Aerodrome Adalah: Pengertian, Istilah dan Bagian-Bagiannya

6 min read

Aerodrome

Aerodrome adalah fasilitas penerbangan diatas daratan yang berfungsi sebagai tempat mendarat atau berangkatnya pesawat terbang.

Kata aerodrome mungkin agak asing di telinga banyak orang. Sehingga tidak perlu heran kalau ada yang bertanya pertanyaan seperti, apa sih aerodrome itu? Apa fungsinya dalam dunia penerbangan? dan pertanyaan lain serupa.

Istilah ini juga telah mengalami perluasan makna seiring dengan meningkatnya standar keselamatan dalam dunia penerbangan internasional.

Untuk anda yang sedang mencari tahu definisi aerodrome termasuk bagian-bagiannya, baca artikel ini sampai habis.

Pengertian Aerodrome Adalah

Aerodrome atau kadang disebut airdrome merupakan lokasi dimana pesawat terbang melaksanakan operasi penerbangan.

Dalam operasi penerbangan tersebut kadang melibatkan Kargo udara, penumpang atau mungkin suatu operasi udara yang dilakukan Militer.

Singkatnya, definisi aerodrome adalah suatu daerah di perairan atau di daratan [termasuk bangunan-bangunan, instalasi, dan perlengkapan atau alat-alat] yang digunakan sebagai atau secara keseluruhan untuk membantu pendaratan, pergerakan dan keberangkatan pesawat terbang.

Istilah ini juga mengacu pada lapangan terbang baik kecil atau menengah, bandara komersial besar atau kecil hingga pangkalan udara militer.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis dan Penemu Kamera

Disisi lain, istilah bandara bisa merujuk pada kondisi tertentu yang sudah memenuhi kriteria sertifikasi dan persyaratan penerbangan yang dikeluarkan oleh regulasi nasional ataupun internasional

Semua bandara yang ada di dunia termasuk aerodrome, tapi tidak semua aerodrome adalah bandara.

Jadi, apakah aerodrome termasuk salah satu bagian dari bandara? Dalam beberapa kondisi Iya tetapi seperti yang dijelaskan diatas ada bagian-bagian bandara yang tidak masuk aerodrome.

Bagian-bagian dari Aerodrome

Secara umum, ada 17 bagian Aerodrome. Bagian-bagian inilah yang mendukung operasi penerbangan baik komersial ataupun militer. Berikut bagian-bagiannya:

1. Runway

Runway adalah suatu daerah berbentuk persegi panjang di daratan yang dipilih dan disediakan untuk pendaratan dan pemberangkatan pesawat terbang sepanjang sisi panjangnya.

Runway

Untuk menentukan arah [heading] suatu runway selain mempertimbangkan faktor lokasi atau lapangan juga dipertimbangkan faktor angin.

Silahkan lihat tabel dibawah ini untuk mengetahui referensi Runway:

Aerodrome

Disisi lain, lebar Runway tidak boleh lebih kecil dari ukuran yang semestinya, sebagaimana tercantum dalam tabel dibawah ini:

Aerodrome

Dan umumnya ada beberapa faktor yang ikut mempengaruhi perhitungan pembuatan runway, diantaranya:

  • Tipe operasi penerbangan apakah bisa digunakan dalam segala cuaca atau hanya dalam kondisi visual tertentu misalnya apakah hanya boleh digunakan siang dan malam hari atau hanya siang dan malam saja
  • Kondisi iklim yang didalamnya melibatkan statistik angin termasuk arah dan kecepatan rata-rata angin yang memotong [cross wind]. Angin memotong yang diijinkan hanya dalam keadaan gusts, keadaan badai, ada tidaknya landasan lainnya [secondary runway], lebar runway, kondisi permukaan runway, arah angin dan lain sebagainya
  • Topografi dari letak aerodrome, pendekatannya dan daerah sekitarnya. Ini berkaitan dengan batas halangan masa depan penggunaan lahan, masa depan panjang runway yang disediakan biaya konstruksi. Kemungkinan untuk pemasangan non visual dan visual aid guna pendekatan pendaratan
  • Juga memperhitungkan lalu lintas udara di aera aerodrome dan ATS route terdekat termasuk prosedur pendekatannya.

Disisi lain, nomor landasan ditentukan dengan bearing dari mana angin bertiup. Apabila kurang dari lima maka dibulatkan dengan cara menghilangkan angka terakhir, tetapi apabila lebih dari 5 akan dibulatkan ke atas.

Misalnya, 094 dibulatkan menjadi 095 atau 097 dibulatkan menjadi 100. Untuk penomoran landasan hanya ditulis dua angka pertama, misalnya 090 ditulis 09, 100 ditulis 10.

Disisi lain ada juga istilah runway designator. Pengertian runway designator sebenarnya bisa dilihat dari runway itu sendiri. Intinya, runway designator adalah tanda pengenal runway.

Agar suatu landasan bisa disebut Runway maka ia harus punya beberapa bagian, seperti:

a. Shoulder

Untuk Runway nomor 4 diperlukan shoulder, kecuali apabila lebar runway sudah 60m [200 feet] atau lebih shoulder biasa ditiadakan.

Shoulder melebar ke samping runway sehingga seluruh lebar runway dan kedua shoulder tidak kurang dari 60 m [200 feet].

Kekuatan shoulder dipersiapkan untuk bisa menampung pesawat apabila ke luar landasan, sehingga tidak mengakibatkan kerusakan pesawat dan juga kuat untuk menampung kendaraan-kendaraan yang beroperasi di shoulder.

b. Runway Strip

Runway strips

Runway strip adalah suatu daerah yang sudah ditentukan termasuk runway dan stopway [jika ada], yang digunakan untuk:

  • Mengurangi kerusakan apabila pesawat ke luar dari landasan
  • Untuk melindungi pesawat selama take off dan landing
c. Stop Way

stop way and clear way in aerodrome

Secara sederhana, pengertian Stopway adalah tempat dimana pesawat bisa berhenti yang lebarnya sama dengan lebar runway.

Sedangkan, kekuatannya dibuat agar bisa menampung pesawat apabila gagal terbang saat take off dan tidak dapat berhenti di runway [keluar landasan] sehingga tidak mengakibatkan kerusakan yang berarti pada pesawat.

d. Clearway

Panjangnya dimulai dari take off runway available [TORA] dan tidak lebih dari ½ panjang TORA.

Lebar clearway adalah 75m [250 feet] ke samping kiri dan kanan dari panjang garis tengah runway [runway clear line].

e. Declared Distances
Aerodrome
via researchgate.net

Declared Distances terdiri dari beberapa bagian, seperti:

  • Take off runway Available [TORA] atau panjang landasan yang dapat dipergunakan untuk take off
  • Accelerate Stop Distance Available [ASDA] yang merupakan panjang runway [TORA] + Stop way [jika ada]
  • Take off distance Available [TODA] yang merupakan panjang Runway [TORA] + Clear way [Jika ada]
  • Landing distance Available [LDA] yangmerupakan panjang runway dan dapat digunakan untuk landing

Apabila suatu runway dinyatakan tidak dapat dipergunakan untuk landing ataupun take off, maka akan dinyatakan dalam aeronautical information publication [AIP] dan digambarkan dalam huruf NU [Not usable].

2. Landing area

Landing area adalah bagian dari suatu daerah yang memungkinkan pesawat bergerak atau yang dipergunakan untuk pendaratan atau pemberangkatan pesawat terbang.

3. Appron

Pengertian appron dalam penerbangan adalah daerah dengan fungsi khusus di satu pelabuhan udara dengan fungsi sebagai berikut:

  • Menempatkan pesawat
  • Memuat penumpang
  • Membongkar barang
  • Mengisi bahan bakar
  • Parkir
  • Atau tempat untuk merawat pesawat udara

4. Manuvering Landing

Manuvering landing adalah bagian dari aerodome yang digunakan untuk take off [berangkat] dan landing [mendarat] pesawat terbang.

Sekaligus untuk membantu pergerakan-pergerakan pesawat yang berhubungan dengan take off dan landing tapi tidak termasuk appron.

5. Movement area

Movement area adalah bagian dari aerodrome yang digunakan untuk take off dan landing pesawat dan untuk pergerakan pesawat di darat.

6. Stop Way

Stop way adalah suatu daerah di ujung landasan pada arah take off yang berbentuk empat persegi panjang dan dipersiapkan sebagai daerah yang dapat digunakan oleh pesawat sewaktu-waktu apabila mengalami kegagalan take off.

7. Clear Way

Clear way adalah suatu daerah berbentuk empat persegi panjang di atas daratan atau perairan dibawah pengawasan pihak berwenang yang dipersiapkan sebagai daerah yang dapat digunakan oleh pesawat untuk melakukan initial climb menuju ketinggian tertentu.

8. Shoulder

Shoulder adalah suatu daerah yang berbatasan langsung dengan kanan kiri landasan, umumnya di tanami rumput dan bebas dari rintangan-rintangan yang membahayakan, yang dipergunakan untuk menampung kemungkinan adanya pesawat yang keluar dari jalur landasan secara tidak disengaja.

9. Taxiway

Taxiway dipersiapkan untuk memperlancar dan keselamatan pergerakan pesawat di darat. Apabila end of runway [ujung dari landasan] tidak dilengkapi dengan taxyway, maka bisa dibuatkan suatu daerah di ujung runway, dimana dapat dipergunakan untuk membuat belokan yang dikenal dengan nama turning area.

Kekuatan taxiway sekurang-kurangnya sama dengan kekuatan runway, yang mana dalam kenyataan taxiway akan menampung pesawat yang lebih banyak baik yang sedang bergerak atau sedang parkir.

10. Signal Area

Suatu daerah di aerodrome yang dipergunakan untuk menempatkan ground signal [tanda-tanda di darat].

Warna daripada signal area harus kontras dengan warna tanda-tanda yang ditempatkan, diberi pagar warna putih dengan ketinggian kurang dari 0,3 m.

Secara umum, ada beberapa macam ground signal seperti:

  • Larangan untuk mendarat yang digambarkan dengan dua buah garis diagonal warna kuning dari empat persegi panjang warna merah diletakkan di signal area
  • Agar hati-hati mendarat yang digambarkan dengan satu garis diagonal warna kuning dengan dasar empat persegi panjang warna merah yang diletakkan di signal area
  • Take off dan landing hanya dapat ditempatkan di runway dan taxy way saja
  • Dumb ball yang digambarkan dengan warna putih di signal area
  • Take off, landing dan taxi dapat dilakukan tidak terbatas pada runway dan taxiway saja.
  • Dumb ball warna putih dengan garis-garis hitam vertikal, tegak lurus pada porosnya, diletakkan di signal area
  • Area tidak dapat digunakan yang digambarkan dengan tanda silang warna putih atau kuning diletakkan secara horizontal pada suatu runway atau taxi way
  • Air traffic reporting office yang digambarkan dengan tanda huruf C hitam dengan dasar persegi panjang empat warna kuning dan diletakkan secara vertikal pada landing suatu gedung
  • Menunjukan arah landing digambarkan dengan hurut T berwarna putih atau orange yang terletak di signal area
  • Menunjukan arah angin yang biasa disebut wind sock, wind cone, wind sleave atau kantong angin yang diletakkan di signal area.

11. Markings

Marking terdiri dari beberapa bagian, diantaranya:

  • Runway markings. Pembuatan marking dengan warna yang menyolok, biasanya berwarna putih
  • Taxiway marking. Pembuatan marking dengan warna yang kuning yang mencolok
  • Runway centre line marking. Garis tengah putus-putus pada pertengahan runway
  • Runwayi side stripe marking. Garis putih tidak terputus pada sisi kiri dan kanan runway
  • Fixed dintance marking. Warna kuning yang dibuat 1.000 feet dari threeshold
  • Touchdown zone marking. Garis putih berpasangan di kiri dan kanan runway centre line
  • Taxiway centre line marking. Garis warna kuning tidak terputus-putus
  • Taxi holding position marking. Terbuat dari 4 garis warna kuning yang terdiri atas dua buah garis terputus-putus dan dua buah garis tidak terputus-putus.

12. Lights

Lights atau lampu dalam konteks aerodrome merujuk pada posisi lampu tersebut. Dan umumnya terdiri dari beberapa bagian, diantaranya:

a. Lampu-lampu Runway
  • Threshold dengan warna Hijau
  • Centre Line dengan warna Putih
  • Runway Edge [Sisi kiri dan kanan] dengan warna putih
  • Runway end dengan warna Merah
  • Touchdown zone light dengan warna putih
b. Lampu-lampu di Taxiway
  • Taxiway edge [sisi kiri dan kanan] dengan warna biru
  • Taxyway centre line dengan warna Hijau
  • Appron dengan warna Merah
  • Aerodrome beacon light atau lampu pada suatu daerah yang sudah ditentukan dan dipersiapkan untuk pesawat udara yang sedang taxi

13. Threshold

Threshold adalah awal daripada run way yang digunakan pesawat terbang untuk landing.

14. Displaced threshold

Displaced threshold adalah threshold yang dipersiapkan agar bisa dipindahkan dalam kondisi tertentu, misalnya:

  • Runway yang digunakan rusak
  • Adanya obstacle didaerah sebelum runway

15. Holding bay [point]

Pengertian holding bay adalah suatu daerah dimana sebuah pesawat dapat menunggu atau untuk memberikan jalan kepada pesawat lain [dilewati oleh pesawat lain] guna terselenggarakannya kelancaran lalu lintas di darat.

16. Aerodrome reference point

Pada dasarnya, definisi ini punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Letak geografis suatu pelabuhan udara
  • Letak geografis yang dinyatakan dalam derajat lintang [latitude] dan derajat bujur [longitude]

17. Aerodrome elevation

Definisinya terbagi menjadi dua macam, yakni:

  • Ketinggian suatu titik tertinggi di daerah pendaratan, dan diukur dari ketinggian permukaan laut
  • Untuk pengukurannya, dinyatakan dalam meter atau kaki [feet].

Penutup

Bagian-bagian Aerodrome yang sudah dijelaskan diatas juga berlaku secara internasional termasuk juga di Indonesia.

Hanya saja, ada beberapa bandara lokal yang belum berstatus aerodrome karena berbagai alasan, salah satunya karena hanya melayani penerbangan domestik.

Demikian artikel tentang aerodrome adalah: definisi, istilah dan bagian-Bagiannya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda, terlebih bagi anda yang ingin bercita-cita menjadi pilot atau marshalling. ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *