Zoonosis: Pengertian, Penyebaran Dan Cara Antisipasi

1 Like Comment
zoonosis

Setiap tanggal 6 Juli, masyarakat dunia merayakan Hari Zoonosis sedunia. Hari tersebut merupakan hari dimana Louis Pasteur berhasil menciptakan vaksin pertama untuk melawan virus Rabies pada anjing.

Hingga kini, ada banyak kampanye yang dilakukan baik oleh pemerintah, lembaga swadaya masyarakat [LSM], aktivis hewan, pegiat lingkungan dan masyarakat luas untuk meningkatkan kesadaran akan resiko penyakit zoonosis.

Tapi, apa sih penyakit ini? Dan bagaimana penyebarannya? Mungkin beberapa dari anda penasaran. Berikut disajikan pengertian dari Zoonosis.

Pengertian zoonosis

Penyakit zoonosis atau juga dikenal sebagai zoonotic adalah penyakit menular antara manusia dan hewan atau sebaliknya.

Setiap tahun, jutaan orang jatuh sakit atau meninggal karena penyakit zoonosis. Penyakit ini dilaporkan menyebar dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

Zoonosis berarti penyakit menular yang menyebar. Penyakit ini dapat menyebabkan penyakit akut pada manusia hingga kematian.

Hewan memberikan banyak manfaat pada manusia, banyak orang berinteraksi dengan hewan dalam kehidupan sehari-harinya, baik dirumah, ditempat kerja maupun diluar rumah.

Hewan peliharaan menawarkan persahabatan dan hiburan, beberapa hewan bahkan telah dipeliharan selama berabad-abad lamanya sejak manusia pertama kali melakukan kontak dengan hewan. Salah satunya adalah Anjing. Anjing banyak dipelihara karena tingkat loyalitasnya yang tinggi.

Hal itu berarti, kontak antara manusia dan hewan akan terus terjadi, beberapa diantaranya bahkan menyentuh satwa liar dari hasil buruan, curian dan juga hewan-hewan yang didapat secara tidak sengaja.

Sementara, di benua lain seperti Asia dan juga Afrika hewan telah menjadi sumber makan penting sementara di Eropa dan Amerika hewan telah menjadi pasok utama daging, susu dan juga telur.

Tetapi, beberapa hewan dapat menjadi sumber pembawa kuman berbahaya yang menjadi sumber berbagai penyakit, yang dikenal juga sebagai zoonosis.

Penyakit zoonosis disebabkan oleh kuman berbahaya seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur.  Kuman ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan mulai dari penyakit yang ringan, serius dan fatal yang dapat menimbulkan kematian.

Penyakit zoonosis sangat umum terjadi di seluruh dunia. Para ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 6-10 penyakit menular yang pernah diidentifikasi pada manusia menyebar dari hewan.

3-4 diantaranya merupakan penyakit menular jenis baru. Setiap tahun, ratusan hingga ribuan orang dilaporkan jatuh sakit akibat dari kuman berbahaya ini, tak terkecuali bagi Indonesia.

Penyebaran Zoonosis

Karena hubungannya erat antara manusia dan hewan, penting untuk diketahui cara umum manusia terinfeksi kuman yang dapat menyebabkan zoonosis. Diantaranya :

1. Kontak langsung

Berhubungan dengan air liur, darah, urin, lendir, kotoran atau cairan tubuh lain dari hewan yang terindenfikasi. Contohnya ketika membelai atau menyentuh hewan dan melalui cakaran atau gigitan hewan.

2. Kontak tidak langsung

Ada banyak hewan yang berkeliaran diantara kita, atau benda-benda yang telah terkontaminasi dengan kuman tersebut. Contohnya termasuk air akuarium, habitat hewan peliharaan, peternakan ayam, tanaman dan juga tanah serta makanan hewan peliharaan.

3. Vektor

tersebar melalui kutu atau serangga seperti nyamuk.

4. Foodborne

setiap tahun, 1-6 orang dilaporkan menjadi korban dari zoonosis karena makanan yang telah terkontaminasi zoonosis.

Makanan atau minuman biasanya merupakan makanan yang sudah tidak aman lagi untuk di konsumsi seperti dipasteurisasi, daging, telur dan ikan setengah matang, atau buah-buahan mentah hingga pada sayuran yang terkontaminasi dengan kotoran dari hewan yang terinfeksi.

Siapa yang paling beresiko terkena Zoonosis?

Setiap manusia beresiko terkena penyakit zoonosis. Namun, beberapa orang lebih beresiko terkena zoonosis daripada yang lain. Termasuk :

  • Anak-anak yang lebih mudah dari 5 tahun
  • Orang-orang dewasa dan manula diatas 65 tahun
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh tertentu

Cara mencegah penyebaran penyakit zoonosis

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengantisipasi penyebaran zoonosis ini. Namun sebagian besar berupa upaya pencegahan yang harus dilakukan oleh manusia. Antara lain :

1. Cuci tangan

Mencuci tangan sebelum bersentuhan dengan hewan, bahkan jika tidak menyentuh hewan sekalipun, mengambil langkah-langkah pencegahan sangat diperlukan untuk menghindari kontaminasi.

Untuk itu usahakan selalu mencuci tangan sebelum atau sesudah bersentuhan dengan sabun, jika sabun tidak tersedia gunakan pembersih tangan dengan bahan dasar alkohol dengan kandungan 60%. Karena pada dasarnya pembersih tangan tidak menghilangkan segala jenis kuman.

2. Hindari bersentuhan dengan hewan peliharaan

Ketahui hal-hal sederhana agar tetap aman terhadap hewan disekitar atau hewan peliharaan juga mencegah gigitan nyamuk, kutu dan sentuhan dengan lalat.

Pelajari juga ciri utama makanan yang aman dari berbagai kuman dan bakteri serta waspadai penyakit ini baik dirumah, diluar rumah dan juga hindari gigitan dan cakaran dari hewan peliharaan seperti Anjing dan Kucing.

Penutup

Setiap manusia menginginkan dirinya untuk bebas dari penyakit, termasuk penyakit yang timbul dari lingkungan sekitar, hewan peliharaan dan lain sebagainya.

Pada akhirnya, sadar akan bahaya penyakit ini juga membawa manusia untuk ikut menjaga lingkungan dari degradasi dan menghindari untuk mengkonsumsi hewan seperti Anjing.

Demikian artikel tentang zoonosis: pengertian, penyebaran dan cara mencegahnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *