7 Orang Indonesia Yang Berperang Untuk Negara Lain

8 Likes Comment
berperang untuk negara lain

7 Orang Indonesia Yang Berperang Untuk Negara Lain – Membela bangsa sendiri mungkin adalah salah satu kewajiban bagi setiap orang Indonesia.

Tapi bagaimana jika ada orang Indonesia, yang sudah dikenal sebagai sebuah negara sekarang ini, berperang untuk negara lain?

Mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa ada beberapa orang yang lahir di wilayah Indonesia yang pernah mengangkat senjata membela bangsa lain.

Dalam perang, mungkin yang membedakan kewarganegaraan hanyalah pakaian yang digunakan. Selain itu juga, perang juga telah menyebabkan kerugian yang amat besar dalam sejarah umat manusia.

Misalnya, pada perang dunia ke-II yang mengorbankan hampir sekitar 50 juta manusia dan tercatat menjadi perang dengan korban terbesar sepanjang sejarah.

Perang tersebut juga ikut melahirkan beberapa lembaga internasional untuk kedamaian seperti Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Beberapa tahun sesudah perang dunia ke-II muncul semangat untuk memerdekakan diri dari wilayah-wilayah koloni bangsa Eropa di berbagai wilayah di dunia baik di Asia, Afrika hingga Amerika Selatan.

Dengan munculnya wilayah-wilayah dekolonisasi tersebut, timbulah gerakan kemerdekaan, seperti di Indonesia.

Uniknya lagi, pada masa-masa perang yang terjadi baik setelah perang dunia II dan sebelum perang dunia I meletus, ada beberapa orang Indonesia [kala itu] yang ikut angkat senjata untuk orang lain.

Artikel kali ini akan membahas tentang siapa saja orang yang pernah terlibat peperangan untuk bangsa lain.

7 Orang Indonesia Yang Berperang Untuk Negara Lain

Lalu siapa saja 7 orang Indonesia yang pernah berperang untuk negara lain? Pasti penasaran kan? Berikut daftarnya.

1. Andi Abdul Azis

berperang untuk negara lain
via erwinedwar.com

Putra Bugis kelahiran 19 September 1924 bergabung dengan gerakan perlawanan bawah tanah Belanda, Koninklijk Leger untuk berperang melawan Jerman.

Saat terlibat perang, Andi bersama timnya kemudian di pindahkan ke garis pertahanan paling belakang pihak Jerman dengan misi melumpuhkan pertahanan dari dalam.

Saat itu, karena perang semakin sengit dan beberapa negara Eropa mulai angkat tangan, Andi dan timnya hijrah ke Inggris lalu ke India untuk mengikuti pelatihan komando dan lulus dengan pangkat sersan.

Pada januari 1946, ia kembali ke Indonesia dan menjabat sebagai danregu yang bertugas di Cilincing. Pada tahun 1984, Andi Aziz tutup usia pada usianya yang ke 59 tahun.

2. Abdul Halim Perdanakusuma

berperang untuk negara lain
via tni-au.mil.id

Lahir di Simpang, Madura pada 18 November 1922. Karir militernya di rintis di Koninklijke Marine atau Angkatan Laut Belanda di Modderlust, Surabaya.

Lalu ia melanjutkan pendiikan di RAF (Royal Air Force/Angkatan Udara Inggris) dan menjadi Navigator Pesawat B-24 Liberator pada perang dunia ke-II yang meletus pada 1941-1945.

Pada saat menjalankan tugas ke pada masa-masa perang Indonesia Belanda di Sumatera, Ia kemudian ditugaskan untuk membeli serta mengangkut berbagai perlengkapan perang menggunakan pesawat terbang dari Thailand.

Sayangnya, dalam perjalanan kembali ke Indonesia, pesawat tersebut Jatuh di wilayah Malaysia, pada 14 Desember 1947.

Abdul Halim Perdanakusuma secara resmi wafat pada usianya yang baru menginjak 25 tahun. Ia kemudian diangkat sebagai Pahlawan nasional dan namanya banyak di abadikan sebagai nama Jalan, nama Bandara dan lain sebagianya.

3. Adolf Gustaaf Lembong

berperang untuk negara lain
via tirto.id

Adolf Gustaaf Lembong adalah seorang pria kelahiran Sinonsayang, sebuah desa di Minahasa Selatan. Ia sendiri lahir pada 19 Oktober 1910.

Karier militernya bisa dikatakan Unik. Berbeda dengan pemuda-pemuda Indonesia lainnya, dia pernah angkat senjata bukan untuk belanda dan Indonesia tapi juga untuk negara tetangga, Fillipina melawan pendudukan Jepang.

Lembong bersama Ajudannya tewas saat hendak menemui Pangliwa Divisi Siliwangi di Bandung akibat penyerangan yang dilakukan oleh beberapa pasukan bekas KNIL yang menjadi bagian dari gerakan Angkatan Perang Ratu Adil [APRA] dibawah Komando Reymond Westerling.

4. R. Sudirmo Bunder

Lahir pada 12 Februari 1920, dia pernah menjadi Prajurit Wajib Militer di Rainbow Division, US Army. Di Front Pasifik, dia terlibat dalam berbagai pertempuran.

Mulai dari Rabaul di Papua Nugini, Biak Jayapura, Morotai, Saipan, Iwo Jima, Okinawa hingga Tokyo, Jepang. Saat pecah Perang Korea, dia menjadi Tentara Belanda dibawah pasukan Perdamaian PBB.

5. Irawan Soejono

berperang untuk negara lain
via boombastis.com

Irawan Soejono merupakan putra bangsawan yang sedang mengenyam pendidikan di Laiden, Belanda sejak tahun 1934.

Saat Jerman Menginvasi Belanda, dia terlibat dalam gerakan bawah tanah melawan tentara Jerman. Soejono sendiri tercatat tewas dibawah pasukan Jerman.

6. Henry Hoo

Lahir di Surabaya pada tahun 1912, dia tercatat pernah menjadi Pilot Pesawat Tempur untuk International Volunteer Brigade (IVB) dalam perang Saudara di Spanyol.

Perang ini berlangsung selama 3 tahun mulai dari 17 juli 1936 hingga 1 April 1939 dan disebabkan oleh konflik antara kaum nasionalis dan kaum loyalis.

Kaum nasionalis di pimpin oleh Jenderal Francisco Franco sementara kaum Loyalis dipimpin oleh Presiden Manuel Azaña. Perang ini dimenangkan oleh pihak Nasionalis.

7. Tio Oen Bik

Lahir di Surabaya pada tahun 1906, dia menjadi tenaga Medis dalam perang Saudara yang terjadi di Spanyol pada tahun 1936 sampai 1939.

Penutup

Beberapa nama diatas mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, misalnya nama Halim Perdanakusuma yang diabadikan menjadi nama Bandara di Jakarta.

Ia juga di anugerahi gelar pahlawan karena selain terlibat berperang untuk bangsa lain, ia juga pernah berjasa untuk Indonesia pada masa-masa kemerdekaan.

Nah demikian artikel tentang 7 orang Indonesia yang ikut berperang untuk negara lain. Daftar diatas mungkin hanya beberapa orang yang disebut dan mungkin berhasil diketahui dalam sejarah. Semoga artikel ini bermanfaat ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *