa sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang agama-agama di Indonesia termasuk nama kitab suci, jumlah pemeluk dan tempat ibadah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar