Silvanna Samaliwu Best investment on life is skill, trust, experiences, knowledge, passion, study case. You can success if you have been wide it [Investasi terbaik dalam hidup adalah keahlian atau kemampuan, pengetahuan, passion dan pengalaman dalam mempelajari akibat. Anda bisa sukses jika mengembangkan hal tersebut]

Ad Hominem Adalah: Asal Kata, Pengertian dan Contoh

4 min read

ad hominem

Di Indonesia, ad hominem dipahami sebagai logical fallacy atau sesat berpikir yang disampaikan oleh seseorang atau lebih dalam berpendapat.

Hal sering terjadi dalam debat-debat kusir di media sosial. Dan biasanya terjadi dalam perdebatan tentang Politik, Agama dan lain sebagainya.

Saat terjadi, satu pihak atau dua belah pihak akan memanfaatkan segala macam cara untuk memenangkan debat.

Saya sendiri sering menjumpai kejadian macam ini, bahkan dalam beberapa kesempatan saya jadi korbannya 😀 Pemicunya sendiri cukup beragam, namun tergantung orang yang berargumen.

Mulai dari ketidaksukaannya terhadap kritik, keinginan untuk memenangkan debat atau untuk menjatuhkan mental lawan bicara.

Kadang juga digunakan untuk membela orang-orang yang dikritik, termasuk ideologi dan pemikirannya.

Pelakunya bisa buzzer atau pendengung dan orang yang pemikirannya searah atau menjadi bagian dari affiliasi tertentu.

Di artikel kali ini saya hendak mengulas pengertian ad hominem, asal kata, penggunaan dan contohnya.

Asal kata ad-hominem

Jika dilihat dari segi penggunaannya, kata ini merujuk pada pembicaraan yang dilakukan seseorang baik dalam pembicaraan langsung seperti dalam kehidupan sehari-hari atau tidak langsung seperti yang terjadi di media sosial.

Ad hominem adalah kependekan dari pepatah bahasa Latin argumentum ad hominem. Berikut arti katanya secara langsung:

  • argumentum = argumen atau pendapat
  • ad = kepada
  • hominem = manusia

Dengan demikian argumentum ad hominem adalah pendapat kepada manusia. Dalam penerapannya argumen atau pendapat ini terjadi antar dua orang yang sedang berbicara.

Lantas, apa pengertian kata ini? Maknanya gimana? Untuk memahami pengertiannya dan maknanya, simak selengkapnya artikel ini.

Pengertian ad hominem

Argumen adalah alasan yang dapat dipakai untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian atau gagasan.

Sementara, pendapat adalah buah pemikiran atau anggapan serta pemikiran tentang suatu hal seperti orang atau peristiwa.

Dua hal diatas, baik argumen dan pendapat sudah menjadi topik yang terus dipelajari selama beradab-abad lamanya.

Di era modern ini, argumen lebih mengarah ke sifat ilmiahnya, yang dilengkapi dengan penyajian data dan fakta.

Namun ada satu pengganggu jalannya argumen dan ini juga sudah menjadi bagian dalam debat selama beradab-adab yang dikenal dengan istilah ad-hominem.

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, ad hominem adalah argumen atau pendapat kepada orang lain atau pihak lain.

Pihak lain ini dipahami atau diartikan sebagai lawan bicara atau lawan debat. Dan ia memposisikan dirinya sebagai pro terhadap ide dan pembicaraan atau sebaliknya.

Meski demikian, dalam praktiknya makna kata ini agak berbeda. Dengan kata lain, walau penggunaan bahasanya lebih ke argumen atau pendapat, namun maknanya bisa dipahami sebagai berikut:

  • Bertindak sebagai kontra atau pro argumen orang lain atau lawan bicara
  • Keinginan untuk memenangkan debat secara telak dengan seseorang
  • Menyerang pribadi lawan debat lewat argumen
  • Argumen tidak memiliki korelasi sama sekali dengan topik debat
  • Menjatuhkan lawan bicara
  • Pembunuhan karakter dalam debat
  • Dan lain sebagainya

Intinya, ad hominem adalah usaha seseorang untuk menjatuhkan lawan bicara dengan menyerang pribadi, masa lalunya, hak kepemilikan dan lain sebagainya.

Kultus semacam ini sering terjadi di Indonesia. Dalam berdebat, biasanya orang-orang lebih suka menjawab atau bertanya tidak pada tempatnya.

Artinya, pertanyaan dan jawaban itu tidak apple to apple dan terlihat saat seseorang menyerang atau mengatakan kekurangan lawan bicara dengan tujuan untuk menjatuhkan mentalnya.

Dengan demikian, seseorang yang menggunakan prinsip ad hominem dalam berdebat akan melihat siapa yang berdebat dengannya dan bukan apa yang diperdebatkan.

Baca Juga : Pengertian Hoax, Jenis Dan Contohnya

Dalam praktiknya pula, ad hominem diartikan sebagai pembunuhan karakter terhadap lawan bicara atau orang yang diajak berdebat.

Cara mainnya pun masih sama, menjelek-jelekan lawan bicara. Meski demikian, beberapa ahli percaya bahwa ad hominem tidak sepenuhnya negatif, mengancam dan membunuh karakter lawan bicara.

Artinya, diperlukan korelasi dengan sikap sebelum akhirnya memutuskan apakah seseorang bertindak demikian atau tidak.

Dalam kasus tertentu, hal itu mungkin saja berkaitan dengan substansi atau hal yang dibicarakan, sebelum masuk ke substansi pembicaraan yang lebih dalam.

Pengertian ad hominem menurut para ahli

Ad hominem atau yang secara awam dipahami sebagai sikap menyerang pribadi juga punya pengertian secara ilmiah yang dikemukakan oleh para ahli. Berikut beberapa diantaranya:

1. Doug Walton

Doug Walton adalah Dosen, peneliti dan penulis berkebangsaan Kanada. Menurutnya, ad-hominem adalah penalaran yang tidak selalu keliru dalam penggunanannya.

Dalam kondisi tertentu, pertanyaan yang berkaitan dengan perilaku lawan bicara, termasuk didalamnya karakter, motif, dan lain sebagainya sudah sah dan relevan.

Sebagai contoh, ketika seseorang membicarakan kemunafikan atau tindakan yang tidak berhubungan dengan kata-kata lawan bicara.

2. Charles Taylor

Selanjutnya adalah Charles Taylor, seorang filsuf kenamaan dunia, yang mengatakan bahwa Ad Homimen bertujuan untuk memahami isu moral.

Dengan demikian, kata ini berfungsi untuk melawan nalar cabang filsafat lain yakni apodiktis naturalisme filosofis.

Ciri-ciri ad hominem

Nah kalau diatas sudah saya jelaskan secara singkat asal kata dan pengertian ad-hominem, selanjutnya akan saya ulas ciri-cirinya. Berikut beberapa diantaranya:

  • Menggunakan pengalaman masa lalu seseorang untuk menjelaskan ketidakmampuan lawan debat
  • Melibatkan ciri-ciri fisik [seperti postur tubuh, bentuk wajah, cara bicara, cara berjalan, umur, ketertarikan dan lain sebagainya] dalam berdebat
  • Dalam kondisi tertentu, mengungkit masa lalu ras, agama dan budaya
  • Seseorang yang berbicara dengan tipikal ad hominem kadang kala menggunakan istilah-istilah diluar konteks pembicaraan
  • Bertujuan untuk menghakimi lawan bicara
  • Kadang dalam debat selalu mengedepankan playing victim
  • Memancing emosi lawan bicara
  • Dan lain sebagainya [Kalau mau tambah, silahkan tinggalkan di kolom komentar]

Ciri-ciri diatas hanyalah ciri-ciri umum yang saya ambil berdasarkan pengalaman pribadi saat berhadap-hadapan dengan orang-orang yang mengedepankan cara ini.

Alih-alih lebih semangat dalam berdebat dengan menyajikan fakta data, justru saya lebih memilih menghindar dan ogah berdebat.

Pada akhirnya, timbul kesadaran dalam diri saya sendiri, bahwa ad hominem itu enggak baik dan enggak memiliki manfaat apa-apa.

Contoh ad hominem

Ada beberapa contoh ad hominem yang berhasil saya abadikan dalam tulisan ini, diantaranya:

ad hominem adalah

  • Wibu tahu apa?
  • Diam kau, bukan ranah orang gendut
  • Kamu siapa? Ga ngerti agama kok bilang orang agamanya jelek
  • Dll

Kalau ada dari anda yang mau menambahkan contoh diatas agar lebih berwarna dan bervariasi, silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Dan karena diatas saya sudah menyinggung kata logical fallacy, saya juga akan berikan contoh. Contoh ini masih berkaitan dengan ad-hominem dalam konteks yang lebih luas. Berikut contohnya:

Suatu kali ada seorang anak kecil, Rara namanya, sedang bermain dipentras rumah. Saat bermain, tak sengaja ia menendang mainan kecil miliknya ke taman di samping rumah.

Rara kemudian mengambil mainan tersebut sambil berlari kecil. Pada langkah keempat, ia terjatuh.

Sang ibu yang berada tak jauh ditempat bermain Rara, sontak terkejut dan beranjak ke tempat Rara terjatuh.

Rara pun menangis. Ibunya menghampiri lalu berpura-pura menyalahkan ubin yang ada di taman.

Ubin ya? Ubin yang buat Rara terjauh? Ubinnya memang nakal. Udah ga usah nangis, ibu udah pukul ubinnya… jangan nangis lagi ya! Tuh ubinnya udah ibu pukul,” katanya.

Sikap sang ibu yang menyalahkan ubin mungkin bisa menghentikan tangis Rara dan cara ini enggak salah karena hampir sebagian besar ibu melakukannya secara intuitif.

Dalam konteks ini, ibu mencari sesuatu yang harus disalahkan. Dan sesuatu yang disalahkan ini bisa membuat seseorang, baik dewasa dan anak kecil, tahu penyebabnya sehingga dirinya mulai tenang.

Dalam kasus Rara, ia akan berhenti menangis. Jika dilihat dari inti permasalahannya, bukan ubin yang menyebabkan Rara terjatuh, tetapi ia sendiri.

Sebagai seorang anak pasti enggak memikirkan konsekuensi, dampak, situasi dan kemungkinan lain saat berjalan atau bermain.

Begitu juga ibu, terkadang memberikan kebebasan pada anak untuk aktif, tanpa berpikir kemungkinan apa yang bakal terjadi.

Kadang, orang dewasa juga bertindak demikian. Lantas, mengapa ubin yang disalahkan? Disinilah letak kesalahan logika atau logical fallacynya.

Tindakan ibu Rara sudah benar, namun menyalahkan benda adalah keliru [tidak sepenuhnya salah ya]. Dan pernyataan sang ibu juga mengindikasikan atau telah melakukan argumentum ad hominem.

Atau dalam kasus lain, anda terlambat datang ke sekolah atau kantor, lalu ketika ditanya guru atau atasan anda tentang penyebab anda terlambat, anda pasti akan berusaha menjawabnya.

Situasi ini mengharuskan anda mencari kambing hitam atas keterlambatan tersebut mulai dari macet, tilang, lampu merah yang enggak hijau-hijau dan lain sebagainya.

Meski memang anda terlambat ke sekolah atau kantor karena macet, tapi menyalahkan atau mencari kambing hitam juga termasuk sesuatu yang keliru.

Contoh diatas hanyalah kecil bagaimana argumentum ad-hominem dan logical fallacy sering dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari, sadar ataupun tidak.

Intinya, baik ad hominem dan logical fallacy mengajarkan kepada setiap orang untuk bertindak dengan jujur dan benar serta tidak mencari pembenaran dan kambing hitam atas apa yang dialaminya.

Penutup

Ad hominem adalah kronik. Dan kronik ini sudah menjangkit ke setiap pembicaraan, terlebih yang hanya mengedepankan keuntungan pribadi.

Memilih jalan alternatif pun tidak diizinkan. Dengan demikian, orang-orang yang sering menggunakan ad hominem dan logical fallacy pada dasarnya adalah orang-orang yang berbicara tidak sesuai dengan kapabilitasnya.

Demikian artikel tentang ad hominem adalah: Pengertian, ciri-ciri dan contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Silvanna Samaliwu Best investment on life is skill, trust, experiences, knowledge, passion, study case. You can success if you have been wide it [Investasi terbaik dalam hidup adalah keahlian atau kemampuan, pengetahuan, passion dan pengalaman dalam mempelajari akibat. Anda bisa sukses jika mengembangkan hal tersebut]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *